Jumat, 01 Februari 2013

2014, MEF Alutsista TNI Capai 38 Persen

Upaya membangun minimum essential force (MEF) atau kekuatan pokok minimum terkait alutsista TNI, akan mencapai 38 persen pada 2014. Hal ini diungkapkan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono kepada pers saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2013 di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013.

Pada tahun 2014, target pencapaian 38 persen dari seluruh rencana strategis modernisasi alutsista TNI sangat realistis, mengingat pada 2012 lalu kekuatan pokok minimum alutsista sudah mencapai 30 persen, demikian sikap optimis yang dinyatakan Panglima TNI. -Sebelumnya Menhan Purnomo Yusgiantoro optimis pada 2014 target MEF tercapai 40 persen-

Modernisasi alutsista TNI yang sudah dicapai saat ini :

 TNI-AD  Panser APS-2 Pindad, Kendaraan Taktis Pendobrak, Heli Latih Dasar, Heli Serbu, Main Battle Tank Leopard 157 unit, Tank Support 10 unit, Meriam 155 MM Caesar 37 Pucuk, Roket MLRS Astros II, dan Rudal Arhanud Mistral 8.
 TNI-AL Kapal Patroli, Kapal Cepat Rudal, Kapal Bantu Cair Minyak, Sea Raider, Heli Angkut Sedang, bridge simulator, baterey kapal selam, meriam 30 mm 7 barel, meriam Kal 40 mm, Multy Launch Rocket System, Torpedo kasel diesel elektrik, dan kapal angkut tank.
 TNI-AU 24 pesawat F 16, pesawat pengganti AS-202 dan T-34C, pesawat C212-200, pesawat Nas-332, pesawat pengganti MK 53, pesawat pengganti OV 10, pesawat Sukhoi MK-2, pesawat transpor pengganti F-27, Helikopter Full Combat Sar, dan pesawat tempur taktis Super Tucano

Berbicara mengenai Rapim TNI 2013, Agus menjelaskan bahwa Rapim kali ini secara khusus membahas komitmen dan semangat revitalisasi alutsista TNI untuk memantapkan profesionalisme dan eksistensi peran strategis TNI di bidang pertahanan. Untuk itu, semua pihak yang terkait harus konsisten menjalankan rencana strategis (Renstra) seperti yang sudah diprogramkan dalam Renstra 2010-2024. Jika semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka target MEF 38 persen pada 2014 bisa tercapai dan pada 2024 target MEF sudah 100 persen.

Sistem rudal Mistral
Sistem rudal Mistral yang digunakan TNI AD adalah Mistral Atlas. Penembakan dilakukan oleh seorang prajurit yang duduk di sistem peluncur dengan dibantu tiga prajurit. Mistral TNI AD dipasang di ranpur Komodo produksi PT. PINDAD. Untuk TNI AL, Mistral yang digunakan adalah tipe Simbad.

Menurut Agus, proses untuk mencapai MEF ditempuh dengan semua cara dengan tetap memberdayakan proses transfer teknologi (ToT) atau kerja sama produksi dengan negara-negara produsen alutsista sambil memberdayakan industri pertahanan dalam negeri (seperti Pindad dan PT DI). Tujuannya tidak lain dan tiak bukan adalah utnuk memodernisasi alutsista sekaligus agar industri pertahanan dalam negeri bisa mandiri dalam memproduksi alutsista.


Sumber : Metro TV News
Kredit foto : MBDA / Daniel Lutanie

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *