Kamis, 21 Februari 2013

Mosaic Hancurkan Tembok Penghalang Muslim!

Shaista Gohir, Pangeran Charles, Admiral Amjad Hussein, Monawar Hussain. (Berita SuaraMedia)
Shaista Gohir, Pangeran Charles, Admiral Amjad Hussein, Monawar Hussain. (Berita SuaraMedia)

Generasi muda Muslim Inggris yang hidup dalam komunitas-komunitas terpinggirkan di negara tersebut harus menghadapi berbagai persoalan penting setiap harinya, seperti kurangnya teladan positif, kurangnya pemberitaan media yang positif, kurangnya kepemimpinan komunitas yang efektif, serta kurangnya pemahaman di antara nonmuslim tentang peran warga Muslim dalam masyarakat. Untuk mengatasi isu-isu tersebut, pada tahun 2012 didirikan Mosaic atas inisiatif Pangeran Wales dan Komunitas Bisnis miliknya.
Yayasan amal ini bermarkas di London dan telah beroperasi di Yorkshire & Humber, Lancashire, serta mulai merambah internasional.
Bulan Mei lalu, sebuah inisiatif untuk mendukung generasi muda Muslim Inggris dengan pembinaan dan teladan positif diluncurkan di pusat CBSO (City of Birmingham Symphony Orchestra) di Birmingham.
Lebih dari 150 tamu menghadiri acara peluncuran resmi Mosaic West Midlands. Acara itu dipandu oleh Adil Ray dari BBC Asian Network dan melibatkan sejumlah pembicara serta penampil pertunjukkan.
Rear-Admiral Amjad Hussein, tentara muslim dengan pangkat tertinggi di Angkatan Bersenjata Inggris, Monawar Hussain, imam pertama di Eton College, serta Shaista Gohir dari Muslim Voice UK semua memberikan dukungan terhadap Mosaic.
John OBrien, direktur pelaksanaan Mosaic, mengatakan, "Perluasan Mosaic ke West Midlands merupakan sebuah perkembangan yang penting dan menyenangkan. Melihat pengaruh yang diberikan Mosaic selama 18 bulan di seluruh Inggris Raya, saya memiliki harapan tinggi bahwa Mosaic akan membuat perbedaan besar di kalangan generasi muda dan komunitas muslim di wilayah itu".
Salah satu persoalan utama dalam kehidupan remaja Muslim pada umumnya adalah kurangnya teladan yang positif dan kepemimpinan yang efektif. Untuk menginspirasi tumbuhnya kepemimpinan di dalam komunitas muslim di seluruh dunia, 90 delegasi dikumpulkan untuk menghadiri acara pembukaan Sekolah Musim Panas Internsional Mosaic (Mosaic International Summer School) bulan depan.
Sekolah musim panas ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang isu-isu lingkungan dan sosial global serta menciptakan hubungan yang positif antar individu dari dunia Muslim dan non-Muslim. Sekolah yang disponsori oleh rekan internasional, HSNC Bank Middle East ltd., ini telah dikembangkan melalui kerjasama dengan Kantor Persemakmuran dan Luar Negeri UK (UK Foreign and Commonwealth Office).
Program yang berlangsung selama dua minggu itu akan mendorong dilakukannya debat dan diskusi seputar isu-isu utama yang dihadapi komunitas-komunitas di seluruh dunia. Para delegasi juga akan diajak mengunjungi berbagai proyek yang ada di Inggris untuk semakin menghidupkan jalannya diskusi.
Kelompok delegasi telah diseleksi dari individu-individu dengan jangkauan usia antara 20-40 tahun dari seluruh penjuru dunia – mulai guru sampai desainer, murid, insinyur, dan pemimpin-pemimpin bisnis.
OBrien mengatakan, "Di Inggris, Mosaic membantu menghancurkan tembok penghalang sosial antara komunitas Muslim dan non-Muslim melalui pemberian dukungan kepada generasi muda Muslim dan yang lainnya di wilayah-wilayah pinggiran."
"Melalui Sekolah Musim Panas Internasional Mosaic, kami berharap dapat menyebarkan proyek kami ini ke seluruh dunia. Program ini akan menciptakan jaringan pemimpin dengan pemahaman terhadap isu-isu lingkungan dan sosial global, sehingga pemuda-pemudi muslim dapat mengarahkan hubungan yang positif antara dunia muslim dan nonmuslim di dalam komunitasnya sendiri."
Minggu pertama program tersebut diadakan di Cambridge dan terdiri atas berbagai seminar dan diskusi kelompok dengan tema Kepemimpinan yang Menginspirasi di Abad 21.
Di minggu kedua, para delegasi dipecah menjadi beberapa kelompok untuk mengunjungi proyek-proyek di beberapa tempat di Inggris. Setelah itu mereka akan kembali ke London untuk memberikan laporan serta berdiskusi dengan kelompok masing-masing mengenai apa-apa yang telah mereka pelajari.
Saat kembali ke negara masing-masing, para delegasi diharapkan dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan dari program itu di tempat asal masing-masing dan dalam bidang mereka sendiri-sendiri. (ri/tan/bou)  


0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *