Sabtu, 22 Juni 2013

Ini Pesawat Tanpa Awak Made In China Berkemampuan Jelajah 3.000 Km

http://images.detik.com/content/2013/06/21/1036/wingloong.jpg

Beijing - China sudah mempunyai pesawat tanpa awak buatan sendiri. Pesawat ini ternyata menarik perhatian sejumlah negara, dan sudah ada 5 negara yang bernegosiasi untuk membeli pesawat bernama 'Wing Loong' tersebut.

"Wing Loong sangat kompetitif di pasar internasional, dan kami telah menjualnya kepada tiga klien," ujar General Manager China National Aero-Technology Import and Export Corp Ma Zhiping dikutip dari ChinaDaily, Jumat (22/6/2013).

Aero-Technology Import and Export Corp merupakan eksportir produk pertahanan terbesar di China dan mempunyai posisi yang kuat di pasar pesawat tempur.

Terkait, Wing Loong, Ma Zhiping mengatakan, respons dari para klien terhadap pesawat tersebut sangat positif. Manuver pesawat ini sangat andal dan kemampuan tempur yang hebat.
Pesawat ini dikembangkan oleh China sendiri pada 2005 dan terbang perdana di 2007. Pesawat ini pertama kali tampil ke publik pada Zhuhai Airshow tahun 2008 lalu.


Sejak Juni 2006, pemerintah China memberikan izin ekspor pesawat tanpa awak ini. Selain untuk keperluan militer, pesawat tanpa awak ini bisa untuk keperluan sipil dan ilmiah, seperti untuk membantu penanganan bencana, perlindungan lingkungan, serta riset meteorologi.

Pesawat ini memiliki jarak kontrol atau tempuh hingga 3.000 km dengan muatan 200 kg. Semua teknologi pesawat ini dibuat oleh ilmuwan China tanpa adanya bantuan dari pihak luar.

"Saat ini ada 5 hingga 6 negara di Afrika dan Asia yang tertarik untuk membeli Wing Loong dan sedang bernegosiasi," kata Ma.

Seperti diketahui, Indonesia juga mempunyai pesawat tanpa awak yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat buatan PTDI ini bernama Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Wulung yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak tahun 2004 ini.

Pesawat tanpa awak yang pertama kali diproduksi Indonesia secara massal ini mampu terbang untuk melakukan pengintaian hingga radius 200 km dari pusat kendali atau area lepas landas.

Pesawat PUNA Wulung varian I ini, nantinya bisa terbang hingga ketinggian maksimal 12.000 kaki dan mampu terbang dalam durasi 4 jam. Pesawat tanpa awak made in Indonesia ini, juga dilengkapi kamera resolusi tinggi, sehingga bisa membantu tugas pengawasan udara.

Pesawat ini, terbilang relatif mahal untuk tahap awal. Ini terjadi karena adanya penyempurnaan dan sertifikasi yang dilakukan oleh Dirgantara Indonesia. Setelah proses itu dilewati, PUNA si 'Mata-Mata' ini, bisa dijual dengan harga sekitar Rp 1 miliar per unit. Untuk komponen pesawat tanpa awak ini, hampir sebagian besar diproduksi dan dirancang di dalam negeri.

detik

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *