Rabu, 28 Agustus 2013

Serangan Amerika Serikat ke Suriah Bisa Menyulut Perang Dunnia?




Washington - Barat memperingatkan serangan pemboman ke wilayah Suriah, tapi tidak bertujuan 'melumpuhkan mesin militer Assad' secara total. Karena, perang-perang besar-besaran dan menghancurkan  kekuatan militer Suriah secara total akan mengubah keseimbangan militer di Timur Tengah, ujar pejabat Gedung Putih, Selasa, 27/8/2013.
Menurut Reuters, negara-negara barat telah memperingatkan oposisi Suriah yang memiliki kontak dengan fihak Barat, bahwa serangan militer terhadap rezim Assad akan dimulai dalam beberapa hari.
Menurut kantor berita Inggris mengatakan bawha berlangsung pertemuan antara para diplomat Eropa, Amerika, dan para pemimpin oposisi Suriah yang pro-Barat, dan menyepakati tanggal 27 Agustus, kemungkinan dimulainya invasi militer Amerika Serikat ke Suriah.

Para pejabat Barat mengatakan mereka hanya ingin mencegah rezim Suriah menggunakan senjata kimia. Sementara itu, para pemimpin oposisi Suriah, menegaskan Amerika Serikat memiliki daftar target serangan udara ke wilayah Suriah
Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC bahwa angkatan bersenjata Amerika sudah "Siap berperang" melawan pasukan Assad dan menunggu perintah Presiden Obama.
"Beberapa sumber yang menghadiri pertemuan di Istanbul pada hari Senin antara pemimpin oposisi Suriah dan diplomat dari Washington dan pejabat pemerintah lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa para pejuang oposisi diperintahkan oleh Barat, saat berlangsungnya perang, diminta melakukan negosiasi politik dengan rezim Bashar al-Assad.
"Pihak oposisi diberitahu secara jelas bahwa tindakan mencegah penggunaan senjata kimia lebih lanjut oleh rezim Assad, dan beberapa hari ke depan,  mereka diminta mempersiapkan pembicaraan damai di Jenewa", ungkap salah satu sumber kepada Reuters.
Tetapi, The Washington Post melaporkan bahwa Obama tidak mempertimbangkan melancarkan operasi militer besar-besaran di Suriah, dan hanya melakukakn "serangan militer terbatas". Nampaknya,  Amerika hanya akan  membatasi serangan udara selama dua hari, dan menghancurkan fasilitas senjata kimia Suriah.
"Target utama serangan udara itu, yaitu menghancurkan sistem  pertahanan udara Suriah, sistem rudah darat ke udara, dan fasilitasn fasilitas militer pendukungnya," kata Kepala Staf Gabungan, Jenderal Martin Dempsey, di depanKongres.

Diharapkan serangan udara terhadap posisi pasukan Assad akan dilakukan dari kapal induk Amerika Serikat yang sekarang telah berada di laut Mediterania. Meskipun tidak mengesampingkan bahwa pembom strategis akan digunakan.
Gedung Putih kini membahas kemungkinan serangan tersebut dengan parlemen Amerika dan mitra-mitranya anggota NATO, dan mempersiapkan dasar hukum tindakan serangan yang akan mereka lakukan. Turki telah menyatakan keiikut sertaan dalam aksi militer itu. Amerika Serikat dan Sekutunya, menggunakan dasar hukum bahwa Assad telah melakukan pelanggaran hukum dan perjanjian internasional penggunaan senjata kimia, ujar pejabat Gedung Putih, Rabu, 27/8/2013.

Sementara itu, dinas intelijen Rusia yang menyampaikan pesan kepada BBC New mengatakan dipublikasikan oleh Kavkaz Center, "Para Pejuang Suriah, melihat Amerika Serikat, bukan hanya akan menghancurkan fasilitas senjata kimian Suriah, tetapi juga akan menyerang basis-basis kelompok jihad di Suriah. Situs-situs militan Islam yang berjuang  di Suriah, mengatakan ada laporan bahwa kelompok-kelompok jihad di Suriah juga menjadi target  serangan militer Amerika Serikat, yang  mencakup para pemimpin kelompok jihad dan kamp-kamp pelatihan mereka", ungkap Kavkaz Center.
Pada situs  kelompok jihad Al-Nusrah, menginformasikan hendaknya para militan tidak berkonsentrasi dalam jumlah besar di satu titik tertentu. Karena pasti akan memudahkan serangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat. Kelompok Jihad al-Nusrah itu, juga hendaknya mereka terus mengubah lokasi dan keberadaan mereka setiap hari.
Pada situs web lain, menyarankan para  jihadis harus menemukan tempat lokasi baru sebagai basis gerakan mereka, dan ini konsekwensi dampak dari serangan Amerika Serikat ke Suriah.

Namun, para pengamat militer mengatakan, kemungkinan kelompok jihadis akan mendapatkan manfaat dari akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap rezim Bashar al-Assad. Hal itu, seperti diungkapkan oleh penasehat Presiden Vladimir Putin, di mana kelompok jihad akan mendapatkan keuntungan dari serangan udara Amerika itu. 
Namun, kemungkinan serangan udara Amerika Serikat itu, dikawatirkan akan menyulut perang yang lebih luas ke seluruh Timur Tengah, dan akhirnya membawa ke perang Dunia ke III. Situasi di Timur Tengah saat ini memungkinkan terjadinya eskalasi (perluasan) perang  ke seluruh kawasan. Terlalu banyak titik konflik yang akan bisa membawa perang  meledak ke seluruh Timur Tengah. (mashd/kvz)






(voa-islam.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *