Jumat, 29 November 2013

AL QUTHUZ, SINGA GURUN DI AIN JALUT (2)

Ia seperti yang disifati oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar Al-A’lam An-Nubala’, "Ia adalah seorang prajurit pemberani, politikus, beragama, dicintai rakyat, mengalahkan Tartar, membersihkan Syam dari Tartar pada perang Ain Jalut, ia juga orang yang baik jihadnya, insyaallah. Ia adalah seorang pemuda berambut pirang, berjenggot tebal, bentuknya sempurna, ia memiliki tangan yang putih (sesuai dengan syariah-Nya) dalam berjihad melawan Tartar, maka Allah gantikan masa mudanya dengan surga dan Dia meridhainya."

Ia adalah sosok yang disifati oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah sebagai:"Seorang yang pemberani, pahlawan, banyak berbuat kebajikan, punya kesadaran tinggi terhadap Islam dan menyadarkan rakyat dengannya. Ia dicintai rakyatnya dan mereka banyak berdoa untuknya."

Apa arti seorang Quthuz, jika ia tidak berpegang tegung dengan syariah Allah, tidak menang dalam perang Ain Jalut berkat keteguhannya dengan syariah, dan tidak komitmen dengan jalan Allah SWT? Apa arti seorang Quthuz tanpa jalan ini??

Syekh Al-Izz bin Abdussalam, setelah kehilangan Quthuz dengan begitu cepat, mulai mengkhawatirkan umat ini. Khawatir, kalau-kalau kemenangan besar itu akan sia-sia dan umat mengalami kehancuran kembali. Setelah kematian Quthuz, sambil menangis sedih ia berkata, "Semoga Allah merahmati masa mudanya. Seandainya ia hidup lama tentu ia akan memperbaharui para pemudanya ke arah Islam."

Namun, Quthuz memang telah memperbaharui para pemuda ke arah Islam, meski ia tidak hidup lama!

Daulah Mamalik selama kurang lebih tiga abad kemudian terus mendorong semangat muslimin dan mengangkat panji Islam. Quthuz telah meletakkan pondasi yang kokoh. Di atas pondasi inilah orang-orang lain akan membangun bangunan yang kuat. Tanpa pondasi ini bangunan tidak akan mampu berdiri.

Terakhir, Syekh Al-Izz bin Abdussalam berkomentar, "Tiada orang yang memerintah perkara muslimin setelah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah yang sebanding dengan Quthuz Rahimahullah dalam kesalehan dan keadilannya." Bilakah muncul kembali Quthuz-Quthuz muda di zaman ini? Wallahu a’lam.

Ain Jalut, Titik Balik Gelombang Jihad
Dalam waktu yang tidak berapa lama, demi merasa telah menaklukkan Abbasiyah maka Hulagu mengirim 4 orang delegasi ke Mamluk Mesir. Delegasi ini datang dengan membawa surat dari Hulagu Khan kepada Al Muzhaffar Quthuz. Surat itu berbunyi :

“Dari Raja Raja Timur dan Barat, Khan Agung. Untuk Quthuz Mamluk, yang melarikan diri dari pedang kami. Anda harus berpikir tentang apa yang terjadi pada negara-negara lain dan tunduk kepada kami. Anda telah mendengar bagaimana kami telah menaklukkan kerajaan yang luas dan telah memurnikan bumi dari gangguan yang tercemar itu. Kami telah menaklukkan daerah luas, membantai semua orang. Anda tidak dapat melarikan diri dari teror tentara kami. kemana Anda lari? Jalan apa yang akan Anda gunakan untuk melarikan diri dari kami?

Kuda-kuda kami cepat, panah kami tajam, pedang kami seperti petir, hati kami sekeras gunung-gunung, tentara kami banyak seperti pasir. Benteng tidak akan mampu menahan kami, lengan Anda tidak dapat menghentikan laju kami. Doa-doa Anda kepada Allah tidak akan berguna untuk melawan kami. Kami tidak digerakkan oleh air mata atau disentuh oleh ratapan. Hanya orang-orang yang mohon perlindungan akan aman. Mempercepat balasan Anda sebelum perang api dinyalakan.

Menolak dan Anda akan menderita bencana yang paling mengerikan. Kami akan menghancurkan masjid Anda dan mengungkapkan kelemahan Tuhanmu, dan kemudian kami akan membunuh anak-anak dan orang tua Anda bersama-sama. Saat ini Andalah satu-satunya musuh yang mesti kami hadapi.”.

Pembiayaan perang yang tidak sedikit menjadi masalah ketika itu, dibutuhkan biaya besar untuk perbaikan benteng, renovasi jembatan, penyediaan peralatan perang dan logistik. Quthuz mengumpulkan para menteri negara untuk bermusyawarah. Kas negara betul-betul tidak mencukupi maka pilihan yang ada adalah menarik dana dari rakyat dan harus dilakukan dengan segera.

Tetapi Qutuz memerlukan dukungan para ulama untuk mengeluarkan fatwa. Tanpa fatwa Qutuz tidak akan melakukannya. Umat Islam di Mesir saat itu tidak mengenal pungutan selain hanya zakat. Diantara yang dipanggil ketika itu adalah seorang ulama yang bernama Al-Izz bin Abdis Salam Al-Izz bin Abdis Salam telah sepuh berumur 81 tahun dan terkenal karena ketegasannya. Beliau mengeluarkan fatwa yang cukup tegas:

"Apabila negara diserang musuh, maka wajib atas dunia Islam untuk memerangi musuh itu. Harus diambil dari rakyatnya harta mereka untuk membantu peperangan dengan syarat bila tidak ada asset yang tersimpan di dalam Baitul Mal. Maka setiap kalian (penyelenggara pemerintahan) hendaklah menjual seluruh asset yang dimiliki dan tinggalkan untuk diri kalian hanya kuda dan senjata saja. Kalian dan seluruh rakyat adalah sama di dalam masalah ini. Adapun tentang mengambil harta rakyat sementara pimpinan tentara masih memiliki harta dan peralatan mewah, maka penarikan harta rakyat tidak menjadi keharusan."

Fatwa yang cukup tegas ini disambut dengan ketegasan Qutuz pula. Beliau menginstruksikan agar semua pembesar dan pimpinan perang menyerahkan seluruh asset yang mereka miliki sesuai fatwa tersebut. Hasilnya, Mesir menjadi negara yang kaya. Penyerahan harta oleh para pembesar dan pimpinan diikuti pula secara serempak oleh seluruh rakyat. Mereka menyumbangkan harta untuk memenuhi tuntutan pembiayaan perang. Fatwa Al-Izz bin Abdis Salam sangat ampuh menyelesaikan masalah keuangan dengan segera.

Kemudian Al- Qutuz segera memobilisasi tentaranya maka terbentuklah pasukan berjumlah 20. 000 orang tentara. Mereka berunding dan akhirnya memutuskan untuk menyerang tentara Mongol di luar Mesir. Ini adalah strategi ofensif dalam menghadapi tentara Mongol.

Para tentara Allah ini berangkat ke luar wilayah Mesir dan terus bergerak ke arah Palestina. Dan bertemulah mereka dengan pasukan Tartar yang dikomandani oleh Kitbuqa di Ainun Jalut. Maka terjadilah pertempuran dahsyat antara kedua belah pihak.

Saat pertempuran sengit berlangsung, al-Qutuz membuka topeng besinya dan melaju dengan kudanya ke tengah arena pertempuran sambil memberi motivasi kepada seluruh tentaranya agar berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memburu syurga Allah. Teriakan takbir bergema di sepanjang pertempuran dan al Qutuz terus merangsek di tengah- tengah musuh.

Pada pertempuran Ain Jalut ini, al-Qutuz didampingi isterinya Jullanar yang turut menyertai dalam rombongan pasukannya. Ketika Jullanar terluka parah, al-Qutuz memapahnya sambil berkata, "Wahai Kekasihku." Jullanar dalam keadaan terluka parah tetap memberikan semagat kepada suaminya. Dia pun membalas ucapan mesra suaminya dengan mengatakan, "Wahai al-Qutuz lebih cintalah kamu kepada jihad ini." Lalu isterinya menghembuskan nafas terakhir dan gugur sebagai syahidah.

Dalam kecamuk perang yang dahsyat, kuda yang ditunggangi al Quthuz terbunuh. Dengan sigap beliau langsung melompat dan berlari menghadang musuh. Saat itu ada seorang prajurit yang menyaksikan kuda al Quthuz terbunuh. Dengan tanpa dikomando sang prajurit menawarkan kuda tunggangannya kepada al Quthuz.

"Saya tidak ingin menghalangimu untuk memberikan manfaat kepada orang lain." Al Quthuz menghargai tawaran prajuritnya sebagai sebuah kesetiaan. Semangat jihadnya yang tinggi menjadi api yang membakar semangat para tentaranya untuk memburu syahid yang selalu diidam-idamkannya.

Qutbuddin Al-Yunaini di dalam Al-Bidayah Wan Nihayah (658H) mengatakan bahwa al Qutuz sebelum menjadi seorang Sultan pernah bermimpi bertemu Rasulullah saw, dalam mimpinya Nabi saw mengatakan kepadanya bahwa dirinyalah yang akan menguasai Mesir dan akan menang dalam perang melawan Mongol.

Setelah itu al- Qutuz terus maju ke medan pertempuran hingga akhirnya pada hari Jumat, 25 Ramadhan 658H, bertepatan dengan 3 September 1260M tentara- tentara Allah ini berhasil merebut kemenangan atas tentara Tartar di Ain Jalut. Padahal selama ini tentera Tartar tidak pernah ada cerita dikalahkan dalam setiap pertempuran. Dan andaipun kalah di beberapa pertempuran, maka mereka akan mampu menebus kembali kekalahan mereka. Akhirnya hancurlah pasukan Tartar di ujung mata pedang kaum muslimin dan tidak pernah mampu lagi menebus kekalahan mereka di Ain Jalut.

Read more »

AL QUTHUZ, SINGA GURUN DI AIN JALUT (1)


Gelombang Dahsyat Tar Tar

Ilustrasi (RoL)
Ilustrasi (RoL)


Bayangkanlah dahsyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami yang melanda Aceh dan Jepang beberapa tahun silam. Mayat-mayat bergelimpangan. Bangunan, pepohonan, kebun, binatang ternak, sarana umum, semuanya hancur berantakan. Kota yang tadinya ramai mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi seperti kota hantu. Seperti itulah yg terjadi dengan negeri-negeri Islam yang terbentang dari Samarkhan hingga Baghdad ketika dilewati oleh Pasukan Mongol.

Bangsa Mongol atau Tartar telah diisyaratkan kemunculannya oleh Nabi saw. Baginda saw menyebut mereka sebagai Bani Qantura dengan ciri-ciri fisik bermuka lebar dan bermata kecil. Hanya dengan kekuatan 200.000 tentara dan berlangsung hanya dalam waktu 40 hari Kekhalifahan Abbasiyah lenyap dari muka bumi.

Kejatuhan Baghdad merupakan peristiwa sangat tragis dalam sejarah kemanusiaan. Selama 500 tahun bertahta dengan segala kebesarannya Kekhalifahan Abbasiyah Baghdad luluh lantak dihancurkan. Sebanyak 1,8 juta kaum muslimin yang berada di kota Baghdad disembelih dan kepalanya disusun menjadi gunung tengkorak sebagai peringatan bagi negara-negara yang melawan kekuatan Mongol. Khalifah Sultan Al-Mu’tasim dibantai beserta 50.000 tentara pengawalnya. Sejak pembantaian itu selama 3,5 tahun umat Islam hidup tanpa Khalifah.

Ada ahli sejarah menukilkan situasi saat itu bagaimana Hulagu Khan ini melakukan pembunuhan terhadap khalifah dengan cara memasukkannya ke dalam gulungan permadani sementara pasukan Mongol menginjak-injak dengan kuda-kuda mereka. Tidak cukup dengan itu, tentara Tartar yang biadab ini memusnahkan ribuan perpustakaan yang memuat jutaan kitab- kitab, manuskrif-manuskrif sebagai khazanah peradaban di Baghdad dengan mencampakkannya ke dalam laut sehingga air laut bertukar kehitaman akibat banyaknya kitab- kitab tersebut.

Ketika itu, seluruh negeri Islam yaitu Baghdad, Syria dan Asia Tengah sudah jatuh ke tangan tentara Mongol. Hanya tinggal tiga negeri Islam yang belum dimasuki yaitu Makkah, Madinah dan Mesir. Maka Hulagu Khan terus merangsek berupaya menaklukkan negeri yang lain.

Siapa yang menduga bangsa primitif yang jauh dari peradaban pernah mengusai 1/2 dari daratan bumi ini. Bangsa Mongol yang nomaden memutarbalikan semua fakta sejarah. Bagi dunia Islam, penaklukkan oleh Mongol ini mungkin dilihat sebagai suatu pendahuluan, sekaligus miniatur keluarnya Ya’juj Ma’juj pada akhir zaman.

Kengerian yang ditimbulkannya seolah belum hilang di tempat-tempat yang pernah diserbu oleh pasukan Jenghis Khan ini. Saat berkunjung ke Herat, Afghanistan, Mike Edwards mendengar komentar masyarakat tentang peristiwa yang terjadi tujuh setengah abad yang lalu itu, seolah baru saja terjadi sehari sebelumnya. “Hanya sembilan saja! Seluruh yang masih bertahan hidup di sini – sembilan orang!” seru seorang warga tua saat menggambarkan serangan Mongol ke kota itu (National Geographic, Desember 1996). Dan Herat bukan satu-satunya kota yang menerima nasib buruk dari pasukan Mongol.

Para ulama Islam ketika itu, hampir-hampir tidak mampu mencatat kronologis peristiwa serangan yang tidak berperikemanusiaan ini. Tidak pernah terjadi malapetaka sedasyat itu dalam sejarah bangsa manapun. Seperti yang terucap dari panglima perang Mongol saat pertama kali menjebol kota Baghdad, “Aku adalah malapetaka yang diturunkan Tuhan ke muka bumi untuk menghukum kalian…”

Quthuz Sang Penakluk Gelombang
Saifuddin Quthuz adalah satu di antara tokoh besar dalam sejarah muslimin. Nama aslinya adalah Mahmud bin Mamdud.. Ia berasal dari keluarga muslim berdarah biru. Quthuz adalah putra saudari Jalaluddin Al-Khawarizmi, Raja Khawarizmi yang masyhur pernah melawan pasukan Tartar dan mengalahkan mereka, namun kemudian ia kalah dan lari ke India. Ketika ia sedang lari ke India, Tartar berhasil menangkap keluarganya. Tartar membunuh sebagian mereka dan memperbudak sebagian yang lain.

Mahmud bin Mamdud adalah salah satu dari mereka yang dijadikan budak. Tartar menjuluki si Mahmud dengan nama Mongol, yaitu Quthuz, yang berarti “Singa Yang Menyalak”. Tampaknya sedari kecil Quthuz memiliki karakter orang yang kuat dan gagah. Kemudian Tartar jual si Mahmud kecil di pasar budak Damaskus. Salah seorang bani Ayyub membelinya. Dan ia dibawa ke Mesir. Di sini, ia pindah dari satu tuan ke tuan yang lain, sampai akhirnya ia dibeli oleh Raja Al-Mu’izz Izzuddin Aibak dan kelak menjadi panglima besarnya.

Dalam kisah Quthuz ini, kita bisa mencatat dengan jelas bagaimana skenario ajaib Allah SWT. Tartar telah memperdaya muslimin dan memperbudak salah satu anak-anak muslimin dan mereka jual langsung di pasar budak Damaskus. Untuk kemudian ia diperjualbelikan dari satu tangan ke tangan lainnya, yang akhirnya sampai ke suatu negeri yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Boleh jadi karena usianya yang masih kecil ia tidak melihat negeri jauh ini. Namun, pada akhirnya ia menjadi raja di negeri asing itu dan sepak terjang Tartar yang membawanya dari ujung dunia Islam ke Mesir pun harus berakhir di tangannya!

Subhanallah yang telah mengatur dengan Maha Lembut dan memperdaya dengan Maha Bijak. Tiada sesuatupun di bumi dan langit yang samar bagi-Nya.

“Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.” (An-Naml [27]: 50)

Quthuz –sebagaimana mamalik (budak yang dididik militer) lainnya–tumbuh dengan pendidikan agama yang benar. Semangat Islam yang kuat bergelora di dalam hatinya. Sejak kecil, ia dilatih dengan seni menunggang kuda, metode pertempuran, seluk-beluk manajemen dan leadership. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda gagah berani, mencintai dan menjunjung tinggi agamanya. Ia juga seorang yang kuat, penyabar, dan perkasa. Selain itu semua, ia juga dilahirkan dari keluarga raja.

Masa kanak-kanak Quthuz layaknya para pangeran yang lain. Hal ini membuat dirinya begitu percaya diri. Ia tidak asing dengan masalah kepemimpinan, manajemen negara dan kekuasaan. Di atas itu semua, keluarganya hancur oleh Tartar. Hal ini–tentu saja–membuat dirinya paham betul dengan bencana Tartar. Sebab orang yang menyaksikan tidaklah seperti yang mendengar.

Semua faktor ini berpadu menjadikan Quthuz seorang yang memiliki karakter sangat unik. Ia merasa ringan dengan penderitaan, tidak takut dengan para musuh bagaimanapun banyak jumlahnya atau unggul kekuatan mereka.

Pendidikan Islam dan militer, juga pendidikan untuk berpegang teguh kepada Allah, agama dan percaya diri, semua itu mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan Quthuz –rahimahullah-.

Nama Quthuz mulai muncul ke permukaan setelah terbunuhnya Raja Al-Muizz Izzuddin Aibak dan istrinya Syajarah Ad-Dur dihukum mati. Kemudian kekuasaan beralih kepada “Sultan Bocah” Al-Manshur Nuruddin Ali bin Izzuddin Aibak. Quthuz-lah yang memegang perwalian atas sultan kecil tersebut.

Quthuz meskipun ia secara real menyetir roda pemerintahan di Mesir, namun pada kenyataannya yang duduk di kursi kekuasaan adalah seorang sultan bocah. Tentu hal ini melemahkan wibawa pemerintah di Mesir dan merongrong kepercayaan rakyat kepada rajanya serta menguatkan niat musuh-musuhnya karena mereka melihat raja adalah seorang bocah.

Dengan mempertimbangkan ancaman Tartar yang menakutkan, problema internal yang mencekik, kekacauan dan pemberontakan dari mamalik bahriyyah dan ambisi para emir Bani Ayyub di Syam, maka Quthuz melihat tiada makna keberadaan “Sultan Bocah” Nuruddin Ali di kursi negara terpenting di kawasan, yaitu Mesir, di mana tiada lagi harapan untuk membendung Tartar kecuali di pundaknya.

Dari situ, Quthuz mengambil keputusan berani, yaitu menurunkan Nuruddin Ali dan ia mengambil alih kekuasaan di Mesir. Keputusan itu bukanlah hal yang aneh. Sebab sebenarnya Quthuz adalah penguasa real di Mesir. Semua orang –termasuk “sultan bocah” itu sendiri–mengetahui hal itu. Seolah-olah ada boneka lucu di mana Quthuz-lah yang menggerakan boneka tersebut. Boneka itu adalah sultan yang bocah. Apa yang dilakukan Quthuz tiada lain hanya mengangkat boneka itu, untuk memperlihatkan seorang singa gagah yang di tangannyalah peta geografi dunia akan berubah, begitu pula lembaran-lembaran sejarah lainnya.

Penggantian ini terjadi pada tanggal 24 Dzul Qaidah 657 H, yaitu beberapa hari sebelum kedatangan Hulagu di Aleppo.

Sejak Quthuz – naik ke kursi kekuasaan, ia terus mempersiapkan diri untuk menyongsong Tartar yang belum lama menghancurkan ibukota Khilafah Abbasiyah di Baghdad. Lalu bagaimana Sultan Al-Muzhaffar (gelar Quthuz setelah menjadi raja) menangani situasi yang sangat krusial itu? Apa saja langkah-langkah dan persiapan yang dilakukannya untuk menghadapi serangan Tartar yang dahsyat? Dalam kurun waktu sekitar setahun (658 H), Quthuz melakukan banyak pekerjaan besar. Secara ringkas terangkum dalam kronologi sebagai berikut:
  • Quthuz memulai reformasi dalam negeri di Mesir.
  • Pengampunan terhadap mamalik bahriyyah dan penyatuan dengan bekas rival mereka mamalik mu’izziyyah.
  • Azh-Zhahir Baibars yang sempat menjadi oposisi diundang pulang ke Mesir dari Damaskus.
  • Upaya Quthuz menyatukan Mesir dan Syam lewat surat-surat untuk para emir Bani Ayyub di Syam.
  • Aleppo jatuh pada bulan Shafar, juga Damaskus pada bulan Rabiul Awwal, di bawah kekuasaan Tartar.
  • Datangnya surat ancaman Tartar untuk menyerang Mesir.
  • Quthuz memutuskan untuk memerangi Tartar.
  • Keputusan Quthuz untuk memerangi Tartar akan dilangsungkan di Palestina dan bukan di Mesir.
  • Dimulainya persiapan tentara Mesir secara ekonomi dan juga militer.
  • Dimulainya persiapan mental rakyat Mesir dengan ulama sebagai pelopornya untuk menerima ide jihad melawan Tartar.
  • Sebagian tentara Syam datang bergabung dengan Quthuz di Mesir.
  • Tentara muslim berkumpul di daerah Shalihiyah.
  • Tentara muslim bergerak menuju Palestina pada bulan Sya’ban.
  • Kemenangan muslimin di bawah Baibars atas tentara Tartar yang menjaga Gazza.
  • Perundingan dengan kaum Salib di Akka.
  • Quthuz memilih Ain Jalut untuk menjadi ajang pertempuran dengan Tartar.
  • Kemenangan muslimin di Ain Jalut yang terjadi pada 25 Ramadhan.
  • Damaskus dibebaskan dari tangan Tartar oleh pasukan yang dipimpin Quthuz pada 30 Ramadhan.
  • Aleppo dibebaskan dari tangan Tartar di bawah Baibars pada awal bulan Syawwal.
  • Quthuz kembali ke Mesir pada 26 Syawal.
  • Quthuz meninggal dunia, syahid—insyaallah.
Saifuddin Al-Muzhaffar Quthuz Rahimahullah meninggal dunia hanya lima puluh hari setelah kemenangan Ain Jalut. Kekuasaannya hanya berusia 11 bulan dan 17 hari. Tidak genap satu tahun!

Berbagai peristiwa bersejarah yang agung, persiapan yang bagus, pendidikan yang tinggi, kemenangan gemilang, hasil yang luar biasa dan dampak yang besar. Ya, semua ini dicapai kurang dari satu tahun!

Meski ia memerintah dalam masa yang sangat pendek, namun ia termasuk tokoh terbesar dunia. Karena, nilai seorang tokoh dan keagungannya tidak diukur dengan umurnya yang panjang, harta yang banyak, atau kerajaannya yang megah, namun ia diukur dengan karya-karya bersejarahnya yang mampu merubah peta sejarah dan geografi dunia. Pada saat yang sama karya-karya itu juga bernilai besar menurut mizan (timbangan) Allah.


(bersambung)

Read more »

Ciri-Ciri Dajjal Menurut Hadits



Seluruh umat muslim meyakini akan kedatangan dajjal, namun gambaran akan ciri fisik dan sifat dajjal sendiri tidak sesuai dengan gambaran yang di sampaikan Rasulullah SAW.

Sebagian orang menyangka ciri-ciri fisik dajjal adalah bermata satu dibagian tengah dahinya, berbadan seperti raksasa, bertanduk dan besarnya seperti gunung, sehingga dapat diilustrasikan dajjal mampu berpindah dari suatu pulau ke pulau yang lainnya hanya dengan satu langkah. Bahkan kedalaman lautan pun hanya setinggi betisnya.
Mungkin kalau diilustrasikan, seperti inilah wujud dajjal menurut sebagian orang :

Benarkah seperti itu ciri-ciri dajjal yang dijanjikan Rasulullah...??

Rasulullah bersabda :
"Tidak ada lagi kesamaran (ketidak jelasan) tentang dajjal. Sesungguhnya, ia akan muncul dari arah timur. Kemudian ia menyeru atas namaku, hingga ia diikuti banyak orang. Kemudian ia memerangi mereka dan dapat menguasai mereka".

Fitnah dajjal sangatlah bahaya, hingga banyak orang yang akan terjebak dengan fitnah tersebut. Rasulullah memerintahkan kepada umatnya agar memohon perlindungan dari fitnah dajjal setiap shalat.

Ciri-ciri fisik dajjal menurut hadits

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : " ...maka aku pergi sambil menoleh, tiba-tiba ada laki-laki yang berkulit merah dan rambutnya berombak."

Dalam hadits Hudzaifah juga disebutkan : "Sesungguhnya dajjal itu matanya terhapus dan diatasnya terdapat selaput mata yang tebal..."

Dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah bersabda : "Dan tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti itu, kecuali intuk memperingatkan kaumnya terhadap dajjal. Aku telah menerangkan perkaranya bahwa ia cacat, sedangkan Tuhan kalian tidaklah cacat. Mata kanannya menonjol dan tidak dapat disembunyikan, seolah-olah dahak yang berada di dinding kapur, sedangkan mata kirinya seperti planet yang bulat..."

Dari Umar, Rasulullah bersabda : "Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Baitullah..." Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam, kemudian melihat dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan sabdanya : "Dia itu seorang laki-laki gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah dan matanya itu seperti buah anggur yang masak (tidak bersinar)".

Dari Fathimah binti Qais mengenai kisah Al-Jasash, Ad-Dari berkata : "...lalu kami berangkat dengan segera sehingga ketika kami sampai di biara tiba-tiba disana ada seorang yang sangat besar (hebat) dan diikat sangat erat..."

Dalam hadits Imran bi Husein, Rasulullah bersabda : "Semenjak diciptakannya Adam hingga datangnya hari kiamat tidak ada makhluk yang lebih besar dari dajjal."

Dajjal tidak punya keturunan, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Abi Sa'id Al-Khudri.

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak buta sebelah matanya. Ketahuilah, sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal itu buta sebelah matanya yang kanan, seakan-akan matanya itu buah anggur yang tersembul."

Dari Ubadah bin Ash-Shamit, Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Masih Dajjal itu seorang lelaki yang pendek dan gemuk, berambut keriting, buta sebelah matanya, dan matanya itu tidak menonjol serta tidak tenggelam. Jika ia memanipulasi kamu, maka ketahuilah bahwa Rabbmu tidak buta sebelah matanya."

Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : "Adapun Masih kesesatan itu adalah buta sebelah matanya, lebar dahinya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok (kakinya)."

Dalam hadits Anas, Rasulullah bersabda : "Dan diantara kedua matanya termatub tulisan kafir". Dan dalam satu riwayat disebutkan : "Kemudian beliau mengejanya -kaf fa' ra'- yang dapat dibaca oleh setiap muslim". Dan dalam satu riwayat lagi dari Hudzaifah, "Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak."


Berdasarkan hadits diatas, secara sederhana bisa ditarik kesimpulan akan ciri-ciri dajjal sebagai berikut :

1 Sebalah matanya buta dan tidak bermata satu
2 Berambut keriting
3 Berkulit kemerahan
4 Berbadan pendek dan gemuk, dalam hadits lain dajjal dikatan bertubuh besar
5 Di kening diantara kedua matanya terdapat tulisan -kaf fa' ra'- yang berarti kafir dan hanya dapat dibaca oleh orang-orang mukmin sekalipun orang tersebut buta huruf.
6 Fitnah dajjal sangat berbahaya.
7 Dajjal tidak memiliki keturunan.
8 Dajjal akan muncul dari arah timur.





Read more »

Pilot TNI AU Ditahan Australia, Hercules Tetap Dikirim


Pesawat Hercules C-130 Hibah dari Australia (photo : RAAF)

Dua pilot Angkatan Udara Indonesia ditahan di Darwin karena diduga mencoba menyelundupkan burung Nuri Australia di dalam salah satu dari sembilan pesawat Hercules C-130 RAAF yang akan diserahkan ke Jakarta.

Dua kru pesawat itu bagian dari kelompok yang dilatih di Royal Australian Air Force Base Richmond, untuk menerbangkan Hercules, yang diserahkan kepada Indonesia meski ketegangan diplomatik terjadi disebabkan tindakan Australia memantau telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

The Australian Customs and Border Protection Service (ACBPS) mengeluarkan pernyataan, hanya dua warga negara Indonesia yang diinvestigasi dalam kaitannya dengan dugaan penyelundupan satwa liar.

“Karena ini masih proses investigasi, ACBPS tidak akan mengeluarkan komentar lebih lanjut,”ujar ACBPS .

“Australia memiliki hukum yang sangat kuat untuk melindungi satwa liar terhadap aktivitas ilegal dan ACBPS mengambil tindakan terhadap setiap upaya pelanggaran hukum.”

Pesawat Hercules C-130 Hibah dari Australia (photo : RAAF)

Pesawat pertama dari sembilan Hercules C-130 telah diserahkan (was handed over) meskipun Indonesia menghentikan kerjasama militer dan keamanan dengan Australia, pasca kasus skandal mata-mata meletus .

Australia memahami Indonesia telah membayar $ 30 juta untuk pesawat dan angkatan udara Indonesia sangat membutuhkannya untuk membawa peralatan dan personil di kepulauan Indonesia yang luas.

Hercules pertama dari pesawat C-130H model lama telah diperbaharui dan dicat dengan warna Indonesia .

Sembilan pesawat tersebut telah bertahun-tahun terlibat tugas berat aktifitas RAAF di Irak dan Afghanistan. Pesawat angkut ini telah diganti dengan Hercules model lebih baru, serta pesawat angkut raksasa C- 17 Globemaster ll, untuk Royal Australian Airforce .



 (theaustralian.com.au).

Read more »

Perintah Copot Jilbab Polwan Blunder dan Lukai Perasaan Umat

POLWAN jilbab1 Perintah Copot Jilbab Polwan Blunder dan Lukai Perasaan Umat
Keputusan Mabes Polri untuk meminta Polwan mencopot Jilbabnya dinilai berasal dari desakan kelompok intoleran yang ingin memecah belah kesatuan Polri dengan pemeluk Islam khususnya Polwan.
“Semestinya, tidak perlu perintah menanggalkan jilbab bagi Polwan apabila memang ada keinginan dibuat seragam khusus di waktu mendatang,” tandas peneliti koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Musthofa Nahrawardaya kepadaIslampos, Jum’at malam (29/11).
Keputusan Kapolri Jenderal Pol Sutarma yang membolehkan Polwan berjilbab jelas sebuah respon positif dari segenap aparat Polwan di kepolisian. Tetapi perintah pencopotan Jilbab saat ini jelas sebuah langkah blunder paling memalukan dan paling melukai bagi Umat yang dilakukan Polri.
“Saya berharap Kapolri tidak mudah dikendalikan oleh kelompok intoleran yang bertujuan memecahbelah Umat,” imbuhnya.
Kepada Umat Islam di seluruh Indonesia, Musthofa meminta agar segera merapatkan barisan. “Kuatkan tali, eratkan pegangan. Polri adalah pengayom dan pelindung serta pelayan Umat. Jika Polri tidak lagi berkenan menjadi pengayom dan pelindung serta pelayan Umat, kepada siapa Umat Islam akan mengadu?” tukasnya.
“Kepada Ormas Islam khususnya NU dan Muhammadiyah, ini saatnya bersatu membendung gerombolan intoleran yang mencoba membodohi Polri,” tutupnya.
Seperti diketahui, para anggota polwan kembali diminta untuk mencopot jilbabnya. Pasalnya, Kamis (28/11), Mabes Polri mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) agar Polwan tidak dulu menggunakan jilbab selama berdinas sebelum aturan jelas tentang Jilbab keluar.
“Sambil menunggu keputusan tersebut kma pada saat menggunakan pakaian dinas Polwan untuk sementara waktu tidak menggunakan jilbab sampai diterbitkannya keputusan keputusan Kapolri yg mengatur ttg penggunaan jilbab bagi polwan yg berdinasa di Polda Aceh ttk,”demikian bunyi TR tersebut.


islampos.com

Read more »

Ada 4 Ribu Orang Masuk Islam Setiap Tahun di Amerika


LEBIH 16 lahun lamanya Muhammad Syamsi Ali tinggal di New York, Amerika Serikat. Ayah lima anak yang pernah menjadi kolumnis tetap di rubrik Kabar Dari New York (KDNY), Ia ini dikenal sebagai imam dan Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah New York ini rupanya tak lupa dengan kampung halamannya di Makassar, Indonesia.

Minggu lalu, difasilitasi Dompet Dhuafa (DD) Direktur Jamaica Muslim Center di Queens ini berbagai banyak hal tentang dakwah di Amerika pasca runtuhnya Gedung WTC 11 September 2001.

Inilah bagian kisahnya dalam obrolan sebagaimana dirilis hidayatullah.com, Jumat, (29/11).

Bagaimana kabar Anda?

Alhamdulillah baik

Apa kabar saudara kita kaum Muslimin di New York?

Alhamdulillah kabarnya baik-baik. Kabar gembira, saya kira semakin redah hiruk-pikuk kebencian terhadap umat Muslim. Hal ini dikarenakan umat Islam di New York sudah mengambil peran kehidupan secara luas, seperti terlibat dalam politik.

Ada sekitar 400 ribu pemilih Muslim dari total 4 juta pemilih di kota New York. Dan itu sangat menentukan siapa yang akan terpilih menjadi pemimpin nantinya.

Partisipasi dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan diseluruh lini kehidupan, itu menjadikan orang New York melihat umat Islam bukan lagi tamu, tapi sebagai bagian dari kota yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Jadi dalam masalah ini, umat Islam sudah semakin bauj.

Berapa jumlah umat Islam di Kota New York?

Di kota New York ada sekitar 800 ribu umat Islam minimal dari 8 juta lebih total penduduk atau sekitar 10% dari keseluruhan masyarakat New York.

Ada sekitar 120 ribu siswa Muslim yang bersekolah di sekolah umum, diperkirakan sekitar 10-13% dari total murid. Oleh karena itu kami sedang memperjuangkan agar hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha bisa menjadi hari libur. Alhamudulillah Wali Kota yang baru terpilih telah menjanjikan akan menjadikan libur hari raya bagi seluruh kota.

Bagaimana karakter Muslim New York?

Ada tiga yang mayoritas secara demography. Pertama adalam umat Islam dari Asia Selatan. Kedua dari Timur Tengah dan terakhir dari Afrika. Selebihnya semua Islam ada di sana, datang dari Indonesia, China, Eropa, Checnya dan Hispanik. 

Asli amerika juga sudah mulai banyak. sejak peristiwa 11 September yang lalu mereka banyak yang masuk Islam. bukan lagi warga pendatang atau kulit hitam, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang kulit putih dan hispanik. Dan secara karakter meraka sangat terdidik, muda-muda dan profesional.

Apa tantangan utama yang dihadapai umat Islam di sana?

Tiga tangtangan yang dihadapi umat Islam di kota New York. Pertama, menjaga momentum dakwah yang hadir setelah 11 September.

Jangan sampai kita kehilangan dan kembali seperti biasa-biasa saja. Sekarang ini Islam diekspose sedemikian rupa, jadi itu harus ditangkap sebagai peluang dakwah.

Kedua bagaimana menangani muallaf yang semakin bertambah. Ada 4 ribu orang setiap tahun masuk Islam dari kalangan orang Amerika. Semakin besar jumlah muallaf apabila tidak tertangani dengan baik, maka mereka akan kembali pada kebiasaan lamanya.

Saat ini, kami sedang melakukan pembinaan intensif kepada para muallaf yang jumlahnya sangat besar. Kami pun telah mendirikan Yayasan Pusat Pelatihan Da’i yang bertujuan menampung para muallaf belajar, kemudian nanti secara intensif kami genjot belajar islamnya, biar mereka bisa jadi Imam dan da’i.

Ini memberikan keuntungan besar, karena dengan lahirnya para imam dan da’i dari kalangan mereka sendiri Islam tidak akan dianggap sebagai tamu lagi.

Ketiga, semakin berkembang dan banyaknya pengikut Islam, semakin banyak orang yang takut. Jadi ada kelompok-kelompok tertentu yang ketakutan. Kami tidak melarikan diri dari mereka. Bukan pula semakin menekan dan menakuti-nakuti mereka, tapi kami melakukan pendekatan persuasif. Maka kami lakukan dialog antar agama dengan mereka yang bertuajuan menghilangkan intimidasi terhadap perkembangan Islam yang sedang berjalan.

Di antara ketakutan-ketakutan itu beberapa negara bagian melarang penerapan Syariah. Misalnya dengan melarang memotong hewan memakai pisau, tapi harus pakai mesin. Sebenarnya itu bukan isu, intinya tapi mereka takut akan perkembangan Islam.

Apa yang Anda lakukan untuk kasus seperti ini?

Nah untuk meredam hal-hal itu, kami melakukan dialog dengan pemimpin agama mayoritas, kami kunjungi mereka, memberikan presentasi tentang Islam hingga kami bisa dekat dengan mereka. Tujuan kami adalah meredam Islamofobia yang gencar di Amerika Serikat.

Contoh ketika terjadi penentangan terhadap pembangunan masjid Ground Zero oleh 70% masyarakat New York, bukan kami yang membela diri, tapi pemimpin kaum mayoritas di sana yang membela kami, tentu dibantu oleh politik dan media.

Apa saja bentuk Islamofobia itu?

Islamofobia yang terjadi di New York tidak berbentuk penyerangan fisik, tapi menjelek-jelekan Islam lewat coretan di kereta api, atau iklan-iklan di TV yang mengatakan Islam itu agama yang tidak beradab, agama Islam sumber keterbelakangan, dan macam-macam tuduhannya. Dan cara meradam Islamofobia adalah dengan mendapat pembelaan dari pihak mereka sendiri.

Berbeda dengan kasus islamofobia dengan di Indonesia. Di sana ada kekerasan tapi sangat kecil sekali, karena di Amerika ketika seorang melakukan kekerasan tidak akan ditanya motifnya. Sebab tindakan mengancam, mengangkat tangan atau menusuk –apalagi-- membunuh itu adalah sebuah kesalahan. 

Bagaimana prospek dakwah di New York? 

Saya selalu optimis, bahwa ketika pengalaman dakwah pasca 11 September (runtuhnya Gedung WTC) begitu susah, yang disangka orang bahwa kemungkinan menjadi akhir dakwah Islam di sana ternyata keliru.

Yang terjadi justru sebaliknya, 11 September menjadi titik kebangkitan dakwah. Pemandangan wanita memakai hijab, polwan-polwan Muslimin mengatur traffic light sudah biasa saja di sana. Masyarakat sudah paham itu bagian dari perintah agama.

Maka saya percaya bahwa dakwah Islam di New York (khususnya) dan Amerika Serikat (umumnya) akan semakin solid.

Solidnya karena Islam sudah diakuai menjad bagian dari Amerika. Jika terjadi pelecehan terhadap Islam berarti negara Amerika juga ikut dilecehkan. Sehingga saya optimis Islam akan semakin berkembang dan solid. Dan jika Islam di New York dan Amerika semakin kuat insyaAllah akan memberi pengaruh posisi Islam di dunia. Karena bagaimana pun juga Amerika masih dianggap negara super power.

Apa strategi dakwah Anda di sana?

Pertama, salah satu stigma Islam dan Muslim di Amerika adalah selalu identik dengan Timur Tengah. Citra Timur Tengah juga dianggap jauh dari nilai demokrasi, diskriminasi terhadap kaum wanita, dan pusat konflik di dunia.

Jadi ketika dikatakan Islam Timur Tengah seolah ini agama yang penuh dengan konflik. Kedepan saya akan terus menampilkan diri, menyampaikan bahwa Islam itu bukan hanya agama Timur Tengah, tapi Islam itu agama dunia, global. Dan mayoritas umat Islam di dunia ini bukan dari Arab, tapi dari seluruh penjuru dunia.

Kedua, kemudian mengkader ulama-ulama dari warga Amerika sendiri. Hingga akhirnya akan muncul ulama dari kalangang mereka sendiri.

Ketiga, tetap menjaga perkembangan Islam itu tidak membalik menakutkan orang, tapi justru Islam harus menjadi kontributor dan bisa menjadi daya tarik. Orang Islam jadi politikus, pedagang, pendidik, ekonom, dan akademik. (*/hid)





Read more »

Menhan: Jika Punya Armada Kapal Selam Lengkap, RI Tak Mudah Disadap



Indonesia harus punya kapal selam 10-15 buah untuk perkuat pertahanan.

Kapal selam KRI Nanggala-402
Kapal selam KRI Nanggala-402


 Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat 29 November 2013, menyatakan penambahan kapal selam sangat penting dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara. Jika Indonesia memiliki armada kapal selam lengkap, Purnomo yakin pertahanan negara akan lebih kuat sehingga Indonesia tidak mudah disadap pihak asing.

“TNI Angkatan Laut mengatakan, kalau RI punya kapal selam 10-15 buah, kita tidak akan disadap lagi,” kata Purnomo dalam diskusi panel bertajuk ‘Membangun Kemampuan Kekuatan Pertahanan Berkelanjutan’ yang diselenggarakan oleh Forum Pemred di Jakarta.

Menurut Purnomo, pembangunan sistem pertahanan merupakan bagian dari harga diri bangsa. “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang kuat pertahanannya,” ujar dia.

Namun dinamika politik bisa mengancam proses pembangunan alutsista yang telah dipersiapkan dan tengah dilakukan. “Kalau presidennya tidak mengerti militer, bisa saja program tidak berlanjut. Jadi komitmennya harus kuat,” kata Purnomo.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, dalam forum yang sama mengatakan TNI Angkatan Laut masih lemah dalam menjaga pertahanan laut di negeri ini. Oleh sebab itu perlu diperkuat dengan pembangunan alutsista berupa armada kapal selam yang lengkap.

Sebelumnya, terungkap Indonesia menjadi target penyadapan Australia dan Amerika Serikat. Badan Intelijen Australia (DSD) menyadap ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat tinggi RI pada Agustus 2009.

Motif Penyadapan

Mantan Duta Besar RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, menduga penyadapan oleh Australia untuk membidik rencana RI membeli kapal selam Rusia. Pasalnya, tarik-ulur atau negosiasi seputar jadi-tidaknya Indonesia membeli kapal selam Rusia terjadi pada Agustus 2009.

“Teknologi kapal selam yang saat itu hendak dibeli Indonesia dari Rusia sungguh dahsyat. RI berencana membeli dua kapal selam. Kalau jadi, (Australia) tentu takut sama kita,” kata Hamid kepada VIVAnews beberapa waktu lalu.

Sejumlah pejabat RI yang ketika itu disadap oleh Australia, diyakini Hamid ada kaitannya dengan rencana pembelian kapal selam Rusia itu. “Sofyan Djalil saat itu Menteri Negara BUMN, Sri Mulyani Indrawati saat itu Menteri Koordinator Perekonomian. Mereka terkait dengan aspek ekonomi negosiasi itu (kapal selam), yakni pembiayaan. Ada anggarannya atau tidak,” kata Hamid.

Penyadapan terhadap Sofyan Djalil juga terkait dengan dana BUMN untuk membangun dermaga kapal selam tersebut. Sementara Dino Patti Djalal yang juga disadap ketika itu merupakan Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri. Komunikasi-komunikasi dari pihak asing sangat mungkin masuk melalui Dino.

Pada akhirnya, kata Hamid, Indonesia batal membeli kapal selam Rusia karena alasan keterbatasan biaya. RI akhirnya lebih memilih membeli kapal selam Korea Selatan.

Rusia pada tahun 2012 memiliki 60 kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi canggih. Meskipun pembelian kapal selam dari Rusia batal dilakukan pada tahun 2009 itu, kini Rusia kembali menawarkan 10 unit kapal selamnya kepada Indonesia. (ren)



VIVAnews.com

Read more »

Zona Pertahanan Udara China, Macan Kertas


Strategic heavy bomber B-52G/H Stratofortress (photo: USAF)


Langkah pemerintah China mendeklarasikan zona pertahanan udara (23/11/2013) dengan mewajibkan semua pesawat terbang yang melintasi Laut China Timur harus meminta izin China, menggemparkan negara-negara tetangga, terutama Jepang.

Di bawah aturan baru ini, semua pesawat terbang yang akan melintasi kawasan itu harus menyerahkan rencana penerbangan mereka, menjelaskan asal negara, dan mempertahankan komunikasi radio dua arah yang memungkinkan mereka merespon dengan tepat terhadap perintah China. Zona pertahanan udara China itu meliputi kawasan hampir seluas Inggris dan mencakup Kepulauan Senkaku yang menjadi perebutan China dan Jepang, di Laut China Timur.

Tindakan sepihak China ini membuat berang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Menurut Abe langkah yang diambil Pemerintah China sangat berbahaya dan bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Hal ini disampaikan Abe di depan parlemen Jepang.

Reaksi yang keras juga muncul dari sekutu Jepang, Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan akan mendukung Abe jika terjadi bentrokan militer terkait Kepulauan Senkaku. AS menunjukkan posisinya secara jelas. Opsi terburuk bentrokan militer masuk dalam perhitungan.

Tidak puas sampai di situ, tanggal 25 November 2013 AS menerbangkan dua pesawat bomber B-52 untuk menantang zona pertahanan udara China di wilayah sengketa Laut China Timur, tanpa memberitahu China. Bomber B-52 itu terbang cukup lama, bolak-balik di wilayah itu selama dua jam.

Pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan (26/11/2013), AS telah menerbangkan dua pesawat militer di atas wilayah sengketa Laut China Timur tanpa memberitahu China. Dua pesawat pembom B-52 ikut serta dalam latihan reguler di atas kepulauan yang disengketakan.

Langkah itu menyusul pengumuman Amerika Serikat sebelumnya bahwa pesawat militer mereka tidak akan mengidentifikasi dirinya berdasarkan aturan baru China.

Tindakan AS ini seakan menampar muka China dengan keras. Pernyataan Pemerintah China yang akan mengambil langkah militer terhadap pelanggaran Zona Pertahanan Udara, hanya sebatas omongan belaka. China tidak berani menepati peringatan yang telah dia sampaikan kepada dunia Internasional.

Melihat respon China yang kecut, Jepang mengatakan tidak mengakui zona identifikasi pertahanan udara China. Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, Selasa (26/11), mengatakan Jepang bekerjasama dengan AS dan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah Jepang.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan, pihaknya tidak akan menghormati pengumanan demarkasi China itu. Pengumanan itu, kata kementerian tersebut, “tidak punya validitas apapun di Jepang”.


Tidak hanya sampai di situ. Kamis 28/11/2013 Militer Korea Selatan, mengumumkan, salah satu pesawat terbang mereka baru saja melintas di zona pertahanan udara China di Laut China Timur tanpa memberitahu Beijing. Pesawat itu terbang pada Selasa (26/11/2013) sebagai bagian dari sebuah misi latihan pengintaian reguler di sekitar Pulau Leodo yang juga menjadi pangkal sengketa dengan Beijing.

“Kami tak memberitahu China,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, menyatakan upaya yang dilakukan China bertujuan mengubah status quodi Laut China Timur dan tidak akan dibiarkan.

Pengumuman China terkait Zona itu, mencakup perairan yang diklaim Taiwan, Korea Selatan dan Jepang. Zona Pertahanan Udara China itu sempat memicu kemarahan di Seoul, sehingga militer mengirim pesawat untuk menerobos zona tersebut.


Diagram of the first and second island chains of China

Hal itu karena sebagian zona itu tumpang tindih dengan zona pertahanan udara Korea Selatan dan mencakup bukit batu yang disengketakan yang dikontrol Korea Selatan, yang dikenal sebagai Ieodo. Sengketa ini telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik dengan Beijing. “Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa kami tidak mengubah kontrol teritorial atas Ieodo, ” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel Kim Min-seok.

Amerika Serikat yang sebelumnya mencoba lebih netral, kini telah menunjukkan sikapnya. Bersama Jepang dan Korea Selatan mereka menentang Zona Pertahanan Udara China. Pemerintah China tidak bisa berbuat apa-apa, selain memelototi pesawat AS dan Korea Selatan yang melintas di wilayah sengketa.





Read more »

Indonesia Malaysia dan Sukhoi T-50 PAK FA

SAAB Swedia tawarkan JAS-39 C/D Gripen kepada Malaysia (photo: SAAB)

Perusahaan SAAB Swedia, optimis Malaysia akan memilih pesawat tempur lightweight single engine multirole JAS-39 C/D Gripen, sebagai pengganti MiG-29N Fulcrum Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang akan dipensiunkan. Juru bicara SAAB Internasional, Thimas Linden mengatakan (20/11/2013), TUDM sedang mengkaji pesawat JAS-39 C/D Gripen dan pejabat Malaysia telah melakukan kunjungan ke SAAB Swedia.

Pesawat tempur JAS-39 C/D Gripen, merupakan satu dari empat calon pengganti MiG-29N Fulcrum TUDM. Pesaing lainnya: Boeing F/A-18E/F Super Hornet AS, Rafale Perancis dan Eurofighter Typhoon Inggris.

SAAB merasa cukup optimis karena Angkatan Tentera Malaysia (ATM) juga menggunakan berbagai produk buatan SAAB termasuk: Multirole man-portable shoulder-fired weapon Carl-Gustaf, Combat Management System Saab 9LV Mk4 untuk frigate Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) 9LV, serta Radar Pertahanan Udara Giraffe 40.

SAAB Swedia juga menyuplai Radar Sea Giraffe untuk (KD) Lekiu, Radar ARTHUR “Artillery Hunting Radar”, Electronic warfare (EW) system untuk Sukhoi 30 MKM, serta radar maritim. Kerjasama militer Malaysia denga SAAB cukup meningkat pesat, untuk itu SAAB optimis akan didaulat sebagai pemenang tender pengganti Mig 29N TUDM.

Pesawat Tempur Rafale, Dassault Aviation Perancis

Namun Perancis melalui Dassault Aviation tidak kalah cerdik dalam menawarkan pesawat tempur Rafale. Dassault Aviation menawarkan perakitan pesawat tempur Rafale di Malaysia. Mereka juga siap berbagi teknologi dan Malaysia didaulat untuk ikut memasok sebagian komponen pesawat tempur Rafale.

Menurut perwakilan Dassault Aviation, Daniel Fremont, apa yang ditawarkan Dassault Aviation merupakan proyek khusus, untuk membangun pesawat masa depan Malaysia. “Objektif utama bukan ekonomi, tetapi pendidikan agar anda dapat menyelenggarakan sendiri jet berkenaan”, ujar Daniel Fremont merayu.

Tidak hanya Dassault Aviation dan SAAB, Eurofighter Typhoon Inggris juga optimis karena merasa memiliki kedekatan sesama negara persemakmuran, begitu pula dengan Boeing F/A-18E/F Super Hornet AS, yang mempunyai tekanan politik tinggi untuk suplai suku cadang dan persenjataan F/A- 18 yang dimilii Malaysia saat ini. Di saat-saat terakhir, Rosoboronexport Rusia juga masuk menawarkan paket upgrade Mig-29N Malaysia, untuk memperpanjang usia pesawat 40 tahun.

Mig-29 N RMAF, Malaysia (photo: Airliners.net)
Yang mana akan dipilih Malaysia ?.
Malaysia masuk dalam situasi dilematis. Meng-upgrade atau mengganti Mig 29N Fulcrum dengan pesawat-pesawat generasi ke 4 di atas, tidak memecahkan persoalan, ketika negara tetangga seperti Singapura akan dilengkapi pesawat siluman generasi ke 5, F-35 dari Amerika Serikat. Sementara Indonesia pun belum menentukan pilihannya.

Jika negara tetangganya Singapura akan dilengkapi pesawat siluman generasi ke 5, F-35, maka membeli pesawat tempur generasi ke 4, untuk proyeksi masa depan, adalah sesuatu yang mubazir.

Pada bulan Februari 2003 Singapura bergabung dalam program pembuatan pesawat tempur siluman F-35. Sebagai anggota Security Cooperative Participant (SCP), Singapura diberi kesempatan untuk mengeksplorasi F-35 sesuai kebutuhan khusus yang diinginkan. Singapura kemungkinan memilih model F-35B yang memiliki fungsi STOVL(short take-off and vertical landing). F-35 Joint Strike Fighter (JSF) programme, melibatkan 10 negara di luar AS yakni: Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Turki, Denmark, Belanda, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Setelah digelarnya Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition LIMA, 26 Maret 2013, Malaysia mulai tertarik dengan SU 35 Hunter Killer atau Sukhoi T-50 PAK FA. Namun dalam Paris Airshow 21 Juni 2013, Wakil Rosoboronexport Victor Komardin hanya menawarkan tambahan Sukhoi SU-30M Flanker, yang merupakan jet tempur tercanggih yang dioperasikan Royal Malaysian Air Force/ RMAF.

Sukhoi T-50 PAK FA

Atas keinginan Malaysia untuk mendapatkan Sukhoi T-50 PAK FA, Victor Komardin menjelaskan:”Rusia sedang menimbang permintaan pesawat generasi kelima, seperti yang diinginkan pemerintah Malaysia. Pilihannya mungkin Sukhoi PAK FA atau versi flanker yang lebih advance, yakni SU-35″. Malaysia belum mendapatkan jawaban.

Akibatnya, tanggal 9 September 2013 Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurutnya tidak ada rencana dari pemerintah saat ini untuk mengganti skadron Mig-29 dengan pesawat tempur yang baru. Penggantian dan pembelian pesawat tempur baru, harus dilihat dalam konteks keamanan dan ancaman negara Malaysia.

“Untuk saat ini, pemerintah belum memiliki rencana untuk mengganti Mig-29 ataupun Sukhoi. Kami justru mengupayakan pemenuhan persenjataan untuk skadron helikopter Agusta dan upgrade Helikopter Nuri”, ujar Menteri Pertahanan Malaysia.

Situasi serupa juga dialami oleh Korea Selatan. Namun Korsel telah mengambil keputusan dengan mendepak F-15 Silent Eagle – Boeing, atau pun Typhoon – Eurofighter, dan langsung lompat membeli pesawat generasi kelima F-35 Lockheed Martin. Korea Selatan mengambil langkah tersebut karena negara tetangganya seperti China, Jepang dan Rusia juga menyiapkan pesawat generasi ke 5. Prototype Sukhoi T-50 PAK FA pertama kali terbang 29 Januari 2010. Angkatan Udara Rusia diproyeksikan menerima 60 pesawat Sukhoi T-50 PAK FA pada tahun 2016.

Bagaimana dengan Indonesia ?
Posisi Indonesia hampir sama dengan Malaysia. Indonesia lebih sulit lagi karena RAAF Australia sebentar lagi menerima pesawat F-35 pertamanya, yakni bulan Juni 2014. Tidak terbayangkan pesawat F-35 Singapura dan Australia bisa menari-nari di dekat wilayah atau di atas wilayah udara Indonesia, tanpa kita mampu mendeteksinya.

Jika Singapura berkonflik dengan Malaysia, tentunya F-35 Republic of Singapore Air Force’s (RSAF) bisa diposisikan sebagai armada pemukul, untuk menusuk ke dalam wiayah Malaysia. Sementara F-16 block 52 diposisikan sebagai air defence. Skenario yang sama diterapkan Korea Selatan dalam mengantisipasi ancaman Korea Utara. Australia pun tampaknya tidak jauh dari skenario tersebut.

Seperti apa skenario Indonesia untuk menghadapi tantangan dan perubahan ini ?. Belum jelas. langkah Indonesia dan Malaysia, sama sama belum jelas dalam mengantisipasi kehadiran F-35 atau pesawat siluman dari tetangganya.

F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

Untuk mengisi kurangan pesawat saat ini, Indonesia justru membeli 24 pesawat bekas F-16 block 25 dari AS. Indonesia telah melepas salah satu kartu truf-nya dengan pembelian pesawat lawas tersebut. Dalam 5-10 tahun ke depan pesawat SU-30 MK2 dan F-16 block 25 Indonesia, harus berhadapan dengan F-16 block 52 dan F-35 Singapura, atau F/A 18 Hornet dan F-35 Australia.

Australia dan Singapura terlihat memiliki agenda yang lebih terukur.

Indonesia belum bisa berharap banyak dengan proyek pesawat tempur KFX. AS masih mencoba menarik proyek KFX ini agar menjadi KFX E, singgle engine yang lebih sebagai upgrade single TA-50 atau F-16. Sementara Korea Selatan bersikukuh untuk membangun KFX C103 twin engine dengan fitur weapons bay (stealth). Tanpa didukung AS, Korea Selatan akan kesulitan untuk mendapatkan fitur stealth tersebut. Kasus Korea Selatan ini mirip dengan cerita saat Jepang ingin membangun pesawat tempur sendiri namun diredam oleh AS.

Kalau pun jadi, pesawat KFX akan operasional sekitar tahun 2023-atau 2025. Untuk menutup gap tersebut, Korea Selatan memesan 40 pesawat F-35 dalam menghadapi tantangan di depan mata.





Read more »

Jepang dan Korsel Juga ”Tantang” China

Jet tempur AS FA-18 Hornets tampak di atas dek Kapal Induk USS George Washington dalam latihan militer gabungan dengan Jepang di Samudra Pasifik, dekat Pulau Okinawa, Kamis (28/11). Latihan ini berlangsung dalam tensi yang meninggi di Laut China Timur. | AP Photo/Kyodo News

BEIJING, - Setelah dua pesawat pengebom Amerika Serikat ”menantang” China dengan masuk zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) China di Laut China Timur tanpa terlebih dahulu memberi tahu otoritas China, kali ini Jepang dan Korea Selatan melakukan hal serupa.

ADIZ diberlakukan secara sepihak oleh China sejak akhir pekan lalu. ADIZ menuai masalah karena mencakup wilayah yang juga diklaim Jepang, Korsel, dan Taiwan. Dengan berlakunya ADIZ itu, China mengharuskan setiap pesawat yang akan melintas di ADIZ melaporkan rencana penerbangan, menyebutkan asal negara, dan mempertahankan komunikasi radio.

”Kami tetap beroperasi dan patroli di Laut China Timur seperti biasanya. Tidak ada rencana kami untuk mengubahnya,” kata Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, Kamis (28/11).

Pesawat Angkatan Udara Jepang terbang melintas di ADIZ, dan juga patroli penjaga pantai masuk ke ADIZ, tanpa mengikuti aturan yang dikeluarkan China.

Militer Korsel juga mengatakan pesawatnya telah masuk ke ADIZ, Selasa (26/11), tanpa melapor terlebih dahulu ke China. Pesawat itu tidak mendapat perlawanan saat masuk ADIZ.

Ditanyakan terkait hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, berkata, ”China mengidentifikasi setiap pesawat yang masuk wilayah ADIZ dan sudah pasti mencatat situasi yang telah terjadi.”

Otoritas China sendiri terus memperoleh tekanan dari dalam negeri untuk lebih mempertegas responsnya atas serangan-serangan terhadap ADIZ China.

Media Global Times yang dekat dengan partai berkuasa, Partai Komunis China, dalam editorialnya, Kamis, mengkritik reaksi otoritas yang terlalu lambat.

”Kita gagal merespons tepat waktu dan ideal,” kata editorial itu seraya menambahkan, pejabat China seharusnya bereaksi atas ”perang psikologi” yang dilancarkan AS yang mengirim dua pesawat pengebom B-52 masuk ke ADIZ tanpa melapor dahulu kepada China, Senin (25/11).

Padahal, sebelumnya China mengancam akan mengambil ”langkah defensif darurat” terhadap pesawat apa pun yang terbang di ADIZ tanpa melapor.

Tidak hanya media, tindakan AS itu telah membangunkan rasa nasionalisme sejumlah warga. Mereka banyak mengungkapkannya di media sosial sambil mendesak China membalas tindakan AS tersebut.

Kekhawatiran AS

Tegangnya situasi di Asia Timur sebagai dampak dari pemberlakuan ADIZ oleh China mendorong Wakil Presiden AS Joe Biden berkunjung ke China, 2 Desember mendatang.

Pejabat Senior AS mengatakan, Rabu, Biden akan mengungkapkan kekhawatiran AS atas ADIZ. Lebih jauh Biden akan mendiskusikan, ”Tindakan China yang telah mengganggu negara tetangganya, dan memunculkan pertanyaan bagaimana China bertindak di dunia internasional, dan bagaimana China menghadapi sejumlah isu yang menimbulkan ketidaksepakatan.”

”Kunjungan ke China menciptakan peluang bagi Wakil Presiden AS untuk bisa mendiskusikan masalah yang ada dengan para pengambil kebijakan China, untuk menyampaikan kekhawatiran kita secara langsung, dan memperoleh penjelasan terkait tujuan China memberlakukan kebijakannya saat ini,” kata pejabat itu. Kebijakan merujuk pada deklarasi China atas ADIZ.

Selain AS, negara Jepang, Korsel, dan Australia telah memprotes pemberlakuan ADIZ dan meminta China mencabutnya.

Pada Kamis, Filipina juga memprotes ADIZ. Filipina pun mengungkapkan kekhawatirannya kalau China akan memperluas kontrol atas wilayah udaranya pada wilayah yang masih disengketakan oleh Filipina dan China di Laut China Selatan.

Sementara China menuding AS dan Jepang berstandar ganda karena kedua negara itu pun memiliki ADIZ. China juga menyebut Jepang sebagai provokator.

Sengketa China dan Jepang atas kepulauan di Laut China Timur yang oleh Jepang dinamakan Senkaku, dan Diaoyu oleh China, sudah berlangsung lama. Masalah ini kembali memicu ketegangan saat Tokyo membeli tiga pulau tidak berpenghuni dari swasta, September 2012.

China menuding Jepang telah mengubah status quo. Sejak itu, China mengirim kapal-kapal pengawas ke daerah itu, mendorong Jepang bertindak sama. (AFP/REUTERS/BBC/APA)












Sumber :  KOMPAS.COM

Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *