Jumat, 27 Desember 2013

10 Bencana Kapal Angkatan Laut Terburuk di Dunia


Bencana-bencana terburuk pada kapal-kapal angkatan laut dunia akan terus dikenang. Tragis, tidak hanya mengakibatkan kematian pelaut (tentara angkatan laut) tetapi juga korban nyawa dari sipil. Artileri mengurutkan 10 bencana kapal terburuk angkatan-angkatan laut di dunia.

Lancastria
Tenggelamnya Lancastria menyebabkan lebih dari 4.000 kematian

Lancastria


Tenggelamnya Lancastria mengakibatkan 4.000 kematian yang terdiri dari  3.000 tentara dan 1.000 orang sipil.

Lancastria tenggelam pada bulan Juni 1940 di St Nazaire, Prancis, oleh bom yang dijatuhkan oleh pesawat Jerman KG.30 Dornier Do17. Pada saat kejadian Lancastria membawa hingga 9.000 orang, meskipun pada awalnya dirancang untuk mengangkut 2.200 orang termasuk 375 awak. Kapal tenggelam 20 menit setelah menerima serangan.

Lancastria awalnya dibangun sebagai Tyrrhenia oleh William Beardmore & Co pada 1920. Tyrrhenia menjadi kapal penghubung antara Liverpool dan New York hingga tahun 1932 dan kemudian diubah menjadi kapal pesiar yang bertugas melayani di Mediterania dan Eropa Utara. Pada tahun 1940 kapal itu berubah nama menjadi HMT Lancastria sebagai kapal angkut tentara untuk mengevakuasi pasukan Inggris dan pengungsi Prancis.

SS Oria


SS Oria tenggelam pada Februari 1944 di Cape Sounion karena badai, mengakibatkan kematian lebih dari 4.145 orang, menjadi salah satu bencana terburuk di Laut Mediterania.

Kapal 2.127 ton itu dibangun oleh Osbourne, Graham & Co pada tahun 1920. Awalnya dibangun sebagai kapal kargo, kemudian digunakan oleh Prancis sebagai bagian dari konvoi untuk Perang Dunia II. Pada saat kecelakaan SS Oria membawa 4.200 tahanan Italia, 60 tahanan Jerman dan 30 penjaga dari Rhodes ke Piraeus.

Prancis mengambil alih kapal pada tahun 1941, dinamakan sebagai Sainte Julienne, dan disebarkan di Laut Mediterania hingga tahun 1942. Operasi kemudian bergeser ke Mittelmeer Reederei dan dinamai kembali sebagai Oria dan dikerahkan untuk tahanan perang dan tentara.

Tamatsu Maru
Tamatsu Maru ditugaskan untuk militer Jepang, berlayar dari Moji ke Manila pada bulan Februari 1944. Gambar milik Alvin Villar (SEAV)

Tamatsu Maru


Tamatsu Maru tenggelam pada bulan Agustus 1944 oleh dua torpedo Mark-23 yang ditembakkan oleh USS Spadefish (AS), menyebabkan kapal terguling dan akhirnya tenggelam. Menewaskan lebih dari 4.755 orang, menjadi salah satu bencana terburuk selama Perang Pasifik.

Mitsubishi Heavy Industries membangun Tamatsu Maru sebagai kapal kargo pada tahun 1943. Tentara Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengambil alih kapal pada tahun 1943. Kapal dikerahkan untuk tugas militer dari Moji ke Manila pada bulan Februari 1944. Kemudian digunakan untuk mengangkut pasukan militer Jepang untuk pertahanan di Filipina.

Serangan itu terjadi setelah kapal terpisah dari pengawalan konvoi, setelah berangkat dari Mako, karena hujan dan angin kencang dari selatan-timur.

SS Ryusei Maru
SS Ryusei tenggelam pada Februari 1944 di lepas pantai utara Pulau Bali. Gambar milik Flominator.

SS Ryusei Maru


Tenggelamnya SS Ryusei Maru menyebabkan korban tewas sekitar 5.000 orang setelah terkena empat tembakan torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Amerika Serikat Rasher (SS-269) pada Februari 1944 di lepas pantai utara Pulau Bali.

Pada saat kejadian Ryusei Maru membawa 6.600 tentara dari unit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dari Surabaya menuju Ambon. Selain Ryusei Maru, kapal konvoi lainnya yaitu Tango Maru juga dicegat oleh Rasher.

Ryusei Maru dipesan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1938 hingga akhirnya tenggelam pada tahun 1944. Kapal 4.777 ton itu dibangun oleh galangan kapal Tyne Iron sebagai kapal kargo pada tahun 1911 dan pernah dimiliki perusahaan Ganger Rolf ASA (Oslo-Norwegia) hingga tahun 1916.

Cap Arcona
Cap Arcona diambil alih oleh Angkatan Laut Jerman pada tahun 1940.

Cap Arcona


Tenggelamnya Cap Arcona menyebabkan kematian lebih dari 5.000 orang. Pada saat kejadian kapal itu membawa hingga 8.000 tahanan. Kapal rusak parah, terbakar dan terbalik setelah diserang oleh pesawat tempur pembom.

Kejadian mengenaskan itu terjadi pada bulan Mei 1945, bersama dengan Thielbek dan kapal penumpang SS Deutschland, di Laut Baltik oleh Pasukan Udara Taktis Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

Blohm dan Voss membangun Cap Arizona sebagai kapal pesiar pada tahun 1927. Angkatan Laut Jerman kemudian mengambil alih kapal itu pada tahun 1940 dan disebarkan sebagai kapal akomodasi di Gotenhafen. Kapal itu digunakan untuk menyelamatkan tentara Jerman di Prusia Timur dan untuk transportasi ke Jerman pada bulan Januari 1945.

Toyama Maru


Tenggelamnya Toyama Maru terjadi pada Juni 1944 di Nansel Shoto, Taira Jima, Jepang, akibat torpedo yang ditembakkan kapal selam AS Sturgeon (SS-187). Bencana itu menewaskan 5.400 orang akibat terbakar yang disebabkan oleh ledakan gas, 600 orang berhasil selamat.

Toyama Maru dibangun oleh Mitsubishi Dockyard & Engineering Works pada tahun 1915. Jepang mengerahkan kapal 7.089 ton itu sebagai kapal tranportasi pasukan selama Perang Dunia II.

Saat kejadian, kapal membawa lebih dari 6.000 personel dari Independent Mixed Brigade 44 ke Okinawa.

Junyo Maru
Kapal uap Junyo Maru tenggelam pada September 1944 di lepas pantai barat Sumatera di Samudera Hindia. Gambar milik "Indon"

Junyo Maru


Junyo Maru tenggelam di Samudera Hindia dengan korban tewas 5.620 orang. Kapal itu dipesan oleh Pemerintah Jepang pada tahun 1938 dan tenggelam pada September 1944 di lepas pantai barat Sumatera di Samudera Hindia setelah dihantam torpedo kapal selam Inggris HMS Tradewind.

Pada saat kejadian, Junyo Maru berlayar dari Tanjung Priok ke Padang membawa 1.377 tahanan perang Belanda, 64 Inggris dan Australia, 8 Amerika, penjaga Jepang dan 4.200 romusha (buruh paksa) berasal dari Jawa (untuk membangun jalur kereta api). Kapal tenggelam 20 menit setelah serangan.

Kapal 5.131 ton itu dibangun oleh Robert Duncan & Co pada tahun 1913. Awal dibangun untuk Lang dan Fulton, Junyo Maru digunakan sebagai kapal kargo.

Armenia
Armenia diambil alih oleh Angkatan Laut Soviet pada tahun 1941.

Armenia


Hilangnya kapal Armenia mengakibatkan kematian antara 5.000 hingga 7.000 orang ketika tenggelam pada tahun 1941. Kapal tenggelam di Laut Hitam setelah dihantam dua torpedo yang ditembakkan oleh pesawat pembom Jerman Heinkel He-111H.

Pada saat kejadian, Armenia mengangkut tentara Soviet yang terluka dan warga sipil dari Yalta ke Gurzuf.

MV Armenia dibangun oleh galangan kapal Baltik sebagai kapal transportasi pasukan pada tahun 1928. Armenia digunakan oleh Angkatan Laut Soviet dan dikerahkan sebagai kapal transportasi dan kapal rumah sakit pada tahun 1941. Kemudian diubah menjadi kapal rumah sakit untuk militer di Laut Hitam.

Goya
MV Goya tenggelam pada April 1945 di Laut Baltik.

Goya


Kapal transportasi MV Goya tenggelam di Laut Baltik mengakibatkan kematian 6.700 orang, menjadikannya sebagai salah satu bencana maritim terburuk sepanjang sejarah angkatan laut dunia. Kapal 5.230 ton ini dibangun oleh Akers Mekaniske Verksted pada tahun 1940 dan digunakan sebagai kapal transportasi Jerman selama Perang Dunia II.

Kapal ini dikerahkan untuk mengevakuasi pasukan Jerman dan pengungsi yang melarikan diri dari Tentara Merah Soviet pada tahun 1945. Kapal ini berlayar dari Danzig Bay ke Stettin di Laut Baltik ketika diserang oleh kapal selam Soviet.

Kapal yang kelebihan beban ini tenggelam setelah dihantam dua torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Soviet L-3. Kapal hancur menjadi dua bagian dan tenggelam hanya dalam waktu tujuh menit setelah serangan pertama.

Wilhelm Gustloff
Tenggelamnya Wilhelm Gustloff dianggap sebagai bencana maritim terburuk dalam hal korban nyawa. Terburuk untuk satu kecelakaan tunggal. Gambar milik Bundesarchiv, Bild 183-H27992/Sönnke, Hans.

Wilhelm Gustloff


Wilhelm Gustloff tenggelam pada bulan Januari 1945 di Laut Baltik karena tembakan tiga torpedo oleh kapal selam Uni Soviet S-13 yang mengakibatkan kematian lebih dari 7.000 orang, jumlah korban jiwa terbesar dari setiap bencana maritim tunggal. Wilhelm Gustloff tenggelam dalam waktu 70 menit setelah diserang torpedo pertama.

Kapal itu sebenarnya dirancang untuk membawa 1.800 penumpang termasuk awak, tapi pada saat serangan kapal itu membawa lebih dari 10.000 orang. Perairan es di Laut Baltik memastikan bahwa sangat sedikit sekali yang bisa menyelamatkan diri.

Wilhelm Gustloff pada awalnya dirancang sebagai kapal pesiar oleh galangan kapal Blohm & Voss pada tahun 1937 dan diambil alih oleh Angkatan Laut Jerman pada tahun 1939. Kapal tersebut berfungsi sebagai rumah sakit hingga akhir 1940 dan kemudian digunakan sebagai kapal akomodasi dan transportasi sampai akhirnya tenggelam pada tahun 1945.




Read more »

AU Rusia Terima 12 Su-35 pada 2013


Su-35


Pembuat pesawat tempur Rusia Sukhoi menyerahkan 12 pesawat tempur multiperan Su-35 kepada Angkatan Udara Rusia pada tahun ini, Komandan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Viktor Bondarev mengatakan kepada RIA Novosti Rabu, 25 Desember 2013.

Pada 2009 lalu, Kementerian Pertahanan Rusia memerintahkan pemesanan 48 unit Su-35 dengan jatuh tempo pengiriman akhir pada 2015.

"Kami menerima 12 pesawat (Su-35) pada tahun ini selain 10 yang telah disampaikan sebelumnya," kata Letnan Jenderal Viktor Bondarev.

Bondarev mengatakan bahwa dalam kontrak dengan pihak Sukhoi, Angkatan Udara Rusia masih akan menerima 26 Su-35 lagi, yang 12 unit diserahkan pada tahun depan dan 14 unit pada tahun 2015.

Su-35 Angkatan Udara Rusia akan berbasis di Pangkalan Udara Dzemga di Timur Jauh Rusia, kata Bondarev.

Su-35 Flanker-E merupakan turunan canggih dari pesawat tempur multiperan Su-27. Yang disebut-sebut sebagai pesawat tempur generasi 4++ yang menggunakan teknologi generasi kelima.

Su-35 menggunakan dua mesin turbofan 117S dengan daya dorong-vectoring, berkemampuanmanuver tingkat tinggi dan kemampuan untuk bertempur dengan beberapa target udara secara simultan (bersamaan).

[Kredit foto: RIA Novosti]


Read more »

Penyebab Besarnya Utang Luar Negeri Indonesia

Hingga Oktober 2013 lalu, utang luar negeri pemerintah dan swasta tembus USD 262,4 miliar atau setara dengan Rp 3.204 triliun.

Total utang ini terus membengkak di mana pada bulan sebelumnya atau September 2013 hanya USD 259,9 miliar.


Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan mengatakan terus membengkaknya utang luar negeri karena pemerintah tidak punya cukup uang untuk membayar utang masa lalu.

Untuk membayarnya, pemerintah juga terus menambah utang luar negeri.

“Itulah kita sekarang mengalami Net Negative Transfer. Utang luar negeri sekarang saja tidak cukup untuk membayar kewajiban utang lama,” jelas Dani.


Untuk menyiasati pembayaran utang masa lalu, pemerintah terus menambah utang dengan menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara), obligasi valas (valuta asing) dan lain sebagainya.

Untuk menyiasati pembayaran utang masa lalu, pemerintah terus menambah utang dengan menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara), obligasi valas (valuta asing) dan lain sebagainya.

“Mereka (pemerintah) terus menyiasati dan ini gali lobang, tapi lobang yang lain tidak tertutup,” jelasnya.

Dalam konteks utang luar negeri pemerintah, Dani menilai pemerintah dalam masa kesulitan.

Disaat utang luar negeri membengkak fundamental negara tidak bertambah kuat.

Kreditur atau pemberi utang sudah mulai kehilangan kredibilitas dan kepercayaan kepada Indonesia.

“Fundamental negara kita saat ini sedang rapuh. Kreditur juga sudah mulai takut nanti negara tidak sanggup membayar utang,” tutupnya singkat.



Untuk informasi, hingga Oktober 2013 utang luar negeri pemerintah dan swasta Indonesia mencapai USD 262,4 miliar (setara Rp 3.204 triliun).

Angka ini terus naik dibanding pada September 2013 ketika total utang luar negeri Indonesia USD 259,9 miliar.

Dari data bank sentral yang dikutip merdeka.com Minggu (22/12), utang luar negeri tersebut terbagi menjadi utang luar negeri pemerintah dan bank sentral mencapai USD 125,8 miliar serta utang swasta sebesar US$ 136,6 miliar.




Read more »

Rencana Yahudi Untuk Indonesia Dan Malaysia


Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (11/10/2011). Hubungan Indonesia kembali memanas. Setelah kian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diributkan persoalan nasionalisme yang sama sekali tidak diajarkan ulama-ulama Melayu tempo dulu. Kasusnya sederhana, namun luar biasa bagi kaum nasionalis, yakni permasalahan tapal batas Camar Bulan di Sambas yang diduga telah dicaplok Malaysia. Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu layaknya api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemantik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita hanya korban. Pakar Melayu Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengamini bahwa ada intervensi pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini. Dalam memoar buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi. Pertama, imigran-imigran asing masuk ke Melayu supaya kawasan ini tidak menjadi kawasan Melayu, melainkan majemuk (dibawa orang-orang China dan India). Kedua, pastikan bahwa raja-raja Melayu yakni Semenanjung, Sumatera, Jawa dan sebagainya, tidak mengambil para ulama Arab menjadi penasehat mereka. Jadi, tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu. Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia membentuk Imperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme. Mereka sadar Melayu adalah potensi kuat dalam membangkitkan Islam dari tenggara Asia, maka itu jalur ini harus dihabisi, apapun caranya. Dan pengalaman bangsa Indonesia yang kerap mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman devide et impera. Yang juga kita harus faham adalah Thomas Stamford Raffles sendiri seorang Freemason. Menurut Th Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, Raffles pada tahun 1813 dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”. “Virtus” merupakan suatu bantara sementara di perkebunan Pondok Gede di Bogor. Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di Surabaya. Raffles pula yang mendirikan Singapura modern yang kini menjadi basis Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam

mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu. Kebanyakan koruptor Indonesia pun bermukim di Singapura setelah merampok uang hasil keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata. Singapura adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini karena mereka bawa banyak uang ke Singapura. Untuk mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan coba cari isu supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta. Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia. Melalui media sekular di Negara ini, mereka terus berupaya agar rumpun Melayu bangga akan identitas negara-nya masing-masing. Adanya inflitrasi Zionis di Malaysia juga bukan barang baru. Tahun lalu mantan wakil perdana menteri Malaysia yang juga tokoh oposisi, Anwar Ibrahim, pernah membeberkan fakta adanya keberadaan intelijen Zionis di markas kepolisian federal Malaysia. Kala itu bersama dengan Kelompok Muslim, mereka menyatakan memiliki dokumen yang memperlihatkan kemungkinan adanya intelijen Zionis kedalam strategi informasi negara lewat perusahaan kontraktor bernama "Osiassov", yang melaksanakan proyek pengembangan sistem komunikasi dan teknologi di markas besar polisi federal Malaysia. Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa perusahaan "Osiassov" terdaftar di Singapura namun berkantor pusat di negara penjajah Zionis Tel Aviv. Menurut Anwar, kehadiran dua mantan perwira tentara Zionis di perusahaan yang bersangkutan, adalah sepengetahuan petugas polisi senior Malaysia dan Menteri Dalam Negeri Malaysia sejak jaman Syed Ahmad Albar. Yakinlah, jika umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati dimana tak ada ruang pada nasionalisme yang memberhalakan bangsa, benih permusuhan itu akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama muslim. Maka itu, bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah diatas Panji Islam yang akan membuka jalan tegaknya dienullah ini di tanah perjuangan kita, tanah Melayu Darussalam.


Read more »

Rabu, 25 Desember 2013

Alutsista TNI Semakin Bertaji Di Tahun 2014

ARC - Kejutan menyenangkan datang di akhir tahun 2013 ini. Sejumlah pengadaan alutsista yang termaktub dalam MEF terus berlangsung, bahkan di percepat. Salah satu yang cukup menonjol dan baru terdengar adalah pengadaan taring-taring baru untuk TNI-AU. Di tahun 2014 nanti, akan ada pengadaan untuk rudal udara ke udara jarak pendek, menengah hingga bom pintar.



Rudal yang dimaksud tak lain tak bukan adalah AIM-9X untuk jarak pendek serta AIM-120C untuk jarak menengah. Dari data yang ARC dapatkan, pengadaan untuk AIM-9X adalah sebanyak 30 buah aktif dan 20 buah captive senilai 150 milyar rupiah.

Lalu untuk pengadaan AIM-120C adalah senilai 460 milyar rupiah untuk 20 buah rudal aktif dan 20 buah rudal latihan. Selain itu, Kementrian pertahanan juga merencanakan membeli 100 buah kit JDAM senilai 220 milyar rupiah. Ada pula rencana pembelian Flare, Pod Lantirn dan Sniper, dan lain sebagainya. Untuk jelasnya, simak daftar dibawah ini. Bisa ditebak, semua pengadaan ini terkait dengan pengadaan F-16 hibah dari Amerika serikat.

Selain untuk TNI-AU, pengadaan yang lumayan cetar membahana adalah untuk TNI-AD.Pendanaan untuk helikopter Apache, Blackhawk hingga Chinook sudah dianggarkan.Nantinya, TNI AD akan membeli 8 buah Apache, 17 buah Blackhawk serta 3 buah Chinook. Tidak ketinggalan tambahan 80 unit Tank Marder untuk memperkuat satuan lapis baja TNI-AD.


Sementara untuk TNI-AL, rencana pengadaan yang ada adalah kelanjutan yang pernah disinggung sebelumnya. Seperti pengadaan PKR, rudal Mica, serta lainnya. Nah, bagaimana? kado akhir tahun yang manis bukan?








Sumber : ARC

Read more »

Jilbab Polwan, Obat Halal, & Kolom Agama, Diduga Upaya Mendangkalkan Akidah

Menteri Agama menilai, pendangkalan akidah di Indonesia dilakukan sistematis

Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah KH Noer Muhammad Iskandar SQ menilai, berbagai kasus yang terjadi seperti penundaan jilbab polwan, penolakan obat halal, hingga penghilangan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP) merupakan fenomena pendangkalan akidah yang sistemis dialami umat Islam Indonesia.

Karenanya, menurut kyai Noer, satu-satunya upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pendangkalan akidah ini adalah membentengi umat secara lebih kuat.

“Penguatan umat ini dapat dilakukan berbagai cara, mulai dari pendidikan agama, menyuarakan hak umat Islam, hingga menggalang basis kekuatan politik Islam,” kata Noer sesaat sebelum melakukan pertemuan dengan para ulama di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ahad (22/12).

Kondisi ini, Noer menegaskan, tidak bisa dibiarkan karena sudah mengusik umat Islam. Ia pun meminta para tokoh umat dan pemimpin Islam agar memperhatikan masalah ini.

Ia juga mendorong media-media Islam untuk memberikan kekuatan suara umat Islam dan menentang gerakan pendangkalan ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendi Yusuf sepakat dengan apa yang dikatakan KH Noer. Menurut dia, pihak-pihak yang berupaya menjauhkan nilai agama dari kehidupan bernegara dan bermasyarakat telah melanggar norma Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Ingat, nilai utama yang dijunjung dalam Pancasila dan UUD 45 adalah nilai keagamaan, bukan sekulerisme," tegasnya.

Untuk itu, ia mengingatkan kelompok-kelompok yang ingin mencari peluang untuk merusak Pancasila agar menghentikan upaya tersebut. Menurut Slamet, gerakan kelompok-kelompok ini seperti yang dijalankan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mereka, jelas dia, menyebarkan paham-paham ideologi ke masyarakat untuk menentang praktik-praktik keagamaan yang semakin kuat di masyarakat, khususnya umat Islam.

Beberapa oknum gerakan ini pun berusaha menyebarkan ideologi mereka dengan masuk ke instansi penting di pemerintahan. Slamet pun meminta pemerintah mewaspadai gerakan seperti ini.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali juga mengaku khawatir dengan berbagai upaya pendangkalan akidah yang terus terjadi di masyarakat. Ia mencontohkan beberapa fakta yang telah terjadi.

Seperti di kota besar, banyak wanita Muslimah yang mau berjilbab, tetapi tidak bisa. Sebab, di negeri yang mayoritas Islam ini, penggunaan jilbab diatur sangat ketat. “Contoh yang mudah di pertelevisian, kepolisian, dan beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan,” kata dia.

Di pertelevisian, jelas Menag, pembawa acara akan diprioritaskan bagi mereka yang tidak menggunakan jilbab. Hal ini juga terjadi di kepolisian pada polisi wanita (polwan).

"Polwan yang sudah dibolehkan pakai jilbab kemudian dilarang kembali. Dengan alasan, tidak seragam," ujar menag menjelaskan.

Begitu juga, para pramuniaga di pusat perbelanjaan. Mereka, kata Menag, sangat jarang terlihat meggunakan jilbab karena memang aturan perusahaan diuat seperti itu.

"Alih-alih memakai jilbab, mereka malah disuruh pakai baju Sinterklas," keluhnya. “Kalau mereka tidak memakai, malah bisa dipecat.”

Contoh lain upaya pendangkalan akidah, menurut Suryadharma, terjadi di daerah. Pemerintah daerah (pemda) dilarang membiayai program agama di daerah, khususnya pada pendidikan agama.
Paradigma yang dibangun, urusan agama itu urusan negara, sedangkan pemda tidak mengurusi masalah agama dan pendidikan agama.

Pemda yang mencoba mengurus pendidikan agama dengan menganggarkan biaya operasional untuk masjid, imam, madrasah, serta pondok pesantren malah dipidanakan.

“Yang terbaru, ada upaya penolakan obat halal dan penghapusan kolom agama di KTP. Pendangkalan akidah di Indonesia sudah sangat masif,” kata Menag.






Read more »

Selasa, 24 Desember 2013

Paus: Natal Bukan 25 Desember (Fakta Kesalahan Natal)




Kejadian menghebohkan dunia Kristen baru saja terjadi, setelah ada pengungkapan jujur dari tokoh besar Kristen yakni Paus Benedictus XVI. Ia menulis sebuah buku, ‘Jesus of Nazareth: TheInfancy Narrative’ yang diluncurkan Rabu (21/11/2012). Ia membongkar beberapa fakta yang mengejutkan seputar kelahiran Yesus Kristus. Antara lain menurutnya,

- Kalender Kristen salah. Perhitungan tentang kelahiran Yesus yang selama ini diyakini adalah keliru. Kemungkinan, Yesus dilahirkan antara tahun 6 SM dan 4 SM.
- Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada. Alias hanya mengada-ada.
- Paus Benediktus XVI juga mempermasalahkan tempat kelahiran Yesus, menurutnya, Yesus bukan lahir di Nazareth sebagaimana yang
diyakini secara umum.


Kata Sumber Kristen tentang Natal?


a. Catholic Encyclopedia edisi 1911 bab “Christmas” : Natal bukanlah upacara gereja yang pertama … melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.


b. Encyclopedia Britannica edisi 1946 : Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah
menyelenggarakannya, dan Bibel juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.


c. Encyclopedia Americana edisi 1944 : Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut
… Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abadke-4 Masehi. Pada abad ke-5 Masehi Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.


d. New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Christmas : Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat akrab di
masyarakat Roma diambil Kristen … Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopotamia yang menuding Kristen Barat (Katholik Roma) telah mengadopsi model penyembahan kepada Dewa Matahari. Bibel Mengutuk pohon Natal Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Padahal sebagaimana dapat dibaca dari buku- buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala (paganisme).
Nimrod atau Raja Namrudz adalah salah satu tokoh yang diyakini dalam paganisme yang tetap hidup abadi meski jasadnya telah tiada. Semiramis ibunya menjadikan pohon evergreen(cemara) yang bisa tumbuh dari kayu yang sudah mati sebagai simbol kehidupan baru Nimrod setelah mati. Dan Nimrod dianggap selalu ada di pohon tersebut tiap hari kelahirannya tiba, sehingga sering dihiasi dengan aksesoris yang gemerlap dan di bawahnya sering diletakkan aneka bingkisan.

Mari kita telaah terlebih dahulu Yeremia 10: 2-5, Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab ia tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat
berbuat jahat, dan berbuat baik pun ia tidak dapat.


Dalam kitab Yeremia (bagian dari Perjanjian Lama) tersebut begitu jelas bahwa Bibel menentang adanya pemberhalaan terhadap pohon kayu.
Natal Menjadi Budaya Natal sesungguhnya adalah perayaan penyembah berhala atau kaum paganis yang telah di “baptis” oleh Gereja. Namun mengapa umat Islam kok malah ikut-ikutan? Dalam “Pesan Natal Bersama Tahun 2012” yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris
Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)”, dinyatakan sebagai berikut:
“Saudara-saudari terkasih, setiap merayakan Natal, pandangan kita selalu terarah kepada bayi yang lahir dalam kesederhanaan, namun menyimpan misteri kasih yang tak terhingga. Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Inilah perayaan penuh suka cita atas kedatangan Tuhan. Dialah Sang Juruselamat yang menjadi manusia….”


Jelaslah bahwa Natal bukan urusan duniawi, sosial dan seremonial semata, tapi perayaan doktrin ketuhanan Yesus yang sungguh sangat berlawanan dengan aqidah Islamiyah.


*Semoga bermanfaat…





Read more »

Koarmatim Siapkan Unjuk Kekuatan Tempur Tiga Angkatan

Latihan Pendaratan Amphibi di Banongan

Jakarta ♼ Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menyiapkan unjuk kekuatan tempur tiga Angkatan (Darat, Laut, Udara) yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Penyiapan itu sendiri dikemas dalam diskusi “Fire Power”, yang dipimpin oleh Asops Pangarmatim Kolonel Laut (P) Roberth Wolter Tappangan, S.H di Gedung Candrasa Koarmatim Ujung Surabaya, Jumat (20/12).

Diskusi yang melibatkan seluruh Komandan Satuan Kapal dan para Kasatker di jajaran Koarmatim ini berlangsung antusias. Para pejabat yang berkopenten dalam bidangnya, saling memberikan saran dan masukan demi untuk kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut.

Dalam kegiatan unjuk kekuatan tempur nanti, di skenariokan di dua tempat. Pertama di Dermaga Koarmatim Ujung, dan ke dua di Pantai Banongan Situbondo. Dua lokasi inilah yang dipersiapkan Koarmatim, dalam pelaksanaaan unjuk kekuatan tempur tersebut.

Dalam skenario tersebut, masing-masing matra akan menampilkan kekuatan tempurnya. TNI AD akan menggelar pasukan dan kendaraan tempur beserta persenjataannya. TNI AL juga akan menggelar pasukan dan beberapa kapal perang melakukan sailing pas dengan menembakkan rudal, arteleri dan persenjataan lain yang dimiliki. Begitupun dengan TNI AU, disamping pasukan yang ikut unjuk kekuatan, juga akan mendemokan beberapa pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU, seperti Sukhoi, yang akan melintas di atas mimbar upacara.


Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *