Senin, 27 Oktober 2014

Lemahnya Pengawasan ALKI, Mengancam Kedaulatan RI


Konsep kepulauan (archipelagos) telah dinyatakan dalam sebuah ketentuan LOSC (Law of The Sea Convention) yang dijelaskan sebagai “ suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau, perairan diantaranya dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lainnya demikian eratnya sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya itu merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau yang secara historis dianggap sebagai demikian”. PASCA kemerdekaan Indonesia, konsep laut teritorial lahir dan pada awalnya laut teritorial Indonesia sejauh 3 mil yang diukur dari garis pangkal yang sebagaimana diatur dalam hukum kebiasaan Internasional (Customary International Law) yang berlaku pada waktu itu. Konsepsi wawasan nusantara hadir setelah Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957 tentang perairan Indonesia dan diperkuat dengan Undang-Undang No.4 Tahun 1960 mengenai batas perairan Indonesia sejauh 12 mil dari pulau-pulau besar. Namun, deklarasi Djuanda masih menyisahkan “Perairan Internasional” di antara pulau pulau besar yang membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melihat kelemahan dari hasil deklarasi Djuanda, Indonesia memperjuangkan konsep sebagai negara kepulauan yang berdaulat melalui UNCLOS (United Nation Commision Law of The Sea) yang disahkan tahun 1982 dan meratifikasi melalui Undang-Undang No 17 Tahun 1985 tentang Konvensi PBB tentang Hukum Laut Internasional.

Secara umum Alur Laut Kepulauan Indonesia mengakomodasi berbagai kepentingan di laut yang menyangkut mengenai pelayaran dan hal lain terkait mengenai transportasi yang berada di laut dan di udara. Sebagai negara maritim yang besar, Indonesia memberikan hak-hak kepada negara asing dalam hak berlayar dan terbang secara langsung terus menerus dan tidak terhalang dari satu bagian laut lepas atau ZEE ke laut lepas atau ZEE lainnya. Hal ini berdasarkan pada hasil rancangan hak lalu lintas dalam (Peraturan Pemerintah) PP terkait Hukum Laut Internasional.

Kebijakan ini membuat perairan Indonesia tak ada lagi perairan Internasional dalam perairan teritorialnya maupun perairan pedalaman (umpamanya antara dua buah pulau). Batas perairan Indonesia ke arah laut lepas di hitung 12 mil dari titik terluar NKRI. Dari rentetan perjuangan diatas menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi maritim yang sangat besar dengan wilayah laut seluas 5.8 juta km2 atau sekitar 75% dari luas wilayahnya yang terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3.2 juta km2 dan wilayah ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) 2.7 juta km2 dengan 17.504 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km.

Terbukanya jalur ALKI ini membuat Indonesia menjadi negara yang sangat rentan dalam hal pertahanan kemananan dan hal ini tentu saja menjadi tanggung jawab Indonesia agar setiap kapal yang melewati ALKI merasa aman dari segala bentuk ancaman dan gangguan.

Posisi Indonesia sebagai penghubung antara dua lautan bebas Pasifik dan Hindia, maka ALKI memotong kesatuan wilayah perairan Indonesia. Dimana jalur ini dapat digunakan sebagaimana laut bebas. Ancaman yang terangkum di dalamnya menurut Dr.Y.Paonganan mencakup 16 transational threats plus 1, yaitu a.1 mencakup ; illegal fishing, drugs human and guns trafficking, terrorism piracy, global warming and climate change effects, illegal migrations, energy security chain, water and food security, serta bahaya utama dari beredarnya Private Military Companies (PMCs) di perairan kita untuk melindungi MNCs dan kepentingan beberapa “bisnis hitam” diatas.

Kepala Pusat Informasi Hukum bekerja sama Badan Koordinator Keamanan Laut (Bakorkamla), Triyuswoyo, mengatakan, kedepan seluruh perairan Indonesia, akan dipasang satelit. Meski tidak gampang, namun hal itu akan ditingkatkan. “Dengan menggunakan pemantauan satelit yang ditempatkan di beberapa titik strategis Maritime Regional Coordinate Centre (MRCC) diharapkan dapat membantu melakukan pemantauan yang disertai koordinasi dengan RCC (Regional Coordinat Centre). RCC harus memberikan laporan ke MRCC yang kemudian diteruskan ke markas besar dari setiap pergerakan maupun informasi yang masuk maupun yang terpantau diradarnya. Dan untuk wilayah Indonesia idealnya bisa lebih dari puluhan RCC. Hal itu bisa saja ada suatu daerah dipertajam pemantauannya, tinggal memenuhi kebutuhan yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya.

Kelemahan ALKI, dilihat dari kacamata Prof Hasyim Djalal adalah monitoring. Karena pengawas dalam hal ini Bakorkamla tidak akan tahu kapal yang lewat di ALKI. Bahkan terkesan bebas lewat disana, karena memang dilewati oleh kapal militer. Sebenarnya maksud diadakan ALKI itu supaya kita bisa memonitor kalau kapal-kapal asing lewat di perairan kita, kalau dia lewat di ALKI biasanya dibiarkan, tetapi tidak bisa keluar dari jalur ALKI, namun sayangnya hingga saat ini pengawasannya masih sangat lemah.

Paling penting, kata Hasyim, perlu peningkatan pengamanan dan perlu peningkatan anggaran belanja untuk keperluan penegakan tersebut. Jika itu dilakukan, maka saya yakin pengawasan akan berjalan maksimal, dan bagi siapapun yang melintas ALKI tentunya akan sangat sulit untuk membuat pelanggaran.(MAD)
  



Read more »

US Navy Luncurkan North Dakota, Kapal Selam Senilai USD 2,6 Miliar



USS North Dakota

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi menugaskan kapal selam terbarunya "USS North Dakota (SSN 784)," dalam sebuah upacara resmi di Submarine Base New London, Groton, Connecticut, Sabtu, 25 oktober 2014. USS North Dakota adalah kapal selam pertama dari delapan kapal selam baru Kelas Virginia Block III atau sebagai kapal selam kesebelas dari kapal selam Kelas Virginia.

Kapal selam serang generasi baru ini akan memberikan US Navy kemampuan tinggi dalam mempertahankan supremasinya di abad ke-21. Fitur siluman pada kapal selam ini telah ditingkatkan, ditambah dengan sistem pengawasan dan perangkat perang khusus canggih, membuatnya memenuhi seluruh persyaratan multi misi Angkatan Laut AS.

USS North Dakota
Samudera Atlantik (18 Agustus 2014). North Dakota saat uji coba laut. Gambar: US Navy
North Dakota mampu menyerang sasaran darat dengan rudal jelajah Tomahawk yang sangat akurat dan melakukan misi pengawasan rahasia jangka panjang. Peran North Dakota lainnya antara lain misi anti kapal selam dan anti kapal permukaan, pengiriman pasukan khusus dan dukungan khusus, dan penyebaran dan pemetaan ladang ranjau.
Kapal selam North Dakota memiliki bobot benaman 7.800 ton, panjang 377 meter, diameter 34 kaki (10,36 meter) dan mampu berlayar dengan kecepatan 25 knot saat menyelam. Kapal selam ini dilengkapi dengan reaktor nuklir yang membuatnya tidak perlu mengisi bahan bakar seumur hidupnya (33 tahun), sehingga akan menghemat biaya perawatannya dan tidak mengurangi masa operasinya di laut.

USS North Dakota
Dari Virginia standar ke Virginia Block III terjadi perubahan sekitar 20 persen. Perubahan meliputi desain ulang pada ship bow, mengganti 12 tabung peluncur individual dengan dua Virginia Payload Tube berdiamater besar, yang masing-masing mampu meluncurkan enam rudal jelajah Tomahawk. Gambar: GDEB
North Dakota yang seharga USD 2,6 miliar ini dibangun untuk mendominasi perairan pesisir dan perairan dalam dunia dengan peran sebagai anti kapal selam, anti kapal permukaan, misi penyerangan, misi Pasukan Operasi Khusus, intelijen, pengintaian dan pengawasan, dan misi ranjau.

Sebagai kapal selam tercanggih milik Angkatan Laut AS saat ini, kapal selam ini lekat dengan fitur siluman terbaik, daya tahan dan kemampuan serang yang baik, serta perlengkapan sensor yang mendukung lima dari enam Maritime Strategy Core Capabilities - Sea Control, Power Projection, Forward Presence, Maritime Security, and Deterrence.

USS North Dakota
Sumber: Artileri

Read more »

Sabtu, 25 Oktober 2014

Rusia: AS Diktaktor Dunia

Rusia: AS Diktaktor Dunia
Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)
MOSKOW - Berbagai macam konflik yang ada di seluruh dunia ini dinilai Rusia sebagai ulah Amerika Serikat (AS). Rusia menyatakan, AS adalah diktaktor dunia yang kerap ikut campur dalam berbagai permasalahan yang ada di dunia.

Melansir RIANOVOSTI, Jumat (24/10/2014), Presiden Rusia, Vladimir Putin melontarakan pernyataan keras terhadap kebijakan luar negeri AS. Menurutnya, AS sedang bertindak seolah-olah menjadi pemimpin di dunia ini, yang dianggap Putin sangatlah tidak pantas.

“Apakah cara kepemimpinan mereka (AS) di dunia bermanfaat? Intervensi yang mereka lakukan di dunia membawa perdamaian, stabilitas dan demokrasi di seluruh dunia? Apakah kita hanya harus bersantai melihat apa yang mereka lakukan? Jawabnya adalah tidak,” ucap Putin.

Putin menegaskan, apa yang telah AS lakukan bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya mereka harapakan. “Kediktatoran unilateral dan penonjolan diri menyebabkan hasil yang berlawanan, dari alih-alih menyelesaikan konflik,” tambahnya.

Putin bukan pertama kali mengeluarkan pernyataan keras terhadap kebijakan yang dilakukan AS. Hubungan AS dan Rusia sendiri memang semakin memburuk paska konflik di Ukraina membawa April lalu.



Sumber: Sindonews

Read more »

Penampilan J-31 Tiongkok di Air Show

Pesawat Siluman J-31 Tiongkok
Pesawat Siluman J-31 Tiongkok

Pesawat siluman Tiongkok terlihat menyiapkan diri untuk berpartisipasi dalam Zhuhai Air Show. Kabarnya, J-31 siluman dan pesawat transport Y-20 akan tampil di dalam Air Show tersebut. Sebagian photo ini, menunjukkan saat J-31 latihan menembak. (AsianDefenceNews).
image

image

image

image
Pesawat siluman J-31 Tiongkok




Sumber ; JKGR

Read more »

Kapal Cepat Rudal TNI AL Diproduksi di Banyuwangi



TNI Angkatan Laut terus melengkapi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Terbaru adalah pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter. Kapal tersebut diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau proses pembuatan kapal tersebut di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Mangapul Hutajulu, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi I Made Parma.

"Ini merupakan salah satu kunjungan ke galangan kapal kebanggaan nasional karena di sinilah Kapal Trimaran dibuat. Ini juga menjadi kebanggaan bagi warga Banyuwangi, karena ternyata daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu produsen alat pertahanan negara,” kata Marsetio, Jumat (24/10/2014).

Marsetio mengatakan, Kapal Trimaran yang terbaru ini merupakan yang pertama di Asia. Selain bekerja sama dengan Swedia, dalam pembuatan desain Trimaran, TNI Angkatan laut juga melibatkan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional seperti PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero).

"Untuk tahap pertama, TNI AL memesan empat kapal. Sekarang di sini sedang dibuat yang pertama," ujar Marsetio.

Desain KCR Trimaran yang terbaru ini sedikit berbeda dengan Kapal Trimaran yang sebelumnya. Kapal terbaru ini akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar.

"Kapal ini tidak hanya akan dipakai di dalam negeri, tapi akan menjadi salah satu produk pertahanan unggulan yang akan dijual ke luar negeri. Seperti kapal LPD yang diproduksi PT PAL sudah dipesan oleh Angkatan Laut Filipina. Nanti kapal ini juga akan kita jual ke luar negeri," imbuh Marsetio.

Bupati Anas mengaku bangga karena kapal canggih itu diproduksi di Banyuwangi dengan sinergi swasta dan BUMN di bidang industri pertahanan. "Industri pertahanan adalah industri strategis bagi bangsa. Banyuwangi ikut bangga," katanya.

  




Read more »

Trimaran Patroli 'OCEAN EAGLE 43' (CMN Group Prancis)


OCEAN EAGLE 43

OCEAN EAGLE 43 adalah kapal trimaran patroli laut. Lambungnya sangat ramping dengan dua apungan kecil yang membuatnya sangat stabil. Kombinasi lambung semacam ini akan menghemat penggunaan bahan bakar, meningkatkan kecepatan dan otonomi, sementara tetap mempertahankan tingkat kenyamanan dan keamanan yang tinggi bahkan di saat kondisi laut buruk.

OCEAN EAGLE 43 merupakan hasil pengembangan dari Construction Mecanique de Normandie (CMN), sebuah galangan kapal Prancis yang berbasis di Cherbourg.
OCEAN EAGLE 43

Peran
  • Patroli militer laut
  • Anti pembajakan, perdagangan ilegal, penyelundup dan penyusup
  • Pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif dan zona perikanan
  • Observasi lingkungan laut
  • Pelindung kapal rentan, instalasi lepas pantai dan pengawal konvoi
  • Pertahanan dari ancaman asimetris, termasuk teroris
  • Search And Rescue (SAR).
OCEAN EAGLE 43 juga dapat diadaptasi untuk misi scan-sonar, pendukung operasi khusus, survei dan oseanografi wilayah pesisir.
OCEAN EAGLE 43

Performa dan Fitur Unggulan
  • Bahan bakar super ekonomis: berlayar sejauh 238 mil laut dengan kecepatan 15 knot hanya menghabiskan 1 ton bahan bakar.
  • Modularitas besar sesuai dengan berbagai tugas pengawasan maritim
  • Keandalan tinggi dan pemeliharan yang mudah
  • Rasio mengesankan dari area terkover dan performa/biaya operasional.
OCEAN EAGLE 43

Karakteristik Utama
  • Panjang keseluruhan: 43,6 m
  • Lebar keseluruhan: 15,7 m
  • Draught maksimum: 1,60 m
  • Kecepatan maksimum: 30 knot
  • Jangkauan dengan kecepatan 18 knot: 3.000 NM
  • Jangkauan dengan kecepatan 12 knot: 5.000 NM
  • Kru: 13 orang
  • Bahan Bakar: 21 m3
  • Air tawar: 2 m3
  • Lambung & suprastruktur: material komposit
  • Klasifikasi: Bureau Veritas.
Sistem Misi
  • Turet senjata 20 mm remot kontrol
  • Satu sistem observasi elektro-optikal
  • Dua senjata 12,7 mm
  • Satu radio direction finder
  • Satu C2 system
  • Satu UAV rotary.
OCEAN EAGLE 43

Peralatan Utama dan Pelengkap
  • 7 m outboard RHIB terpasang di stern ramp, untuk misi kepolisian, transshipment atau operasi khusus angkatan laut
  • Dua generator utama
  • 4 mesin diesel
  • 2 CPP
Kredit: CMN Group
Sumber: Artileri

Read more »

Jumat, 24 Oktober 2014

Baret Merah Tak Pernah Lekang


Prabowo Subianto dalam Sertijab Danjen Kopassus (all photos: Rengga Sancaya / Detik.com)


Jakarta – Prabowo Subianto tampil gagah dengan baret merah Kopassus. Mantan Danjen Kopassus ini hadir dalam cara serah terima jabatan Danjen Kopassus dari Mayjen TNI Agus Sutomo ke Mayjen TNI Doni Monardo. Prabowo memang dekat dan lekat dengan Kopassus. Nama dia moncer di kesatuan elite TNI AD ini.

Pada Jumat (24/10/2014) pagi, Prabowo kembali hadir di Cijantung, Mako Kopassus. Biasanya, Prabowo memang rutin datang ke acara yang digelar Kopassus.

Berbaret merah dengan jas hitam, dasi merah, dan kacamata hitam Prabowo duduk di baris depan tamu undangan. Sejumlah purnawirawan juga memberi salam hormat ala militer kepada Prabowo yang segera dibalasnya. Tampak pula Wakil Ketua DPR dari Gerindra, Fadli Zon.

Diajak Foto bersama hingga Selfie


Saat akan menyaksikan atraksi terjun payung, Prabowo dan para tamu undangan yang tadinya berada di bawah tenda, maju ke depan. Mantan Danjen Kopassus ini pun sempat memuji atraksi tersebut. “Luar biasa, luar biasa,” kata Prabowo kepada Agus Sutomo.

Gaya Prabowo yang santai ternyata mengundang para tamu untuk mendekat. Mereka pun mengajak pria berusia 63 tahun itu untuk berfoto bersama.

Prabowo yang masih memakai kaca mata hitam ini tampak ramah saat melayani tawaran selfie dari para tamu. Belasan orang berebut untuk selfie bersama Prabowo, namun tetap tertib.

Mulai dari tamu undangan dari Korea Selatan, ibu-ibu, sampai wartawan berpose di samping mantan suami Titiek Soeharto itu. Prabowo pun tersenyum dan jepret!


Prabowo Subianto dalam Sertijab Danjen Kopassus (all photos: Rengga Sancaya / Detik.com)


Diarak Prajurit

Di akhir acara, para anggota Kopassus berfoto bersama KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo, Doni Monardo, Agus Sutomo, dan sejumlah para jenderal purnawiran yang diundang hadir. Di antaranya Pramono Edhie Prabowo, Endriartono Sutarto, Muchdi PR dan Subagyo HS. Termasuk Prabowo Subianto yang saat masih aktif di TNI juga pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Setelah berfoto bersama, Prabowo diarak dengan cara dipanggul oleh para prajurit Kopassus. Selain Prabowo, KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo, Mayjen TNI Agus Sutomo, dan Danjen Kopassus yang baru, Mayjen TNI Doni Monardo, pun juga ikut diarak bersama-sama. Keempatnya diarak oleh para prajurit sambil menyanyikan mars Kopassus. Banyak juga prajurit berebutan bersalaman dengan Prabowo.

“Pak Prabowo memang diundang sebagai Danjen Kopassus, bukan mantan Danjen, maka saya sebut para Danjen Kopassus. Tapi ada yang nggak datang juga, ada yang sakit,” kata Gatot di lokasi acara. (Detik.comj JKGR

Read more »

Kapal Induk AS ke Fllipina


george-washington-uss
USS George Washington
Manila - Satu kapal induk Amerika Serikat Kamis 23/10/2014 tiba di Manila untuk kunjungan rutin ke pelabuhan negara itu, kata kedutaan besar AS mengatakan dalam satu pernyataan.
Kedutaan AS mengatakan, USS George Washington adalah salah satu kapal Amerika pertama yang menanggapi permintaan dari Filipina untuk bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana setelah topan Haiyan (lokal dikenal sebagai Yolanda) melanda negara itu.
Baru-baru ini, BRP Gregorio del Pilar dari Angkatan Laut Filipina bergabung dengan Kelompok Tempur George Washington di lepas pantai Filipina dari 22-23 Oktober untuk melakukan manuver, komunikasi dan pelatihan meriam untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja sama.

Ditugaskan pada 4 Juli 1992, kapal induk George Washington Kelas-Nimitz adalah kapal keempat dan maju dikerahkan ke wilayah operasi Armada Ketujuh, yang beroperasi dari Yokosuka, Jepang. Kapal ini di bawah komdando Kapten Greg Fenton dan memiliki awak 5.500 pelaut. (Republika.co.id). JKGR

Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *