Sabtu, 09 Agustus 2014

TNI AD Terima MLRS Astros II

http://www.artileri.org/2014/08/tni-ad-terima-mlrs-astros-ii.html

Pada 6 Agustus kemarin, Divisi Artileri Medan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menerima tambahan alutsista baru yaitu Multiple Launcher Rocket System (MLRS) Astros II (Artillery Saturation Rocket System II). MLRS Astros II merupakan sistem artileri pengembangan tercanggih dari Avibras Indústria Aeroespacial, Brasil.

Dilansir laman Tempo, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Andika Perkasa mengatakan bahwa MLRS Astros II yang tiba pada 6 Agustus kemarin terdiri dari tiga paket, yaitu satu baterai peluncur roket, amunisi roket, dan simulator peluncur roket. Ketiga paket tersebut akan segera dikirimkan ke markas-markas TNI AD. Satu baterai peluncur roket untuk Batalyon Artileri Medan 1/Malang, amunisi roket untuk Batalyon Artileri Medan 10/Bogor, dan simulatornya akan dikirim ke Pusat Pendidikan Artileri Medan.

Astros II merupakan sistem artileri berupa peluncur roket yang memiliki mobilitas dan fleksibilitas tinggi. Astros II berbentuk kendaraan tempur sebesar truk yang pada bagian belakangnya mengusung peluncur roket. Rudal Astros bisa ditembakkan dari mana saja.

Saat ini setidaknya Avibras telah memproduksi 164 Astros II, antara lain tersebar di Brasil, Arab Saudi dan Malaysia. Indonesia dilaporkan memesan 40 Astros II beserta transfer teknologi.
Kerja sama pembelian Astros II antara pemerintah Indonesia dan Brasil sudah terjalin sejak 2012. Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Pertahanan sebagai perwakilan pemerintah meminta perjanjian alih teknologi. Perjanjian tersebut, menurut Andika, meliputi pengadaan simulator Astros II MKS, Ammunition Mobile Acclimated Depot (AV-DMMC), revalidasi roket, dan dukungan teknis pembangunan fasilitas perawatan MLRS Astros.

Spesifikasi dan Karakteristik Astros II
MLRS Astros II terdiri dari:
  • Universal multiple launcher (AV-LMU), yang mampu menembakkan lima jenis roket dengan kaliber berbeda.
  • Ammunition supply vehicle (AV-RMD), menyuplai AV-LMU (dua muatan pada tiap peluncur).
  • Command and control vehicle/fire control unit (AV-VCC), sebagai komando dan perintah arah/misi penembakan.
  • Mobile workshops untuk pemeliharaan elektronik dan mekanik.
  • Optional electronic fire control unit (AV-UCF),  yang memfasilitasi prosedur arah tembakan menggunakan radar dan komputer.
Astros II juga dapat berperan sebagai sistem pertahanan pesisir bila dikombinasikan dengan  AV-CBO searching and operation centre.
Beberapa keunggulan Astros II:
  • Mobilitas tinggi dan perlindungan lapis baja
  • High volume of fire
  • Short ripple time
  • Minim kru (3)
  • Beroperasi di segala cuaca, termasuk malam hari.
  • Jangkauan operasional jauh dari MLRS sekelas (480 km)
  • Akurasi tinggi, akan menghemat amunisi
  • High saturation firing capability.
Peluncur Astros II mampu menembakkan roket berbagai kaliber dengan berbagai hulu ledak:
  • Roket SS-30 (gambar atas), kaliber 127 mm, jangkauan antara 9 km - 30 km
  • Roket SS-40, kaliber 180 mm, jangkauan antara 15 km - 35km
  • Roket SS-60, kaliber 300 mm, jangkauan antara 20 km - 60 km
  • Roket SS-80, kaliber 300 mm, jangkauan antara 22 km - 90 km
  • Roket SS-150, kaliber 300 mm, jangkauan antara  29 km - 150 km.
Avibras juga tengah mengembangkan rudal taktis untuk diluncurkan dari Astros II yang akan memiliki jangkauan 300 km.
 
 
 

Read more »

5 Senjata Rusia yang akan Membuat Kekuatan Tempur China Lebih Mematikan


Tu-160 Blackjack

Perdagangan senjata antara Rusia dan China meledak pasca runtuhnya Uni Soviet, namun telah menurun dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini akibat menurunnya permintaan, karena China sudah mampu membangunnya sendiri. Alasan lainnya terkait risiko pencurian hak kekayaan intelektual oleh China (seperti di masa lalu) yang membuat Rusia kini enggan mengekspor senjata canggih ke China.
Saat ini ada lima senjata Rusia yang diinginkan dan belum dimiliki China. Seandainya Rusia menjual lima senjata ini, kekuatan tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) akan lebih mematikan, hal ini diungkapkan oleh Robert Farley, asisten profesor dari Universitas Kentucky dalam sebuah artikelnya di laman National Interest.

Yang pertama, mesin jet. Mesin jet Rusia dapat menjadi solusi bagi krisis China soal keandalan mesin pesawat tempur, ujar Farley. Kurang andalnya mesin tidak hanya terjadi pada pesawat-pesawat tempur generasi keempat China, seperti J-10, J-11 dan J-15, tapi juga termasuk prototipe pesawat tempur generasi kelima siluman China seperti J-20 dan J-31.
"Mesin Rusia tidak memiliki reputasi dalam hal keandalan yang luar biasa, tetapi performa mesin mereka lebih baik daripada rekan China mereka," kata Farley.

Tampaknya berat bagi Rusia untuk mengeskpor langsung mesin jet canggih ke China, namun seandainya terjadi penjualan Sukhoi Su-35, China akan meneliti dan menirunya, untuk selanjutnya membuat pesawat dan mesinnya sendiri. Saat ini Rusia masih mempertimbangkan penjualan Su-35 ke China, karena hal ini sangat berisiko karena bila China berhasil menirunya (baik Su-35 dan mesinnya), maka Rusia bisa kehilangan pasar.

Yang kedua, pesawat pembom. Pembelian pesawat pembom strategis Rusia seperti Tu-160 Blackjack (gambar atas) atau Tu-22M Backfire akan menggantikan pesawat pembom H-6 Angkatan Udara PLA yang merupakan turunan dari pesawat pembom Uni Soviet Tu-16 "Badger" yang sudah berumur. Meskipun Tu-160 dan Tu-22M merupakan pesawat pembom hasil desain dari era Perang Dingin, namun masih lebih canggih dari pembom yang dimiliki China saat ini.
"(Belum dapat dipastikan) Apakah Rusia akan memutuskan untuk mengekspor Tu-22M langsung ke China beserta lisensi produksinya, atau Rusia hanya akan memberikan bantuan teknis kepada china untuk pengembangan atau pesawat pembom baru, kolaborasi ini akan menghasilkan pembom yang lebih mematikan untuk Angkatan Udara PLA," tulis Farley.

Seperti yang Artileri kabarkan Januari lalu, China saat ini tengah mengembangkan pesawat pembom baru, yang mana diyakini satu prototipe sedang dikerjakan.

Yang ketiga, kapal selam nuklir. Untuk Angkatan Laut PLA, kapal selam nuklir Rusia seperti Kelas Akula dan Yury Dolgorukiy akan menambah kekuatan tempur Angkatan Laut PLA secara signifikan, sekaligus mendongkrak teknologi pembangunan kapal selam nuklir China yang selama ini masih mengalami masalah. Secara substansial, kapal-kapal selam nuklir buatan China masih berada di belakang standar kapal selam nuklir Rusia.

Namun yang pasti, selama ini Rusia sangat menjaga kerahasiaan teknologi kapal selamnya, dan teknologi produksi kapal selam (termasuk kapal selam konvensional) merupakan proses industri yang sangat berharga dan sulit ditransfer ke negara lain. Namun melihat Rusia yang saat ini sedang menyewakan kapal selam nuklirnya (Kelas Akula) ke India, maka tampaknya ada peluang bagi China. Namun untuk kapal selam nuklir terbaru Rusia (Yury Dolgorukiy), sepertinya tidak akan diekspor Rusia ke China. Kemungkinan terbesarnya adalah Rusia memberikan bantuan teknis kepada China untuk mengembangkan kapal selam nuklir seperti Yury Dolgorukiy.

Yang keempat, S-400. Untuk meningkatkan kemampuan anti-access and area denial dalam strategi China menghadapi senjata udara musuh, maka yang dibutuhkan China adalah sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia.
"Jika pesawat dan rudal jelajah AS bisa menyerang pangkalan udara, node komunikasi, peluncur rudal, dan pusat-pusat logistik militer China, maka seluruh sistem tempur China akan berantakan sebelum menjalankan misinya," ujar Farley. Seandainya diekspor, sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia akan menggantikan atau beroperasi bersama sistem rudal pertahanan udara HQ-9 China.

Yang terakhir, rudal balistik. Farley berbicara tentang ekspor rudal balistik Iskander-E Rusia ke China.
"China masih harus banyak belajar dari Rusia, baik untuk rudal jarak jauh maupun rudal jarak dekat. Rudal Iskander-E konon memiliki karakterisitik manuver terminal mengesankan yang melebihi rudal apapun milik China, dan akan memberikan PLA keunggulan besar dalam berbagai potensi konflik. Namun, Rusia masih keberatan untuk menjual rudal balistik ke China karena masalah keamanan dan pencurian hak kekayaan intelektual," kata Farley.

Gambar Tu-160: Oleg V. Belyakov - AirTeamImages

Read more »

Selasa, 05 Agustus 2014

Destroyer Revolusioner Zumwalt Class

Destroyer Revolusioner AS, Zumwalt class DDG 1000 (photo US Navy )

Destroyer Revolusioner AS, Zumwalt class DDG 1000 (photo US Navy )
Destroyer pertama dari tiga kapal baru revolusioner Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dikenal sebagai DDG 1000, mulai dibawa ke laut pada 2014, untuk didandani dan dihidupkan.
Teknologi terdepan memungkinkan Destroyer DDG 1000 memiliki kemampuan canggih, memberikan fleksibilitas tak tertandingi bagi kapal dan secara dramatis mengurangi kebutuhan awak.
Kapal Perusak Zumwalt class memiliki teknologi Raytheon dan peralatan yang akan menguntungkan Angkatan Laut selama bertahun-tahun yang akan datang, terutama:
Total Ship Computing Environment (TSCE)- satu unit, jaringan terenkripsi yang mengontrol semua aplikasi komputasi kapal, mulai dari lampu kapal dan mesin kontrol untuk radar dan sistem senjata. TSCE ini mengambil alih banyak pekerjaan dan otomatisasi tingkat tinggi yang memungkinkan kapal untuk berjalan lebih efektif dan efisien.
Destroyer Revolusioner AS, Zumwalt class DDG 1000 (photo army-technology.com)

Destroyer Revolusioner AS, Zumwalt class DDG 1000 (photo army-technology.com)
Wadah Elektronik Modular / Electronic Modular Enclosures (EMS) – inovasi pembuatan kapal menciptakan lebih dari 235 single modul elektronik siap untuk diintsal dengan cara: integrasi, pemeliharaan dan upgrade yang mudah. Setiap kapal membawa 16 EMS.
Integrated Undersea Warfare Sistem – dua array sonar (frekuensi tinggi dan menengah) dalam satu otomatation, sistem lambung kapal dirancang untuk melindungi kapal dari: ranjau musuh, kapal selam dan torpedo. Dengan menggunakan algoritma yang canggih, sonar yang lebih baik memungkinkan kapal destroyer Zumwalt untuk mendeteksi, menghadapi ancaman dan menghancurkan ancaman musuh.
image

Vertikal Launching Sistem MK57- Peluncur senjata ‘Maha Karya’, yang dirancang untuk menembakkan rudal laut, darat dan serangan udara. Rancangan Modular elektronik MK57 memungkinkan kapal Zumwalt dengan cepat melakukan penggantian/transisi ke sistem rudal yang lain sehingga meminimalkan kebutuhan launcher/ peluncur. Peluncur MK57 terkandung dan dilindungi oleh Peripheral Vertical Launch System (PVLS). Desain dan posisi PVLS membuat peluncur -dan rudal- tahan terhadap kerusakan akibat pertempuran dan secara aman mengisolasinya dari awak dan peralatan kapal.
image

Kemampuan tambahan yang signifikan dan fitur termasuk:
Sistem Senjata Advance – Setiap kapal membawa dua meriam 155 mm mampu menembak jauh yang bisa menyerang target dari jarak 63 nautical mils.
Sistem Catu Daya Terpadu – sering disebut kapal “all-electric”, desain senyap dan ekonomis dari sistem tenaga (power) kapal destroyer ini, ‘menghasilkan 100 persen energi yang dibutuhkan untuk setiap propulsi kapal, elektronik dan sistem senjata. Ketika berlayar pada kecepatan 20 knot, sistem menyediakan 58 MW dari power yang tersimpan, memungkinkan untuk fleksibilitas dan cadangan energi yang dibutuhkan untuk mendukung teknologi masa depan.
Perusahaan Raytheon AS, berfungsi sebagai pembangun sistem peralatan integrator untuk semua sistem elektronik dan peperangan dari program kapal destroyer Zumwalt ini.
Perusahaan perusahaan AS kini bekerja dengan pihak Angkatan Laut untuk membuat Destroyer Revolusioner Zumwalt, hidup dan siap beraksi. (Raytheon).

Read more »

Senin, 04 Agustus 2014

Rudal Baru China Bisa Melesat Sampai Amerika

Rudal DF41 (GoogleAdd caption

Rudal DF-41 bisa membawa 10 hulu ledak nuklir.
Pemerintah China mengungkapkan teknologi baru rudal balistik antarbenua yang selama ini dirahasiakan. Rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir ini adalah generasi terbaru yang bisa melesat hingga ke kota-kota di Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan di situs pusat pengawasan lingkungan China di Shaanxi pada laman Global Times, dikutip Channel News Asia, Jumat 1 Agustus 2014. Disebutkan bahwa fasilitas militer di kota itu tengah mengembangkan rudal Dongfeng-41 (DF-41).

Rudal jenis ini selama ini telah diantisipasi kehadirannya oleh para pengamat Barat. Menurut laporan situs Jane's Strategic Weapon Systems, DF-41 adalah salah satu rudal dengan jarak terjauh di dunia. Rudal ini mampu membawa 10 hulu ledak nuklir dan mencapai jarak 12.000-14.000 kilometer, hingga ke daratan Amerika.

Perihal rudal ini sempat disinggung bulan lalu dalam laporan tahunan militer dan keamanan AS soal China. Dalam laporan itu dikatakan bahwa China tengah melakukan program modernisasi militer yang komprehensif untuk jangka panjang.

Keberadaan rudal ini tidak pernah diumumkan sebelumnya karena dirahasiakan. Situs pemerintah yang mengumumkan DF-41 juta juga telah menghapus pemberitaannya. Januari lalu, Kementerian Pertahanan China menegaskan ujicoba rudal hipersonik mereka bukan untuk "mengincar negara atau mencapai target tertentu."

AS mengawasi dengan lekat perkembangan militer China menyusul perang urat syaraf kedua negara terkait Laut China Selatan dan peretasan siber. China meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga dua digit dalam beberapa tahun terakhir, terbesar setelah AS.

Rudal jarak jauh tercanggih yang sebelumnya dimiliki China adalah DF-54 yang bisa membawa hulu ledak nuklir tunggal. Rudal yang bisa mencapai jarak 12.000 km ini diuji coba pertama kali tahun 1971. Namun kekurangannya, rudal ini harus diisi bahan bakar sekitar dua jam sebelum penembakannya, menjadikannya senjata yang kurang efektif di saat darurat.(ita)


Vivanews

Read more »

Israel yang Bunuh Ratusan Orang, AS Justru Sebut Hamas Barbar


Gencatan senjata batal lagi Hamas


Amerika Serikat menuding Hamas telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Israel yang disepakati terjadi selama 72 jam hingga Sabtu (2/8) ini. Hal tersebut merujuk pada penyergapan di wilayah Rafah kemarin yang menewaskan dua orang tentara Israel dan satu komandan perang mereka Letnan Hadar Goldin disekap oleh Hamas.

Washington menuduh Hamas melakukan aksi barbar dengan tidak mengindahkan gencatan senjata yang sudah disepakati. Komitmen Hamas dalam gencatan senjata yang ikut dimediasi oleh Turki, Qatar, dan AS serta PBB ini pun dipertanyakan.

Namun, Hamas balik menuding Israel sebagai pemicu keruntuhan gencatan senjata itu. Pasalnya, militer Israel disebut telah melakukan penyerangan ke terowongan Hamas yang menyebabkan terjadinya pernyergapan oleh Qassam Brigades.

Dikutip dari Reuters, Sayap bersenjata Hamas ini akhirnya harus membunuh dua tentara Israel dan menyekap komandan mereka, Letnan Goldin. Tetapi Hamas sendiri tidak mengetahui seperti apa keadaan Goldin saat ini.

“Kami tidak memiliki informasi pada saat ini tentang tentara (Goldin) yang disebutkan hilang itu, apakah dia masih hidup atau tidak,” demikian pernyataan korps Qassam yang dinukil dari reuters Sabtu.

Di sisi lain, Israel melalui siaran radio mereka menyebut Qassam terakhir terlihat berada di tengah jasad dua tentara yang tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh Hamas. Namun, pihak Israel sendiri tidak yakin apakah Goldin masih hidup atau ikut tewas.

Sebelumnya, Israel merespons keras penyergapan yang dilakukan oleh Hamas di Rafah kemarin. Membabi buta, militer Israel menyerang wilayah yang diduga merupakan tempat persembunyian Hamas. Sebanyak 150 orang Palestina tewas akibat serangan brutal Israel ini.

Hamas Bantah Tudingan Sebagai Pelanggar Gencatan Senjata

Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri, menegaskan tudingan Sekjen PBB dan Amerika terhadap Hamas sebagai pihak yang melanggar gencatan senjata pada Jumat pagi tak bisa diterima dan sangat tidak logis. Tudingan tersebut cenderung mendukung kepentingan penjajah zionis.

Dalam keterangan persnya pada Jumat (1/8) sore waktu setempat, Abu Zuhri menyatakan bentrokan senjata dengan militer Israel terjadi di wilayah Gaza akibat infiltrasi zionis. "Pihak perlawanan hanya mempertahankan diri," kata Zuhri seperti dikutip Infopalestina.

Abu Zuhri menambahkan PBB dan Amerika berupaya memfokuskan pada cerita serdadu zionis yang hilang saat serangan Israel terhadap warga sipil. Mereka mengabaikan pembantaian 72 warga sipil Palestina dalam serangan Israel ke Rafah, Gaza Selatan.

Gencatan senjata kemanusiaan yang digagas PBB selama 72 jam di Gaza langgung berakhir, pasca serangan intensif yang dilakukan artileri Israel terhadap warga sipil Palestina di Rafah Timur, puluhan korban jatuh, meninggal dan luka-luka.

Sebelum berlangsung kesepakatan gencatan senjata pukul 8 pagi, Brigade Al-Qassam terlibat bentrokan senjata dengan pasukan zionis Israel yang melakukan infiltrasi militer sejauh 2 km di Rafah Timur, yang menewaskan beberapa serdadu zionis dan melukai beberapa lainnya.

 
 

Read more »

NATO tidak siap hadapi ancaman Rusia




Konflik di Ukraina, menurut laporan Komite Pertahanan, menjadi bukti ketidaksiapan NATO

Kesiagaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) amat lemah ketika salah satu negara anggotanya diserang Rusia, kata laporan Komite Pertahanan parlemen Inggris.
Komite yang beranggotakan sejumlah anggota Majelis Rendah parlemen Inggris tersebut merujuk konflik di Ukraina sebagai bukti kekurangan NATO.

‘Serangan non-konvensional Rusia, yang menggunakan taktik asimetris atau ‘peperangan ambigu—dirancang untuk menyelusup di bawah kesiagaan NATO. Hal ini sulit untuk dibalas.

‘Kejadian seperti di Ukraina tahun ini, lalu sebelumnya serangan siber di Estonia pada 2007, serta invasi Georgia pada 2008 adalah panggilan kepada NATO agar bangun dari tidur’, demikian petikan laporan itu.

Guna mengantisipasi serangan semacam itu di masa mendatang, laporan tersebut merekomendasikan penambahan pasukan NATO di negara-negara Balkan yang rentan, termasuk Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Lalu, NATO disarankan menyiapkan pasukan khusus guna menghadapi serangan non-konvensional, termasuk serangan siber. NATO juga diminta mengadakan latihan dalam skala besar serta meningkatkan jumlah pasukan reaksi cepat secara signifikan.

“Risiko serangan Rusia ke salah satu negara anggota NATO, walaupun kecil, namun signifikan. Kami tidak yakin NATO siap atas ancaman ini. NATO terlalu santai menghadapi ancaman Rusia,” kata Rory Stewart, Ketua Komite Pertahanan dari Partai Konservatif.

Padahal, sambungnya, taktik Rusia berubah cepat, termasuk serangan siber, mendukung kelompok separatis, dan mengombinasikan warga sipil bersenjata dengan pasukan khusus tanpa emblem kesatuan.DikajiJuru bicara NATO, Oana Lungescu, mengaku belum melihat laporan yang disusun Komite Pertahanan Majelis Rendah Inggris.

“Namun, kami akan mengkajinya secara seksama begitu laporan tersebut dipublikasikan. Pada Maret lalu, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyatakan aksi militer Rusia di dan sekitar Ukraina merupakan panggilan bagi aliansi dan komunitas internasional.

“Dia juga menekankan bahwa NATO harus beradaptasi dengan lingkungan keamanan yang berubah. NATO telah menempuh sejumlah langkah untuk menguatkan pertahanan kolektif, khususnya untuk sekutu kami di timur, dengan lebih banyak pesawat, kapal, dan latihan di darat,” ujar Lungescu.

NATO dibentuk pada 1949, empat tahun sesudah Perang Dunia Kedua berakhir. Berdasarkan Pasal 5 Traktat 1949, aliansi itu sepakat membantu pertahanan bila salah satu negara anggotanya diserang musuh.

Setelah Perang Dingin usai dan Uni Soviet bubar, NATO melebarkan sayap ke Eropa Timur. Anggota NATO kini mencakup Latvia, Lithuania, dan Estonia yang dulu menjadi bagian Uni Soviet dan Pakta Warsawa


  BBC

Read more »

Anggaran Pertahanan Indonesia Akan Naik 2 Persen

KRI Bung Tomo 357 {Marine Traffic]

Anggaran Naik Program Jangka Panjang Pemerintah

Calon Presiden terpilih Joko Widodo memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan dan kemajuan pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan, anggaran pertahanan Indonesia direncanakan naik hingga 2 persen dari Produksi Domestik Bruto (PDB).

Dengan begitu, pengembangan program pertahanan di Indonesia akan semakin baik.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin, Sabtu (2/8/2014). Menurutnya, di bawah kepemimpinan Jokowi-JK nanti, program pertahanan Indonesia akan maju dan melangkah ke depan sesuai tantangan zaman. Terlebih, visi-misi Jokowi-JK dalam pertahanan dan keamanan negara sangat jelas dan terarah.

“Anggaran pertahanan dinaikan 2 persen memang sudah menjadi program jangka panjang pemerintah sejak dulu, namun kenyataannya anggaran itu baru mencapi 0.8 persen,” kata Hasanuddin.

Tidak hanya itu, peningkatan anggaran pun akan difokuskan melalui pengembangan produksi alutsista produksi dalam negeri yang berpotensi besar untuk memproduksinya sendiri.

“Kita punya PT Pindad, PT DI, PT PAL, LAPAN, dan masih banyak lagi perusahaan yang siap memproduksi Alutsista di dalam,” jelasnya.

Dengan begitu, negara bisa melakukan efisiensi anggaran, bahkan keuangan bisa berputar di dalam negeri sendiri. Jika sudah begitu, maka akan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.

Menurutnya, Alutsista modern saat ini sangat dibutuhkan untuk mengganti persenjataan yang telah dimakan zaman. Pengadaan Alutsista juga saat ini sedang dilakukan dengan pengawasan dan berdasarkan kebutuhan.

“Sekarang tinggal bagaimana rencana tersebut terwujud. Tentu syaratnya jangan ada kebocoran,” katanya.(**)
  
 
 

Read more »

Israel Miliki 1.000 Tentara yang Berkewarganegaraan Amerika Serikat


Tentara Israel

Israel saat ini memiliki lebih dari 1.000 tentara yang merupakan warga negara Amerika Serikat, hal ini diungkapkan oleh juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Libby Weiss, yang dikutip laman The Daily Beast.

Hal ini memungkinkan karena Israel memberlakukan aturan yang disebut sebagai "Hak Kembali," yang memungkinkan orang-orang Yahudi kelahiran di luar negeri untuk bertugas di militer Israel. Total saat ini IDF memiliki 4.000 tentara non-kelahiran Israel.
"Mereka sangat bangga. Mereka melindungi nilai tempat mereka berasal (seperti Amerika Serikat), dan juga mereka merasa harus melindungi nilai-nilai negara Israel," kata seorang pejabat Israel, Maya Kadosh, deputi konsul untuk Southwest United States yang berbasis di Houston, seperti dikutip The Daily Beast.

Kematian dua warga Amerika Serikat yang bertugas sebagai tentara Israel dalam pertempuran dengan HAMAS beberapa waktu lalu bukan kasus pertama kalinya orang Amerika tewas sewaktu bertugas di militer asing. 

Militer Israel bukanlah satu-satunya militer di dunia yang terbuka untuk orang Amerika. Militer Australia, Selandia Baru dan Perancis juga terbuka untuk merekrut warga Amerika Serikat. Demikian pula sebaliknya, Amerika Serikat juga mengizinkan orang asing masuk ke dalam militernya. Mereka yang bergabung dengan militer AS bisa mengajukan kewarganegaraan AS dan Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan AS akan mempercepat prosesnya.

Namun memperkirakan jumlah orang Amerika yang bertugas di militer asing saat ini cukup sulit, karena ini mencakup dua hal; warga negara AS yang bertugas di militer asing dan kewarganegaraan ganda yang bertugas di militer asing. Seorang Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya tidak melacak siapa saja yang bertugas di militer asing.
Sepanjang sejarah, diketahui sudah banyak orang-orang Amerika yang bergabung dengan militer asing. Selama Perang Dunia I, orang Amerika bergabung dengan militer Kanada. Pada tahun 1930-an, Brigade Abraham Lincoln saat Perang Sipil Spanyol direkrut secara eksklusif dari orang Amerika. Pada saat Pearl Harbor, lebih dari 6.000 orang Amerika bertugas di Angkatan Udara Kanada dan 10.000 di Angkatan Darat Kanada, menurut Kolonel Stanley W. Dziuban, penulis "Military Relations Between the United States and Canada, 1939-1945."

Sebelum tahun 1967, orang Amerika berisiko kehilangan status kewarganegaraan jika mereka mereka memutuskan bergabung dengan militer asing. Pada tahun tersebut, keputusan Mahkamah Agung di Afroyim v. Rusk menetapkan bahwa kewarganegaraan adalah hak konstitusional dan tidak dapat dilucuti tanpa sadar. Jadi orang Amerika bebas bergabung dengan militer manapun, selama tidak memusuhi AS. Yang ilegal adalah perekrutan warga Amerika untuk militer asing yang dilakukan di wilayah Amerika Serikat. Bagaimana, mau menjadi tentara Amerika Serikat?
 
 

Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *