Senin, 28 Oktober 2013

PHOTO: Melihat Mata Serangga dari Jarak Terdekat


Fotografer Polandia, Adam Tomaszewski menangkap gambar makro menakjubkan serangga karena para serangga menatap kembali kameranya. Gambar favorit dari seri foto itu adalah damselflies, yang mirip dengan capung, tetapi dengan mata yang lebih kecil. 


Dalam koleksi gambar itu, ia menangkap damselflies dengan tetes embun di kepala serangga, mengungkapkan ribuan lensa heksagonal di mata mereka. Menurut DailyMail, ia menghabiskan sekitar empat jam untuk menangkap serangga menggunakan ‘fokus susun’ untuk menggabungkan gambar-gambar tersebut.






















Read more »

Kisah kejayaan Tu-16 AURI, yang membuat Gentar Asia Tenggara dan Australia


Pada awal tahun 60-an, Indonesia menjadi sebuah negara yang disegani oleh negara-negara lain disekelilingnya. Penyebabnya karena Angkatan Udara (kala itu namanya AURI) telah memiliki pesawat jet pembom stategis Tu-16 dan Tu-16 KS. Dapat dikatakan Indonesia saat itu mempunyai kekuatan udara terkuat di bumi bagian selatan.

Sebagai contoh misalnya, beberapa negara besar saja seperti China, India, dan Australia belum mempunyai pesawat pembom strategis atau jet tempur Mach 2, Indonesia sudah mempunyai pesawat pembom Tu-16. Juga pesawat tempur sergap dengan kecepatan Mach-2, seperti Mig-21, Mig-19, Mig-17. Hanya AS yang mempunyai pembom strategis (B-58 Hustler), dan Inggris dengan V bombernya (Vulcan, Victor, serta Valiant), selain Rusia sendiri. Khusus untuk TU-16, selain Indonesia, negara lain yang mengoperasikan adalah Mesir.

Pada era tahun 60-an, Tu-16 adalah pesawat yang paling ditakuti, karena jangkauan terbangnya hingga 7.200 km, kecepatan mencapai 1.050 km per jam, dan ketinggian terbang hingga 12.800 km (39.400 feet). Versi Tu-16 (Badger A) mampu membawa muatan bom seberat 9.000 kg (9 ton), versi Tu-16 KS (Badger B) , selain membawa bom juga mampu membawa dua buah peluru kendali udara permukaan KS-1 (AS-1 Kennel).

Skadron Tu-16 yang terdiri dari 12 pesawat, menjadi kekuatan skadron Udara 41 (pangkalan AU Iswahyudi, Madiun) dan 12 pesawat Tu-16KS masuk menjadi kekuatan Skadron Udara 42, juga di Madiun. Menurut sejarah, AURI bisa memiliki Tu-16 karena upaya gigih Presiden Soekarno yang terus menekan Duta Besar Uni Soviet di Jakarta (Mr. Zhukov), yang kemudian melaporkan kepada Menlu Soviet, Mikoyan. Pada akhirnya diplomasi Presiden Soekarno berhasil dan datanglah kemudian pesawat-pesawat tempur yang sangat canggih di jamannya itu.



Peran Tu-16 dalam Operasi Trikora



Saat Presiden Soekarno mengumandangkan Operasi Trikora, Angkatan Perang Indonesia sedang berada pada “puncak kejayaan”. Angkatan Perang dipersenjatai dari negara blok Timur, tidak hanya AU, tetapi juga AD dan AL. Mendadak AURI berkembang jadi kekuatan terbesar di belahan Selatan. Sehingga ada ungkapan saat itu "AURI, anak lanang Bung Karno." Dimanja karena mempunyai pesawat tempur tercanggih di jamannya.

Dalam operasi Trikora, AURI menyiapkan satu flight Tu-16 di Morotai yang hanya memerlukan 1,5 jam penerbangan dari Madiun. Pada saat perundingan RI-Belanda sedang ber­langsung di PBB, para awak Tu-16 yang disiagakan itu terus memonitor hasil perundingan. Perintah Komando Mandala adalah, “Kalau perundingan gagal, langsung bom Biak.” Karena itu para awak terus stand by 24 jam di Morotai. AURI menjadi lebih yakin dan tidak takut dengan Kapal Induk Belanda Karel Dorman, yang menurut perhitungan apabila diserang dengan enam buah peluru kendali KS-1 diyakini akan tenggelam.

Perundingan di PBB berhasil baik, Belanda kemudian melepaskan Irian Barat kepada Indonesia. Semua tidak terlepas karena pengaruh AS, yang terus memantau perkembangan unsur penyerang strategis AU Indonesia dan unsur pertahanan udara yang demikian kuat. Diketahui oleh unsur intelijen udara bahwa AS saat itu terus memata-matai Pangkalan Iswahyudi dengan melibatkan pesawat mata-mata U-2 (Dragon Lady). Setelah Operasi Trikora, kemudian dicanangkan Operasi Dwikora, Kalimantan Utara.



Operasi Penyusupan TU-16 Ke Garis Belakang Lawan



Pada Pertengahan Tahun 1963, dalam operasi Dwikora, AURI mengerahkan tiga Tu-16 versi bomber (Badger A) untuk menyebarkan pamflet di daerah musuh. Satu pesawat menuju ke Serawak, pesawat kedua diterbangkan ke Sandakan dan Kinibalu, Pulau Kalimantan (wilayah Malaysia). Pesawat ketiga ke Australia.

Khusus penerbangan penyusupan ke Australia, Tu-16 dengan penerbang Komodor Udara (terakhir Marsda Purn) Suwondo bukan menyebarkan pamflet, tetapi membawa peralatan militer berupa perasut, alat komunikasi dan makanan kaleng. Skenarionya, barang-barang itu akan didrop di Alice Springs, Australia (tepat di tengah benua), untuk menunjukkan bahwa AURI mampu mencapai jantung benua kangguru itu. “Semacam psywar buat Australia,” ujar Salatun. Di Alice Springs Australia memiliki over the horizon radar system.

Briefing berjalan singkat sejak pukul 23.00. Pada pukul 01.00 WIB, pesawat terbang meninggalkan Madiun menuju ke Australia. Pesawat terbang rendah guna menghindari radar. Sampai berhasil menembus Australia dan menjatuhkan bawaan, semua berjalan aman. Australia yang mempunyai pesawat F-86 Sabre sebagai unsur pertahanan udara (Hanud) tidak ada satupun yang diterbangkan untuk menyergap. Bayangkan apabila TU-16 tadi membawa 9 ton bom, dan jumlah pesawat lebih dari satu, berapa kerusakan dan kehancuran yang akan ditimbulkannya.

Demikian juga peluru kendali anti pesawat Bloodhound Australia yang ditakuti juga “tertidur”. Karena Suwondo melakukan strategi penyusupan dengan berputar agak jauh. Ketika tiba dan mendarat di Madiun matahari sudah agak tinggi. “Sekitar pukul delapan pagi,” kata tail gunnernya. Langkahpsychological warfare TU-16 AURI membuat 'geger' Australia pastinya, sehingga kemudian hari Australia membeli bomber F-111.

Dalam operasi penyusupan ke Sandakan, pesawat TU-16 diterbangkan oleh Sudjijantono bersama Letnan Kolonel Sardjono (almarhum). Mereka berangkat dari Lanud Iswahyudi (Madiun) pada jam 12.00 malam. Pesawat terbang pada ketinggian 11.000 m. Menjelang adzan subuh, pesawat tiba di Sandakan. Lampu-lampu rumah penduduk masih menyala. Pesawat terus turun sampai ketinggian 400 m. Persis di atas target (TOT), ruang bom (bomb bay) dibuka. Pamflet psywar dikeluarkan sebagian.

Usai satu sortie, pesawat berputar, kembali ke lokasi semula. “Ternyata sudah gelap, tidak satupun lampu rumah yang menyala,” kata Sudjijantono. Setelah semua pamflet ditebarkan, mereka kembali ke Iswahyudi dan mendarat dengan selamat pada pukul 08.30 pagi. Artinya, TU-16 diterbangkan lebih dari sepuluh jam penerbangan. Semua pesawat dan crew Tu-16 kembali dengan selamat ke 'home base.'

Pada awal tahun 1964, sebuah TU-16 melakukan penerbangan penyusupan ke Kuala Lumpur, saat pesawat berada di Butterworth (Penang), crew melaporkan bahwa ada dua pesawat penyergap diterbangkan dari Penang. Setelah terjadi kejar-kejaran, TU-16 berhasil mengecoh pesawat tempur Javelin, dan langsung kembali ke Medan.

Pesawat Tu-16 diterbangkan dari Madiun menuju ke Medan lewat selat Malaka, Di Medan selalu disiagakan dua TU-16 selama operasi Dwikora. Satu pesawat terbang dengan rute ke selatan dari Madiun melalui pulau Christmas (kepunyaan Inggris), pulau Cocos, kepulauan Andaman Nikobar, terus ke Medan. Pesawat berikutnya lewat jalur utara melalui selat Makasar, Mindanao, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Laut Cina selatan, selat Malaka, sebelum akhirnya mendarat di Medan. Ada juga yang nakal, menerobos tanah genting Kra. Walau terkesan “gila-gilaan dan nekat", setiap misi tetap dilaksanakan sesuai dengan perintah Bung Karno, yang juga memerintahkan untuk tidak menembak sembarangan.

Dalam misi berbau pengintaian ini, beberapa operasi udara strategis sempat ketahuan Javelin. Tapi Inggris hanya bertindak seperti guard untuk mengingatkan Tu-16 agar jangan melanggar perbatasan. Yang jelas mereka tidak menginginkan konflik di udara, karena mengetahui TU-16 juga selalu dilengkapi dengan 6-7 pucuk senjata-senjata berat caliber 23 mm Kudelman.



Akhir yang Tragis dari TU-16



Nasib dari pesawat-pesawat dari negara beruang merah tersebut berakhir dengan tragis karena masalah politik. Pada Tahun 1969, dalam setahun paling banyak hanya 12 kali TU-16 diterbangkan. Karena itu kanibal­isasi tak terelakkan agar sejumlah pesawat tetap bisa terbang. Akhirnya pada Oktober 1970 dilakukan test flight Tu-16 nomor M-1625 setelah dikanibalisasi. Komandan Wing 003 yang merangkap Komandan Skadron 41 Letkol Pnb Suwandi membawa krunya yaitu Kapten Pnb Rahmat Somadinata (kopi­lot), dan Kapten Nav Beny Su­byanto untuk menerbangkan M-1625. Pada hari itu, M-1625 adalah satu-satunya Tu-16 yang tersisa dan dalam kondisi siap terbang. ItulahFarewell Flight, penerbangan perpisahan yang menyedihkan.

Pada awal tahun 1970, Kasau Marsdya Suwoto Sukendar men­gatakan, hanya 15-20% pesawat AURI yang dapat diterbangkan, kapal ALRI hanya 40% karena ketiadaan suku cadang dari Uni Soviet. Tahun 1970, kemudian dikenang sebagai tahun pemu­snahan persenjataan Blok Timur. AURI kemudian mengganti dengan pesawat Tempur F-86 Sabre dan T-33 T-Bird.



TNI AU Yang Semakin Cerdik



Dengan berjalannya waktu, TNI AU secara perlahan kembali membangun kekuatan udara setelah hampir mati suri pada tahun 1970-an. Secara Bertahap pesawat-pesawat buatan Amerika Serikat dan Inggris terutama berdatangan melengkapi hanggar TNI AU. Kemudian berdatanganlah pesawat Angkut Hercules, F-27, serta pesawat tempur OV-10, Hawk, F-5E, F-16 dan kini TNI AU dilengkapi selain pesawat buatan Barat juga kembali datang pesawat buatan Rusia (SU-27/30) yang canggih. Yang akan datang pesput Super Tucano dan pesawat tempur ringan T-50 dari Korea, hibah 24 F-16, dan hibah F-5.

TNI AU tidak ingin kembali terjebak mengalami kesulitan apabila di embago oleh negara-negara Barat karena tuduhan HAM, bahkan dahulu ada pesawat tempur TNI AU yang di sandera di luar negeri. Saat penulis masih aktif, sangat terasa sekali sulitnya menghadapi embargo dari negara besar (AS) seperti masa lalu. Bahkan spare part di seluruh dunia tidak diperbolehkan dijual ke Indonesia. Sehingga upaya mendapatkan beberapa suku cadang diperoleh lewat jalur intelijen udara. Nah, kini kalau kembali Indonesia di embargo, ada produk Timur yaitu Sukhoi yang anti embargo.

Demikian sekilas kisah tentang TU-16 yang membuat Indonesia yang baru merdeka 16 tahun demikian kuat bargaining power-nya, ditakuti dan disegani negara tetangga. Kala itu Indonesia tercatat menjadi negara ke empat di dunia yang mengoperasikan pesawat pembom strategis. Kedepan, TNI AU akan semakin percaya diri dan semakin tangguh menjaga kedaulatan negara di udara. Bravo TNI AU yang penulis cintai. Salam untuk para "The Blues" (mirip panggilan club sepak bola, tetapi itulah panggilan kebanggaan perwira TNI AU yang gagah perkasa. Hingga kini penulis masih terus bangga menjadi bagian dari Angkatan Udara. Salam.






Prayitno Ramelan (www.ramalanintelijen.net )

Ilustrasi Gambar : Indonesiaindonesia.com

Read more »

Mega Skandal Penyadapan AS Picu Kemurkaan Negara Sekutu

"Memata-matai sahabat itu tidak benar." 

Presiden Barack Obama bisa dipastikan tengah pening luar biasa belakangan ini. Pasalnya, berbagai masalah menderanya, salah satunya mengancam persahabatan Amerika Serikat dengan negara-negara sekutunya di Barat.

Masalah ini dipicu aksi Edward Snowden yang semakin liar mengumbar aib: Mega Skandal Penyadapan AS. Beberapa negara sekutu murka luar biasa. Di Amerika Latin ada Brasil dan Meksiko. Sementara barisan sakit hati di Eropa adalah sekutu dekat AS: Jerman dan Prancis.

Dampaknya terjadi Rabu pekan ini. Seharusnya Rabu malam waktu Washington lalu Gedung Putih mengadakan makan malam tamu kehormatan negara. Namun gagal lantaran tamunya jengkel dan memutuskan membatalkan pertemuan tersebut.

Dia adalah Presiden Brasil Dilma Rousseff yang secara pribadi murka pada Obama. Rousseff adalah salah satu korban penyadapan intelijen AS, NSA, yang dibongkar Snowden yang saat ini berlindung di Rusia.

Alasan AS menyadap demi menanggulangi terorisme, dimentahkan para pejabat Brasil. Sekutu terdekat AS di Amerika Selatan ini mengatakan bahwa penyadapan dilakukan untuk mengeruk keuntungan, demi kepentingan spionase komersial dan industri.

Rabu lalu juga, Obama dihantam protes serupa dari sekutunya di Eropa, Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel meneleponnya, marah percakapan teleponnya disadap. Informasi ini diperoleh Merkel dari majalah Der Spiegel.

Merkel punya pengalaman kelam soal dimata-matai. Dia lahir tahun 1954 di Hamburg, Jerman Timur, saat polisi polisi rahasia NAZI atau Stasi menguntit keseharian warganya. Tidak heran Merkel murka.

Pembelaan juru bicara Gedung Putih Jay Carney juga terlihat ambigu. Kepada media dia mengatakan, NSA (Badan Keamanan Nasional AS) "Sekarang tidak sedang mengawasi dan tidak akan mengawasi telepon Merkel."

Carney menggunakan kata kerja "sekarang." Dia tidak mampu menjelaskan apakah sebelumnya AS pernah menyadap Merkel atau tidak. NSA pun makin terpojok.

Dua hari sebelumnya pada Senin, Snowden kembali buat ulah membocorkan penyadapan AS terhadap Prancis, negara sahabat lainnya di Eropa. Harian Le Monde menuliskan, NSA memantau 70,3 juta percakapan telepon di Paris, hanya dalam kurun 30 hari, antara 10 Desember 2012 sampai 8 Januari 2013.

NSA, lanjut Le Monde, juga kemungkinan menyadap jutaan SMS di Prancis. Tidak jelas apakah percakapan dan SMS yang disadap itu disimpan secara utuh, atau hanya berupa metadata - yaitu hanya daftar siapa berbicara dengan siapa.

Tidak dijelaskan juga apakah operasi penyadapan bernama sandi US-985D itu masih terus berlangsung atau sudah dihentikan. Laporan itulah yang membuat Menlu Fabius awal pekan ini memanggil Dubes AS untuk Prancis. Dia menuntut Dubes AS itu memberi klarifikasi atas kabar di media massa itu.

Beberapa hari sebelumnya, Meksiko juga marah besar pada Amerika. NSA dilaporkan menyadap Presiden Enrique Pena Nieto dan pendahulunya, Felipe Calderon. Tidak hanya itu, Amerika juga dituduh menyadap PBB dan Uni Eropa.

Pemimpin 35 Negara

Di bawah perlindungan Rusia, nyanyian Snowden akan mega skandal penyandapan AS semakin tidak terbendung. Jumat kemarin, The Guardian -mitra media Snowden- mengungkapkan bocoran dokumen yang menunjukkan bahwa AS telah menyadap telepon puluhan kepala negara di seluruh dunia.

Hal ini dibuktikan dalam dokumen soal memo rahasia dari Direktorat Sinyal Intelijen (SID) di NSA untuk berbagai instansi yang mereka sebut "pelanggan". Beberapa di antara instansi ini adalah Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri dan Pentagon.

Dalam memo itu, SID meminta para pejabat tinggi di instansi AS memberikan informasi nomor telepon para petinggi politik dan pengusaha di berbagai negara.

Terkumpullah 200 nomor, termasuk di dalamnya ada 35 nomor kepala negara.Tidak disebutkan pemimpin mana saja yang disadap, namun NSA disebut langsung melakukan operasi intelijen.

Dilihat dari memo tertanggal Oktober 2006 itu, ini bukan kali pertama SID meminta bantuan pejabat negara, melainkan operasi rutin. Judul memo itu, "Pelanggan Bisa Membantu SID Mendapatkan Nomor Telepon Target". Dalam pembuka memo, dikatakan bahwa para pejabat yang dekat dengan para pemimpin dan politisi dunia bisa membantu operasi mata-mata.

Memo dikirimkan pada pertengahan periode kedua George Bush, saat Condoleezza Rice menjabat Menteri Luar Negeri dan Donald Rumsfeld di akhir masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Dalam KTT Eropa di Brussels yang seyogyanya membicarakan masalah ekonomi, Jerman dan Prancis menyampaikan uneg-uneg mereka. Mereka mengatakan kepercayaan Eropa terhadap AS hampir sirna dan harus kembali dibangun.

"Memata-matai sahabat itu tidak benar. Sekarang kepercayaan harus kembali dibangun," kata Merkel, Kamis waktu setempat, yang menuntut aksi nyata, bukan hanya ucapan maaf dari Obama.

Akhirnya kedua negara ini kompak menuntut AS membuat kesepakatan paling lambat akhir tahun ini untuk tidak lagi memata-matai mereka. Hal ini diamini oleh ke-28 pemimpin Uni Eropa. Sebenarnya gagasan ini pertama kali diangkat Merkel saat Obama mengunjungi Berlin Juni lalu, namun tidak terealisasi.

"Persahabatan dan kemitraan antara Eropa, termasuk Jerman, dengan Amerika bukanlah satu arah saja. AS perlu juga bersahabat dengan dunia," kata Merkel.

Kesepakatan semacam ini telah dibuat AS dengan Inggris, Australia, Selandia Baru dan Kanada. Kelima negara memiliki aliansi yang dikenal dengan "Lima Mata", terbentuk sejak akhir Perang Dunia II.

Lebih Parah dari Wikileaks

Akibat penyadapan ini persahabatan AS dengan berbagai negara yang telah terjalin bertahun-tahun terancam. Kebijakan luar negeri AS yang dirancang sedemikian rupa juga jadi di ujung tanduk. AS diprediksi merugi.

Dalam KTT kemarin, mega skandal penyadapan AS membuat negara-negara Eropa tidak ragu-ragu lagi mendukung pengetatan undang-undang perlindungan data tahun 1995. Dalam peraturan baru nanti, perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook dilarang membagi data mereka dengan negara non-Eropa.

Peraturan ini juga memberikan hak bagi warga Eropa untuk meminta agar jejak digital mereka dihapus. Ada denda 100 juta euro bagi perusahaan yang melanggar.

AS khawatir Jerman dan Prancis semakin gigih mendorong peraturan ini, pasca terungkapnya penyadapan. Pasalnya jika peraturan ini diterapkan, maka ongkos penanganan data di Eropa akan meroket. Perusahaan seperti Google, Yahoo! Microsoft dan yang lainnya tengah giat melobi pemerintah.

Kerugian diplomatis dan finansial ini membuat dampak bocoran Snowden lebih besar ketimbang bocoran kabel diplomatik oleh Bradley Manning di Wikileaks. Hal ini sempat diungkapkan oleh mantan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS P.J. Crowley dalam akun Twitternya.

"Semakin jelas saja, walaupun besarnya skala #WikiLeaks, bocoran #Snowden menyebabkan lebih banyak kerusakan publik," tulis Crowley.

Menurut Slate.com, bocoran WikiLeaks memang memberi dampak buruk terhadap situasi politik di beberapa negara. Salah satunya soal kecurangan pemilu Peru, korupsi pejabat India dan gaya hidup keluarga Ben Ali yang berperan pada awal-awal revolusi di Tunisia.

Kendati mencengangkan, namun bocoran kabel di WikiLeaks dibuat oleh para diplomat dan tidak mencerminkan kebijakan luar negeri AS yang menjadi rahasia. Bahkan, para pejabat Kemlu AS mengakui bahwa terungkapnya kabel itu "memalukan tapi tidak merusak".(eh)



Read more »

Australia makin Gundah dengan Modernisasi Alutsista TNI AU

Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan

Pitch Black 2012 (cazasyhelicopteros.com)

Dasar pemikiran strategis dari Pimpinan TNI, khususnya TNI AU serta Kemenhan untuk memodernisasi daya pukul alutsista TNI AU membawa angin segar dalam bidang pertahanan Indonesia. Kebutuhan akan Angkatan Udara yang kuat dan disegani tersebut disetujui oleh Presiden SBY, dan kemudian mendapat apresiasi dan persetujuan DPR. Sebuah kesadaran dan kebersamaan yang cerdas dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara. Upaya untuk mencapai kekuatan pokok minimum, MEF (Minimum Essential Force) pertahanan masih menjadi fokus kebijakan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI ke depan.

Setelah melalui jalan panjang, TNI AU mulai dibenahi oleh pimpinan nasional yang melihat betapa pentingnya peran angkatan udara disebuah negara. Sebagai contoh, Amerika Serikat memainkan USAF sebagai sarana pendikte dan mementahkan kekuatan militer Libya, dalam membantu pemberontakan di Libya terhadap Kolonel Khadafi. Demikian juga operasi clandestine CIA yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk mengejar dan membunuh tokoh-tokoh Al-Qaeda dinyatakan sukses dengan kertugian sangat minim.

TNI AU mulai menggunakan keluarga Sukhoi-27 pada tahun 2003 setelah batalnya kontrak pembelian 12 unit Su-30MKI pada 1996. Kontrak tahun 2003 mencakup pembelian 2 unit Sukhoi-27SK dan 2 unit Sukhoi-30MK senilai 192 juta dolar AS tanpa paket senjata. Itulah awal kebangkitan kekuatan udara Indonesia dalam mengimbangi kekuatan udara negara tetangga.

Disamping itu Indonesia sudah menandatangani kerjasama dengan Korea Selatan, berpartisipasi membangun pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX (Korean-Indonesian Fighter Xperimental), Boramae, yang dalam rencana awalnya TNI AU akan memiliki sebanyak 50 buah pada tahun 2020. Masa depan KFX/IFX Boramae menjadi tidak jelas setelah Pemerintah Korea Selatan menyatakan memotong anggaran proyek tersebut.

Dari sejarah Indonesia menyangkut kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, konflik dan ancaman kedaulatan negara hanya terjadi karena gesekan dengan negara tetangga. AU Indonesia mulai lebih disegani setelah acara MAKS 2007 di Moskow, dimana Departemen Pertahanan mengumumkan kontrak untuk pembelian 3 unit Sukhoi-27SKM dan 3 unit Sukhoi-30MK2 senilai 350 juta dolar AS. Kini TNI AU sudah memiliki 10 Sukhoi dan akan lengkap menjadi satu skadron pada 2014. Disamping pada 2014 mendatang, TNI AU akan memiliki 34 F-16 setara Block 52 ( 24 F-16 C/D asal dari hibah dan 10 upgrade F-16 TNI AU sepaket dengan hibah F-16).

Kegundahan Australia 

Dalam meninjau ancaman, intelijen udara mengukur dari sisi kekuatan, kemampuan dan kerawanan baik unsur penyerang maupun unsur pertahanan musuh ataupun calon musuh. Standar analisa intelijen udara di negara manapun menggunakan standar yang sama, 3K dan 1N(Niat). Sejak operasi Trikora pada 1961, Australia walaupun tidak secara langsung menempatkan Indonesia sebagai ancaman, mengatakan bahwa musuh akan datang dari Utara. Australia menggelar kekuatannya lebih fokus ke Utara, pengamatan wilayah dilakukan dengan over the horizon radar, yang mampu memonitor hingga pulau Jawa dan Kalimantan.

Sejak TNI AU mengikuti latihan bersama Pitch Black 2012, pemerintah Australia, khususnya RAAF merasakan kegundahan dan keterkejutan, dimana Su-30 TNI AU ternyata lebih unggul dibandingkan F-18F Super Hornet hampir disemua lini. Dari hasil latihan tersebut, Australia harus membuat pilihan, memilih rencana pengadaan 100 unit F-35 Lightning dari Amerika (joint strike fighter) atau tetap membeli dua skadron 24 F-18 Super Hornet.

The Business Spectator menyatakan, "Indonesia merencanakan akan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia yaitu PAK-FA T-50 atau Su-35S. Jadi pertanyaannya lebih baik dipilih F-35 daripada Hornet. Apabila Indonesia kemudian dimasa depan ikut memperkuat Angkatan Udaranya dengan Su-35S atau T-50, maka AU Australia akan menjumpai masalah besar, demikian kesimpulannya.

Siaran pers resmi yang ditulis harian Rossiiskaya Gazeta mengatakan bahwa T-50 akan menggabungkan fungsi dari peran sebagai pesawat serbu dan fungsi sebagai jet tempur. Pesawat ini dilengkapi dengan avionik modern yang mengintegrasikan fungsi elektronik dan array radar. Perlengkapan baru tersebut akan memberikan kesempatan kepada penerbang untuk lebih berkonsentrasi dalam melakukan tugas pertempuran.

Para pengamat militer di Australia menyatakan bahwa dalam memegang slogan RAAF (first look, first shoot, first kill’), para pejabat pertahanan harus berjuang keras mencari jalan keluar dengan tidak mempertahankan Hornet yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Sukhoi oleh Australia dinilai terlalu hebat.

Lebih jauh analis Bisnis Spectator menyatakan, "Sebagai contoh, JSF (Joint Srike Fighter) dapat beroperasi secara efektif hanya untuk ketinggian maksimal sekitar 40.000 kaki (walau masih bisa beroperasi lebih tinggi tetapi kalah di tingkat yang lebih tinggi). Sebaliknya, Sukhoi dapat beroperasi pada kapasitas penuh di tingkat yang jauh lebih tinggi dan dengan kelebihan dan keuntungan, mereka memiliki sistem dan senjata yang bisa meruntuhkan sebuah JSF Australia sebelum mereka memiliki kesempatan menerapkan slogannya." Ditegaskan oleh BS bahwa tidak ada pertempuran udara yang diperlukan. Pesawat Australia sudah runtuh sebelum bertempur, karena disergap jauh sebelum dia menyadarinya.

Jalan keluar yang disarankan adalah apabila Australia (RAAF) memiliki F-22 Raptor atau teknologi Raptor yang diterapkan pada pesawat tempur pilihan yang dipilih. Yang menjadi masalah, Amerika tidak mengijinkan F-22 dijual kepada negara lain selain untuk kepentingan pertahanan dalam negerinya.

Yang menarik, New Australia merekomendasikan Australia justru memilih Sukhoi seperti yang dilakukan India, mendapatkan lisensi dengan ijin membangun Sukhoi Australia, baik Sukhoi Flanker Su-35S atau pesawat Su-32 Fullback. Preferensi saat ini adalah Su-35S. Saat ini Sukhoi memberikan lisensi pembuatan pesawat tempur di India dan China. Australia bisa membeli utuh pesawat Sukhoi dan membangun avioniknya, dan persenjataan lokal. Kini banyak perusahaan di Rusia, Asia, Israel dan Eropa terlibat dalam pembuatan komponen Sukhoi. Sukhoi adalah 'open source', demikian menurut New Asia.

Dalam pemikiran strategis, Australia selain memandang Indonesia sebagai ancaman, juga menempatkan India sebagai ancaman. Selain itu perkembangan situasi Hankam di kawasan Laut Pasifik Selatan, menjadi perhatian Australia dengan kerjasamanya bersama Amerika. Pada pemerintahan Kevin Ruud Australia berposisi anti India, pada posisi ini menempatkan Australia terpaksa membeli F-35. Dalam pemerintahan Julian Gillard, Australia akan mendekati India dan menjadi sekutunya, berpeluang bisa mendapatkan peluang memiliki T-50. Australia menurut RBTH lebih baik memiliki Super Flankers yang murah (USD 66 juta/buah) dibandingkan harga F-35 (USD 238 juta).

Sukhoi dinilai jauh lebih unggul dibandingkan JSF. Su-35 memiliki jangkauan efektif sekitar 4.000 km dibandingkan dengan hanya 2.200 km untuk F-35. Ini berarti JSF membutuhkan dukungan pesawat tanker untuk menutup ruang (wilayah Australia) yang lebarnya 4.000km. Selain itu, kecepatan Su-35 adalah Mach 2,4 (hampir dua setengah kali kecepatan suara), sedangkan F-35 terbatas pada Mach 1.6. Menurut Victor M. Chepkin, pertama wakil direktur umum NPO Saturn, mesin AL-41f baru akan memungkinkan jet Rusia untuk supercruise (terbang pada kecepatan supersonik untuk jarak jauh.) Dengan tidak harus beralih ke afterburner. Dengan demikian, pesawat dapat mengirit bahan bakarnya. Kesimpulannya baik F-35 maupun F-18 performance-nya berada dibawah Su-35.

Kini Australia menghadapi dilema kegundahan. RAAF terus mengikuti perkembangan modernisasi TNI AU. Dengan memiliki keluarga Flankers, maka Indonesia pada masa mendatang bukan tidak mungkin akan bisa memiliki pesawat tempur Su-35, dan bahkan pesawat tempur T-50 generasi kelima. T-50 PAK FA jet tempur (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation) kini sedang mengalami uji engine di Zhukovsky Airfield, Moscow. Menurut Viktor Bondarev, Commander in Chief Russian Air Force, tes T-50 akan memakan waktu sekitar 2-2,5 tahun, sehingga pada tahun 2015-2016, T-50 akan sudah dapat di kirim ke AU Rusia.

Berdasarkan beberapa fakta tersebut, nampaknya Australia kini berada dalam kondisi mengalami kegundahan seperti tahun 1961, dimana Tu-16 AURI mampu mencapai daratannya tanpa terdeteksi dan tidak dapat diantisipasi. Dengan memiliki gabungan alutsista tempur udara Timur dan Barat, Indonesia kini menjadi negara yang disegani negara-negara tetangganya.

Australia menjadi lebih gundah setelah mengetahui Indonesia tertarik untuk mendirikan sebuah pusat perawatan bersama untuk pesawat fixed dan rotary wing Rusia. Victor Komardin, wakil kepala Rosoboronexport, eksportir peralatan perang Rusia, telah mengumumkan hal tersebut di Air show LIMA 2013 di Malaysia.

Disimpulkan, dengan sudah mengawali kepemilikan keluarga Flankers (Su 27/30), Indonesia (TNI AU) menjadi negara yang sangat diperhitungkan oleh Australia dan pasti juga oleh tetangga lainnya. Alih teknologi ke pesawat yang lebih canggih hanyalah soal waktu yang tidak terlalu rumit dilakukan TNI AU apabila ada pengembangan kekuatan. Australia sangat khawatir Indonesia berpeluang memiliki Su-35 dan bukan tidak mungkin dengan ekonominya yang semakin baik, suatu saat Indonesia akan memiliki pesawat tempur T-50.


Memang sebaiknya intelijen udara berfikir jauh dan strategis, memperkirakan perkembangan situasi global dan regional dan memberikan masukan kepada pimpinan yang up to date. Yang terutama harus kita fahami adalah betapa pentingnya kemampuan TNI AU dengan daya "kepruknya." Itulah prinsip dasarnya agar kita diperhitungkan. Semoga bermanfaat.









Read more »

Minggu, 27 Oktober 2013

Jarak Diutusnya Rasul dan Kiamat Hanya Dua Jari


Al-Quran menjelaskan bahwa pengetahuan tentang waktu kiamat merupakan ilmu khas Allah. Allah tidak memberitahu kapan kiamat terjadi kepada siapapun, baik malaikat maupun nabi.

Mereka menanyakan kiamat kepadamu, “Bilakah terjadinya?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Tuhanku. Tiada seorang pun dapat menjelaskan waktu kedatangannya kecuali Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langi dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah,”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. al-A’raf: 187).


Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya. (Q.S. al-Ahzab: 63)

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, “Kapankah terjadinya?” Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (Q.S. an-Nazi’at: 42-44).

Ayat-ayat ini jelas menunjukan bahwa pengetahuan mengenai waktu terjadinya kiamat hanyalah milik Tuhan, bahwa kiamat akan terjadi secara tiba-tiba, dan bahwa Rasulullah saw tidak mengetahui kapan terjadinya. Kiamat adalah salah satu dari lima kunci keghaiban yang merupakan ilmu Allah yang tersembunyi. “Sesungguhnya pada sisi Allahlah pengetahuan tentang (kapan terjadinya) kiamat, Ia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Seseorang tidak mengetahui apa yang diperbuatnya besok da di belahan bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi.” (Q.S. Luqman: 34)

Dalam shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Ibn Umar bahwa Nabi Rasulullah saw bersabda, “Kunci keghaiban ada lima. Tiada yang mengetahuinya kecuali Allah. Kemudian beliau membaca ayat ini,

Hal yang patut diperhatikan adalah bahwa sisa umur dunia adalah sedikit dibanding umur dunia yang telah lewat. Anda misalnya memberi jangka waktu bagi orang yang Anda hutangi selama lima puluh tahun. Setelah lewat empat puluh lima dari lima puluh tahun, maka berarti sisa jatuh tempo hutang tinggal sedikit atau sebentar lagi ketimbang jangka waktu yang telah lewat. Hadis-hadis Nabi mengisyartakan hakekat di atas.

Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Ajal kalian dibanding umat-umat sebelum kalian bagaikan jarak anatara salat asar dan terbenamnya matahari (magrib)”. Dalam redaksi lain disebutkan, “ Sisa umur kalian dibanding umat terdahulu adalah bagaikan jarak antara shalat Asar dan terbenamnya matahari.”

Hadis diatas menjelaskan keberadaan manusia dalam hitungan hari dunia, dan keberadaan umat Islam mulai pada waktu asar. Jadi, keberadaan manusia yang telah lewat menurut hitungan hari adalah sejak subuh sampai asar, dan sisa umur manusia sampai terjadinya kiamat adalah sejarak waktu antara asar dan magrib.

Nas-nas lain juga menjelaskan bahwa kita umat Islam adalah umat yang terakhir, dan keberadaan umat ini akan berakhir dengan datangnya kiamat.

Dalam hadis lain diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sahal r.a. disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Jarak antara diutusnya aku dan kiamat adalah seperti dua ini,” sambil beliau menunjuk dua jari dan membentangkannya. Redaksi riwayat Muslim dari Sahal : Aku melihat Rasulullah saw. Menunjuk jari telunjuk dan jari tengah, lalu bersabda, “Jarak antara diutusnya aku dan kiamat seperti ini.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya bab “Riqaq”, subbab “sabda Nabi saw.:Diutusnya Aku dan Kiamat Seperti Dua (Jari) Ini”. Lihat Fath al-Bari, IX, h. 347. Juga diriwayatkan oleh Muslim, bab “Fitnah”, subbab “Dekatnya Kiamat”, IV,h. 2468, hadis no. 2950. Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkannya dari Anas.) [Sumber: "Ensiklopedia" Kiamat, Karangan: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, Penerbit Serambi]




Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *