Rabu, 02 Januari 2013

Tiga Sisi Tampilan Dajjal*)


Oleh: Pizaro
illuminati
Dinukil dari buku “Dajjal the AntiChrist” karangan Syekh Ahmad Thomson
Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib[1]. Meskipun kata “Dajjal” – dari bahasa Arab artinya “menipu”, “mencurangi” atau “melumuri”- tidak tercantum dalam Qur’an, namun Dajjal dirinci dengan jelas dalam semua kitab-kitab hadits[2] utama, termasuk dalam kitab hadits-hadits shahih yang masyhur dari Imam al-Bukhari dan Imam Muslim (terutama pada bab-bab mengenai saat-saat menjelang kiamat), juga di dalam kitab-kitab hadits lain seperti Mishkat al-Masabih, Riyadush Shalihin dan al-Muwwatha’ dari Imam Malik :
Abdullah bin ‘Umar ra[3] mengabarkan:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam[4] berdiri dan berkata pada umatnya, setelah memuji Allah yang Maha Agung dan Maha Terpuji, beliau bersabda mengenai Dajjal, ‘Aku memperingatkan kalian dari dia, tak seorang nabi pun yang tidak memperingatkan umatnya dari dia – bahkan Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya dari dia. Tapi aku akan mengabarkan sesuatu yang belum pernah disampaikan oleh Nabi mana pun sebelum aku: Hendaklah kalian tahu bahwa Dajjal itu bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.” (diriwayatkan oleh Muslim)
Dari Abu ad-Dira ra:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa menghapal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi akan terlindung dari Dajjal.” (diriwayatkan oleh Abu Da’ud dan Muslim).
Abdullah bin Abbas ra mengabarkan:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa mengajarkan doa ini dengan cara seperti beliau mengajarkan sebuah surat dari Qur’an:
‘Allaahumma innii a’uudzu bika min adzaabi jahannama, wa a’uudzu bika min adzaabil-qabri, wa a’uudzu bika min fitnatil-Masihid-Dajjal, wa a’uudzu bika min fitnatil-mahyaa wal-mamaati.”
“Ya Allah, aku berlindung padaMu dari siksa Neraka, dan aku berlindung padaMu dari siksa kubur, dan aku berlindung padaMu dari fitnah[5] Dajjal. Dan aku berlindung padaMu dari fitnah kehidupan dan kematian.” (diriwayatkan oleh Imam Malik)
“Al-Masih ad-Dajjal”*) secara harfiah berarti “Mesiah Palsu” yaitu “Juru Selamat Palsu”, alias “si AntiKristus[6]” – berlawanan dengan “Al-Masih bin Maryam” yang berarti “Mesiah putera Maryam”, yaitu Nabi ‘Isa as.[7]
Abdullah bin ‘Umar ra mengabarkan bahwa:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Semalam aku bermimpi aku berada di Ka’bah, dan aku melihat seorang pria berkulit gelap bagaikan pria berkulit gelap yang paling rupawan dari yang pernah kalian lihat. Rambutnya sepanjang di antara telinga dan bahunya, seperti rambut yang terindah yang pernah kalian lihat. Rambutnya baru disisirnya, dan masih menitikkan air. Dia bersandar pada dua pria atau pada bahu dua pria yang sedang bertawaf keliling Ka’bah. Aku bertanya, ‘Siapa dia?’ Dijawab, Al-Masih bin Maryam.’ Kemudian aku melihat seseorang berambut meliat-liut dan buta mata kanannya, bagaikan anggur mengambang. Aku bertanya, ‘Siapa dia?’ Dijawab, ‘Itu Al Masih ad-Dajjal.’” (diriwayatkan oleh Imam Malik).
Pada suatu saat di antara kini dan kiamat: Dajjal pasti akan datang.
Pernah di suatu penghujung sore Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam duduk bersama para sahabatnya ra. Kala itu matahari hampir mulai tenggelam ke balik sebuah dinding. Nabi bersabda bahwa selang waktu mereka duduk di sore itu ke hari kiamat, adalah sedekat jarak matahari ke ujung atas dinding itu. Padahal peristiwa itu telah berlangsung lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu.
Dalam Qur’an Allah menegaskan bahwa, orang yang ditanya tentang saat Kiamat sama tidak tahunya dengan orang yang bertanya. Allah juga berfirman bahwa manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang saat Kiamat. Tak seorang pun mengetahui kapan tepatnya, namun Allah menunjukkan di Qur’an bahwa mungkin saatnya lebih dekat daripada sangkaan kita. Bagi anda, setidaknya kiamat terjadi ketika anda meninggal.
Abu Hurairah ra mengabarkan:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada lima perkara yang tidak diketahui siapa pun kecuali oleh Allah,” kemudian beliau menyebutkan:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (QS Luqman 31:34) (diriwayatkan oleh Muslim)
Banyak pertanda kiamat yang diungkapkan secara jelas dalam kitab-kitab hadits, dan pertanda itu akan diketahui dan dikenali oleh siapa saja yang sadar dan awas pada segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya. Kini, sebenarnya sudah hampir semua pertanda kiamat nampak, kecuali empat tanda utama terakhir, bahkan tanda-tanda ini pun nampaknya akan segera terwujud.
Adapun beberapa tanda yang sudah nampak adalah: bahwa si miskin dan si papa membangun gedung-gedung tinggi tempat mereka memuja dirinya; bahwa hamba perempuan akan melahirkan majikannya, salah satu pengertiannya adalah seorang ibu yang diperbudak oleh pekerjaannya demi anak-anak yang ketika dewasa tak terkendali, menjajah dan menindas keluarga; bahwa jumlah wanita jauh melebihi jumlah pria; bahwa banyak wanita yang tidak lagi melahirkan; bahwa setiap orang mempersoalkan masalah pekerjaan hingga tidak hanya kaum pria, kaum wanita pun pergi bekerja; bahwa tali kekeluargaan sudah diabaikan atau dicampakkan; bahwa pangan akan berlimpah, namun sebagian besar tidak berkah.
Bahwa ketika seseorang ditawari makanan akan menolak; bahwa waktu menjadi singkat; bahwa banyak orang yang keras hati dan bengis; bahwa banyak orang yang bersumpah palsu; bahwa yang jujur tak lagi dipercaya dan para pendusta dipercaya; bahwa yang kuat akan memangsa yang lemah; bahwa sangat sedikit orang yang bijaksana dan banyak yang jahil; bahwa sang pemimpin adalah yang terburuk dari masyarakatnya; bahwa rakyat begitu takut kepada penguasa lalim, sehingga mereka bahkan tidak berani untuk mengatakan padanya bahwa dia lalim; bahwa akan terjadi banyak perang dan pembunuhan; yang membunuh tidak tahu siapa yang dibunuh, dan yang dibunuh tak tahu kenapa mereka dibunuh; bahwa terdapat manusia yang berperilaku seperti binatang;
Bahwa terdapat wanita-wanita yang berpakaian seolah kulit kedua, hingga sekalipun berpakaian mereka tetap terlihat telanjang; bahwa banyak orang menenggak minuman keras; bahwa perzinahan dan perselingkuhan menjadi perkara lumrah; bahwa pria meniduri pria, dan wanita meniduri wanita; bahwa kaum pria mengenakan sutera; bahwa para biduanita dan peralatan musik memasyarakat; bahwa riba sudah sangat merebak, sehingga mereka yang tidak berkecimpung pun tetap terkena getahnya; bahwa sangat sedikit orang yang jujur dalam perniagaannya; bahwa orang-orang tidak mempercayai orang jujur tapi mempercayai penipu; bahwa tulis-menulis tersebar luas; bahwa diadakan upaya-upaya untuk menghijaukan gurun; bahwa orang akan mencoba untuk merubah keseimbangan alam, ikut campur mengganggu daur dasar dan proses-proses kehidupan; bahwa gempa bumi dan bencana alam lainnya semakin sering dan semakin dahsyat; bahwa orang-orang ingin mati dan masuk kubur saja; bahwa banyak orang lebih percaya pada perbintangan dibanding kepada Allah; bahwa banyak sekali nabi palsu dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah; bahwa di tempat-tempat peribadatan suara-suara dikeraskan dengan amarah; bahwa banyak Muslim menjadi kaya raya; bahwa jumlah Muslim banyak tapi tak berdaya – karena cinta dunia dan takut mati – mereka tak mampu mencegah bangsa-bangsa lain menjajah dan menjarah mereka; dan puncaknya adalah bahwa matahari terbit dan barat, salah satu pengertiannya adalah transaksi kehidupan[8] Islam diamalkan oleh masyarakat barat - walau sudah jelas dari kitab-kitab hadits bahwa kejadian di bawah ini pun ditakdirkan akan terjadi secara lahiriah:
Dari Abdullah bin Amr ra:
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Tanda-tanda pertama (saat Kiamat) adalah matahari akan terbit dari barat dan munculnya Dabbah[9] ke hadapan manusia menjelang tengah hari. Yang mana pun dari kedua ini terjadi lebih dulu, maka yang lain akan segera menyusul.” (diriwayatkan oleh Muslim).
Ibnu Katsir, dalam ulasannya berpendapat bahwa kemunculan Dabbah – di Mekah atau di sekitarnya – adalah tanda pertama di muka bumi, sedangkan matahari terbit di barat merupakan tanda pertama di langit. Menyimpulkan dari keterangan Qur’an dan hadits mengenai Dabbah, Ibnu Katsir menulis di kitabnya al-Bidayah wan-Nihayah, sebagai berikut:
Salah satu tanda kiamat adalah munculnya Dabbah dari perut bumi, wujudnya sangat ganjil dan ukurannya raksasa; bahkan tak seorang pun bisa membayangkan seperti apa rupanya. Dabbah akan keluar dari perut bumi lalu mengibaskan debu dari kepalanya. la akan membawa cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Orang-orang akan ngeri dan mencoba melarikan diri, tapi mereka tidak akan bisa Iolos karena demikianlah takdir Allah. Dengan tongkatnya, Dabbah akan menghancurkan hidung setiap orang kafir, lalu menorehkan kata “kafir” di kening mereka; Ia akan menghiasi wajah setiap orang beriman, lalu menorehkan kata “mu’min” di kening mereka; dan Dabbah pun akan berbicara pada manusia. (bandingkan dengan : … )
Selain terbitnya matahari dari barat dan kemunculan Dabbah dari perut bumi, hadits juga menerangkan tentang tanda-tanda utama lain yang masih akan terjadi, diantaranya ad-Dukhan (Asap) – yang akan menggiring manusia dari timur ke barat; penghancuran Madina al-Munawarra; penghancuran Ka’bah di Mekkah oleh orang Ethiopia yang bernama Zhu’l-Suwaiqatain; dan terjadinya tiga tanah longsor dahsyat – satu di Timur, satu di Barat, dan satu di Semenanjung Arab – lalu menyemburlah api dari arah Aden[10] yang akan menggiring manusia ke tempat perhimpunan terakhir.
Menurut sebagian besar ahli tafsir, peristiwa-peristiwa di atas akan terjadi setelah empat tanda utama terakhir kiamat terjadi, yaitu: munculnya si Dajjal; kedatangan Mahdi*), pemimpin rasyid[11] para Muslim yang akan memerangi Dajjal; muncul kembalinya Nabi ‘Isa as*) yang tidak saja akan menghancurkan semua salib, membunuh semua babi, menikah, berketurunan dan beribadat bersama para Muslim, bahkan beliaulah yang akan membunuh Dajjal; dan munculnya Yajuj wa Majuj (Gog dan Magog[12], suatu suku yang akan menyebar ke segenap penjuru bumi membuat kerusakan.
illuminati-
Jelaslah bahwa sebelum si Dajjal sendiri muncul, harus tersedia sistem yang mapan beserta para pengurusnya, yang siap mendukung dan menaati Dajjal. Keberadaan sistem dan para pengurusnya itu, merupakan bukti dari Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Dilihat dari semua pertanda yang nampak dewasa ini, kedua sisi Dajjal tersebut – yang akan dijelmakan oleh si Dajjal sendiri – sudah sangat kentara, ini berarti kemunculan Dajjal sudah sangat dekat.
Di antara perincian tentang Dajjal dalam kitab-kitab hadits, kita akan menemukan: Dajjal bermata satu, bagaikan anggur mengambang. Dajjal dapat didengar di seluruh dunia pada satu saat yang sama. Dajjal bisa menampilkan api padamu, tapi tidak akan membakarmu. Dajjal bisa menampilkan air padamu, tapi anda tak bisa meminumnya, Dajjal akan bicara tentang Taman[13], tetapi menggambarkannya seperti Api[14]. Dajjal akan bicara tentang Api, tetapi menggambarkannya seperti Taman. Semua perincian di atas cocok dengan ciri-ciri sistem media massa dan teknik komunikasi masa kini, khususnya dalam hal bagaimana sistem dan teknik itu biasa digunakan.
Hadits juga menyebutkan bahwa Dajjal bermata banyak di kedua sisinya, dan berkeliling dunia dengan lompatan-lompatan raksasa. Gambaran ini cocok dengan ciri-ciri alat transportasi massa, masa kini. Ada juga keterangan bahwa di dahi Dajjal tertera huruf KFR. Sebagian pesawat jet tempur Israel bertuliskan huruf-huruf KFR di moncongnya.
KFR adalah huruf-huruf akar dari kata bahasa Arab: kufr atau kafir. Kufr artinya menutupi dan mengingkari. Kafir adalah seseorang yang menutupi hakikat kehidupan – bahwa tiada tuhan selain Allah – dan yang ingkar kepada para nabi yang diutus Allah untuk memberi teladan pada manusia tentang bagaimana cara hidup yang selaras dengan diri sendiri dan selaras dengan perkara di luar dirinya, serta bagaimana cara mengenal dan mengabdi kepada Allah.
Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda bahwa hendaknya kita mencari ilmu hingga ke negeri Cina[15]*), beliau bermaksud pada ilmu mengenal Allah, atau setidaknya ilmu-ilmu yang akan mengarahkan kita kepada ilmu mengenal Allah.
Jika ilmu anda tidak berasal dari ketakwaan[16] kepada Allah, berarti anda telah tertipu. Bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan memberi anda ilmu. Seorang kafir mengingkari ini. Dengan demikian seorang kafir sangat bertolak belakang dengan seorang mu’min.
Seorang mu’min adalah seorang muslim yang terang-terangan mengakui hakikat kehidupan, sekaligus menerima dan mengikuti teladan dan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: Nabi terakhir yang diutus Allah sebelum kiamat.
Jelaslah bahwa sistem kafir dan kafirun[17] yang menguasai dan meyakini sistem itu, tidak lain adalah perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Sedangkan si Dajjal sendiri akan menjadi puncak penjelmaan dari sistem kafir, gembongnya kafir, maka tak pelak ketika muncul dia akan dinobatkan sebagai pemimpin sistem kafir oleh para kafirun yang menjalankannya. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda bahwa kufr adalah sebuah sistem. Sistem kafir adalah Dajjal. Maka nyatalah bahwa ketiga sisi Dajjal itu berkaitan dan bersenyawa. Dajjal.
Begitu pula halnya dengan Mahdi, ketika datang ia akan menjadi puncak penjelmaan Islam, yaitu jalannya Nabi Muhammad, tetapi harus segera diingat bahwa ia dibanding Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah seumpama setetes air dibanding samudera. Dengan demikian, tak pelak lagi Mahdi akan dikenali dan diterima sebagai pemimpin oleh seluruh Muslim sejati. Nabi Muhammad bersabda bahwa seluruh Muslimin adalah satu tubuh.
Kufr memerangi Islam. Islam memerangi Kufr. Sudah jelas dari hadits bahwa Dajjal akan melawan Mahdi. Mahdi akan melawan Dajjal. Nabi ‘Isa as, yang tak disalib tetapi digaibkan oleh Allah dari dunia ini – dan seseorang yang mirip dengan beliau disalib menggantikannya – ketika turun lagi ke bumi ini, akan membinasakan Dajjal beserta seluruh pengikutnya.
Dajjal sudah banyak dibahas dalam naskah-naskah kuno. Beberapa ramalan yang berkaitan dengan Dajjal dapat ditemukan di Bibel[18], di the Book of Revelations karangan John, dan pada naskah-naskah Nostradamus [19]. Banyak orang telah berulangkali mencoba menafsirkan ramalan-ramalan itu, dan menghubungkannya dengan kejadian-kejadian yang berlaku pada masa para penafsir masing-masing. Dalam aneka ramalan dan ulasan-ulasannya, Dajjal biasanya disimpulkan sebagai “si AntiKristus” – begitu pula menurut tafsiran bebas beberapa film dan video belakangan ini.
Tidak diketahui bagaimanakah keandalan dan ketepatan semua ramalan, ulasan, maupun penafsiran-penafsirannya yang terbaru. Boleh jadi sebagian berasal dari jin.
Jin terbuat dari api tak berasap. Mereka bisa melihat kita. Dan hanya beberapa dari kita yang bisa melihat mereka. Manusia terbuat dari tanah dan air. Malaikat terbuat dari cahaya murni. Malaikat tak bisa berbuat salah. Mereka tidak makan, tidak tidur, dan tidak berketurunan, Mereka terus memuji Allah. Mereka adalah perangkat penyelenggara jalannya proses kehidupan. Adapun jin, seperti manusia, bisa berbuat benar dan salah. Ada yang muslim, ada yang kafir dan ada yang munafik, yaitu yang mengaku muslim padahal hakikatnya kafir. Jin[20] sering berkomunikasi dengan manusia, dan dari pengetahuan mereka tentang kegaiban, mereka bisa mengabarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Jin sering dimanfaatkan oleh para peramal dan tukang sihir.
Jelaslah, bila naskah-naskah karangan John atau Nostradamus dipengaruhi atau datang dari jin iseng atau jin jahat, maka tidak semua keterangan mereka bisa diandalkan. Masalahnya adalah sebagian besar dari para jin – yang akrab dengan penyihir dan yang sering berkomunikasi melalui cenayang[21] – dalam menyampaikan satu kebenaran, menambahkan beberapa yang setengah benar dan beberapa yang sama sekali dusta. Dengan adanya unsur ketidakpastian dan kesalahan ini, maka satu-satunya cara untuk membuktikan kebenaran ramalan-ramalan John maupun Nostradamus adalah jika apa yang dikabarkannya cocok dengan yang terjadi.
Sejauh mana keandalan sebuah catatan, maka tentu hanya hadits yang mengandung perincian terandal mengenai Dajjal, dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelum maupun sesudah kemunculannya – asalkan hadits itu memiliki isnad yang terpercaya, isnad adalah rantai penyebaran berita yang terpercaya, dari orang yang langsung melihat dan mendengar apa yang dikatakan atau dilakukan Nabi Muhammad, kepada orang-orang yang ingat apa yang riwayatkan oleh orang pertama tadi, sampai kepada orang yang kemudian menuliskan apa yang mereka semua ingat.
Hadits-hadits hanya bisa diakui setelah kandungan dan isnad-isnadnya diperiksa dengan sangat teliti dan disahkan oleh para ulama yang mengumpulkannya. Ini berbeda dengan aneka versi Bibel masa kini, yang seluruh isinya tidak bisa dibuktikan keasliannya dengan cara yang sama, akibatnya banyak isi Bibel yang bisa saja berasal dari sumber-sumber yang tak terpercaya, dan mutlak tak bisa dikaitkan lagi dengan para Nabi yang konon perkataan dan perilakunya direkam di Bibel.
Qur’an merupakan wahyu langsung dari Allah kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melalui Malaikat Jibril, Qur’an dihafal dalam hati dan ditulis persis seperti ketika diturunkan. bahkan Qur’an lebih terpercaya daripada hadits yang shahih. Dalam Qur’an Allah menegaskan bahwa kaum Yahudi*) dan kaum Kristen telah merubah dan mengganti ajaran asli para Nabinya as, dan banyaknya pertentangan dan ketidaksesuaian dalam Bibel merupakan bukti yang tidak dapat disangkal.
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, bahwa ilmu adalah milik mu’min yang hilang, yang bisa diambil dimana pun ilmu itu ditemukannya. Mu’min adalah muslim yang tidak saja percaya pada Allah, tapi juga sungguh-sungguh yakin kepada Allah dalam segala perilaku kesehariannya. Muslim percaya pada Allah, namun mereka masih mengandalkan kemampuan dirinya. Mu’min menggantungkan keberhasilannya pada Allah. Muhsin adalah muslim yang yakin hanya ada Allah, berarti mustahil bergantung pada selain Allah. Muslim, mu’min dan muhsin semuanya Muslim, namun mereka dikaruniai derajat ilmu pengenalan Allah yang berbeda. Mereka yang paling takwa pada Allah, adalah mereka yang paling banyak memperoleh ilmu mengenal Allah. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda bahwa tak ada yang lebih takwa kepada Allah sebagaimana beliau.
Ilmu pengenalan Allah akan datang pada mereka yang mensucikan hatinya atas rahmatNya. Ketika hati menjadi bening dan tenang, maka bertambahlah ilmu di hati. Ilmu semacam ini bermula ketika ilmu yang tertulis berakhir. Bagi mereka yang berhati bening, segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya – yang sebenarnya sama saja – dapat dikenali dan dipahaminya, maka bagi mereka, pertanda Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib akan terlihat dengan gamblang, dan apa pun yang mereka alami akan menegaskan dan menguatkan ilmu yang tertulis.
Mu’min adalah muslim yang yakin pada Allah. Sebagian dari keyakinan itu adalah yakin pada orang lain, yakin pada diri sendiri, yakin pada pengalamannya, dan yakin pada penafsirannya atas apa yang terjadi pada dirinya dan kawasannya. Keyakinan tersebut menjadi utuh ketika seseorang mengenal dirinya sendiri, karena barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabbnya, dan barang siapa mengenal Rabbnya akan mengetahui apa yang datang dari Rabbnya, yaitu kehidupan, semesta dan segala isinya – dan tak ada satu pun yang berbentuk maupun tak berbentuk, yang aktual maupun konseptual, yang bisa diserupakan dengan Allah. Siapa pun yang berkeyakinan dan berpengetahuan seperti itu adalah muhsin.
Membaca tak sama dengan menyaksikan. Persaksian adalah penegasan yang lebih kuat daripada bacaan. Buku-buku hanya dapat mengingatkanmu pada apa yang telah dirasakan, pada apa yang belum terasa atau pada apa saja yang bisa dirasakan. Jadi yang terpenting adalah merasakan, bukan rekaman rasa – apapun ragamnya – baik audio atau visual, di kertas atau plastik, pada logam maupun seluloid. Menyaksikan berarti mengetahui, tetapi ada beragam persaksian dan beragam pemahaman.
KFR
Merenungkan Dajjal sebagai kekuatan gaib, kehadiran kekuatan ini ditandai dengan kehadiran makhluk dari alam lain yang menguasai manusia, atau sebagaimana terkadang jin merasuki orang atau binatang. Boleh jadi, Dajjal sebagai kekuatan gaib, seperti jin, menjelma sebagai manusia atau binatang tanpa perlu merasukinya, cukup dengan menyerupainya. Ada juga kemungkinan bahwa penjelmaan Dajjal sebagai kekuatan gaib adalah jadi-jadian dari sekelompok jin kafir, artinya bukan sesosok makhluk baru. Tidak diketahui alam asal mereka. Sebenarnya diketahui bahwa ada banyak alam. Pada surat al-Fatihah, Allah disebut Rabbul ‘aalamiin.
Tanda bahwa perasukan telah terjadi ialah, bahwa anda menyaksikan sejumlah besar manusia atau kelompok-kelompok manusia, semuanya berlaku seolah satu tubuh, seakan tak punya jati diri. Walaupun mereka nampak sebagai manusia namun perilakunya sama sekali tidak manusiawi, lebih mirip robot. Banyak sekali buku dan film yang mengangkat gejala ini, dan itu semua bukan khayalan belaka. Semuanya menunjukkan kepada kenyataan yang telah, sedang dan akan terus terjadi, sebagaimana digambarkan dalam film The Man who Fell to Earth.
Karena sisi Dajjal sebagai kekuatan gaib berada di Alam Gaib, maka pengetahuan mengenainya hanya bisa diperoleh dan mereka yang punya sarana ke Alam Gaib. Walaupun Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diberikan sarananya, namun beliau tidak berhasrat padanya. Karena hasrat kepada ilmu semacam ini adalah kendala bagi orang yang berhasrat pada ilmu mengenal Allah.
Namun, dengan mengamati bagaimana-perubahan-perubahan yang terjadi pada keadaan sosial budaya dunia, terutama di abad ini, dan dengan mengamati bagaimana cara hidup masa kini, maka kita bisa memperoleh bukti dari alam nyata – yaitu alam yang bisa ditangkap oleh panca indera kita – bahwa pengam-bilalihan telah dan sedang terjadi. Dengan kata lain, kita dapat mengenali ciri-ciri Dajjal sebagai kekuatan gaib, dengan meneliti Dajjal sebagai gejala sosial budaya global.
Apabila kita kaji sisi Dajjal sebagai gejala sosial-budaya global, kita akan saksikan bahwa pengambilalihan sedang berjalan lancar, nampaknya saat kemunculan si Dajjal sudah sangat dekat, alasannya sangat sederhana: karena sistem-sistem dan para pengurusnya, yaitu sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, telah memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui, Dajjal bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang dinanti-nanti.
Dalam seratus tahun yang terakhir, telah terjadi perubahan-perubahan yang sangat luar biasa di muka bumi. Pengelompokan sosial yang biasa berlaku di seluruh dunia, yaitu masyarakat berpola pedesaan, yang terbentuk dari keluarga-keluarga yang saling mengenal dan saling membantu – baik di antara warganya maupun antar pedesaan – kini dengan pesatnya telah terkikis dan kehilangan sifatnya. Kini, di kota-kota besar, setiap insan semakin terkucil dari jati dirinya, dari manusia di sekitarnya, dan dari pengenalan kepada Allah -mereka sekedar menjadi sebuah roda gigi yang sibuk dalam proses produsen-konsumen, yang apabila tidak sedang bekerja atau tidur, mereka hampir selalu terjebak dalam pencapaian fatamorgana pemuasan diri yang kekanak-kanakan dan tak ada habisnya, ini menjamin bahwa manusia tidak akan punya banyak waktu untuk merenung dan bercermin tentang dari mana dan akan kemana dia, juga tak ada waktu untuk mencoba membebaskan diri dari jeratan rutinitas kehidupan yang membelitnya.
Walaupun ukuran pengelompokan sosial yang ada sekarang sebesar masyarakat pedesaan, transaksi sosial antar warganya sudah tidak sehangat dan seerat dahulu. Kini, semakin kurang waktu untuk saling bertemu dan semakin banyak waktu tersita televisi. Semakin sedikit waktu untuk bekerja bersama dan semakin banyak waktu untuk bekerja sendirian. Bagi mereka yang dilahirkan dalam keadaan seperti ini, perubahan sosial ini tidak begitu kentara. Seolah-olah semua berjalan sebagaimana mestinya, sebagaimana digambarkan film THX 1138.
Mungkin satu-satunya cara untuk memahami betapa dahsyatnya perubahan yang telah terjadi, adalah dengan mengamati apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan multinasional memutuskan untuk mulai menjarah sumber daya alam dari suatu daerah yang sebelumnya terpencil. Dalam waktu yang cukup singkat, kegiatan para pengatur perusahaan tersebut tidak hanya mengacaukan cara hidup masyarakat asli daerah itu, tapi juga memusnahkan sumber-sumber penghidupan tradisional mereka, dan dengan demikian menjamin pasokan tenaga kerja murah untuk mengerjakan berbagai kegiatan perusahaan multinasional itu. Mendadak semua orang dinomori dan mengejar sesuatu yang namanya uang, dan terenggutlah keselarasan sosial yang pernah ada sebelum datangnya pertambangan, atau ladang minyak, atau penebangan hutan, atau pendirian pabrik, atau pembangkit listrik tenaga air, atau apa pun juga.
Semuanya dilaksanakan atas nama kemajuan, pemberadaban masyarakat terbelakang, atau demi peningkatan mutu kehidupan, namun, pada hakikatnya gaya hidup baru itu pasti terkait dengan teknologi baru, dan pasti juga terkait dengan pelecehan pada ilmu hakiki, yang para kafir sebut sebagai pendidikan dan melek huruf itu. Semuanya merupakan tanda terkikisnya atau berakhirnya transaksi kemanusiaan yang sejati di daerah tersebut. Adapun penduduk asli yang tidak bisa dipakai, akan sengaja digusur atau dibasmi dengan aneka penyakit menular atau virus-virus baru, yang mereka belum miliki penolak alaminya.
Sebuah perubahan perilaku sosial lainnya yang cukup berarti, dan jelas berkaitan dengan meningkatnya otomatisasi di suatu kelompok sosial, adalah bahwa dahulu keutuhan suatu masyarakat dibina dengan peribadatan kepada Tuhan, kini unsur pengikat yang mendasar itu sudah semakin berkurang. Di dunia barat, pola peribadatan yang menonjol adalah pola agama Kristen – sebuah agama ganjil hasil percampuran dari gagasan-gagasan Paulus sendiri, filsafat Yunani, pembaharuan yang mengada-ada atas peran kerahiban – dalam rangka berusaha keras untuk selaras dengan para penguasa kafir – dan dengan sedikit serpihan-serpihan ajaran asli Nabi ‘Isa as.
Karena pola peribadatan ini berbeda dengan cara asli yang diamalkan Nabi ‘Isa dan para pengikutnya, maka pola ibadat ini belum pernah, tidak mampu dan tidak akan mampu mencapai hakikat kehidupan maupun membimbing kepada pengenalan Allah. Tak pelak lagi ini memastikan bahwa khalayak akan terus mencampakkan pola ibadat ini – si kafir menolak karena memang dia tidak punya hasrat untuk menyembah Allah, dan para penganut setia menolak karena menyadari bahwa agama bermerek Kristen yang ditawarkan itu, hanya sedikit pertautannya dengan ajaran asli Nabi ‘Isa, dan tidak berpijak kepada cara hidup Nabi ‘Isa dan kaumnya, juga tidak akan membimbingnya mengenal Allah.
Adapun hal yang mempermudah khalayak bercerai dengan pola peribadatan Kristen, adalah karena terjadinya pemilah-milahan di masyarakat barat akibat kebangkitan cara hidup seperti mesin, yang konon disebut “revolusi industri”. Maka hidup tanpa peribadatan lebih disukai daripada menganut pola ibadat yang walaupun dikemas atas nama Nabi ‘Isa, namun nyatanya tidak sesuai dengan pola ibadat asli Nabi ‘Isa – yang sebenarnya sudah punah untuk selamanya.
Yang menarik, karena begitu banyak ajaran dasar Kristen bukan saja merupakan hasil rekayasa manusia, tapi juga terang-terangan bertentangan dengan apa yang telah diajarkan Nabi ‘Isa, dan juga karena begitu banyak upacara Gereja Trinitas1 yang diambil dari sumber-sumber selain dari gaya hidup Nabi ‘Isa dan kaumnya, maka ada beberapa penulis barat yang menyamakan Gereja Trinitas Resmi – beserta aneka perwujudannya – dengan si AntiKristus itu sendiri.
Pandangan itu diperkuat dengan bukti bahwa para jagoan Gereja Trinitas Resmilah – yaitu Katolik Roma dan Protestan – yang pada beberapa abad yang lalu menyulut peperangan dan membasmi semua Kristen Unitarian – seperti kaum Nazarenes, Ebitiones, Donatist, Arians, Adoptionists, Paulicians, Ilumnists, Catharii, dan banyak suku-suku Goth – padahal merekalah yang sebenarnya mengikuti ajaran asli dan jalan hidup Nabi ‘Isa as. Dengan Inkuisisi Jaman Pertengahan dan dilanjutkan dengan Inkuisisi Spanyol, Gereja Trinitas berhasil membasmi semua Kristen Unitarian tersebut, termasuk sebilangan besar kaum Yahudi Unitarian di Eropa. Selanjutnya, Gereja Trinitas Resmi mengalihkan usaha pembasmiannya kepada semua umat Unitarian pengikut Nabi Muhammad, yaitu kaum Muslimin, dan walaupun upaya ini belum sepenuhnya berhasil, proyek ini masih terus digalang hingga kini.
Sejak dahulu hingga kini, tingkat keberhasilan yang dicapai Gereja Trinitas Resmi dalam gerakan pembasmian itu, hanya bisa tercapai karena mereka selalu bersekongkol dengan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, sistem yang telah dan senantiasa bertekad untuk menyesatkan dan memusnahkan pengamalan Islam yang hidup dan dinamis.
Dari temuan ini, dan karena kubu “Sains” dan Kristen Trinitas bergantung pada dan menopang sistem yang sama, maka nyatalah bahwa pertentangan apapun yang nampak antara keduanya hanyalah khayalan belaka dan tentu hanya di permukaan saja. Jelaslah perlu segera dibedakan dengan tegas antara para Kristen Trinitas yang tahu bahwa jalan yang mereka anut bukanlah jalannya Nabi ‘Isa as, dengan mereka yang penuh ketulusan ingin menyembah Tuhan – namun telah disesatkan hingga percaya bahwa merek Kristen yang mereka anut itu sesuai dengan ajaran asli Nabi ‘Isa – dan mereka pun sampai saat ini belum sempat mengenal transaksi kehidupan Islam sejati: yaitu jalan hidup kenabian bagi zaman ini, yang sebenarnya sangat mirip dengan jalan hidup Nabi ‘Isa dan para pengikutnya ra.
Apa yang baru diuraikan tentang para Kristen juga berlaku pada kaum Yahudi. Kini mereka yang mengaku Yahudi, nyata-nyata tidak mengikuti jalan Nabi Musa as, bahkan sejumlah besar Yahudi terang-terangan mengaku bukan berasal dari keturunan Bani Israel – yaitu suku bangsa yang khusus kepada mereka Nabi Musa dan Nabi ‘Isa diutus. Salah satu moyang para Yahudi yang bukan Yahudi itu, adalah kaum Khazar, aslinya mereka adalah bangsa kecil yang tinggal di wilayah yang kini menjadi Turki dan Rusia Selatan pada pertengahan abad kedelapan, pemimpin mereka yang bernama Raja Joseph memeluk agama Yahudi sebagai muslihat politik, agar terhindar dari penjajahan Kristen yang datang dari utara, dan terhindar dari dakwah Islam yang datang dari selatan. Raja Joseph paham betul bahwa muslihatnya itu akan mendatangkan perlindungan yang layak dari sesama penyembah Tuhan.
Kini keturunan-keturunan Khazar yang biasa disebut juga sebagai bangsa Ashkenazim, telah tersebar di seluruh dunia, dan mereka diakui keahliannya di bidang seni dan dalam transaksi-transaksi bisnis dan keuangan. Cara hidup mereka bukanlah cara hidup yang diamalkan Nabi Musa as dan para pengikutnya ra. Cara hidup Nabi Musa as telah punah ketika Nabi ‘Isa as diturunkan. Perlu diingat bahwa Nabi ‘Isa diutus untuk menegakkan kembali cara hidup Musa di kalangan bani Israel, dan bukan untuk membuat perubahan walau cuma sehuruf.
Namun nyatanya, para penulis kitab dan para rabi di masa itu – yaitu kependetaan yang menobatkan dirinya sendiri dalam apa yang kemudian menjadi “agama Yahudi” – bahkan tidak bisa mengenali siapa Nabi ‘Isa as, hal ini menunjukkan betapa jauhnya para Yahudi itu tersesat dari ajaran asli Nabi Musa, padahal itu terjadi duapuluh abad yang lalu. Terkadang disebut juga sebagai “suku Israel yang ketiga-belas”, beberapa ahli sejarah mengaitkan para keturunan Khazar ini dengan salah satu dari empat tanda kiamat yang utama, yaitu kemunculan Yajuj wa Majuj, atau Gog dan Magog, karena mereka hakikatnya adalah “Yahudi yang bukan Yahudi”.
Kaitan ini lebih diperkuat dengan pernyataan Raja Joseph pada tahun 960 [22], yang menyatakan bahwa bangsa Khazar adalah keturunan Togarma[23], cucu dari Japheth, putera Nabi Nuh – yang menurut Kitab Kejadian 10:2-3 – paman Togarma itu bernama Magog. Jika ini benar, maka jelaslah keturunan Khazar terkait erat dengan kemunculan Dajjal, karena kebanyakan dari mereka kini memegang tampuk-tampuk kekuasaan penting dalam aneka sistem terkait yang berpadu menjadi sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Ada pula pihak-pihak yang sangat berhasrat untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi pada Kristen dan Yahudi, juga berlaku pada Muslim, dan bahwa banyak yang mengaku sebagai “Muslim” tetapi tidak mengikuti jalannya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Ini ada benarnya, dan ini merupakan sebagian bukti keberhasilan yang dinikmati Kristen dan Yahudi dalam usaha mereka untuk menyesatkan dan membasmi siapa saja yang telah atau sedang mencari jalan hidup Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya ra. Salah satu metoda pemungkas yang digunakan sistem kafir, yaitu sistem Dajjal, dalam menghapus cara hidup Islam, adalah dengan menanamkan cara hidup kafir ke negeri-negeri Muslim, sembari disamarkan dengan peristilahan yang “Islami”.
Kini hampir semua wilayah-wilayah yang dahulu dihuni oleh Muslim, telah dikuasai dan diperintah berdasarkan asas-asas sistem kafir dan tidak sesuai dengan kandungan Qur’an dan Sunnah. Meskipun Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda bahwa nanti sebagian Muslim akan mengikuti cara hidup para pendahulunya – yaitu Kristen dan Yahudi – secepat kadal kabur ke liangnya, namun beliau juga bersabda bahwa tidak semua umatnya akan tersesat.
Masih banyak Muslim yang mengikuti pola kehidupan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  dan pola kehidupan masyarakat Muslim pertama yang terbentuk di sekeliling beliau, Yang penting adalah, walau terdapat sejumlah Muslim yang menyimpang dari jalan Nabi Muhammad, setidaknya jalan hidup itu masih terpelihara bagi mereka yang ingin mengamalkannya, dan setidaknya masih ada mereka yang mengamalkan jalan hidup itu. Perbedaan yang telak di antara kaum Yahudi, Kristen dengan Muslim adalah: kaum Yahudi tidak lagi mengetahui dan tidak mengamalkan ibadatnya Nabi Musa, kaum Kristen tidak lagi mengetahui dan tidak mengamalkan ibadatnya Nabi ‘Isa, sedangkan Muslim masih mengetahui dan masih mengamalkan ibadatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Jalan hidup Nabi Musa as dan Nabi ‘Isa as telah punah. Sebagai gantinya, direkayasa dan diproklamasikanlah agama Yahudi dan agama Kristen. Agama-agama buatan ini merupakan senyawa dari sistem kafir, yaitu sistem Dajjal. Sistem Dajjal sangat bertolak-belakang dengan jalan hidup Kenabian; yaitu jalan hidup yang tidak saja diwujudkan oleh Nabi Musa as, Nabi ‘Isa as, dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahkan diwujudkan pula oleh seluruh Nabi sejak Nabi Adam as hingga ke seratus dua puluh empat ribu Nabi lainnya, semoga Allah memberkati dan menyejahterakan mereka semua.
kilroywink
Catatan akhirzaman.info
Dajjal*)
 Menurut kami, Dajjal merupakan sebuah sistem kafir yang semata-mata hanya untuk mengatur kehidupan manusia selama di dunia saja, yang meliputi berbagai bidang kehidupan seperti ideologi, politik, sosial, budaya dll.  Sistem Dajjal ini merupakan buah karya anak-cucu Ya’juj wa Ma’juj atau Gog and Magog dalam bahasa Inggris atau Yahudi gadungan alias Yahudi Ashkenazim.
 Pada zaman modern, untuk pertama kali sistem Dajjal dibumikan di Amerika Serikat oleh Sir Francis Bacon anggota Rosicrucian dan Freemasonry, yang pada tanggal 4 Juli 1776 resmi menjadi ideologi negara sekuler Amerika yaitu Demokrasi.  (Demokrasi merupakan milik Yahudi Kabbalah, yang menurut mereka Demokrasi artinya adalah dengan cahaya Talmud dan Masyna serta segala ucapan imam-imam agung (Yahudi), telah diundang-undangkan ketentuan tentang Demokrasi ini, yaitu:  "Bermusyawaralah dan rapatlah serta bertetapkanlah terhadap pilihan yang berasal dari suara terbanyak. Sebab, suara terbanyak itu adalah suara Tuhan"). Dari 56 orang penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika, hanya 6 orang saja yang bukan merupakan anggota Freemasonry.  Menurut Manly P. Hall dalam bukunya The Secret  Destiny of America, brain-child Demokrasi adalah Fira’un yang bergelar Amen-Hotep IV.  Maka wajarlah bilamana Amerika Serikat menjual Demokrasi ke seluruh dunia dengan gigihnya dan dengan berbagai cara dan tipu-daya dalam rangka melicinkan jalan Illuminati untuk menguasai dunia.  Dateline Illuminati untuk menguasai dunia adalah pada tanggal 21 Desember 2012 a.l. berencana membunuh 2/3 jumlah penduduk dunia yang secara resmi dilakukan melalui program Keluarga Berencana, utamanya ditujukan kepada umat Islam sebagai syarat untuk tetap dapat mengontrol dan menguasai dunia, namun rencana jahat mereka gagal alias tidak diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan rencana itu merupakan rencana gagal yang kedua, rencana mereka yang pertama adalah pada Desember tahun 2000.  Walaupun mereka tidak bisa melaksanakannya pada tanggal 21 Desember 2012, rencana jahat mereka tetap dilaksanakan di hari-hari dan tahun-tahun berikutnya, waspadalah!.
 Pada masa Revolusi Bolshewik lahirlah ideologi Komunis yang merupakan buah pikir Adam Weishaupt, seorang Jesuit keturunan Yahudi Khazar di Bavaria, yang pada tanggal 1 Mei 1776 mendirikan perkumpulan rahasia Illuminati bersama-sama dengan Mayer Amscheld Rothschild sebagai penyedia dana dan Jacob Frank penerus ajaran Sabbetai Zvi, Messias Yahudi abad XVI yang bertugas menyusup ke dunia Kristen dan Islam untuk menghancurkan dari dalam.  Ide-ide Weishaupt kemudian di kompilasi oleh Karl Marx, seorang Yahudi Ashkenazim Jerman dalam sebuah buku dengan judul Das Kapital pada tahun 1867, yang dewasa ini ide-ide Adam Weishaupt ini dijadikan ideologi di berbagai negara Komunis dengan berbagai derivasinya.  Baik Demokrasi maupun Komunis keduanya merupakan Sistem Dajjal yang esensinya sama-sama menafikan eksistensi Tuhan dalam format dan tampilan yang berbeda yang sengaja diciptakan dalam rangka mencuci otak umat manusia di seluruh dunia yang puncaknya nampak pada Era Perang Dingin atau Détente tahun 1970-an, dimana penduduk dunia berhasil dibagi ke dalam dua kubu ideologi: Demokrasi yang di pimpin Amerika Serikat dan Komunis dipimpin Uni Sovyet, sekarang Rusia, padahal kedua sumber ideologi tersebut berasal dari sumber yang sama dan dengan tujuan yang sama: Ya’juj wa Ma’juj, istilah modernnya Yahudi Ashkenazim dalam rangka untuk menguasai dunia dengan membentuk Satu Pemerintahan Dunia atau Tata Dunia Baru dengan sistem Luciferianisme.  Hari ini mereka menjadikan Islam sebagai musuhnya, karena mereka berjiwa pengecut tidak berani menghadapi secara ksatria, maka Islam difitnahnya sebagai teroris dan sejalan dengan itu, mereka juga menumbuh-suburkan Liberalisme untuk mendangkalkan dan merusak aqidah Islam, yang di Indonesia diwakili oleh Jaringan Islam Liberal (JIL).
 Negara ilegal Israel yang dididirikan oleh Ya’juj wa Ma’juj tahun 1948, saat ini dihuni 95% oleh bangsa Khazar alias Yahudi Ashkenazim dengan ideologi Bolshewik, bukan Demokrasi.  Sisa jumlah penduduk yang 5% terdiri dari campuran suku bangsa termasuk keturunan Bani Israel atau Yahudi Sephardim yang diperlakukan sebagai warganegara kelas kambing.
 Al-Masih ad-Dajjal*)
Menurut kami al-Masih ad-Dajjal adalah juga sisitem yang menipu umat manusia dalam bidang spiritual atau keyakinan dan mereka adalah agama-agama Samawi yang sudah menyimpang dari kebenaran, yang penyimpangannya tentu saja karena sudah terjadi penyusupan dan intervensi ke dalam ajarannya, baik dalam agama-agama Yahudi, Nashrani maupun Islam.  Namun dalam agama Yahudi dan Nashrani yang bergelar Ahli Kitab tidak termasuk mereka yang masih bersikap lurus sebagaimana ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta'ala:
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). (QS al-Imran 3:113)
Sedangkan al-Masih ad-Dajjal dalam Islam adalah mereka yang menyimpang dari kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih, antara lain mereka yang mengaku Islam seperti dari kalangan Syi’ah, Ahmadiyah dan mereka yang melaksanakan perbid’ahan dimana disini ditentukan oleh sejauh mana kadar penyimpangannya sehingga memiliki karakter al-Masih ad-Dajjal sejauh penyimpangan yang dilakukannya.
Jadi baik Dajjal maupun al-Masih ad-Dajjal tidak perlu ditunggu-tunggu kedatangannya karena mereka sudah berada disekeliling kita.  Siapapun mereka yang meyakini dan melaksanakan Sistem Dajjal dan al-Masih ad-Dajjal maka mereka itulah yang dimaksud oleh berbagai hadits shahih mengenai mereka.
Kaum Yahudi*)
Penyebutan Yahudi dalam al-qur’an dapat ditemukan dengan tiga bentuk kata diantaranya adalah  kalimat :  هَادُوْا , هُوْدًا, هَادُوْا (Haduu, Hud[an], dan Yahuud) .
Ketiga kata tersebut memiliki akar kata : هَوْدًا, هَادَ  (haada, haud[an]) berarti kembali kepada kebenaran atau taubat.[1]
Kata هَادُوْا  adalah bentuk ke tiga yang digunakan untuk jama’ mudzakkar ghaib** dari fiil madli hada (هَاد) yang mengungkapkan kejadian yang terjadi pada masa lampau, maka secara bahasa penyebutan haadu berarti : mereka (lk) telah bertaubat. Dalam perkembangannya kata haada ini dapat diartikan dengan memilih jalan Yahudi dalam beragama [2], atau masuk agama Yahudi [3]
Sedangkan kata يهودي  ( Yahudy)  merupakan bentuk mufrad (tunggal) dari kata  اليهود (al-Yahud) [4].
Dalam salah satu pendapat dari kitab Lisanul Arab kata Yahudy  (يهودي)  ini menunjuk kepada nama Kabilah. Disebutkan pula di sana bahwa Yahudi asalnya adalah Yahudza ((يهوذ yang kemudian dimasukan ke dalam bahasa Arab dengan mengganti huruf dzal dengan dal menjadi Yahuda (يهود) ; akan tetapi Ibnu Syidah menganggap pendapat ini tidak kuat.[5]
Sebagai tambahan, ketika  kata "Yahudi" untuk pertamakalinya diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris dalam abad ke-18 hanya ada sebuah arti. Akan tetapi selama abad-abad ke-18 --20, sebuah organisasi yang terorganisir dengan rapih dan dengan dana yang banyak, "kelompok penekan" internasional membuat apa yang disebutnya sebagai "arti tambahan" untuk kata "Yahudi" di samping Agama juga Bangsa yang disajikan kepada umat manusia yang berbahasa Inggris di dunia. Ini merupakan sebuah penyajian yang keliru yang dipersembahkan kepada dunia dengan sengaja oleh "kelompok penekan - pressure group" yang terorganisir dengan rapih dan dana yang tak terbatas untuk menipu atau membohongi orang-orang Kristen (termasuk umat Islam-pent - Fakta adalah Fakta - Facts Are Facts, oleh Benjamin H. Freedman, pp. 15-20 - ( Lihat :Willie Martin )
Jadi kosa-kata Yahudi yang diberi makna agama dan bangsa adalah merupakan buah konspirasi untuk menyesatkan manusia pada umumnya, khususnya umat Islam agar tidak memahami dengan benar maksud dan tujuan daripada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai Yahudi dan yang terkait dengannya, sehingga analisa dan solusi apapum yang dibuat dengan mendasarkan kepada sumber seperti ini (konspirasi), maka hasilnya semata-mata hanya untuk kepentingan si pemberi informasi.  Bila dicermati masa terjadinya pemberian dua makna terhadap kata Yahudi sebagai bangsa dan agama yaitu pada abad ke-18, maka kami yakin bahwa si kelompok penekan yang dimaksud oleh Benjamin Fredman adalah kelompok Perkumpulan Rahasia Illuminati yang didirikan tanggal 1 Mei tahun 1776 oleh Adam Weishaupt bersama-sama dengan Rothschild dan Jacob Frank di Bavaria, Frankfurt, Jerman sekarang yang salah satu agendanya adalah merusak ajaran Kristen dan Islam dengan mengirimkan para intelnya untuk menyusup dan merusak dari dalam. (Lihat: Barry Chamish ) Ketiganya berasal dari suku bangsa Khazar yang mengaku saebagai bangsa dan beragama Yahudi alias Yahudi Gadungan yang menurut al-Qur’an adalah bangsa Ya’juj wa Ma’juj atau Gog and Magog dalam bahasa Inggris.
Jika kita merujuk kepada nash al-Quran dan al-Hadits kata Yahudy dan Yahud ini menunjuk kepada orang yang memeluk agama Yahudi dalam bahasa Indonesia, sebagaimana ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firmanNya sbb:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وِلِيٍّ وَلَا نَصِيْر
“Orang-orang (yang beragama) Yahudi dan (beragama) Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu“. (QS Al-Baqarah 2:120)
Dalam ayat tersebut terdapat kata millah yang mencakup ad-dien dan syari’at [6]. Ini menunjukkan bahwa al-Yahud dan an-Nasharaa dalam ayat ini menunjuk kepada sekumpulan orang yang memiliki millah, yaitu mereka yang meyakini din dan menjalankan syari’atnya (mereka adalah Bani Israil). Millah tersebut adalah millah Yahudi dan Nashrani (yahudiyyah dan nashraniyyah dalam bahasa Arab).  Millah dimaksud juga ditujukan khusus kepada Bani Israil yang beragama Yahudi dan Nashrani yang sudah menyimpang dari kebenaran.
Sementara kata Huud [an], merupakan jama’ dari kata haaid ( (هاءد(orang yang bertaubat) maksudnya merujuk kepada yahud jama’ dari yahudy [7], maka yang dimaksud  dengan huud[an] adalah orang-orang yang beragama Yahudi (telah dijelaskan di atas).
Maka kesimpulannya adalah bahwa kata Yahudi dalam bahasa Indonesia dapat dipahami sebagai millah bukan sebagai bangsa.
Demikian juga Yahudi tidak ada keterkaitannya dengan nabi Ibrahim as, baik secara ajaran maupun secara genealogis meskipun nabi Ya’kub as seorang cucu nabi Ibrahim as dari jalur nabi Ishaq as, karena Yahudi merupakan sebuah agama yang dianut oleh Bani Israil dan suku bangsa ini baru ada setelah kenabian Ya’kub as dilanjutkan terus sampai kepada nabi Musa as, dimana pada masa kenabian Musa as, Allah Subhanahu wa Ta'ala membagi Bani Israil menjadi 12 suku yang masing-masing suku berjumlah besar (QS al-‘Araf 7:160).
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa:
“Hai Ahli Kitab, (agama Yahudi dan Nashrani) mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah-membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang (yang beragama) Yahudi dan bukan (pula) seorang (yang beragama) Nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."  (QS al-Imran 3: 65-67).
Sebagai analogi, kita bersama mafhum bahwa manusia pertama yang diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Adam as dan kita sebagai manusia merupakan keturunan anak-cucu nabi Adam as, namun sebagai suku bangsa, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan batasan bahwa bangsa-bangsa yang ada di dunia dewasa ini berasal dari nanak-cucu keturunan nabi Nuh as (QS ash-Shaffat 37:75-77).
Jadi anak-cucu nabi Ya’kub as meneruskan keturunannya menjadi 12 suku Bani Israil sampai kepada nabi Isa as bukan berasal dari anaknya yang bernama Yehudza menurut referensi Islam, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri yang membaginya.  Referensi yang menyebutkan ke-12 suku Bani Israel berasal dari Yehuda oleh mayoritas umat manusia merujuk kepada Kitab Perjanjian Lama yang dimuat dalam Kejadian (35-22b) sbb:
"Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya. 35:23 Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung  Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.   35:24 Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin. 35:25 Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali. 35:26 Dan anak-anak Zilpa, budak perempuan Lea ialah Gad dan Asyer. Itulah anak-anak lelaki Yakub, yang dilahirkan baginya di Padan-Aram."
Oleh karena itu menurut kami dasar hujjah yang shahih untuk umat Islam mengenai Yahudi adalah al-Qur’an, bukan kitab Perjanjian Lama.  Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
”Janganlah kalian membenarkan ahlul kitab dan jangan pula mendustakannya, dan katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan pada kami….” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4485).
Ahlul Kitab yang dimaksud di dalam hadits di atas adalah Bani Israil yang beragama Yahudi dan Nashrani.
Dalam litelatur Islam khususnya bilamana kita merujuk kepada al-Qur’an dan al-Hadits shahih, istilah atau kata Yahudi tidaklah menjadi masalah karena hanya merujuk kepada millah, yaitu syari’at dan ad-din Yahudi sebagaimana ditegaskan dalam QS al-Baqarah 2:120.  Namun menjadi masalah ketika umat Islam mengambil rujukan dari referensi di luar Islam, dalam hal ini Barat yang notabene phobi  terhadap Islam, maka wajarlah terjadi kebingungan dan kekeliruan dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada kaitannya dengan Yahudi, sehingga secara sadar atau tidak lebih sering menguntungkan pihak-pihak yang memang sengaja mengambil keuntungan dari masalah ini.  Sebenarnya tidak semua orang yang beragama Yahudi jahat sebagaimana tidak semua orang yang beragama Islam baik.   Jadi kesimpulannya Yahudi itu sebuah agama, bukan  kaum (bangsa) dan agama, bangsanya adalah Bani Israil.  Wallahu’alam.
Imam Mahdi*)
Bila kita kritisi, Imam Mahdi dalam perspektif rasional tampak sulit diterima sebagai ajaran dari Nabi, dan hal itu sendiri tidak terdapat di dalam al-Quran maupun di dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Memang, jika orang membaca hadits-hadits Mahdiyyah hanya sepintas dan hanya beberapa buah hadits saja yang ditelaahnya, tanpa mau membandingkan secara jeli dengan hadits-hadits Mahdiyyah lainnya yang penuh kontroversial, tentunya dia akan menerimanya dan mempercayainya sebagai sesuatu yang benar-benar datang dari Nabi. Akan tetapi, jika dia mempelajarinya dengan sikap kritis serta menghubungkannya dengan sejarah ummat Islam secara obyektif, maka dia tidak akan menerima begitu saja pernyataan-pernyataan hadits Mahdiyyah yang bertentangan dengan penalaran akal sehat.
Berikut kami kutipkan beberapa pendapat mengenai hadits-hadits mengenai Mahdiyyah dari buku berjudul "Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif" oleh: Drs. Muslih Fathoni, M.A. Selengkapnya dapat diakses di:
Pertama, pendapat Syaikh Muhammad Darwisy, yang mengatakan dalam bukunya Asna'ul-Matalib:
"Hadits-hadits Mahdiyyah semuanya adalah lemah, tidak ada yang dapat dijadikan pegangan, dan seorang tidak boleh terkecoh oleh orang yang (berusaha) mengumpulkannya dalam berbagai karyanya."
Kedua, pendapat Sayyid Ahmad, seorang ahli hadits, dalam bukunya Ibrazul-Wahmil-Ma'mun, terutama mengenai hadits Mahdiyyah yang dipegangi oleh golongan Ahmadiyah:
"Sungguh hadits Mahdiyyah ini, bukanlah hadits da'if (lemah) sebagai yang dikatakan oleh si pengeritik hadits (Ibn Khaldun) dan sekalipun (pengeritik) lain mengatakan yang demikian itu, bahkan hadits itu batal, palsu dan dibuat-buat, tidak ada dasarnya hadits itu dari ucapan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam., juga bukan ucapan Anas Ibn Malik, ataupun ucapan Hasan al-Basri."
Ketiga, pendapat Muhammad Farid Wajdi dalam karya besarnya, Da'iratul-Ma'arif al-Qarnil-'Isyrin, menyatakan:
"Maka sesungguhnya di dalam hadits-hadits Mahdiyyah itu, tergolong (pernyataan) yang keterlaluan, dan merupakan pukulan keras bagi sejarah, serta sangat berlebih-lebihan, tidak memahami pelbagai persoalan manusia, dan jauh dari sunnatullah (hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan untuk semua ciptaanNya), yang dikenal oleh manusia. Pada mulanya pembaca tidak merasa, bahwa hadits-hadits Mahdiyyah itu adalah hadits-hadits palsu yang sengaja dibuat oleh tokoh-tokoh yang sesat, atau oleh para pendukung ('Ali) untuk sebagian ahli propagandisnya yang menuntut kekhilafahan di Arabia atau di Magrib (Afrika)."
Selain itu, Ahmad Amin juga berpendapat, bahwa hadits-hadits Mahdiyyah itu merupakan hadits yang mengandung cerita bohong, sebab dalam kisah kehidupan al-Mahdi telah dipenuhi dengan cerita yang aneh-aneh dan kabar gaib tentang peristiwa zamannya. Disamping itu, terdapat juga apa yang disebut al-Jafr yaitu ilmu ramalan yang ditulis pada kulit lembu, tentang apa yang akan dialami oleh Ahlul-Bait, dan menurut kaum Syi'ah, ramalan tersebut diriwayatkan dari Ja'far as-Sadiq. Berita-berita aneh semacam itu, banyak juga terdapat dalam kitab yang disebut kitab al-Malahim yang dimiliki oleh sebagian ummat Islam. Anehnya berita-berita semacam itu oleh pengarangnya dijadikan sebagai hadits, dan menghubungkannya dengan Rasulullah. Sebagian lagi dihubungkan dengan Ahlul-Bait. Dan sebagian yang lain menghubungkannya dengan Ka'ab al-Akbar dan Wahb ibn Munabbah.
Demikianlah pendapat sementara para sarjana Muslim. Tampaknya mereka meneliti dan melihat dengan jeli hadits-hadits Mahdiyyah itu, tidak hanya dari aspek 'ulumul-hadits atau ilmuilmu hadits, akan tetapi juga menghubungkannya dengan aspek-aspek sejarah yang obyektif, terutama sejarah ummat Islam itu sendiri. Dengan cara seperti ini, seorang akan lebih selamat dan tidak mudah terjebak ke dalam paham-paham yang keliru dan sesat. Hadits-hadits Mahdiyyah yang kontroversial itu, rupanya merupakan akibat dari terjadinya persaingan ketat antara kelompok-kelompok Muslim yang sedang berselisih pada saat itu untuk merebut pengaruh yang lebih luas di bidang politik. Kecenderungan politik yang didasari dengan paham agama, tampaknya mendorong terciptanya paham keagamaan yang bermacam-macam Di saat seperti itulah masing-masing pihak membuat hadits-hadits palsu tentang al-Mahdi dengan berbagai versinya.
Disamping itu mengenai kedatangan Imam Mahdi juga di klaim oleh berbagai keyakinan agama dengan nama yang berbeda satu dengan yang lainnya al sbb:
Agama Yahudi mazhab ortodoks percaya bahwa akan lahir Imam Mahdi dari kalangan mereka. Mereka percaya Imam Mahdi ini akan lahir dengan segala macam keramat dan kelebihan, akan mengembalikan mereka ke tanah tumpah asal mereka, Baitulmaqdis, Bukit Tursina dan Palestin. Mereka ini dipanggil golongan Messianic yaitu golongan yang percaya akan tibanya sang juruselamat. Perkataan Messianic itu sendiri datang dari kata Messiah, yaitu orang yang digelar 'Imam Mahdi' (menurut ajaran agama mereka).
Orang Kristen juga sangat yakin dengan konsep Imam Mahdi ini, yang kononnya akan lahir dari kalangan penganut agama mereka pula. Dan konsep kepercayaan ini lebih bersifat literal (dari mulut ke mulut) dan bukan merupakan satu kepercayaan yang diwajibkan mempercayainya. Apa yang jelas, Imam Mahdi yang dimaksudkan itu sebenarnya adalah Nabi Isa As sendiri. Hasilnya, sebagian besar saja yang percaya, sedangkan sebagian yang lain tidak menyatakan kepercayaan mereka atau sama sekali tidak percaya.
Agama Hindu juga sangat yakin dengan kedatangan seorang Mahdi yang akan mengembangkan ajaran agama Hindunya ke seluruh dunia, pada akhir zaman kelak. Disebutkan gelarannya Mansur atau Maha Shiva atau nama sebenarnya Mahmat atau Ahmad. Selain itu ada beberapa nama lagi yang diberikan kepadanya, sebagai menunjukkan ketinggian kemuliaannya dan besar kedudukannya.
Penganut agama Buddha juga yakin dengan kedatangan Mahdi yang akan membersihkan dunia ini dari kekejaman, dan Mahdi itu dibekalkan dengan segala macam kuasa hebat dan ilmu sakti (keramat menurut Islam). Mahdi yang dimaksudkan itu disebut sebagai Shammaraja (Raja yang Sangat Adil). Nama sebenar dan tempat lahir Mahdi itu tidak dinyatakan dengan jelas. Tetapi mereka percaya, atas perkabaran para sami mereka, zaman sekarang ini adalah zaman untuk Shammaraja itu memunculkan dirinya dan menyelamatkan dunia ini.
Orang-orang Majusi aliran Mazda, yang menganut ajaran ciptaan Zarathustra (Zoroaster) yaitu golongan penyembah api suci, yang jumlahnya hari ini kira-kira setengah juta orang di Iran dan beberapa ribu lagi di India, juga yakin dengan konsep Imam Mahdi. Ajaran mereka menyatakan bahwa tiga orang penyelamat besar akan muncul, dimulai oleh Aushedar dan diikuti pula oleh Aushedar-mah. Yang terakhir keluar ialah seorang lelaki perkasa bernama Saoshyant / Shayoshant, yang berasal dari anak cucu Zoroaster, yang akan muncul dan memusnahkan Ahriman, kuasa jahat, sekali gus membersihkan dunia ini daripada kegelapan dan kesengsaraan. Dia memerintah dunia dengan adil dan saksama selama seribu tahun, mendirikan kerajaan Ahura Mazda yang sepenuhnya. Mereka tidak menyebutnya dengan sebutan Mahdi tetapi maksudnya sama dengan Mahdi bagi umat Islam. Dan dari ajaran Mazda inilah orang-orang Syiah menyerapkan konsep Imam Mahdi mereka, karena meyakini Imam Mahdi Syiah itu akan memerintah dunia ini selama seribu tahun.
Menurut kami Imam Mahdi dalam Islam sebenarnya merupakan sebuah Monomyth, dia tidak akan pernah muncul atau datang. Istilah Monomyth (sering disebut sebagai pahlawan perjalanan) seperti yang digunakan dalam bidang mitologi komparatif, mengacu pada pola dasar yang konon ditemukan di banyak cerita di seluruh dunia, sebagai contoh dalam masyarakat Jawa ada tokoh supernatural yang ditunggu-tunggu seperti Imam Mahdi yaitu Satria Piningit atau di Jawa Barat mananya yang dikenal di masyarakat adalah Ratu Adil. Monomityth ini didistribusikan secara luas polanya, sebagaimana digambarkan oleh Joseph Campbell dalam bukunya The Hero With Thousand Faces, download di sini).
Nabi Isa*)
Nabi Isa a.s. telah diwafatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sesuai dengan Sunnatullah yang tidak mungkin akan berubah selama-lamanya (al-Ahzab 33:62). Nabi Isa telah wafat dan diangkat derajatnya oleh Allah. Dan tentang wafatnya Nabi Isa, sesuai pula dengan Sunatullah bahwa segala benda yang bernyawa pasti akan menemui kematian.
Al Qur'an tidak pernah menyebutkan secara jelas dan muhkamat3 maupun mutasyabihat,4 apakah Nabi Isa masih hidup dan apakah sampai saat ini masih berada di langit? Lalu apakah setelah itu, ia akan turun kembali ke bumi untuk membasmi Dajjal. Padahal, tidak ada satu kata pun di dalam Al-Qur'an yang menyebut nama Dajjal. Dengan demikian, hal ini memperkuat argumentasi bahwa Nabi Isa telah wafat, dan tidak akan turun ke bumi dan tidak akan membunuh Dajjal.
Kiamat akan segera tiba setelah turunnya Nabi Isa yang akan memberantas Dajjal, kemudian mempersatukan umat manusia serta menjadikan semuanya beragama Islam dan menjadi imam shalat, tentunya berita ini merupakan berita besar yang mustahil luput dari uraian Al-Qur'an.
Mengingat turunnya Nabi Isa dan datangnya Dajjal tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an, maka tidak menyebabkan berdosa apabila kita tidak mengimaninya. Lagi pula, rukun Iman yang telah diakui seluruh ulama sejak dahulu tidak mencantumkan hal ini.
Hadits-Hadits tentang Nabi Isa a.s. dan Dajjal
Argumentasi yang berdasarkan pada Al-Qur'an mengatakan bahwa Nabi Isa telah wafat dan tidak akan turun lagi ke bumi untuk memberantas Dajjal. Tentu hal itu tidak berdasarkan dalil hadits, walupun hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan yang lainnya.
Bagi mereka yang menyangkal hadits tersebut didasarkan bahwa berita-berita yang diriwayatkannya bertentangan satu sama lain, karena mereka mendasari itu terhadap alasan-alasan berikut :
Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abdullah bin Amru bin Ash disebutkan, "...kemudian Isa Almasih itu, menetap bersama manusia tujuh tahun lamanya..."
Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, Abu Daud, al-Hakim, dan Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah r a. menyebutkan, "...Isa menetap di bumi empat puluh tahun lamanya, kemudian ia pun wafat, maka kaum muslimin menyembahyangkannya ..."
Menurut Joesoef Souyb salah satu hadits yang meriwayatkan kedatangan Dajjal diterima melalui Ka'ab al-Ahbar yang mengatakan, "Aku akan mengirimmu kelak menghadapi Dajjal si Juling, dan engkau akan membunuhnya, lalu hidup di bumi sehabis itu selama dua puluh empat tahun dan Aku akan mematikanmu, seperti halnya orang yang hidup."
Penulisan hadits dengan isi pernyataan yang berbeda satu sama lainnya dan diceritakan melalui satu orang saja (hadits ahad) menyebabkan kedudukan hadits tersebut tidak termasuk mutawatir (hadits yang diriwayatkan oleh beberapa perawi). Di samping itu, sangat besar kemungkinannya adanya kesengajaan penyusupan dongeng atau kisah-kisah, seperti dituliskan dalam kitab Injil Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Wahyu 19: 11-21, Wahyu 20: 4-6).
Perlu diingat bahwa dalam teologi dan liturgi (ketuhanan dan tata cara agama) Yahudi dan Nashrani sangat kental akan kepercayaan Mesiah dan Adventisme (harapan atau keyakinan akan turunnya Yesus ke bumi) untuk membasmi segala roh jahat dan mengajak umat manusia hanya percaya kepada Kristus (selengkapnya lihat di sini)
kilroywink
Catatan kakai:
[1] Diambil dari kata ghaib. tidak nampak, ada tapi tak terlihat / terasa
[2] Hadits merupakan catatan mengenai apa yang dikatakan dan / atau dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, dicatat sesuai aslinya dan didapat metalui rantai penyampaian lisan orang-orang yang terpercaya (§ isnad, atau lebih dikenal dengan sanad §).
[3] Singkatan dan Radhiallaahu’anhu (atau ‘anha, ‘anhumma dan ‘annum), artinya: semoga Allah meridhainya (atau meridhai mereka). Dianjurkan untuk dibaca dengan lengkap. §
[4] Singkatan dari Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, artinya: semoga Allah memberkati dan menyejahterakannya. Ibid.
[5] 5 Fitnah (b. Arab): cobaan, ujian atau gangguan; inilah yang dimaksud dalam doa di atas. Fitnah dalam bahasa Indonesia adalah namimah dalam bahasa Arab. Kata fitnah sering disalah-artikan karena mempunyai dua makna, yaitu makna bahasa Arab dan makna bahasa Indonesia.
[6] 1 Istilah ini sering dipakai Kristen dan khalayak di negara-negara barat. alias the AntiChrist. Secara harfiah, AntiKristus berarti AntiYesus berarti musuhnya (lawannya) Nabi ‘Isa as.
[7] Singkatan dari ‘alaihi as-Salam (atau alaihumu), artinya. semoga Ia (atau mereka) sejahtera. Dianjurkan untuk dibaca dengan lengkap
[8] Penulis buku ini menggunakan istilah life transaction untuk menggambarkan arti ad-Din yang sebenarnya.
[9] Dabbat al-’Ard : ‘binatang’ yang akan keluar dari perut bumi. (Qur’an; surat An-Naml 82)
[10] Nama Kota di Yaman
[11] Artinya: yang dibimbing Allah. Bacalah juga menganai Khulafa ar-Rasyidun di bab Kosa Kata. §
[12] Diambil dari Gog and Magog, nama-nama ini muncul di Bibel, sedangkan nama-nama Yajuj wa Majuj muncul di al-Qur’an. Bila kita menilik linguistiknya, maka keduanya sebenarnya sama.
[13] Terjemahan langsung dan Jannah, biasa disebut “surga”, sengaja diganti dengan Taman karena selain lebih sesuai dengan penggambaran yang ada di al-Qur’an dan as-Sunnah. juga Karena surga sering direka-reka penggambarannya – misalnya di kamus-kamus. ensiklopedi ataupun pada pembicaraan umum, bahkan banyak Muslim yang punya interpetasi sendiri mengenainya, maka tentu lebih baik memperoleh keterangan-keterangan mengenainya dari al-Qur‟an dan al-Hadits. Penulis buku ini pun sengaja menggunakan the Garden (b. Inggris).
[14] Terjemahan dari Nar. biasa disebut “neraka”. ibid. Penulis pun menggunakan the Fire
[15] Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho‟if (lemah)
[16] Diambil dan kata bahasa Arab taqwa. terkadang diartikan sebagai takut (b. Indonesia) atau fear (b Inggris). Takwa menggambarkan cinta kasih dan hormat yang amat dalam hingga khawatir menyinggung atau khawatir tidak dikasihi oleh yang dicintai dan dihormati itu
[17] Kafirun adalah jamak dari kafir, yaitu: para kafir; orang-orang kafir.
[18] Karena kitab yang kini ada di kalangan beragama Katolik, Protestan maupun cabang-cabang Kristen lainnya bukan Injil yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa as, dan kitab “perjanjian lama” bukan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as. dan istilah “Alkitab” diragukan arti dan maksud tujuan penggunaannya, maka Bibel digunakan sebagai terjemah dari Bible.
[19] “Buku Wahyu-wahyu” karangan John, Ia sering juga disebut sebagai John the Baptist. Nostradamus adalah seorang astrolog dan tabib perancis abad 16, la menjadi terkenal sejak tulisannya berjudul Centuries (abad-abad) yang berisi ramalan-ramalan mengenai masa depan Perancis dan Dunia. Ramalannya banyak yang dikait-kaitkan dengan kejadian-kejadian nyata.
[20] Selain keterangan di atas, perlu kita ingat juga bahwa di antara jin ada yang pengikutnya syaithan. dan kita senantiasa berlindung kepada Allah dari para syaithan yang terkutuk.
[21] Terjemah dari medium, yaitu orang yang biasa digunakan jin sebagai penyampai kabarnya.
[22 Di dalam Khazars Correspondence yang masyhur, antara beliau dan Hasdai bin Shaprut. seorang Yahudi Sephardhic yang menjabat sebagai menteri luar negeri di masa pemerintahan Khalifah Abdu’r-Rahman III di Andalusia
[23] Togarmah (Hebrew: Togarmah ; Armenian: T‟orgom ; Georgian: T‟argamos) merupakan anak ketiga dari Gomer, dan cucu Yafet (Japheth), saudara Askenaz dan Riphat (Kejadian 10:3). Dia dianggap leluhur bangsa-bangsa Kaukasus Selatan (orang Georgia dan Armenia). (wikipedia; localholic)
 
 
 
 

Read more »

IIPAC, LSM Kaki Tangan Zionis Yahudi Israel di Indonesia!

iipac-logo
Sudah menjadi rahasia umum jika zionisme yahudi Israelberusaha masuk ke Indonesia- negeri dengan komunitas Muslim terbesar di dunia-dengan menghalalkan segala macam cara. Setelah terbongkarnya kedatangan rahasia Amira Arnon-Duta Besar Israel untuk Singapura-ke Jakarta pada tanggal 20-27 Maret lalu, kini tersebar sebuah dokumen yang memperlihatkan nama Hani Yahya Assegaf-anak dari agen BIN Yahya Assegaf-menjadi pendiri LSM Indonesia Israel Public Affairs Comitte (IIPAC), bersama Benyamin Ketang, selaku Direktur IIPAC.
Di dokumen Akta Pendirian IIPAC yang didaftarkan melalui Notaris Nirmawati Marcia SH di Jakarta tertanggal 21 Januari 2002, tercatat nama-nama pendiri IIPAC, yakni sebanyak 5 orang, yaitu :
  1. Benyamin Ketang
  2. Mr. Sakata Barus
  3. Mr. Poppe Alexander Z
  4. Mr. Hani Yahya Assegaf alias Han Sagov
  5. Mr. Y. Gatot Prihandono, SSI
haniyahyasagovDi Pasal 2 Akta Pendirian tersebut dijelaskan tujuan IIPAC, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional, dan melindungi hak-hak warga Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia.
Dalam artikel yang ditulis oleh Artawijaya berjudul “Waspada, Hubungan Gelap Penguasa dan Pengusaha Israel” dijelaskan bagaimana Direktur IIPAC, Benyamin Ketang, begitu bernafsu untuk bisa membuka hubungan dengan zionis yahudi Israel.
Benjamin Ketang mengatakan,”Saya rasa dampak ekspansi Israel di Indonesia tidak perlu 10 tahun dari sekarang. Tiga tahun saja kalau ada komando dari Israel, maka mereka akan beramai-ramai datang keIndonesia,” ujarnya. Pria asal Jember, Jawa Timur, yang merupakan alumnus Hebrew University ini kemudian menegaskan, “Tradisi orang Yahudi itu kalau komunikasi selalu dengan high level, levelnya pasti presiden atau menteri…” Ketang yang membidani lahirnya lembaga lobi Yahudi di Indonesia ini menyatakan, investor Israel saat ini melirik sektor teknologi informasi dan pertanian. Dua sektor ini tentu sangat strategis dan penting, karena berkaitan denga hajat hidup orang banyak.
Sementara itu Munarman menjelaskan kaitan Hani Yahya Assegaf, sebagai pendiri ke-3 dari IIPAC dengan Benyamin Ketang, dan agenda Zionisme Yahudi Internasional. “Kalau kita perhatikan tujuan IIPAC dalam pasal dua jelas, yakni untuk menyelenggarakan kerjasama dengan lembaga-lembaga Israel, Yahudi Internasional. Yahudi Internasional ini jangan lupa, sebagaimana dalam buku “International Jews” karya Henry Ford, itu jelas sekali bagaimana kejahatan-kejahatan International Jews ini. Nah, dia bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional Yahudi tersebut, dan melindungi hak-hak warga Negara Yahudi dan keturunan Yahudi di Indonesia. Jadi jelas sekali agendanya apa. Serta memajukan kerjasama bisnis, investasi, IT, dan pendidikan tinggi dengan universitas di seluruh dunia. Saya kira agendanya sangat jelas sekali. Benyamin Ketang sendiri kalau kita lihat di dokumennya, adalah lulusan Hebrew University. Jadi dia memang dididik di Yerusalem, dia lulus tahun 2006, dengan gelar Master of Arts. Jadi, kaitannya jelas sekali antara Hani Assegaf, Benyamin Ketang, dan Yahya Assegaf. Clearly!”
Dalam sebuah dokumen, nampak ijazah Benyamin Ketang, lelaki kelahiran 22 September 1972, asal Dusun Krajan RT 03/04 Desa Taman Sari Wuluhan, Jember, Jawa Timur, lulusan The Hebrew University of Jerusalem, Rothberg International School. Kelulusannya dalam ijazah tersebut ditanda tangani oleh Prof. Steven Kaplan, tertanggal 28 Juli, 2006.
Menurut Artawijaya, Benjamin Ketang adalah kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem. Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Ketang beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte.
openurmind-e1310357404491Menurut Benjamin Ketang sendiri, kemunculan IIPAC berawal dari kegagalan upaya Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (1999-2001) atas sokongan Presiden Abdurrahman Wahid untuk membuka hubungan dagang dengan Israel. Tak lama setelah kegagalan rencana Wahid dan Alwi itulah, terbentuk sebuah lembaga berbasis di Jakarta yang bercita-cita mengarahkan opini publik dan elit Indonesia agar pro-Israel. Lembaga yang dikendalikan delapan orang itu bernama Indonesia-Israel Public Affairs Committee, disingkat IIPAC. Logonya Bintang Daud bersegi selusin tapi warna dasarnya merah dan putih.
Benyamin Ketang, Unggun Dahana, dan komunitas Yahudi di Indonesia yang dibangunnya pernah merencanakan untuk merayakan kemerdekaan Israel, Sabtu 14 Mei 2011 lalu. Selain itu, mereka bersama dengan aktivis Yahudi Israel lainnya, pernah mengadakan seminar akhir zaman “Persiapan Pembangunan Bait Allah” di Kelapa Gading Trade Center Hypermart Lt.2, Sabtu (25/06/2011).
Dalam sebuah semiloka bertajuk “Mengungkap Jaringan Yahudi di Indonesia, Ahad (31/1/2010), Munarman, SH mengatakan bahwa jaringan Yahudi menjalankan operasinya di Indonesia dengan menggunakan cover atau samaran. Salah satunya adalah kegiatan dagang.
“Cara yang paling ampuh dalam mengelabuhi masyarakat adalah dengan informasi. Alatnya adalah media massa untuk melakukan propaganda. Propaganda itu dilakukan dengan menampilkan citra diri baik, menyembunyikan keburukan dirinya, dan membongkar kejelekan pihak lawan. Itulah yg dilakukan oleh media massa Zionis Israel“.
Wikileaks : Anti Islam, pro Israel!
wikileaks_logoKini menjadi lebih jelas mengapa Wikileaks membocorkan dokumen yang memfitnah FPI dan kaitannya dengan Yahya Assegaf, agen BIN, dan anaknya Hani Assegaf, yang merupakan pendiri IIPAC. Wikileaks, yang awalnya mendapat simpati seluruh dunia karena menjadi organisasi internasional pembocor dokumen Negara melalui situsnya, sejak November 2010, ternyata tidak lain hanya merupakan antek Zionis Yahudi Internasional. Hal ini semakin diperkuat dengan tidak adanya dan tidak beraninya Wikileaks membocorkan kawat diplomatik kedubes Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel.
Hingga saat ini, belum penah ada rilis bahwa Wikileaks membocorkan dokumen kawat diplomatik kedutaan besar Amerika yang ada di Tel Aviv, Israel, yang mengungkapkan kebobrokan ataupun adanya skandal politik di negeri Zionis tersebut. Bahkan, kalau kita telusuri ke halaman penyimpanan dokumen Wikileaks, kita hanya menemukan 3 buah artikel tentang Israel, yang itupun belum dipublikasikan.
Sebenarnya, keberadaan organisasi Wikileaks dan para pendirinya juga cukup misterius. Hingga saat ini, hanya Julian Assange yang diketahui identitasnya oleh publik. Assange juga menjabat sebagai direktur  dan anggota dari Dewan Penasihat Wikileaks. Sebelum mendirikan Wikileaks, Assange yang berasal dari Australia  merupakan seorang penerbit dan jurnalis. Julian Assange dipilih untuk mewakili Wikileaks di publik karena keadaan dirinya yang tidak memiliki rumah ataupun keluarga sehingga dianggap merupakan sosok yang tepat. Sementara itu, pendiri Wikileaks yang lainnya memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya.
Sayangnya, bocoran dari Wikileaks terlanjur dipercaya publik. Padahal, tidak sedikit informasi dari Wikileaks justru menyesatkan dan merugikan umat Islam, contohnya dalam kasus fitnah terhadap FPI.
Munarman SH, berpendapat bahwa bocoran-bocoran Wikileaks itu penuh dengan rekayasa dan keganjilan. Karenanya, Munarman menyayangkan ketidakkritisan media dalam mengutip bocoran Wikileaks. Semestinya, media mengungkapkan fakta-fakta ganjil dan pola kerja Wikileaks yang hanya bersumber pada kawat diplomatik Amerika kepada Washington, ungkapnya dalam sebuah wawancara, Senin (5/09/2011).
“Kalau kita lihat pola yang ada di Wikileaks maka mereka selalu mengambil sumbernya dari kawat diplomatik kedutaan Amerika di seluruh dunia, baik itu Indonesia, Malaysia, hampir semua Negara pernah dibocorkan oleh Wikileaks dan itu sumber satu-satunya adalah kawat diplomatik yang merupakan laporan diplomat-diplomat Amerika kepada Washington. Namun kita harus melihat dengan jernih, belum pernah ada bocoran kawat diplomatik oleh kedutaan Amerika di Tel Aviv, Israel. Jadi tidak pernah ada penilaian oleh diplomat Amerika terhadap kondisi Israel yang dibocorkan oleh Wikileaks. Ini adalah sebuah fakta yang harus menjadi perhatian. Dari sini sebetulnya kita bisa melihat sebetulnya fungsi dari Wikileaks adalah membuat destabilisasi di rezim-rezim dimana Negara yang rezimnya sudah tidak disukai Amerika, untuk menggoyang.”
Beliau menambahkan bahwa modus yang ditempuh Wikileaks penuh rekayasa dan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah dengan metode viktimisasi yang mengesankan pendiri Wikileaks sebagai sosok tertindas dan paling diburu Amerika. Padahal faktanya sampai sekarang pendiri Wikileaks masih aman-aman saja. “Jadi mereka mau mengesankan kepada publik terlebih dahulu bahwa Jullian Assange diblame, dicap sebagai orang yang ditindas karena membocorkan informasi, agar Jullian Assange dan Wikileaks tidak lagi dicurigai informasinya tidak akurat. Dengan dia diburu oleh pemerintah Swedia dan kemudian Amerika pura-pura ikut. Tapi sampai sekarang tidak pernah ditindak, bahwa Amerika akan melakukan tuntutan hukum kepada Jullian Assange tidak pernah ketahuan sampai sekarang,  gertak sambal itu. Dengan memposisikan sebagai korban tanpa reserve terlebih dahulu nantinya orang akan mendukung, ini yang terjadi dengan Wikileaks sekarang. Apa  pun yang dikeluarkan oleh Wikileaks orang sudah tidak mempertanyakan lagi, karena menganggap Wikileaks ini bertentangan dengan Amerika, bertentangan dengan negara-negara Barat tapi tidak ada satu pun informasi yang keluar mengenai Israel,” pungkasnya.
Kini, jelaslah sudah hubungan dan kaitan antara Wikileaks, agen BIN, dan konspirasi Zionisme Israel untuk menghancurkan gerakan Islam. Waspadalah, Waspadalah…! [slm/fpi]



Read more »

Beberapa Tokoh Freemason Era SBY - Dahlan Iskan, the Next Masonic President?


dahlan-iskan-lions-club-sby
Kooptasi gerakan zionis Internasional menyusup hingga ke semua kalangan. Mereka bergerak untuk kepentingan Israel Dengan jargon-jargon yang terkesan indah.
 Banyak tokoh yang muncul ke permukaan dengan pencitraan yang aduhai. Salah satunya ialah Dahlan Iskan, Mentri Badan Umum Milik Negara (BUMN). Begitu menjabat, banyak gebrakan di lakukan sehingga menuai pujian dari berbagai kalangan. Namanya melambung. Belakangan Dahlan sudah mulai digadang-gadang sebagai calon Presiden Indonesia.
Tapi tahukah anda, Dahlan Iskan tercatat sebagai anggota dari Lions Club Indonesia. Ia tercatat sebagai anggota organisasi yang berafiliasi ke Yahudi itu dengan nomor  83335. Ia menjadi anggota dari District 307B Indonesia-Surabaya Surya. Ia sempat menjadi ‘President’ District tersebut. Kini ia menjabat sebagai salah satu direktor.
Pantas kemudian pandangan-pandangannya sangat neoliberal. Di tengah jabatannya yang sekarang, ia pun tetap melanjutkan rencana privatisasi BUMN. Satu per satu BUMN yang ‘sehat’ masuk dalam rencana penjualan. Pembelinya tidak lain adalah kapitalis asing.
Sebelumnya, di media yang di pimpinnya yakni Jawa Pos Grup,Dahlan memberi tempat yang eksklusif  bagi kelompok Liberal, Ulil dan kawan-kawan. Mereka mengisi rubrik ‘Kajian Utan Kayu, yang pesan-pesannya kental akan nuansa pluralisme dan deislamisasi.
Lions Club sendiri adalah sebuah klub yang di yakini oleh para ahli menginduk kepada Freman sonry-tangan dari Zionisme Internasional. Tidak semua orang bisa menjadi anggotanya. Hanya orang yang di anggap berhasil/sukses dan berpengaruh yang bias masuk ke dalamnya. Lions club secara lahiriah menyerukan ide “Ikatan Kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antara umat manusia. Namun hakikat yang sebenarnya adalah organisasi ini merupakan mantel selubung Zionisme.
Ketika berbicara soal utang, Dahlan Iskan membuat "penyesatan" luar biasa ...

Dahlan Iskan Dan Soal Utang

debt-dahlan-iskan
 Apakah anda senang dengan utang yang terus meningkat? Hingga April 2012, utang pemerintah sudah mencapai Rp1.903 triliun. Data Bank Indonesia tahun 2012 menyebutkan, pada tahun 2006 total utang luar negeri Indonesia sebesar 132,63 miliar dollar AS, namun pada 2011 utang itu sudah membengkak menjadi 221,60 miliar dollar AS.
Ada yang cukup menggelitik soal utang yang terus meningkat. Itu ada di tulisan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang berjudul “Tekad Baru: Hidup Yang Polos-Polos Saja”. Sebetulnya, pesan yang hendak disampaikan Dahlan lewat tulisan itu sangat bagus: bagaimana tekad yang sederhana bisa mendorong harapan. Hanya saja, ketika berbicara soal utang, Dahlan Iskan membuat “penyesatan” luar biasa.
Dahlan Iskan bercerita tentang pertemuannya dengan warga desa Bunigeulis, yang berada di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Warga desa itu sedang diliputi kegelisahan terkait masalah bangsa. Salah satunya adalah soal utang negara yang terus meningkat.
Kepada warga desa itu Dahlan Iskan mengajukan pertanyaan begini: baik mana Anda punya utang Rp8 juta tapi kekayaan Anda Rp10 juta, dengan punya utang Rp20 juta tapi kekayaan Anda Rp100 juta? Bagi Dahlan Iskan, tak soal utang Anda meningkat berapapun besarnya, asalkan kekayaan anda juga meningkat drastis.
Penjelasan Dahlan Iskan betul. Akan tetapi, jika penjelasan itu adalah analogi terhadap kondisi utang negara kita saat ini, maka jelas terjadi manipulasi besar-besaran di situ. Sebab, penjelasan soal utang negara tak sesederhana kisah dua orang yang saling pinjam-meminjam.
Pertama,  utang negara yang terus meningkat tidak disertai dengan perbaikan kondisi dan kualitas hidup rakyat. Artinya, penggunaan utang itu belum tentu untuk menggerakkan perekonomian yang menyejahterakan rakyat.
Sebagian besar utang itu dipakai untuk menggerakkan sektor keuangan. Sangat sedikit yang dipakai untuk menggerakkan sektor real, yang notabene menyangkut rakyat banyak. Dari data yang ada disebutkan, sebanyak 39,6 persen utang itu dipakai untuk menggerakkan sektor keuangan. Sedangkan 9,3 persen dipakai untuk perbaikan infrastruktur listrik, gas, dan air. Kemudian sekitar 4,7 persen dipergunakan untuk pengangkutan dan komunikasi. Sementara pertanian, yang menjadi tempat bergantungnya puluhan juta rakyat, hanya menerima alokasi 3,0%.
Ini yang membuat akumulasi utang luar negeri Indonesia tidak berkontribusi pada perbaikan infrastruktur, perbaikan layanan dasar, dan penciptaan lapangan kerja secara massif.
Kedua, sejarah utang—terutama yang berhubungan dengan negara-negara dan lembaga imperialis—adalah “jebakan” alias perangkap (debt trap). Utang luar negeri, seperti ditulis oleh Susan George dalam buku “Debt Boomerang: How Third World Debt Harms Us All”, merupakan suatu mekanisme yang dibuat oleh negara maju (pendonor) untuk memaksa negara penerima (peminjam) mengikuti aturan-aturan atau langkah-langkah yang mereka paksakan.
Negara yang ‘terperangkap utang’ akan dipaksa untuk terus menggenjot ekspornya—terutama ekspor bahan mentah—dan melakukan penghematan pada pengeluaran pemerintah dan belanja kesejahteraan sosial. Ini yang terjadi di sejumlah negara Amerika latin satu dekade lalu dan sekarang terjadi di Indonesia.
Mungkin kita akan bangga dengan ekspor yang meningkat. Akan tetapi, seperti ditulis oleh Eric Toussaint, Presiden Komisi Penghapusan Utang Negara Dunia Ketiga, ekspor ini tidak lebih dari penjarahan kekayaan alam. Menurut Toussaint, dalam dua dekade terakhir, telah terjadi transfer kekayaan berkali-kali lipat dari pinggiran (dunia ketiga) ke pusat (negeri-negeri imperialis). Yang terjadi, negara dunia ketiga akan mengalami kekurangan bahan mentah dan bencana ekologis.
Di samping itu, untuk membayar utang, negara penerima pinjaman harus melakukan penghematan besar-besaran: pemangkasan subsidi, privatisasi layanan publik, dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit disertai dengan privatisasi BUMN. Akibatnya, rakyat dipaksa membayar mahal akses kebutuhan dasarnya (pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, makanan, dan lain-lain).
Inilah yang menjelaskan mengapa peningkatan utang luar negeri justru berbarengan dengan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup manusia Indonesia. Itulah sebabnya mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, pada tahun 2011 lalu, terperosok di peringkat 124 dari 187 negara.
Jadi, alih-alih kekayaan nasional Indonesia meningkat, utang luar negeri justru menjebak Indonesia dalam “lingkaran krisis”. APBN tidak pernah sehat karena sebagian dipakai membayar cicilan utang. Sedangkan anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat terus dipangkas.  Lantas, apa buktinya bangsa kita menjadi kaya karena utang? Silahkan tanyakan ke Dahlan Iskan. http://www.berdikarionline.com/editorial/20120605/dahlan-iskan-dan-soal-utang.html
Setali tiga uang dengan Lions Club, ada juga Rotary Club. Organisasi yang induknya juga sama dengan Lions Club ini menancapkan kukunya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Organisasi ini juga merekrut orang-orang berpengaruh di suatu wilayah menjadi anggotanya.
 Salah satu yang terjerat adalah istri Walikota Solo, Kamis (23/2), Rotary Club (RC) Solo Kartini melantik Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka, bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional. Iriana mengaku senang di jadikan anggota ke hormatan karena tertarik dengan kegiatan Rotary Club yang banyak bergelutdi bidang kemanusiaan.
 Sejak Lama . . .
Sepak terjang kaki tangan Zionis di Indonesia sebenarnya telah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mereka merekrut orang lokal untuk mempropagandakan slogan mereka yakni HAM, demokrasi, Sikap moderat, dan toleransi. Apalagi Belanda terkenal sebagai tempat pertemuan Zionis Internasional sejak dulu kala.
Dr Th. Stevens, seorang sejarawan Belanda, dalam bukunya: ‘Tarekat Mason Bebas dan Masy`rakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962’ menyebut gerakan-gerakan kesukuan dan berbasiskan sekularisme,pluralisme dan liberalisme dan anti islam di gerakan oleh tokoh-tokoh anggota jaringan Zionis internasional.
Dalam buku yang peredarannya terbatas itu di sebutkan bahwa beberapa tokoh yang kini di sebut sebagai pahlawan adalah kaki tangan Zionis, sebut saja Boedi Oetomo, yang tokoh kuncinya adalah anggota jaringan Zionis Internasional, seperti Pangeran Ario Notodirejo yang merupakan anggota Loge Mataram dan ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914.
Nama lain yang di sebut dalam buku itu antara lain Raden Adipati Tirto Koesoemo, Bupati Karang Anyar dan menjadi anggota Lodge Mataram sejak tahun 1895. Lodge adalah pusat aktifitas para anggota freemason
Juga ada nama Mas Boediarjo, Raden Mas Toemenggoeng Ario Koesoemo Yoedha, dan salah satu tokoh kemerdekaan Dr Radjiman Wedyodiningrat (Ketua Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia)
RM Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, Bupati Semarang termasuk juga di dalamnya. Ia menulis buku berjudul: “Wat Ik als Javaan voor geest an ge moed in de vrijmetselarij heb gevonden” yang berisi tentang pengalaman hidupnya sebagai seorang jawa yang menemukan jiwa dalam organisasi Freemason.
Ada pula nama Sultan Hamengkubuwono VIII, RM  AAA Tjokro Adiekoesoemo,RAS Soemiro Kolopaking Poerbonegoro Paku Alam VIII, dan juga Raden Said Soekanto. Nama terakhir ini adalah kepala kepolisian RI pertama yang menjabat pada tahun 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.
Di tahun 1952, saat masih menjabat sebagai Kapolri, Jendral (pol) Soekanto juga aktif menjabat sebagai Suhu Agung (Grandmaster) dari Timur Agung Indonesia atu Federasi Nasional Mason Indonesia. Ia memimpin Loji Indonesia Purwo Daksina. Ia juga menjabat sebagai ketua Yayasan Raden Saleh, yang merupakan penerusan Dari Carpentier Althing Stiching.
Keberadaan jaringan Zionis Internasional ini pernah di bubarkan dan di larang oleh Presiden Soekarno melalui Lembaran Negara dengan Nomor 18/1961, bulan Februari 1961, yang di kuatkan melalui Keppres no.264 tahun 1962. Yang di bubarkan adalah beberapa organisasi yang merupakan jaringan Zionis Internasional Seperti Rosikrusian, Morl Re-armament, Lion Club, Rotary dan Bahaisme dan seluruh Lodge (loji) mereka di sita.
Di era Soeharto, kendati hubungan Diplomatik tidak ada, beberapa tokoh Militer dan Intellijen berhubungan dengan Israel. Mereka mendapatkjan ilmu dari Negara Zionis tersebut.
konferensi-lions-club
Ketika Abdurrahman Wahid berkuasa, semua putus dengan Israel itu dihidupkan kembali. Gusdur mencabut Keppres yang di keluarkan oleh Soekarno itu melalui keppres No.69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.
Walhasil, gerakan kaum Zionis ini kian leluasa di Indonesia. Apalagi memasuki era Reformasi. Semua kran dibuka dan tidak ada filter sama sekali terhadap racun yang ingin di sebarkan masuk ke Indonesia. Hubungan kerja sama dagang dengan orag-orang Zionis sudah kasat mata. Misalnya: bagaiman Grup Bakri yang menggandeng perusahaan Rothschild-Yahudi Amerika.
LionsClub-logo
Lambang Lions Club
Baphomet-simbol
 Di Indonesia, para pengemban ide-ide Zionis ini tak lagi berbaju organisasi Zionis tetapi berbaju liberal dan organisasi-organisasi sosial. Jargon yang di suarakan juga sama yakni kebebasan, persamaan, toleransi, demokrasi, HAM, Pluralisme, dan sejenisnya. Tujuan jangka panjangnya adalah mengakui keberadaanya kaum Zionis sebagai satu entitas politik yang harus di akui. Itulah Israel Raya. [globalmuslim]
Di Balik Pencitraan Dahlan Iskan dan Jokowi
jokowi-dahlan-iskan
Siapa yang tak kenal dengan Jokowi ? Walikota dengan segudang prestasi duniawi. Putra Solo ini pasti dibanggakan dan dipuja, bahkan juga oleh para pemuda-pemudi muslim. Namun apakah benar Jokowi patut dibanggakan ? Apalagi sebagian aktivis Islam ikut-ikutan.
Sedikit Kejutan . . .
Di akhir Februari 2012, tepatnya di tanggal 23 terjadi sebuah berita yang kurang menarik. Namun berita ini pastinya akan sangat mengejutkan bagi penggemar kasus-kasus konspirasi Yahudi di Indonesia. Dikutip dari harian Joglosemar, Kamis(23/2), Rotary Club(RC) Solo Kartini melantik Istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka,bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional.
Pastinya yang membaca berita ini terkejut. Siapa sangka Pak Walikota yang mereka bangga-banggakan ternyata teman dekat agen kolonialisme dan Zionisme. Seperti dikutip dari eramuslim, peneliti tentang Zionisme Ridwan Saidi, yang dinukil dari buku Jaringan Yahudi di Nusantara karangan Artawijaya, menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot Zionis. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.
Bahkan sebelumnya (seperti dikutip dari sragenpos, 15/7/2011) Walikota Solo,Joko Widodo bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di RT 8 RW XX, Krajan, Kadipiro, Solo, Jumat (15/7).
Dalam laporannya, nahimunkar.com juga menyebut bahwa Rotary Club dan saudara kembarnya, Lions Club, merupakan kaki tangan Zionis. Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia.
Seperti dikutip juga dari nahimunkar.com, FUUI menjelaskan bahwa Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.
Sebenarnya Tidak Mengejutkan. . .
Pada hakikatnya siapapun yang cermat menelusuri sepak terjang Jokowi sejak awalnya tidak akan terkejut. Jokowi memang tidak tanggap dengan masalah-masalah akidah. Proses berpasangannya dengan orang-orang nasrani pada dua kali (dan calonnya tiga kali pada pilgub DKI) pilkada Solo, menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki sensitivitas akidah.
Memang banyak sekali versi-versi tentang pengkafiran orang-orang yang berbuat salah kaprah seperti Jokowi ini. Ada yang mengkafirkannya ada yang belum berani. Padahal dalam ayat al-Qur’an banyak tertera larangan memberikan kepemimpinan serta kepercayaan kepada orang kafir, atau yang disebut dengan tawalli.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”( QS. Al-Maidah 5:51)
Syaikh Abdullah Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahumullah berkata saat menjelaskan penjelasan tawalli dan muwalah: “Tawalli adalah kekafiran yang mengeluarkan dari millah, dan ia itu seperti membela mereka dan membantu mereka dengan harta, badan dan pendapat (dalam memerangi kaum muslimin). Dan muwalah adalah dosa besar, seperti menuangkan tinta atau merautkan pena atau berseri-seri kepada mereka seandainya dia menyodorkan cemeti untuk mereka”. (Ad Durar As Saniyyah: 8/422, lihat At Tibyan Fi Kufri Man A’anal Amrikan 98)
Adapun apa yang dilakukan Jokowi sangat membahayakan kaum muslimin. Sewaktu-waktu dapat dengan mudah, dengan justifikasi peraturan yang berlaku, bahwa jabatannya akan berpindah dengan orang-orang yang kekafirannya bahkan disepakati oleh ahli bid’ah sekelas murjiah sekalipun. Sungguh perbuatan tawalli yang mengkafirkan. Seperti diketahui, wakil-wakil yang diajukan untuk menjadi orang nomor dua setelah Jokowi adalah nasrani tulen seperti Rudy dan Ahok.
Bisa jadi suatu saat, dengan prestasi dan kepandaiannya, Jokowi akan melesat sebagai capres. Hingga seperti biasa, partai sekuler PDIP bukan tidak mungkin akan menampakkan simbol-simbol pluralisme lagi dengan mengangkat calon wakil dari kalangan kafir asli. Tidak mustahil jika partai-partai seperti PDS akan mendomplengkan wakilnya kepada PDIP, sebab PDIP ini terkenal sangat abangan, sebuah sisi oposisi dari santri.
Pencitraan Sejenis . . .
Tidak kalah parah dengan Jokowi. Sosok yang akhir-akhir ini sering dicitrakan sebagai pahlawan adalah Dahlan Iskan, pengusaha kenamaan yang sukses gara-gara kiprahnya di Jawa Pos. Banyak sinyalemen yang menunjukkan bahwa Dahlan Iskan adalah neolib luar dalam. Diluar, akidah ekonominya adalah neolib. Di dalam hati, ia dikenal dekat dengan sosok-sosok seperti Cak Nur laknatullah.
"Saya akan selalu ingat pendapat intelektual muslim Nurcholish Madjid (Cak nur) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan. Pendapat yang sama juga datang dari KH Said Aqil Siraj, Ketua umum PB NU dan KH Syukri, pimpinan pondok modern Gontor Ponorogo, bahwa puasa, kerja lebih keras dan menolong orang lain adalah tiga bentuk bersyukur yang paling tinggi," sebuah pernyataannya akan kiai-kiainya yang terekam dalam media merdeka.com.
Selain itu, Jawa Pos merupakan salah satu media yang gencar bekerja sama mempromosikan ajaran sesat JIL. Ulil Abshar Abdalla dan kawan-kawan sempat mengisi rubrik Kajian Utan Kayu di koran tersebut dengan pesan-pesan yang kental akan nuansa pluralisme dan de-islamisasi. “Akhirnya kami pilih nama Kajian Utan Kayu,” kata Ulil Abshar Abdalla pada majalah Gatra, edisi 03/08 (01/12/2008).
Selain itu yang tidak kalah meresahkan adalah keterlibatan Dahlan Iskan dalam organisasi Freemason. Dalam situsnya, Lions club memajang foto Dahlan dalam posisi strategis organisasi Lions Club. Dalam diagram organisasi tersebut, entah bagaimana posisi hierarkinya, yang jelas ditengah banyaknya etnis Tionghoa di diagram tersebut, Dahlan Iskan berada di pucuk atas dengan embel-embel president.
Pedulilah Akan Akidah Wahai Para Aktivis . . .
Hingga akhirnya, sebagai aktivis Islam, dari manapun golongannya, hendaknya peduli kepada akidah dan keimanan seseorang. Jangan sampai salah memilih panutan dan idola. Serta sebuah tindakan yang salah kaprah ketika membangga-banggakan dan membela orang-orang macam ini. Tidak dipungkiri mereka yang telah disebutkan diatas merupakan orang jenius, tetapi keberadaan orang-orang seperti mereka merupakan fitnah dan cobaan bagi kaum muslimin.
Belum juga kasus-kasus lain, seperti ritual musyrik kala Jokowi memandikan mobil esemka, kasus-kasus seperti ini harus menjadi perhatian dari kaum muslimin. Apalagi banyak aktivis dan thullab Islam serta mengaku membela-bela Palestina dan negeri-negeri yang dijajah lainnya, tetapi secara sadar atau tidak telah membela dan menyanjung-nyanjung mereka-mereka yang bergandengan tangan denga orang kafir yang telah dilaknat sebagai anak cucu babi dan kera.
" Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka". (QS. Al Baqarah: 120)
oleh : Kaab as-Sidani [shoutussalam/www.globalmuslim.web.id]
Ulil Abshar Abdalla dan Doktrin Freemason
Ulil-absar-abdala
Antara Ulil Abshar Abdalla dan gerombolan liberal lainnya dengan kelompok Freemason ada kesamaan tujuan dan cita-cita: Memasarkan doktrin humanisme. Karenanya bagi mereka, atas nama kemanusiaan universal, kelompok penoda Islam seperti Ahmadiyah pun harus dibiarkan, tak boleh diganggu gugat.
 Paham humanisme adalah doktrin pokok kelompok Freemason. Dalam khoms qanun (lima kanun) yang dijadikan pegangan Freemason, humanisme adalah asas terpenting. Doktrin halus humanisme menyatakan, pengabdian terhadap kemanusiaan harus disertai dengan upaya membuang jauh-jauh sekat-sekat agama. Humanisme menjadi cita-cita tertinggi kelompok Freemason dalam memasarkan ide-idenya untuk tujuan merusak semua agama-agama, termasuk Islam.
 Jargon-jargon humanisme, Pluralisme (*) seolah bagus dan memikat, seperti persaudaraan umat manusia, kemanusiaan universal, kecintaan terhadap prikemanusiaan, persamaan, kasih sayang, toleransi, perdamaian, dan lain sebagainya.
 Bagi kelompok Mason, sebuah tatanan dunia yang mengedepankan moralitas bisa terwujud tanpa peran agama. Mereka menyebutnya sebagai ”moralitas tanpa agama”. Bagi para pemuja humanisme, agama tak berhak mengatur urusan moral, dan aturan moralitas bisa terbangun berdasarkan kesepakatan manusia. Karena itu, tak ada yang bisa mengintervensi kehendak manusia dalam bersikap dan berperilaku, termasuk negara dan bahkan Tuhan sekalipun. Humanisme jelas mengabdi pada kemanusiaan.
 Paham humanisme mengganggap manusia sebagai makhluk ”superior’ yang berhak menentukan hak-haknya sendiri, termasuk dalam menentukan hukum dalam kehidupan. Nilai-nilai kemanusiaan dalam doktrin Freemason menjadi ”superior” dibandingkan dengan ajaran-ajaran agama. Ajaran-ajaran dalam agama, jika bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, maka harus ditolak. Mereka yang mengusung paham humanisme menganggap tak ada hukum Tuhan, yang ada adalah kodrat alam.
Di Amerika, bahkan seorang kandidat president yang sedang bertarung melawan Obama, Ron Paul merasa perlu mengeluarkan statement : "I am not and never have been a Mason" di Indonesia sepertinya masalah Mason/ Freemason tidak dianggap menganggu ...

 
(*) menurut ustad Abu Bakar Ba”asyir, orang Islam itu pada jaman nabi juga pluralitas, tapi bagaimana mengaturnya? beliau menjelaskan, “yang berlaku harus hukum Islam, orang kafir boleh hidup dibawahnya, hukum islam yang urusannya ritual berlaku hanya untuk orang Islam saja, orang kafir tidak, tapi hukum Islam yang urusannya untuk peraturan umum berlaku untuk semua, begitulah Islam”. Jadi menurut ustad Abu, orang yang berfaham pluralisme itu juga murtad, apalagi faham demokrasi. “Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah”, tandas ustad Abu Ahad kemarin di masjid Romadhon Bekasi. (dari kaskus)




Read more »

Selasa, 01 Januari 2013

Negara Terkaya di Dunia Itu Ternyata adalah Indonesia



Inilah Negara Terkaya Di Dunia Yang Tidak Sadar Kalau Mereka Kaya Raya

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. negara super itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi
dalah negara-negara di timur Tengah.

Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.





Dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.
Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.

baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya. Seharusnya nama kota di sana itu bukan Tembagapura tapi Emaspura.

Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.

2. Negara ini punya cadangan alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.
Berapa kandungan di blok natuna? Blok Natuna memiliki cadangan hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina.

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.

Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dan. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan . sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.

6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.

Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?

Untuk EXXON MOBIL , FREEPORT, , PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.

Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 67 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa ini.

"Indonesia tanah air beta

Disana tempat lahir beta,

Dibuai dibesarkan bunda,

Tempat berlindung di hari Tua...

Hingga nanti menutup mata" 



sumber

Read more »

Mengapa Yahudi Menggali Di Bawah Masjid Al-Aqsa ???



Apa yang terjadi di Palestina. Ketahuilah apa yang Zionis lakukan dan yang lebih penting Anda tahu mengapa dan kenapa.
Penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha sedang dijalankan
Pertama. Lihatlah galian di bawah Masjid Al-Aqsha. Cukup cemas, bahaya dan merusak dasar bangunan Masjidil Al-Aqsha. Jika sebelum ini Anda membaca melalui portal dan media yang berat sebelah. Kini saksikanlah sendiri kerusakan yang parah akibat kerja galian ini. Keretakkan merata-rata di tiang besar, lantai dan dinding masjid yang suci bagi umat Islam.

Penggalian yang merusak dasar bangunan masjid Al-Aqsha
Pihak Israel sedang menggali di bawah Masjidil Al-Aqsha. Mereka mengakui secara terbuka niat mereka untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha untuk “membangkitkan kembali” Temple of Solomon. “Yaitu Kuil Sulaiman.
Arkeologi dan ahli kaji sejarah mengetahui bahwa reruntuhan “Kuil Sulaiman” berada di bawah Masjidil Al-Aqsha. Kita tidak tahu berapa dalam penggalian tersebut, namun kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan saja hal ini terjadi. Ini membutuhkan perhatian dunia Islam.

Saudara Islam seluruh dunia harus tahu apa yang terjadi dan dampak galian ini. Ini satu kebenaran yang mengejutkan.

Mereka begitu bangga dengan hasil kerja mereka (gambar di bawah masjid)

Kubah emas bukanlah Masjid Al-Aqsha tetapi adalah Masjid Batu tergantung “Dome Of The Rock. Setiap kali Masjidil Aqsha diucapkan di media, mereka akan menunjukkan Masjid” Dome of the rock “sebagai Masjidil Al-Aqsha. Sehingga masyarakat tidak mengetahui yang mana satu Masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya.

Dome Of The Rock
Ini merupakan cara Zionis. Mungkin sehingga Masjidil Al-Aqsha dihancurkan, umat Islam tidak mengetahui akan kehancurannya. Menjadi kewajiban umat Islam untuk tahu yang mana satu masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya.
Artikel Bangunan Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya, mengungkap penipuan Zionis

Masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya
Kenapa invasi harus dilakukan ke Masjidil Al-Aqsha? Apakah karena nilai tanahnya atau lain-lain sebab musabab yang diinginkan oleh Yahudi!
Nabi Sulaiman AS Dan Rahasia Yang Tertanam Di bawah Masjidil A-Aqsha
Kembali ke sejarah silam kisah Nabi Sulaiman AS atau Raja Sulaiman yang bertanggung jawab membangun apa yang dikenal sebagai Kuil Sulaiman “. Nabi Sulaiman As berbeda dari Nabi-nabi yang lain karena beliau di beri Allah SWT bisa menguasai umat manusia, dan bangsa jin.
Nabi Sulaiman ditugaskan dengan menyebarkan ayat-ayat Allah SWT yaitu: keyakinan dan ibadah dalam hanya SATU tuhan saja. Hal ini menjadi perhatian Nabi Sulaiman dimana ada kaum-kaumnya yang kuat mengamalkan ilmu sihir dan okultisme (ilmu ghaib). Beliau memerintahkan pengawalnya untuk pergi ke seluruh negeri dan merampas setiap buku, naskah, kitab-kitab yang tertulis segala ilmu sihir dimana praktek sesat ini diajarkan untuk berhubungan dengan pemanggil roh. Praktek ini terkait terkait dengan jin dan setan.

Dalam Islam kita tahu bahwa ilmu sihir adalah haram. Al-Quran mengatakan kepada kita bahwa Jin dan Manusia tidak bisa berhubungan walaupun hidup di dimensi yang sama dengan manusia, tetapi tidak bisa berkomunikasi antara satu sama lain. Jin tidak dapat dilihat, mereka bisa melihat kita, tapi kita tidak dapat melihat mereka. Tidak adanya seperti Jin “baik” atau membantu, karena setiap jin yang berbicara dan berinteraksi dengan manusia secara langsung dilarang oleh Allah SWT.
Jadi petunjuk Nabi Sulaiman AS agar mereka membawa semua buku, kitab yang terkait dengan ilmu sihir kepadanya, dan kemudian beliau kuburkan semua buku, kitab dan apapun yang terkait dengan praktek ini dimana beliau pikirkan paling aman yaitu tidak akan ada siapapun yang bisa mendapatkan atau mencurinya .
Beliau menanamkan buku-buku ajaran sihir itu di bawah situs kuil tersebut. Beliau menunjuk beberapa orang ksatria yang di kenali sebagai “Knights of the temple of Solomon” (Knight Templar) untuk menjaga kuil Sulaiman itu siang dan malam.

Lambang Knight Templar yang digunakan
Kesatria melakukan tugas yang diberikan pada awalnya. Setelah Nabi Sulaiman as wafat, The Knights menemukan apa yang ada di bawak kuil itu. Mereka menyadari akan pentingnya hal ini, rahasia praktek sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama Musa dan Allah SWT. Dan tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh Iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, mereka dengan cepat menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.

Anggota okultisme menegaskan bahwa setan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima suap, maksiat, kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa Setan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kekuasaan’ itu adalah Allah yang nyata.
Selama berabad-abad, naskah itu diselundupkan ke Eropa, dan Kesatria Templar menyebut mereka sebagai “Free Mason”. Dengan kekuatan yang terkumpul, mereka cepat menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kelompok-kelompok rahasia.
Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu menurut kehendak tuhan setan dan sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili setan di bumi. Simbol mereka adalah piramida dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu. Perlu diketahui bahwa orang Mesir kuno ini memiliki tuhan yang bermata satu dikenal sebagai Mata Ra danMata Osiris. Ingatlah bahwa ilmu hitam adalah diajarkan dari orang-orang kafir dari Mesir kuno.

Tuhan Ra

Tuhan Osiris (gambar duduk)
Jadi jika freemason sudah mendapat hak dan kekayaan di dunia dan “harta rahasia” ini. Mengapa semua terkonsentrasi untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha?

Sebenarnya mereka sedang mempersiapkan kedatangan tuhan mereka yaitu “Dajjal”.
Apa Yang Islam Dan Nabi Muhammad SAW Memperingati Kita Tentang Kedatangan Dajjal
1. Dalam Islam kita tahu Dajjal adalah Nabi palsu. Dajjal akan meniru seperti nabi sejati dalam segala hal. Nabi yang sebenarnya adalah Nabi Isa AS yang akan datang kembali untuk memerintah dunia dari Yerusalem. Jadi disitulah Dajjal akan tiba di atas tanah suci, Jerusalam.
2. Nabi Muhammad SAW berkata kepada kami bahwa Dajjal dikeluarkan dari dunia ini. Dengan demikian ia telah berada di planet ini sejak zaman Rasulullah SAW. Kami diberitahu bahwa Dajjal akan hidup di bumi selama 40 hari (satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu, dan sisanya seperti hari biasa Ingatlah 1 tahun surgawi. Adalah sama dengan 1000 tahun manusia. Anda melakukan matematika). Ini membuktikan bahwa ia adalah jin yang kuat, seperti jin bisa hidup selama ribuan tahun.
3. Semua Nabi-nabi memperingatkan kaum mereka tentang Nabi palsu ini.
4. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kedatangan Dajjal dan memperingatkan kita untuk mengetahui bahwa Allah SWT tidak “bermata satu”. Dajjal juga akan memiliki kata kafir di dahinya. Nabi Muhammad SAW juga memperingatkan, bahwa setiap Muslim setelah mendengar “kedatangan” Dajjal harus memalingkan muka dari memandang wajah Dajjal. Dan membelakangi dan terus berjalan menjauh darinya. Tidak melihat ke arahnya, atau berjalan ke arahnya. Jangan ingin tahu dan Nabi SAW memperingatkan bahwa orang yang terkuat imannya akan diuji dan mudah bisa jatuh korban fitnah Dajjal, karena Dajjal adalah “Master of Deception”.

Zionis pernah menyebut bahwa kawasan diantara sungai Nil dan Furat sebagaimana adanya “tanah yang dijanjikan”. Mereka harus membangun kuil asal untuk menyambut kedatangan Dajjal.
Jadi Di Mana Situs Kuil Sion Yang Asal?
Bukti arkeologi dan sejarah membuktikan bahwa reruntuhan kuil asal Sion adalah di bawah Kuil Sulaiman. Ini sebabnya mengapa yahudi / zionist ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha agar mereka dapat membangun kembali kuil dibawah Masjidil Al-Aqsha.

Gambaran Temple of Solomon oleh pelukis
Hal ini menjelaskan mengapa Pemerintah AS begitu baik dengan Israel. Mereka memiliki tujuan yang sama, dan kepercayaan bersama. Mereka bekerja untuk sebuah kekuatan yang jauh lebih besar, dan jauh lebih jahat dan penuh dengan penipuan. Inilah sebabnya mengapa kebijakan luar negeri AS adalah pro-Israel, bahkan mereka mengabaikan rakyat mereka sendiri. Itulah sebabnya mereka membiarkan Palestina diserang berkali-kali. Mereka memang berniat untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha.

Replika Solomon ‘s Temple
Dan inilah sebabnya mengapa mereka menggambarkan orang-orang Arab dan Muslim sebagai teroris. Mereka ingin menghasut dan mengubah dunia agar melawan dan membenci orang Islam, karena faktanya adalah, orang-orang yang akan terus mempertahankan Masjid Al-Aqsha adalah orang-orang Muslim. Muslim memahami pentingnya Masjidil Al-Aqsa, ia adalah kiblat pertama umat Islam. Oleh karena itu orang-orang Muslim adalah musuh dajjal dan Amerika adalah murid-murid Dajjal.

Dalam Al-Quran mengatakan bahwa salah satu tanda akhir zaman sebelum kedatangan Dajjal adalah runtuhannya Masjidil Al-Aqsha yang sedang terjadi sebagaimana yang Anda baca ini.
Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kejahatan Dajjal dan pengikutnya. Semoga cahaya Islam bersinar terang dari sebelumnya.
Dan bukti kedatangan Dajjal dan akhir zaman adalah kehancuran Masjidil Al-Aqsha.

Read more »

Indonesia Resmi Beli Tiga Kapal Selam dari Korsel


Maket kapal selam yang akan dibangun di PT PAL. (Foto: Berita HanKam)

28 Desember 2012, Surabaya: Pemerintah Indonesia sepakat untuk membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan dengan sistem alih teknologi.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berharap, Indonesia dapat membuat sendiri kapal selam setelah teknisi dari PT PAL belajar ke Korsel. Wakil Menhan mengatakan hal itu ketika berkunjung ke PT PAL, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/12/2012).

Tujuan Wakil Menhan ke PT PAL, dalam rangka meninjau kesiapan PT PAL untuk memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), di antaranya kapal selam, kapal tunda, dan kapal kawal rudal cepat.

"Saya melihat disini area persiapan untuk alih teknologi kapal selam. Dua kapal selam diproduksi bersama Korea Selatan. Satu unit kapal selam akan diproduksi di PT PAL di area khusus pembuatan kapal selam," ujar Sjafrie Sjamsoeddin, di sela-sela kunjungannya.

Pemerintah Indonesia sepakat membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan dengan sistem alih teknologi. Sjafrie berharap, Indonesia dapat membuat sendiri kapal selam setelah teknisi dari PT PAL belajar ke Korsel.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga meminta PT PAL betul-betul serius dalam mengelola anggaran untuk kebutuhan modernisasi peralatan militer, khususnya untuk membangun infrastruktur kapal perang.

Selain melihat area yang disiapkan untuk fasilitas produksi kapal selam, Sjafrie juga meninjau produksi kapal tunda dan KCR yang dipesan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan TNI.

Indonesia Berencana Beli 10 Kapal Selam

Modernisasi alutsista TNI dilakukan secara serius untuk menunjung kekuatan sistem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan TNI, khususnya matra Angkatan Laut dalam menjaga perairan Indonesia.

"Rencana strategis jangka panjang, Indonesia akan membeli 10 kapal selam," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke PT PAL, Surabaya, Jumat (28/12).

Untuk tahap awal, Indonesia akan memiliki tiga kapal selam hasil kerjasama pembelian dari Korea Selatan. Dua dibuat di sana, kata dia, satu kapal selam dibuat murni anak negeri di PT PAL mulai 2016.

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia, puluhan teknisi dikirim ke Negeri Ginseng untuk mendapatkan menimba ilmu transfer teknologi.

Targetnya nanti, kata Sjafrie, sepulangnya ke Indonesia mereka memiliki kemampuan untuk merawat dan membuat kapal selam yang menjadi alutsista ampuh dalam menjaga perairan Indonesia. "Karena memelihara dan membangun kapal selam tidak beda jauh."

Pihaknya paham untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum (MEF) membutuhkan dana besar dan dilakukan dengan perencanaan matang. Meski begitu, kalau melihat cetak biru yang pemenuhan alutsista hingga 2024, maka hal itu hampir dipastikan terwujud.

Sjafrie menjelaskan, pada awal pemerintahan SBY, anggaran belanja alutsista per tahun masih Rp 500 miliar. Sekarang, dana yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 8 triliun. Selain untuk memasuk kebutuhan senjata operasional prajurit, langkah membeli produk senjata lokal juga untuk membantu memulihkan kejayaan industri pertahanan dalam negeri.

"PT PAL sudah bangkit dan secara khusus mendapat penyertaan modal. Tapi mereka harus menguatkan divisi kapal perang yang terkenal dengan teknologi tinggi."

Sumber: KOMPAS/Republika

Read more »

Refleksi Kinerja Kemhan 2012


Truk Perkasa sebagai platform peluncur roket RHAN 122. (Foto: Berita HanKam)

30 Desember 2012, Jakarta: Mengakhiri Tahun 2012, Kementerian Pertahanan melaksanakan Refleksi terhadap seluruh program kegiatan di beberapa bidang yang telah dilaksanakan selama Tahun 2012 yang menjadi tahun ke tiga dari Renstra pertama dan proyeksi program kegiatan Kementerian Pertahanan untuk tahun 2013. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (27/12) di Kantor Kemhan.

Menhan menyatakan bahwa peningkatan kesejahteraan Prajurit TNI dan PNS dilaksanakan secara bersinambungan sesuai kemampuan anggaran. Untuk meningkatkan Kesejahteraan Prajurit TNI dan PNS, Kemhan telah memberikan tunjangan cacat, pelayanan kesehatan, perumahan, dukungan Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap), bantuan beasiswa dan tugas belajar serta tunjangan kinerja.

Seiring dengan hal itu, di bidang kesehatan, Kemhan juga ikut berpartisipasi aktif dalam penanggulangan penyakit yang berdampak nasional melalui pemenuhan Alkes Rumkit dan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi anggota TNI/PNS dan keluarganya serta masyarakat.

Demikian juga di bidang perumahan, dimana untuk tahun 2012 telah dibangun rumah bagi prajurit dan PNS baik berupa Rusunawa, Rusunami maupun kepemilikan rumah umum dan khusus. Untuk rencana tahun 2013 mendatang akan dilakukan penataan rumah negara dan penyelesaian permasalahan tanah dan bangunan, serta penambahan pembangunan Rusunawa, Rusunami dan kepemilikan rumah umum dan khusus.

Sementara itu, di dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) Kemhan / TNI tetap mengacu kepada pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF) dengan melakukan Restrukturisasi berdasarkan kebijakan Zero Growth yaitu tidak ada penambahan personel secara signifikan, dimana antara rekrutmen personel dan yang pensiun seimbang (Pertumbuhan Nol) dan melakukan kebijakan Right Sizing yaitu dapat menentukan kebutuhan personel secara tepat guna dengan melaksanakan penataan organisasi, penghitungan beban kerja dan standar kompetensi.

Adapun program kegiatan yang telah dilaksanakan dari sisi sarana pertahanan selama tahun 2012 adalah program modernisasi alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) TNI sesuai dengan Minimum Essential Forces (MEF) untuk kurun waktu 15 tahun. Tahun 2012 ini telah memasuki tahun ke tiga dari Renstra I dan diharapkan sampai dengan tahun 2014 pencapaian lebih dari 30 %. Untuk proyeksi Tahun 2013 program kerja sarana pertahanan akan tetap melanjutkan proses pengadaan dengan didukung pengembangan teknologi industri pertahanan, pemenuhan kelengkapan dokumen regulasi keuangan serta penyempurnaan Permenhan tentang pengadaan Alutsista. Disamping itu pengadaan alutsista juga mengutamakan produksi dalam rangka meningkatkan kemandirian industri pertahanan.

Pada tahun 2012 pelaksanaan kegiatan yang mengemuka berkaitan dengan analisis Strategi Pertahanan, konflik laut Cina Selatan, tata ruang wilayah pertahanan, pengawasan perbatasan dengan menggunakan Iptek, Implementasi Doktrin dan Implementasi Sishanta di Perbatasan.

Pengkajian terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan yang dilakukan antara lain kajian model Warhead kaliber 200 mm, penyempurnaan PTTA (Pesawat Terbang Tanpa Awak), Model Kapal Selam Tanpa Awak, Pengembangan MEF (Minimum Essential Force) dan pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X. Disamping itu juga dilaksanakan analisis terhadap alat peralatan pertahanan, berupa pembuatan prototype Rantis 5 Ton 6x6 peluncur roket kaliber 122 mm, Prototipe Munisi kaliber 105 mm Exercise, Prototipe Combat Boat, Prototipe roket jarak 100 km ground to ground dan Prototipe Smart Bomb.

Prototipe smart bomb spesifikasi awal berbobot 250 kg dengan jangkauan lebih dari 100 km. (Foto: Berita HanKam)

Untuk proyeksi 2013 Balitbang Kemhan akan melaksanakan program pengkajian Strategi pertahanan, salah satunya strategi pencegahan dan penanggulangan Dampak Konflik Laut Cina Selatan terhadap Kedaulatan NKRI (ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial budaya) serta melaksanakan sosialisasi pengintegrasian komponen negara dan pemberdayaan wilayah pertahanan.

Di bidang legislasi, Kemhan menyusun dan membahas RUU yang menjadi prioritas prolegnas tahun 2012 antara lain RUU Komcad, RUU Kamnas, dan RUU Rahasia Negara. RUU yang sudah disahkan menjadi Undang-Undang di Tahun 2012 adalah UU Nomor. 15 Tahun 2012 tentang Veteran RI dan UU. Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tahun 2013 target yang akan diselesaikan adalah RUU Rahasia Negara, RUU Kamnas, dan 38 Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) termasuk Naskah Akademik dan draft RUU Bela Negara.

Jakarta Internasional Defence Dialoque (JIDD) ke-2, 2012 dan Indo Defence ke-5, 2012 telah terlaksana dengan sukses. Kedua forum tersebut merupakan forum dialog dan pameran Alutsista pertahanan keamanan di kawasan Asia Pasifik yang saat ini telah diakui dan menjadi agenda dunia serta diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun 2013 forum tersebut akan lebih ditingkatkan secara kualitas. Selain itu juga di selenggarakan ASEAN Regional Forum Head of Defence Universities Colleges and institutions Meeting (ARF – HDUCIM) yang merupakan media pertukaran informasi dan pengalaman dalam pengembangan ilmu pertahanan.

Di bidang Potensi Pertahanan, Kemhan melanjutkan dan mengintensifkan kegiatan pembinaan kesadaran bela negara dengan melibatkan Kementerian lainnya, LPNK dan elemen masyarakat dalam memantapkan upaya Nation Character Building sumber daya manusia untuk kepentingan pertahanan negara. Tahun 2012 ini juga telah dicanangkan bahwa tanggal 19 Desember sebagai hari Bela Negara yang akan diperingati secara nasional setiap tahun.

Pembangunan dan pemberdayaan wilayah perbatasan juga merupakan perhatian yang sangat besar bagi Kemhan di tahun 2012. Hal tersebut tidak hanya berupa pembangunan secara fisik, tetapi juga non fisik seperti peningkatan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan wawasan kebangsaan, termasuk juga peningkatan kesejahteraan bagi personel Kemhan/TNI yang bertugas di wilayah perbatasan seperti tunjangan khusus. Disamping itu dialog dan penyelesaian masalah wilayah perbatasan dengan negara-negara yang terkait juga terus dilaksanakan secara intensif. Di tahun 2013 kegiatan–kegiatan tersebut akan terus ditingkatkan.
 
 
 
 

Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *