Rabu, 02 Oktober 2013

Pemerintah AS 'Shutdown', 800 ribu Pegawai Pemerintah Cuti tanpa Dibayar




PEMERINTAH Amerika Serikat memutuskan untuk tak buka kantor mulai Selasa pukul 00.01 waktu setempat. Mulai hari ini, hanya karyawan federal yang tugasnya esensial yang akan masuk kerja. Selebihnya, sekitar 800 ribu pegawai federal akan menjalani cuti tanpa batas waktu.


Anggota parlemen dan Senat tak menyetujui anggaran belanja negara, Kedua belah pihak bertengkar dan saling menyalahkan selama lebih dari seminggu terkait Obamacare, model jaminan kesehatan yang ditawarkan pemerintah Obama.


Kubu Republik bersikeras anggaran belanja termasuk amandemen anti-Obamacare, hal yang tak disetujui kubu Demokrat di Senat.


Pernyataan 'tutup kantor' ini tak terelakkan Senin malam ketika kubu Republik di DPR mengakui bahwa mereka tidak bisa mengatasi keberatan Senat terhadap proposal yang mencakup ketentuan-ketentuan yang bertujuan menggelincirkan Obamacare. Mereka berencana melakukan pembicaraan dengan Senat untuk mengatasi perbedaan.


Namun Pemimpin Mayoritas Senat, Harry Reid, menyanggah kemungkinan pembicaraan itu. "Kami tidak akan pergi ke konferensi dengan pistol mengarah ke kepala kami," kata Reid.


Dengan tidak adanya terobosan Kongres, pemerintah Amerika Serikat mengalami penutupan layanan, penutupan pertama sejak 1996. Hanya kantor dan pegawai yang dianggap 'penting' yang akan terus berfungsi.


Sejumlah dampak paling berat akibat penghentian layanan oleh Pemerintah AS antara lain:


1. Sekitar 800.000 pegawai pemerintah akan menjalani cuti tanpa dibayar. Hal ini akan
menimbulkan ketegangan besar pada banyak departemen, dan berdampak pada kondisi
keuangan para karyawan yang menjalaninya.


2. Karyawan militer, termasuk personel tugas aktif, tidak akan dibayar selama penghentian
layanan.


3. Taman nasional Amerika yang terkenal kemungkinan akan ditutup.


4. Pinjaman federal untuk pembeli rumah dan usaha kecil akan ditangguhkan selama penutupan.


5. Gaji bagi pensiunan dan veteran militer bisa mengalami penundaan.


6. Museum nasional dan kebun binatang akan ditutup sementara.


7. Pengumpulan sampah di ibu kota negara akan berhenti. Tidak seperti di lima puluh negara
bagian AS, anggaran Washington DC tunduk pada persetujuan Kongres.


10. Pembelian dan penjualan senjata akan jauh lebih sulit, karena Biro Alkohol, Tembakau,
dan Senjata Api, yang memproses permintaan izin, tak akan beroperasi.
TELEGRAPH | TMP

Read more »

Pemerintahan AS Dinyatakan Lumpuh!


Terhitung 1 Oktober 2013, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berhenti beroperasi. Lumpuhnya kegiatan pemerintahan merupakan hasil dari kisruh anggaran yang terjadi di Parlemen AS.


Pemerintah Amerika secara resmi menghentikan kegiatan lembaga pemerintahannya. Hal ini merupakan tragedi buruk dalam sejarah Negeri Paman Sam dalam 17 tahun terakhir.


Pemerintah AS tidak memiliki anggaran untuk bekerja. Hanya beberapa lembaga yang masih beraktivitas karena dianggap memiliki fungsi yang vital.


Keputusan pahit ini diambil setelah Partai Republik menolak dana darurat yang diajukan sebagai solusi permasalahan krisis anggaran oleh Presiden AS Barack Obama. Kebijakan artinya juga menolak paket kebijakan kesejahteraan yang diusung Obama dalam kampanyenya.


Fenomena yang dikenal dengan sebutan “shutdown” ini pernah terjadi juga pada 1996. Saat itu, Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Bill Clinton lumpuh selama 26 hari.


Peristiwa ini merupakan ulah terbaru dari Partai Republik untuk mengganggu pemerintahan Presiden Barack Obama. Partai Republik memang berniat menyerang Obama dengan segala cara

Read more »

Selasa, 01 Oktober 2013

Derita Suara Mayoritas Di Balik “Kesuksesan” Miss World

fpi miss world Derita Suara Mayoritas Di Balik “Kesuksesan” Miss World
Oleh: Ayati Fa
Aktif di FLP Bogor
Sungguh tak pernah terbayangkan. Indonesia negeri mayoritas Muslim terbesar di dunia akhirnya benar-benar menjadi tuan rumah kontes kecantikan Miss World 2013. Meski penolakan datang dari berbagai pihak. Miss World 2013 di Indonesia itu akhirnya tetap terselenggara.
Memang, pemerintah melalui Kemenkokesra memutuskan penyelenggaraan ajang ratu sejagad itu hanya di Bali saja. Setelah beberapa pekan dikarantina. Sabtu malam (28/09/2013) acara puncak kontes kecantikan yang disiarkan sebuah TV nasional itu terlaksana. Vania Larissa, wakil dari Indonesia harus puas hanya masuk dalam peringkat 10 besar. Meskipun sebelumnya ia diberitakan sebagai pemenang Miss Talent dengan menyingkirkan 128 peserta lain. Apakah keberhasilan kontes itu sebanding dengan “pengorbanan” penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim?
Uang, Lobi dan Opini
“Anjing menggonggong kafilah berlalu,” begitukah yang terpikir oleh penyelenggara? Sehingga meskipun aksi penolakan datang dari mayoritas umat Islam, berbagai ormas, seperti NU, Muhammadiyah, HTI, FPI, dan ormas-ormas lainnya. Bahkan MUI pun mengeluarkan larangan. Namun, suara penolakan itu toh seakan angin lalu, penyelenggara dan pendukung kontes itu tetap melenggang.
Kita bisa lihat, bagaimana usaha pihak penyelenggara agar acara kontes kecantikan itu tetap terlaksana. Paling tidak dari beberapa hal;
Pertama, kekuatan lobi. Dalam dunia bisnis, politik, dan lainnya kekuatan lobi ini amat penting. Siapa saja, seseorang atau pun kelompok akan menggunakan kekuatan lobi ini untuk meraih target yang diharapkan. Berharap orang-orang atau kelompok yang semula menolak bisa berbalik menerima bahkan menjadi pendukung.
Lihat saja, setelah Kemenkokesra memutuskan pelaksanaan kontes kecantikan itu hanya di Bali saja. Maka,  saat konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Ahad (08/09/2013). Direktur Utama MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan dirinya akan negosiasi dengan pihak pemerintah agar penyelenggaraan acara Miss World 2013 tetap di dua daerah yaitu Bali dan Bogor. (Kompas.com/08/09/2013).
Tidak hanya itu. Penyelenggara pun mengirim utusannya ke berbagai ormas untuk melakukan lobi-lobi agar kontes itu bisa diterima. Pun dikirim juga utusan kepada MUI, kepala daerah, pihak keamanan dan lainnya agar mendukung pelaksanaan kontes itu. Tidak malu-malu, berbagai dalih dan argumentasi mereka bangun guna memperoleh dukungan dari berbagai kalangan.
Kedua, kekuatan opini. Miss world adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley dan pertama kali digelar di Inggris. Kontes itu berawal dari festival kontes bikini yang bertujuan untuk mempromosikan pakaian renang. Kemudian oleh media disebut-sebut sebagai Miss World. Sehingga dapat dikatakan Miss World adalah kontes kecantikan tertua di dunia. Nenek moyang dari berbagai kontes ratu-ratuan yang saat ini ada.
Setelah Eric Morley meninggal perhelatan tersebut diteruskan oleh istrinya yang dalam perjalanannya kemudian muncul konsep 3B yakni Brain (kecerdasan), Beauty (kecantikan), danBehavior (Kepribadian). Namun, sejak pertama kali perhelatan ini digelar bahkan hingga kini. Seluruh peserta dan pemenang kontes Miss World selalu wanita-wanita cantik bertubuh seksi. Karena konsep Brain, Beauty dan Behavior itu hanyalah polesan. Opini yang disebarkan agar mendapat dukungan masyarakat. Padahal tidak dapat dipungkiri bahwa sejatinya konsep 3B tidak lebih dari Body Body dan Body.
Apakah hanya itu? Tidak. Pihak penyelenggara dengan media yang mereka miliki baik cetak, online maupun elektronik senantiasa membangun opini umum. Berbagai upaya mereka lakukan agar bisa memengaruhi massa. Mereka mengklaim seakan-akan betapa “pentingnya” kontes itu bagi bangsa Indonesia. Sehingga pembatalan kontes Miss World seolah-olah bisa membawa kerugian yang luar biasa.
Mereka juga berdalih bahwa kontes Miss World akan membawa nama Indonesia ke tinggat internasional. Indonesia akan dikenal dunia, mengingat baru Indonesialah negara di wilayah Asia Tenggara yang dipercaya sebagai tuan rumah ajang ratu sejagad itu. Tidak cukup sampai di situ, di berbagai media penyelenggara maupun orang-orang yang mendukung pelaksanaan Miss World juga selalu menyuarakan akan menguatnya industri pariwisata Indonesia.
Benarkah demikian? Meski potensi pariwisata Indonesia banyak. Namun bila infrastruktur pendukung tidak memadai dan sedikit mendapat perhatian negara. Tentu apa yang diharapkan jauh panggang dari api. Dan terbukti untuk mengenalkan pariwisata Indonesia tidak perlu melalui Miss World. Karena dalam waktu yang hampir bersamaan dilaksanakan Sail Komodo 2013 di pantai Pade, Labuhan Bajo, NTT yang dibuka oleh Presiden SBY (sindonews.com/14/09/2013). Apakah iya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia harus dengan kontes yang mengeksploitasi tubuh perempuan? Seharusnya tidak perlu!
Namun, lagi-lagi, mereka tetap berusaha memengaruhi masyarakat. Mereka katakan bahwa kontes ini sesuai dengan budaya Indonesia, tidak memakai bikini dan tidak melanggar kesopanan. Sungguh, apakah mereka yang menolak pelaksanaan kontes itu hanya karena bikini saja? Tidak. Bahkan dengan menutup aurat sekalipun kontes-kontes yang semisal itu tetap ditolak. Karena berbagai ajang itu sejatinya tak lebih dari kapitalisasi tubuh perempuan, liberalisasi budaya dan kepentingan bisnis pemilik modal untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.
Ketiga, kekuatan materi. “Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang,” sebuah ungkapan yang tidak asing lagi bagi kita. Pun demikian halnya dalam penyelenggaraan ajang ratu sejagad itu. Kekuatan lobi dan kekuatan opini tidak akan berjalan keuali didukung oleh materi (baca: uang).
Adjie S. Soeratmadjie, Head of Corporate Secretary RCTI, mengungkapkan panitia penyelenggara sekaligus official broadcaster Miss World 2013 rela menggelontorkan dana dalam jumlah besar (sekitar 120 milyar rupiah). Namun ia katakana, itu semua dilakukan demi mengangkat nama Indonesia di mata internasional. Lagi-lagi panitia berdalih atas nama “Indonesia” untuk meraih simpati massa. Seakan-akan apa yang merela lakukan, uang yang mereka keluarkan benar-benar tulus demi nama baik Indonesia.
Bahkan tidak hanya itu, untuk meraih simpati masyarakat yang secara emosi memang mudah teraduk-aduk karena kehidupan yang makin menghimpit. Berbagai media pun memberitakan bahwa pelaksanaa kontes ratu sejagad itu merugi. Sebagaimana yang dikatakan oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, “Tanpa dipindah juga kami sudah rugi, apalagi dipindah karena persiapan tiga tahun harus dikompres dengan persiapan tiga hingga empat hari.” (www.antara.news.com/09/2013). Namun, sepertinya kata “rugi” menurut Hary Tanoe itu patut didefinisikan kembali.
Karena meski telah mengeluarkan uang milyaran. Keuntungan terbesar dari event Miss World pada akhirnya kembali pada penyelenggara dan industri yang menjadi sponsornya. Bagaimana kisah sukses Sunsilk di India. Sunsilk dilaporkan berhasil menguasai 60 persen pasar shampoo di India setelah Aishwarya Rai tampil menjadi Miss World 1994 dan India menjadi tuan rumah kontes kecantikan dunia pada 1996.
Bahkan Julia Morley (istri Morley) Chairwoman of Miss World Organization dengan waralaba lebih dari 130 negara mampu meraup untung 450 juta USD, (al-wa’ie/09/2013). Sedang untuk Indonesia yang memegang hak siar adalah MNC Grup. Sebagaimana yang dituturkan Liliana Tanoesoedibjo, Chairwoman Miss Indonesia Organization di okezone. Acara puncak Miss World disiarkan lebih dari 140 negara. Bisa dibayangkan berapa pundi-pundi yang diraup oleh pemegang hak siar itu? Lagi-lagi ujung-ujungnya adalah uang.
Tirani Minoritas
Timbul pertanyaan. Indonesia dengan pancasila sebagai dasar negara yang seringkali dinyatakan sebagai negara yang menghargai suara mayoritas kenapa seakan melupa? Lalu, suara siapakah yang sejatinya didengar?
Dengan klaim dan argumentasi apapun seharusnya kegiatan itu bisa dihentikan. Pemerintah juga pihak keamanan seharusnya tidak memberikan rekomendasi terhadap berbagai acara yang tidak saja mengeksploitasi perempuan. Tapi juga bertentangan dengan keimanan mayoritas penduduk Indonesia.
Sungguh, hadirnya beragam bentuk kemaksiatan yang dikapitalisasi di negeri ini. Termasuk kontes Miss World 2013 semakin mengokohkan kedudukan negeri ini sebagai “The Corporate State” yang berakar pada nilai-nilai kapitalisme-liberalisme. Dimana parameter untung rugi secara materilah yang menjadi standar-ukuran dalam menentukan kebijakan negara. Bukan memakai standar halal haram. Dan tidak pula menjadikan suara mayoritas sebagai ukuran sebagaimana klaim yang selama ini selalu didengungkan.
Suara rakyat (mayoritas) hanya dipandang sebagai sesuatu yang “diakui” keberadaannya dalam sistem demokrasi. Namun tidak pernah diperhitungkan. Ketika mayoritas rakyat menolak kenaikan BBM, BBM tetap dinaikkan. Pun ketika mayoritas penduduk Indonesia menolak kontes Miss World 2013 itu, kontes pun tetap dilaksanakan. Semua kembali kepada uang. Pada segelintir orang yang ber-uang.
Sungguh, sebagai negeri berpenduduk Muslim terbesar seharusnya kita merujuk pada akidah keimanan kita yang menjadikan halal-haram sebagai standar-ukuran dalam setiap aktivitas perbuatan. Yaitu dengan menerapkan Syari’ah Islam dalam tata kelola negara. Negara yang hanya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber perundang-undangannya.
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (TQS. Al-Maidah [5]: 50)
Wallahu a’lam bis shawab.
Ayati Fa. Aktif di FLP Bogor.

Read more »

Amien Rais dan Jokowi

amien rais Amien Rais dan Jokowi
Oleh: Nuim Hidayat (mantan wartawan Media Dakwah)
Amien Rais adalah tokoh intelektual Islam yang ‘digadang-gadang’ umat Indonesia menjadi presiden Indonesia setelah Soeharto turun 1998.  Amien dijegal oleh ‘kelompok non Islam’.  Kini Jokowi dielu-elukan Kompas untuk menjadi presiden. Akankah berhasil?
Bermula tahun 90-an sepulang Amien dari Doktornya di Chicago University, Amien, doktor ilmu politik, senantiasa meluncurkan pemikiran-pemikiran segar. Baik di kalangan intelektual maupun media massa seperti di Panji Masyarakat, Republika dan jurnal-jurnal ilmiah. Amien saat itu adalah pengritik terdepan kekuasaan Soeharto yang begitu menggurita. Soeharto menguasai militer, politik, ekonomi dan lain-lainnya.
Dalam masalah anggota DPR-MPR misalnya, Amien mengiritik keras Soeharto. Ia menganggap bahwa DPR-MPR hanya ‘tunduk’ pada Pak Harto. Selain sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar, Pak Harto lah yang menentukan pengangkatan Utusan Daerah atau Utusan Militer yang akan duduk di DPR atau MPR. Sehingga yang terjadi adalah ABS, Asal Bapak Senang. Maka tiap pemilihan presiden –saat itu presiden dipilih DPR/MPR- hanya Soeharto yang dicalonkan. Anggota DPR-MPR tidak berani mengusulkan calon lain.
Pak Harto makin disorot ketika keluarganya ikut-ikutan dalam bisnis dan politik. Tutut diangkat Soeharto menjadi menteri dan Tommy memegang bisnis mobil Timor, yang rencananya menjadi mobil nasional. Maka ditambah kritik Pak Amien dan ‘kesumpekan politik’ yang puluhan tahun itu, maka masyarakat, khususnya mahasiswa marah dan terjadilah tragedi Mei 1998. Jakarta dibakar oleh ‘kelompok-kelompok kiri dan non Islam’ dan Pak Harto turun.  Amien cs menginginkan Habibie sebagai presiden, kelompok kiri atau non Islam menginginkan paket Soeharto-Habibie turun.
Akhirnya karena desakan mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat, Soeharto turun, Habibie naik (21 Mai 1998). Tapi apakah Habibie aman menjadi presiden? Ketika Habibie naik ia segera didesak oleh kelompok-kelompok ‘anti Pak Harto’ saat itu agar segera menyelenggarakan pemilu. Maka Habibie pun hanya memerintah setahun lima bulan. Dan disitulah manuver politik dimulai.
Mereka yang tidak menginginkan ‘Islam Politik’ (ICMI dkk) naik memerintah negeri ini, mulai mengadakan kasak-kusuk di partai-partai. Tokoh-tokoh PDIP menjadi yang terdepan menolak Habibie. Golkar pecah. Tokoh-tokoh Golkar ‘kiri/sekuler’ seperti yang dipelopori Marzuki Darusman, menggalang dukungan menolak laporan pertanggungjawaban Habibie. Harapannya, dengan ditolak laporannya, maka Habibie tidak mungkin mencalonkan diri menjadi presiden.
Laporan Habibie ditolak dengan perbandingan tipis, hanya selisih 33 suara. Prestasi Habibie menurunkan dolar dan menstabilkan rupiah, membuka ‘kebebasan pers’, membuka partai-partai baru dan seterusnya dianggap angin lalu. Karena bagi mereka,sejak Habibie menjadi wakil presiden dan mendorong terbentuknya ICMI –Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia- maka Habibie harus harus disingkirkan. Islam Politik tidak boleh memerintah negeri ini, begitu keinginan mereka
Dengan seabreg prestasinya, Habibie pun pupus tidak mungkin menjadi presiden. Menjadi tidak etis, presiden yang telah ditolak laporan pertanggungjawabannya dicalonkan kembali menjadi presiden. Maka diadakanlah perundingan di “Kuningan” antara elit politik di negeri ini. Wiranto, Habibie, Amien Rais, dan tokoh-tokoh elit negeri ini saat itu berkumpul. Mereka sepakat menjadikan Amien sebagai presiden.
Kelompok lain, kita tidak tahu mereka dimana berapat, yang jelas mereka tidak menginginkan Pak Amien menjadi presiden. Amien adalah kartu mati bagi mereka. Karena Amien adalah tokoh intelektual Islam yang memahami Amerika/Barat. Kritik-kritik Amien terhadap sekulerisme-liberalisme (termasuk kritik Amien terhadap Nurcholish saat itu) tentu mereka dokumentasikan dan menjadi catatan besar bagi mereka. Apalagi ketokohan Amien di Muhammadiyah dan ICMI yang ‘melegenda’ saat itu, semakin menakutkan mereka.
Selain tentu saja tulisan-tulisan Amien di Panji Masyarakat, Republika dan jurnal-jurnal ilmiah dan  kedekatan Amien dengan tokoh-tokoh Masyumi saat itu, tentu tidak dirasakan nyaman oleh mereka. Buku Amien “Cakrawala Islam” tentu juga telah mereka ‘file’ kan.
Maka pertarungan politik di DPR-MPR mulai. Mereka yang menolak laporan pertanggungjawaban Habibie, sebagian besar  adalah mereka yang tidak menginginkan Amien menjadi presiden. Fraksi yang tegas menolak saat itu adalah FPIP, FKKI, FPDKB dan FPKB. Fraksi Golkar pecah, tidak bersikap. Boleh jadi apapun, tapi Amien tidak boleh menjadi orang nomor satu di negeri ini. Rekayasa pun dimulai. Pemilihan Ketua MPR didahulukan. Amien pun digiring mereka agar mau mencalonkan menjadi Ketua MPR. Karena begitu kuatnya desakan itu. Amien pun menyetujuinya dan tentu saja dengan mudah Amien menjadi Ketua MPR.
Siapa jadi presiden? Siapa lagi kalau bukan Gus Dur. Kalangan ‘pro CSIS’ saat itu memang mempunyai target setelah Pak Harto jatuh, Amien tidak boleh menjadi presiden. Dan Gus Dur atau Mega yang dikenal dekat dengan CSIS, menjadi calon yang kuat saat itu. Dalam hal ini sebenarnya ada ‘kesalahan orang-orang yang dekat Amien”. Mereka saat itu –sebelum Pemilu 1999- mendorong Gus Dur menjadi presiden, sebenarnya hanya ‘gurauan’. Mereka memperkirakan bahwa Gus Dur nanti menolak –karena kondisi penglihatannya- dan mengembalikan pencalonan presiden kepada Amien. Tapi rupanya perkiraan politik mereka meleset. Gus Dur menerima pencalonan itu dan kelompok-kelompok terdekatnya, mendukungnya penuh.
Dan akhirnya muluslah Gus Dur menjadi presiden setelah Amien Rais jadi Ketua MPR. Yusril yang saat itu sebenarnya ‘bisa menjadi alternatif’ —karena dianggap terlalu muda—dilobi juga untuk mengundurkan diri. Akhirnya Yusril rela mengundurkan diri di depan sidang DPR-MPR.
Tentu kita bisa menebak ketika Gus Dur jadi presiden.  Karena alat indranya yang tidak lengkap, Gus Dur sering menelurkan kebijakan yang ‘aneh-aneh’. Memecat beberapa menterinya, melontarkan guyonan-guyonan yang ngawur dan lain-lain. Melihat hal-hal yang tidak sehat itu akhirnya Amien bersama ‘seluruh partai’ –tentu saja kecuali PKB- akhirnya sepakat melengserkannya. Dan era baru ‘yang lama’ dimulai. Megawati menjadi presiden.
Ketika Mega jadi presiden, tidak ada hal yang menggembirakan di Indonesia. Keterbatasan inetelektual Mega, menjadi negeri ini tambah dikuasai asing. Mega dengan seenaknya menjual Indosat ke asing dan beberapa perusahaan strategis Indonesia lainnya. Maka jangan heran ketika Mega memerintah, jutsru perolehan dan citra PDIP malah menurun. Partai yang dalam sejarahnya merupakan leburan dari partai Kristen, Katolik dan Nasionalis (sekuler) ini malah anjlok perolehannya, karena kalah dengan partai baru Demokrat dan Golkar.
Pandangan tokoh-tokoh Masyumi
Yang menarik sebenarnya pandangan tokoh-tokoh Masyumi terhadap Pak Harto. Seperti Anwar Harjono dan Hussein Umar (alm)  dan Chalil Badawi dll. Mereka memandang sejak Soeharto pergi haji 1998, sebenarnya mulai ada perbaikan dalam kebijakan Soeharto.  Soeharto mulai mendekat dengan Islam, apalagi sejak terbentuknya ICMI, peluncuran Harian Republika dan pembentukan Bank Muamalat Islam.
Bila dalam masa awal pemerintahannya Soeharto dekat dengan CSIS –menarik Pancasila ke Sekulerisme setelah Soekarno menarik Pancasila ke Marhaenisme/Marxisme, dengan berbagai kebijakan seperti asas Tunggal, Penataran P4, Pendidikan Kewarganegaraan yang sekuler, pelarangan PII masuk sekolah dan diganti OSIS, pengangkatan Jenderal Benny Moerdani sebagai Panglima ABRI dll- maka tahun 90-an Pak Harto mulai dekat dengan kalangan Islam. Istilah pengamat politik Fachry Ali saat itu, ‘orang Jawa bila masa tua biasanya kembali ke agamanya’.
Tentu saja setelah puluhan tahun Pak Harto keras terhadap ‘Islam Politik’ dan tahun 90-an mengubah kebijakannya pro Islam Politik, membuat panas kalangan CSIS dan berbagai kelompok yang tidak suka Islam naik dalam panggung politik. Rekayasa pun dimulai. Pak Harto harus cepat dilengserkan, sebelum lebih jauh ‘kelompok Islam’ naik panggung politik. Mereka menciptakan mahasiswa-mahasiswa militan diantaranya PRD, Partai Rakyat Demokratik kelompok kiri militan yang kerjaannya menghantam Soeharto.
Demo-demo pun dimulai. Internet yang baru meluncur di Indonesia meluncurkan email-email bersambung tentang KKN Soeharto. Di UI atau universitas-universitas, kelompok-kelompok yang menggalang demo pro reformasi pertama kali bukanlah Lembaga Dakwah Kampus atau kelompok mahasiswa Islam. Kelompok-kelompok yang demo dan anti Pak Harto adalah kelompok kiri atau non Islam. Mereka dengan pintar menggalang aksi-aksi demo ke seluruh kampus dan meneriakkan reformasi dan anti KKN Soeharto. Mereka tidak mau menyerang Keislaman Soeharto yang makin baik. Mereka menyerang KKN Soeharto dan anak-anaknya.
Pak Amien dan kelompoknya melihat situasi politik yang menggelisahkan –di samping juga Pak Amien lama kritis terhadap Pak Harto— akhirnya bareng dengan mereka menggulingkan Pak Harto. Pak Amien cs ingin Habibie menggantikan Soeharto, mereka menginginkan keduanya lengser. Diganti dengan yang sama sekali baru. Yang baru itu siapa, mereka menyembunyikannya. Yang penting negeri ini tidak boleh ‘kelompok Islam politik’ yang berkuasa, begitu jargon mereka.
Pak Amien pun terus mereka pepet. Sehingga saati itu Amien ‘dipaksa’ mereka membuat kelompok MARA atau MAR. Mereka memastikan bahwa Pak Amien nggak boleh membuat partai Islam (Karena mereka memahami kalau pak Amien membuat partai Islam saat itu, umat Islam akan bersatu dan  kemungkinan tidak ada PKS, PBB, PPP dan lain-lainnya). Pak Amien harus membuat partai nasionalis, sehingga orang-orang Kristen-Katolik dan lain-lain bisa masuk.
Tokoh-tokoh Islam saat itu melobi Amien, baik tokoh tua maupun muda. Dari pihak non Islam mengeluarkan ancaman bila Pak Amien bergabung atau membuat partai Islam, mereka akan keluar dari lingkaran Pak Amien. ‘Amien dan inner circlenya’ ternyata takut atau termakan dengan ancaman itu. Hingga akhirnya Amien menyatakan bahwa partai Islam ibarat baju kesempitan baginya dan seterusnya.
Akhirnya Amien membuat PAN. Dan masuklah di sana ‘orang-orang berbagai macam’. Ada pendeta, ada Goenawan Mohammad yang terkenal dengan liberalismenya, ada ustadz, artis dan sebagainya. Karena berbagai macam pemikiran orang yang berkumpul itu, maka PAN pun pecah. Tinggal sekarang artis dan sebagian kalangan Muhammadiyah yang ikut PAN. Banyak ahli politik yang memperkirakan bila saat itu Amien mau membentuk Partai Islam, atau bergabung dengan partai Islam maka bukan tidak mungkin ia menjadi presiden. Tapi nasi telah menjadi bubur. Tentu Pak Amien dan kita semua mengambil hkmahnya. Jangan sampai kesalahan yang sama, terjadi lagi ke depan. Sejarah adalah ibrah, pelajaran yang penting buat orang-orang beriman.
Jokowi
Jokowi menjadi Gubernur DKI adalah ‘permainan media massa belaka’. Media TV dan cetak yang dikuasai kaum sekuler, begitu fenomenal mendukung Jokowi-Ahok. Media mereka tidak ada yang mempersoalkan ideologi atau prinsip agama Jokowi. Dengan menggandeng non Muslim menjadi gubernur Jakarta –yang mayoritas Islam- tentu kita tahu sejauh mana prinsip agama menjadi pegangan Jokowi. Apalagi ketaatan Jokowi terhadap pimpinan PDIP –yang merupakan leburan dari partai Kristen, Katolik dan Nasionalis sekuler.
Maka jangan heran, ‘harian milik Katolik’ Kompas, terus menerus mendukung Jokowi menjadi presiden. Artinya bila Jokowi menjadi presiden, maka kalangan Cina, non Islam dan kelompok-kelompok sekuler, makin leluasa di negeri ini. (Inilah nampaknya yang dikhawatirkan Pak Amien). Mereka dengan media massanya pintar memainkan ‘politik Jokowi’ . Blusukan tiap hari Jokowi dianggap hebat. Padahal seorang pemimpin selain blusukan juga harus betah di kantor atau rapat untuk ‘adu pikiran’ mengelola negara ini. Ketidakbetahan Jokowi di kantor atau rapat, menunjukkan kelemahan intelektualitas Jokowi dalam mengatur rakyat. Maka, bila Jokowi menjadi presiden tak ubahnya sewaktu Mega jadi presiden dulu, yang bermain adalah kelompok-kelompok intelektual di belakang Jokowi. Dan itu siapa, anda bisa menebaknya.
Dan terus terang saya malas untuk membandingkan Amien Rais dengan Jokowi. Karena Jokowi tidak ada prestasi intelektual dan karyanya yang monumental untuk bangsa ini. Membandingkan Amien Rais dengan Jokowi, ibarat membandingkan dosen dengan mahasiswa. Guru dengan murid.  Dan bila bangsa ini memilih Jokowi menjadi presiden, maka PDIP berkibar, Gubernur Jakarta Kristen, setelah walikota Solo Kristen . Dan itulah yang diinginkan kelompok politik Kristen/Katolik. Wallahu alimun hakim.*

Read more »

Membangun Angkatan Udara Indonesia yang Disegani

Pesawat Tempur SU-35BM (photo: SUkhoi)

Target TNI di Minimum Essential Force (MEF) I untuk mengantisipasi konflik/sengketa wilayah dengan negara tetangga di utara, seperti Kasus Ambalat, bisa dikatakan berhasil. Berhasil dalam artian mengumpulkan senjata yang mematikan dan memiliki daya gentar yang tinggi. Untuk pertempuran di garis perbatasan maupun pertempuran anti-gerilya, keberadaan Apache AH-64E Guardian, Mi-35, MBT Leopard, serta pesawat tempur Super Tucano, akan menjadi mimpi buruk bagi lawan.

Akan tetapi Apache AH-64E Guardian, Mi-35, MBT Leopard 2A4 serta Super Tucano menjadi tidak berarti, ketika ada negara lain yang melakukan serangan dengan pesawat tempur dan bomber. Keempat Alutsista itu tidak berdaya, ketika ada skadron pesawat musuh melakukan serangan kilat dan membom obyek vital di Indonesia.

Australia sempat berpikir untuk membom Jakarta dengan F-111 Aadvark, ketika pasukan Untaet yang hendak mendarat di Timor Timur pasca jejak pendapat 1999, hendak dihalangi militer Indonesia. Jika serangan itu terjadi, bombardir yang mereka lakukan terhadap obyek vital, besar kemungkinan akan mendapatkan hasil, meski beberapa fighter atau bomber mereka berhasil dirontokkan fughter Indonesia.

Dalam program MEF I, TNI terus menambah radar untuk dapat memonitor seluruh wilayah udara Indonesia. Namun apalah artinya radar, jika tidak bisa menembak.

Indonesia terlalu luas untuk sekedar memiliki satu skuadron heavy fighter SU-27/30. Apalagi pesawat-pesawat tempur negara di sekitar Indonesia akan terus semakin canggih. Australia dan Singapura sebentar lagi akan memiliki F-35. Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membeli F/A 18 E/F Advance. Singapura juga memiliki F-15 Silent Eagle. Belum lagi pesawat-pesawat tempur stealth China seperti Chengdu J-20.
F-35 Joint Strike Fighter

Mungkin kita masih ingat ketika F-16 Indonesia menyergap F/A-18 Hornet USAF di wilayah Bawean. Namun F-16 Indonesia tidak bisa berbuat banyak, kerena pesawat lawan memberikan gertakan yang lebih kuat. Kehadiran 24 pesawat F-16 block 25 eks US Air Guard, tidak cukup signifikan untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Indoesia. AS sendiri hanya menggunakan F-16 block 25 sebagai armada perang lapis kedua. Pasukan pemukul udara AS untuk fighter jenis F-16 berkualifikasi Block 40/42 ke atas.
F/A-18 Hornet USAF (photo: USAF)

Coba bayangkan akan seperti apa bila F-16 block 25 Indonesia berhadapan dengan F-35 Australia dan Singapura ?. Yang ada pesawat tersebut akan balik kanan, kembali ke markas. Lain halnya jika Indonesia telah memiliki sistem pertahanan anti-udara jarak jauh – menengah seperti S-300 family. Tidak akan mudah bagi pasukan asing untuk menerobos wilayah Indonesia dan F-16 bisa menutup lubang yang masih ditinggalkan S-300.

Praktis sekarang Indonesia hanya memiliki 1 skadron pesawat heavy fighter SU 27/30 untuk mengkover wilayah Indonesia yang demikian luas. Tentu hal itu tidak mencukupi.

Jangan pernah berpikir tidak akan ada perang, karena jika perang itu benar-benar datang, maka porak porandalah kita, karena salah mengambil asumsi. Inggris tidak pernah berpikir akan berperang dengan Argentina yang merupakan sahabat perdagangan mereka. Namun faktanya, perang itu mendatangi Inggris. Begitu pula dengan kasus ancaman Australia maupun provikasi yang dilakukan Malaysia di Ambalat. Sebelumnya, kita tidak pernah berpikir hal itu akan dilakukan tetangga kita.

Kabar gembira muncul dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kamis 26 September 2013, bertempat di Surabaya. Panglima TNI tertarik untuk membeli SU 35, untuk memperkuat Skadron SU-27/30 yang dimiliki Indonesia saat ini.

“Syukur kali ini pesawat tempur Sukhoi sudah satu skuadron. Diharapkan akan ada lagi pembelian jenis SU-35 karena lebih canggih. Semoga perekonomian bisa semakin membaik, sehingga negara bisa membeli alutsista sebagai penguatan NKRI,” kata Moeldoko (republika.co.id/ 26/09/2013).

Jika Sukhoi Su-35 jadi dibeli pada MEF II (2015-2019), kekuatan angkatan udara Indonesia, cukup gagah untuk meladeni pesawat tempur asing yang mencoba menyerang Indonesia.

Untuk mendapatkan air superiority, Indonesia membutuhkan setidaknya tambahan 3 skuadron Sukhoi, yang tentunya keberadaannya lebih powerfull dibandingkan Helikopter Apache maupun MBT Leopard. Sukhoi akan dapat bergerak cepat untuk menutup celah yang ada di udara Indonesia ataupun untuk mengusir pesawat yang menyusup.
Pesawat Tempur SU-35BM

Jika radar Indonesia mendeteksi adanya serangan musuh, Indonesia tidak bisa menembaknya dengan Apache AH-64E ataupun MBT Leopard, melainkan angan udara. Apache dan Leopard hanya dibutuhkan Indonesia ketika musuh telah mendarat ke tanah Indonesia. Hal itu hanya bisa terjadi jika air superiority dan sistem pertahanan udara Indonesia, telah dilumpuhkan musuh.

Pasukan multinasional yang dipimpin AS, hanya melakukan serangan darat ke Irak, setelah air superiority dan sistem pertahanan anti serangan udara dilumpuhkan terlebih dahulu. Sementara dalam kasus peperangan di Serbia, AS tidak berani melakukan serangan udara/ bombardir, karena satelit mata-matanya menangkap ada beberapa baterai S-300 yang digelar oleh Serbia. Padahal usai perang diketahui sebagian besar baterai itu hanyalah dummy alias palsu.

Pada MEF II, TNI harus bisa membuat Angkatan Udara berada pada level pasukan yang disegani lawan (having a respectable Air Force), yang bertujuan untuk membuat pihak asing berpikir puluhan kali jika hendak menganggu wilayah Indonesia.

Meskipun Indonesia merasa yakin tidak ada musuh potensial saat ini, namun mengamankan wilayah udara adalah sangat penting, karena dari situlah wibawa negeri Indonesia ditegakkan. Rudal pertahanan udara, UAV serta pesawat tempur modern dibutuhkan Indonesia, walau jumlahnya masih sedikit. Efek deteren itu antara lain dimunculkan oleh adanya pesawat tempur yang modern/ up to date, bukan pesawat lawas. Sudah waktunya Indonesia merogoh sakunya di MEF II, untuk kebutuhan tersebut.

Kegunaan S-300
Jika Indonesia memiliki sistem pertahanan udara S-300, maka alutsista ini akan secara efektif menghentikan kemampuan ofensif dari musuh dan tidak memberikan mereka air superiority.

S-300 digabungkan dengan sistem anti-udara jarak pendek (meski sudah tua), akan memberikan perlindungan sangat kuat. S-300 tidak akan efektif untuk menangkal pesawat tempur atau rudal yang sudah terlalu dekat, serta terbang rendah di bawah 25 meter menelusuri relief bumi. Pesawat tempur atau rudal yang lolos ini, akan ditangani dengan baik oleh rudal/senjata anti udara jarak pendek, seperti gabungan starstreak dan Oerlikon Skyshield atau jenis lainnya, seperti Pantsir.

Gabungan S-300 dengan Pantsir atau rudal anti-udara jenis lainnya, akan menjadi duet maut, sangat sulit untuk ditembus. Untuk tidak tidak heran negeri yang memiliki ancaman militer tinggi, seperti Iran dan Suriah, mati-matian untuk mendapatkan S-300 family.

Jenis Rudal Anti-Udara S-300
S-300P (1978) – 5V55K missile, 47 km range.
S-300PS (1983) – 5V55R missile, 75 km range.
S-300PMU1 (1993) – 4N6E missile, 150 km range.
S-300PMU2 (1997) – 4N6E2 missile, 200 km range.
S-400 modifikasi dari S-300PMU2.
Sitem pertahanan anti-udara S-300

Tiga varian S-300 yakni: S-300V, S-300P dan S-300F:
S-300V. Kode V yang berarti Voyska ditujukan untuk pasukan darat. Perlindungan udara untuk pasukan darat ini meliputi: anti rudal balistik, anti rudal jelajah serta pesawat tempur. S-300V diangkut oleh MT-T transporters (tracked) dengan amunisi rudal 9M83 “GLADIATOR” berdaya jangkau maksimum 75 km. Sementara 9M82 “GIANT” (SA-12B Giant) dapat mencapai target hingga 100 km dan mampu menyasar pesawat/rudal di ketinggian (altitude) 32 km (100,000 ft). S-300V lebih ditujukan untuk menangkis serangan Anti-Ballistic Missile.

Sistem Pertahanan Anti Udara S-300V / SA-12b GIANT/ SA-12a GLADIATOR

Sementara S-300P merupakan versi orsinil dari sistem pertahanan udara S-300. Huruf P berarti PVO-Strany (Sistem pertahanann udara negara). Awalnya S-300P kesulitan untuk menjejak target di bawah 500 meter dari permukaan tanah. Namun Rusia terus mengembangkan sistem Track Via Missile-nya (TVM) sehingga kini mampu menjejak target di ketingian 25 meter.

S-300PT-1 dan S-300PT-1A (SA-10b/c) merupakan versi import maupun kebutuhan dalam negeri Rusia, hasil pengembangan dari sistem S300PT. Sistem rudal ini menggunakan rudal 5V55KD dengan jangkauan 75 km. Pada tahun 1985 diperkenalkan S-300PS/S-300PM dengan rudal baru 5V55SR dengan jangkauan 90km dan dilengkapi dengan terminal pemandu semi-active radar homing (SARH).

Tahun 1992 diperkenalkan S-300PMU untuk versi eksport dengan feature upgrade rudal 5V55U yang bisa menjejak obyek yang lebih kecil serta memiliki jangkauan hinga 150km.

Jenis peluncur maupunjenis rudal terus berkembang. Ukuran dan hulu ledak yang lebih kecil namun memilki janghkauan yang lebih jauh. S-300PMU-2 misalnya dengan mengusung rudal rudal 48N6E2 mampu menggasak sasaran hingga jarak 195km. Sementara rudal 9M96E2 mampu menggasak sasaran yang sangat dekat hingga jauh, yakni dari jarak 1 hingga 120 km.

Varian S-300PMU

Adapun S-300F yang berarti Flot (fleet) diperkenalkan tahun 1984 untuk pertahanan anti-udara kapal perang yang mengacu pada Sistem S-300P. Dilengkapi rudal baru 5V55RM, jangkauan sistem S-300F bertambah menjadi 7-90 km dengan kecepatan 4 mach dan mampu menghajar target di ketinggian 25 -25.000 meter (100-82,000 ft). S-300FM adalah versi yang lebih baru dan diperkenalkan pada tahun 1990. Kecepatan rudal meningkat pesat menjadi 6 hingga 8,5 Mach dengan hulu ledak 150 kg dan mampu menyasar target 5–150 km (3–93 mi) di altitude 10m-27 km (33–88500 ft). Setelah dilengkapi dengan ultimate track-via-missile guidance method, rudal ini dapat menyergap short-range ballistic missiles.

Sistem Pertahanan Udara S-300F

Katakanlah anda memiliki dua Pangkalan Udara yang satu dilindungi oleh S-300 dan satu lagi dilindungi AAA Gun. Kerusakan keduanya memiliki nilai militer yang sama. Kira-kira Pangkalan Udara mana yang akan dipilih musuh untuk dihancurkan ?. Tentunya yang dilengkapi pertahanan udara AAA Gun. Semua militer akan mencari target yang lebih mudah. Jika S-300 harus diserang oleh musuh, tentu ada berbagai cara yang mereka lakukan.

S-300 bisa dilumpuhkan, namun membutuhkan usaha yang besar. Membutuhkan kordinasi yang tinggi, teknologi jamming- decoy, taktik dan skill. Sistem pertahanan S-300 memiliki keterbatasan persediaan rudal yang akan ditembakkan. Ketika persediaan itu sudah habis dilepas, tentu akan mudah bagi musuh untuk menghancurkannya.

Satu contoh yang bagus, NATO pada tahun 2011 mengujicoba SEAD fighter mereka (Supression of Enemy Air Defenses) dengan Early Warning Aircraft terhadap sebuah sistem pertahanan udara S-300 Slovakia. Usai ujicoba hanya pesawat Rafale yang mampu keluar dari latihan itu tanpa tertembak. Pesawat lain rontok disikat S-300. Untuk itulah mengapa NATO dan Israel sangat resah dengan Suriah yang diduga telah diperkuat oleh Rusia dengan S-300. Rusia terus memodernisasi sistem pertahanan udara Suriah.

Missile S-300PMU-2 merupakan tantangan berat bagi seluruh pesawat tempur generasi 4 atau 4++ dalam jarak 150 km. Kecepatan dari rudal 48N6E2 S-300PMU-2 sekitar 3 km/ detik atau 6 hingga 8 kecepatan suara/ Mach. Bayangkan saja anda seorang pilot F-16 yang terbang dengan kecepatan 1,8 Mach dihampiri oleh rudal kecepatan 6 Mach.

Katakanlah negara kita memiliki dua baterai S-300PMU-2 dengan rudal 48N62E yang setiap baterainya dilengkapi 8 hingga 12 launcher S-300PMU-2. Masing-masing unit S-300PMU-2 dilengkapi 4 rudal siap tembak. Artinya ada 16 hingga 24 S-300PMU-2 dikalikan (x) 4 rudal, yakni 64 hingga 96 rudal ditembakkan dalam waktu 10 menit. Harga 64 hingga 94 pesawat tempur itu sekitar 10 hingga 20 miliar dollar. Kira-kira bagaimana perasaan atau nyali pihak asing yang hendak mencoba-coba atau mengganggu wilayah udara Indonesia?. Pada MEF II, kita membutuhkan a respectable Air Force. 






Read more »

Leopard 2A4 akan Tampil Di HUT TNI


JAKARTA - Tank kelas berat baru milik TNI AD hingga kini masih disembunyikan. Main battle tank (MBT) yang diberi nama oleh pabrikannya Leopard tipe 2A4 itu dibeli dari Jerman untuk memperkuat TNI AD. Saat ini, baru dua buah MBT Leopard dan dua tank pengangkut personel Marder yang tiba di Jakarta.

"Sekarang masih dicat, istilahnya di camo (camuflase), disiapkan untuk defile hari ulang tahun TNI 5 Oktober nanti," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Rukman Ahmad di Jakarta kemarin (29/09). MBT Leopard adalah tank kelas berat pertama yang dimiliki Indonesia.

Menurut Rukman, pengelolaan tank seberat 62 ton itu diatur oleh Pusat Persenjataan Kavaleri (Pusenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat. "Pasti akan ditampilkan, nanti juga secara statis dipamerkan di Monas," ujarnya.

Pembelian Leopard 2A4 sudah menjadi perdebatan berbulan-bulan sebelumnya. Pihak yang tidak setuju berpendapat, tank Leopard tidak cocok dengan karakter medan peperangan Indonesia yang hutan tropis dan berbukit-bukit. Ditambah lagi, jalan dalam kota kota di Indonesia tidak cocok dengan beban berat tank itu. 

Sebaliknya, mereka yang setuju optimistis tank leopard mampu memberi efek gentar bagi negara-negara tetangga. Tercatat, baru ada dua negara di ASEAN yang menggunakan MBT Leopard, yakni Singapura dan Indonesia. Negeri Singa memiliki 96 tank jenis ini.

Rukman menjelaskan, tank Leopard akan diperkenalkan secara total ke masyarakat. "Termasuk kemampuan-kemampuan manuvernya, " ujar alumni Naval War College Amerika Serikat itu.

Saat ini, awak tank atau personel crew Pusenkav Kodiklat TNI AD sedang berlatih di Bandung, Jawa Barat. "Masyarakat kami undang untuk nonton langsung secara terbuka dan gratis," katanya.(rdl)

● JPNN

Read more »

Kapal Selam Lada: Dirancang untuk Bertahan dan Menang

Kapal selam diesel-listrik kelas Lada dirancang oleh Rusia untuk menghadapi kapal selam dan kapal permukaan, mempertahankan jalur dan pangkalan angkatan laut, serta untuk misi pengintaian.

Kapal selam Lada next generation "Amur-1650" (Foto:one half 3544/wiki)
Yury Dolgoruky, kapal selam pertama dari kelas Borey saat ini sudah dioperasikan Angkatan Laut Rusia, dan kapal-kapal selam dari kelas yang sama yaitu Alexander Nevsky dan Vladimir Monomakh dijadwalkan akan dikirimkan pada akhir tahun depan. Ketiga kapal selam tersebut bertenaga nuklir, mengapa Rusia masih membutuhkan kapal selam non-nuklir seperti kapal selam kelas Lada?

Dalam kerangka program persenjataan Rusia, ada rencana untuk membangun dua puluh kapal selam diesel-listrik pada tahun 2020. Empat belas diantaranya adalah modifikasi dari kapal selam kelas Lada sebelumnya dan sisanya merupakan proyek kapal selam diesel-listrik baru.

Lada terbaru adalah Lada generasi keempat yang dikembangkan oleh Biro Desain Rubin Rusia. Ini menjadi wujud pengalaman panjang yang diperoleh selama pengembangan dan perbaikan kapal selam Lada generasi kedua dan ketiga, yang notabene sudah menjadi kapal selam best-seller di pasar persenjataan laut global.

Desain dan kemampuan kapal selam non nuklir (diesel-listrik) menjadikannya baik untuk dioperasikan di perairan pantai dan lepas pantai Rusia, termasuk kawasan Baltik dan Laut Hitam. Kapal selam Lada tidak hanya mampu untuk mempertahankan pangkalan-pangkalan dan pantai, namun juga untuk mencari dan menghancurkan kapal selam dan kapal permukaan musuh.

Proyek kapal selam Lada pertama diluncurkan pada 1980-an. Proyek teknis pertama disetujui pada 1993, dan upgrade signifikan terjadi pada tahun 1997Negara-negara asing sudah menunjukkan minat tingginya pada kapal selam hasil rancangan Rubin ini. Terutama saat pemeran LIMA 2013 di Malaysia, dimana disini banyak perwakilan negara-negara dari kawasan Asia Pasifik. Pada tahun 2030, wilayah ini (Asia pasifik) diperkirakan akan menjadi pasar lebih dari setengah kapal-kapal selam non-nuklir di dunia. Ini utamanya disebabkan oleh fakta bahwa kapal selam kelas Lada atau disebut juga Amur (versi ekspor) memiliki keunggulan signifikan atas kapal-kapal selam dari Eropa - mampu menyerang dengan rudal secara voli. Rudal dan torpedo otomatis dengan kekuatan mencolok telah diaplikasikan pada Lada, ini belum pernah ada untuk kapal selam yang berbobot sejenis.

Kapal selam lada adalah kapal selam single-hulled, dengan bobot minim menjadikan tingkat kebisingan terminimalisir sekaligus meningkatkan kekuatan propulsinya. Kelas ini menjadi penggunaan yang pertama kali Rusia sejak tahun 1940 untuk desain mono-hull.

Menurut kepala desainer Lada, Igor Molchanov, desain Lada ini telah mengurangi bobotnya, lebih sedikit membutuhkan bahan baku logam, biaya konstruksi rendah, namun kinerja akustiknya ditingkatkan dan membuatnya menjadi silent.

Molchanov mengatakan kapal selam Lada generasi keempat ini memiliki sejumlah perbedaan mendasar dari kapal selam Lada generasi ketiga. Lada yang baru atau Amur (versi ekspor) dilengkapi dengan rudal dan torpedo yang kuat. Sementara rudal jelajah untuk versi Lada sebelumnya hanya dapat ditembakkan dari dua tabung, maka rudal jelajah pada Lada generasi keempat dapat ditembakkan dari semua tabung (6 tabung). Selain itu Lada terbaru memiliki tingkat kebisingan intrinsik yang rendah. Akhirnya, dibandingkan dengan kelas Lada sebelumnya, Lada terbaru memiliki daya jelajah yang lebih jauh dan setidaknya memiliki umur pakai minimal 25 tahun.

Lada juga dilengkapi dengan Lira, sebuah perangkat sonar canggih dengan sistem antena, yang mana di area permukaan bisa disamakan dengan sonar yang digunakan kapal selam nuklir. Fungsi vital kapal selam ini dijalankan oleh sistem otomatis yang komperehensif guna mengendalikan peralatan teknis serta semua fungsi yang terkait dengan persenjataan.

Kapal selam kelas Lada juga berpotensi besar untuk bisa terus dikembangkan, khususnya untuk perangkat elektroniknya. Proyek ini sendiri berpeluang besar untuk mengupgrade sistem elektroniknya. Selain itu Biro Desain Rubin memenuhi keinginan pelanggan untuk membuat kapal selam atau fitur kapal selam yang mereka inginkan.



Kapal Selam Amur 1650 (Lada next generation)
Produsen Biro Desain Rubin
Harga US$ 100 juta ? (Wikipedia)

Panjang 
66,8 m
Lebar 
7,1 m
Bobot 1.765 ton?
Kecepatan 20 knot

Daya selam 
300 m

Jangkauan 
7.000 km (pada kecepatan 10 knot)
Daya tahan di laut 
45 hari
Kru 35

Persenjataan 
6 tabung 533 mm
18 torp
10 silo vertikal untuk rudal BrahMos





artileri.org

Read more »

Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam, Bungkus Nggak?


Sebelumnya Indonesia menerima tawaran 10 kapal selam dari Rusia. Belum jelas kapal selam dari kelas apa dan buatan tahun berapa yang ditawarkan Rusia itu. Untuk menindaklanjuti, pihak Kemenhan sudah mengirimkan tim ke Rusia guna menjajaki tawaran Rusia ini, sekaligus melihat langsung kondisi kapal selam di tempatnya bersandar.

Menurut Tempo, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Rachmad Lubis mengatakan bahwa kedua negara belum mencapai kesepakatan soal tawaran (disebut-sebut sebagai hibah) ini dan masih mengkaji langkah-langkah selanjutnya. Soal spesifikasi kapal-kapal selam tersebut, Rachmad juga belum mengungkapkannya.



Belum ada kesepakatan dengan tawaran Rusia ini. Dua hal penyebabnya, yaitu mungkin Indonesia belum bisa memenuhi apa yang diinginkan Rusia atau pihak Kemenhan sendiri-lah yang masih menimbang kemampuan kapal selam tersebut, biaya perawatan, perbaikan, dan kesiapan infrastruktur. 

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio menegaskan bahwa kapal selam yang akan dibeli harus sesuai dengan kondisi perairan Indonesia, seperti kondisi geografis dan apakah kapal selam tersebut cocok di samudera atau di archipelago. "Idealnya kapal selam kita memiliki kekhususan dan kekhasan dengan melihat kedalaman dan kontur laut," ujar Marsetio beberapa waktu lalu.


Kelas Kilo
Kalau melihat list kapal selam Rusia yang masih aktif saat ini, kapal selam konvensial (non nuklir) tertua mereka adalah kapal selam kelas Kilo dari Project 877. Kapal-kapal selam dari kelas ini masuk ke layanan pada tahun 1980 -kapal selam pertama tidak aktif lagi, dan kapal selam kedua (1981) masih aktif- dan yang terakhir masuk ke layanan pada 1994.

Ada juga proyek pengembangan selanjutnya dari kelas Kilo yaitu Project 877 EKM, Project 877LPMB dan project 877V, semua kapal selam kelas tersebut juga masuk layanan antara tahun 1980-1990an, namun jumlah yang dibangun tidak sebanyak kapal selam Kilo dari Project 877 (khusus Rusia, dibangun sekitar 20 lebih dan masih aktif sekitar 14 unit). Total, seluruh kapal selam kelas Kilo dari semua Project adalah 57 unit dan masih aktif 47 unit dengan pengguna yaitu Rusia sendiri dan beberapa negara lain yaitu China, India, Iran, Polandia, Rumania, Aljazair dan terakhir tetangga kita Vietnam.

Jika melihat dari kuantitas kapal selam yang ditawarkan Rusia, tampaknya memang dari kelas Kilo atau bakal didominasi dari kelas Kilo Project 877 karena beberapa kapal selam dari Project 877tok juga sudah ada yang tidak aktif lagi. Atau tidak menutup kemungkinan bahwa yang ditawarkan adalah kapal-kapal selam yang masih aktif, karena Rusia sendiri sudah berencana membangun 20 kapal selam konvensional (kelas Lada) hingga 2020.

[Foto:intoday]




artileri.org

Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *