Senin, 28 Januari 2013

Jepang Luncurkan Roket Bawa Satelit Mata-mata


Peluncuran Roket H-2A
Roket H-2A diluncurkan Jepang dari Pulau Tanegashima, 27 Januari 2013.(Foto:REUTERS/Kyodo/bb via MetroTVNews)
 
Jepang meluncurkan dua satelit mata-mata ke orbit pada hari Minggu, 27 Januari 2013 untuk memperkuat kemampuan pengawasannya, termasuk mengawasi Korea Utara lebih dekat, yang berencana lebih banyak melakukan percobaan roket jarak jauh dan nuklir. Kedua satelit pengumpul data intelijen itu ditempatkan ke orbit dengan menggunakan roket H-2A buatan dalam negeri Jepang, yang terdiri dari satelit radar operasional dan satelit optikal percobaan.
 
Peluncuran dilakukan dari Tanegashima Space Center, Pulau Tanegashima, selatan Jepang, sekitar pukul 13.40 waktu setempat (11.40 WIB) oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. "Roket itu terbang sesuai rencana dan melepaskan kedua satelit itu," kata JAXA dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.
Satelit radar operasional akan melengkapi sistem pengawasan, yang akan memungkinkan Jepang memantau setiap tempat di dunia setidaknya dalam satu kali sehari, sekalipun tertutup awan dan malam hari. Sedangkan satelit optikal percobaan adalah satelit demonstrasi untuk mengumpulkan data bagi riset dan percobaan teknologi masa depan dan berbagai perbaikan yang memungkinkan Jepang meningktakan kemampuan surveilans-nya..

Satelit radar, yang merupakan satelit pengumpulan intelijen, dilaporkan akan segera beroperasi secara penuh pada bulan April nanti. Satelit itu diletakan dengan jarak beberapa ratus kilometer di luar angkasa, dikabarkan mampu mengambil foto obyek berukuran satu meter di bumi.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang bersikap keras terhadap Korut memuji keberhasilan peluncuran satelit itu. "Pemerintah akan menggunakan sebanyak-banyaknya sistem itu untuk meningkatkan keamanan nasional dan manajemen krisis kami," kata Shinzo Abe yang dikutip stasiun radio NHK.
Peluncuran Roket H-2A
Roket H-2A sesaat setelah meninggalkan situs peluncuran.
(Foto:REUTERS/Kyodo/bb via MetroTVNews)
Sistem dalam satelit tersebut kabarnya telah digunakan untuk melakukan survei tingkat kerusakan pasca tsunami 11 Maret, dua tahun lalu. Tapi, pemerintah Jepang tidak mempublikasikan foto hasil bidikan satelit tersebut kepada masyarakat, karena khawatir dapat mengungkap kemampuan sistem tersebut. 
Peluncuran satelit yang dikabarkan menelan biaya USD 10 miliar (sekitar Rp96,5 triliun) ini menambah panjang daftar kesuksesan roket H-2A, yang sebelumnya telah berhasil mengantarkan 15 satelit Jepang ke luar angkasa. Kini negara Sakura tersebut telah mengoperasikan satu satelit radar dan tiga satelit optik.
Jepang mulai membuat rencana untuk menggunakan satelit guna mengumpulkan data intelijen setelah Korut meluncurkan rudal jarak jauh pada tahun 1998. Satelit intelijen Jepang diluncurkan pertama kalinya pada Maret 2003, sebagai tanggapan atas uji rudal Korut pada 1998.
Tahun lalu, Korut meluncurkan dua roket jarak jauh. Roket pertama diluncurkan pada April, namun gagal, namun roket kedua Unha-3 yang diluncurkan pada Desember untuk membawa satelit cuaca ke orbit, diklaim sukses oleh Korut. Roket Korut ini terbang terbang melintasi gugusan pulau Okinawa, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi Jepang. Namun misi Korut ini dikecam Amerika Serikat dan negara lainnya yang menuduh Korut menutupi program teknologi rudalnya dibalik alasan meluncurkan roket untuk membawa satelit cuaca ke orbit.
Jepang kini menjadi tempat bagi 50.000 tentara AS terutama yang prihatin dengan kondisi di Korea Utara. Jepang dalam jangkauan rudal Korea Utara. Dengan mengembangkan satelit mata-mata, dengan bekerja sama dengan AS, Jepang kini mengembangkan sistem pertahanan rudal sendiri. (FS/Berbagai sumber)

Read more »

Roket Indonesia Ini Mulai Bikin Cemas Negara Tetangga


Teknologi Roket Indonesia yang mulai di kuatirkan oleh negara Tetangga. Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….!

Roket Indonesia Ini Mulai Bikin Cemas Negara Tetangga
Roket LAPAN - RX 420

 "Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia"

Meski sudah berlangsung, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang cerita politik, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang belakangan ini suka menganggap remeh Indonesia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.
 

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

roket-rx-2500Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok PULAU . Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama paham bahwa insinyur-insinyur Indonesia tidak bisa diremehkan begitu saja. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia yang Pro World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.


 
 

Read more »

Agenda Geopolitik Presiden Ke-7 RI


Oleh Christianto Wibisono (Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia)
 
Belajar dari pengalaman kita memiliki 6 presiden dalam 69 tahun bernegara modern Republik Indonesia, kita tentu tidak ingin mengulangi kesalahan dan kekeliruan masa lalu. Marilah kita melakukan pilihan eklektik, dengan sadar menilai baik-buruk, positif-negatif, kinerja maupun blunder dari presiden pertama hingga keenam. Agar presiden ketujuh dapat bercermin dan belajar arif, bijak dan cerdas untuk mengambil putusan yang positif, proaktif dan kreatif serta bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini.

Agenda Geopolitik Presiden Ke-7 RI


Target utamanya tentu harus mengembalikan harkat dan martabat bangsa ini agar berkualitas nomor 4 sedunia secara substansial. Bukan hanya sekedar nomor 4 secara kuantitas numerik.  Karena penyakit dan kekeliruan masa lalu, barangkali target itu memerlukan satu generasi, tiga dasawarsa atau tiga orang presiden yang berkualitas dan sanggup bertahan 2 termin hingga 2044. Sehingga tepat usia seabad dibawah presiden ke-10, Indonesia akan menjadi adidaya nomor 4 sesuai kuantitas penduduknya. Tentu saja semua itu mengisyaratkan presiden ke-7, ke-8 dan ke-9 harus berkualitas prima, berkelas negarawan global yang canggih, cermat dan piawai menakhodai kapal induk RI, menjelajah transformasi geopolitik abad 21 yang secara kualitatif berbeda dari abad 20.
 

Tugas utama Presiden ketujuh adalah berdamai dengan masa lalu, dengan diri sendiri, dan dengan bangsa sendiri dalam semangat kemanusiaan dan kenegarawanan langka gaya Nelson Mandela. Indonesia harus berdamai dengan keturunan PKI, Masyumi, DI/TII dan segala elemen bangsa yang di masa lampau terlibat kekerasan dan permusuhan politik secara brutal, beringas dan nyaris tak beradab. Tentu saja pada dataran kontemporer kita tetap harus menumpas anarki dan terorisme dengan dalih apapun yang memperlakukan sesama manusia secara sadis, biadab terkadang dengan dalih agama, SARA, pertentangan kelas atau sekedar kriminal kejam tanpa motif politik, yang tetap harus memperoleh hukuman pidana yang setimpal.

Dengan rekonsiliasi nasional ini pemerintah harus berjiwa besar mengakui kesalahan masa lalu , meminta maaf dan berusaha tidak mengulangi democide terhadap rakyatnya sendiri. Maka  seluruh potensi bangsa ini dapat mulai membangun, bersatu padu dan percaya diri akan ketangguhan bangsa ini yang sudah terbukti mampu membangun Borobudur di abad 9.

Paralel dengan rekonsiliasi maka prinsip meritokrasi harus memberikan pahala kepada mereka yang berprestasi. Sehingga kinerja bangsa ini secara kualitatif meningkat setara dengan kemajuan bangsa lain, tetangga kita maupun bangsa lain di seluruh muka bumi ini.

Mengingat manusia bukan robot, maka dalam proses persaingan global itu dimana kekuatan sumber daya manusia tercanggih di Indonesia harus mampu bersaing ketat dengan bangsa lain, jelas masih akan ada kelompok manusia yang tercecer dalam proses pembangunan multidimensi abad 2. Disinilah kepemimpinan Indonesia harus mampu menyediakan sistem yang memelihara kebutuhan dasar dan pemeliharaan kesejahteraan minimal bagi elemen yang tidak termasuk kelompok produktif kreatif  kelas unggulan.

Inilah yang dimaksud dengan negara menyantuni mereka yang memang tercecer karena pelbagai faktor. Kelas menengah harus diperbanyak, sedang yang miskin ditekan secara alamiah. Harus dijaga penyakit kemanjaan bila orang mengganggur dibiayai negara. Alhasil banyak orang malas tidak mau bekerja, hanya ingin memperoleh bantuan langsung tunai atau subsidi dari negara dan pemerintah. Bangsa yang seperti itu tidak akan maju seperti yang dialami Yunani sekarang ini. Manja, malas dan mengandalkan utang atau subsidi dari Negara lain dan pemerintah yang meninabobokkan rakyat dengan dana gampang hasil pinjaman yang tak terbayar.

Itulah akar krisis Yunani dan  krisis derivative AS. Karena kemudahan memberikan kredit dengan alasan semua orang berhak memperoleh kredit perumahan atau mortgage. Maka muncullah kredit ninja, dimana orang dengan no income, no job and no asset diberi kredit perumahan secara murah meriah. Semua bangkrut tidak mampu membayar dan melelehlah raksasa seperti Lehman Brothers. Karena terjebak derivative yang jadi fiktif dari kredit perumahan yang bodong, assetnya tergadai utang lalu lenyap tak berbekas dalam kehancuran bursa.

Bangsa ini harus bersaing dengan bangsa lain yang posisinya sudah jauh leibh maju dalam dunia yang semakin multipolar dan merata sehingga tidak ada lagi hegemoni atau dominasi satu negara adi daya.

Dalam 4 abad terakhir sejak Eropa (Barat) meninggalkan Asia (Timur) maka dunia mengenal dominasi 4 imperium global.

Pertama Pax Hispanica, Spanyol menjadi kaya raya karena menguras harta karun emas perak Amerika Latin yang mengakibatkan inflasi dan pelemahan diri sendiri.

Belanda memonopoli perdagangan rempah-rempah dan sumber daya alam Indonesia sehingga menjadi yang terkaya diabad XVII sebagai Pax Neerlandica.

Inggris melampaui Belanda dengan revolusi industro yang memberi loncatan nilai tambah ekonomi secara eksponensial dan merajai dunia dengan Pax Britannica abad XVIII-XIX. Terakhir Pax Americana menggantikan Pax Britannica setelah Perang Dunia I. Kini dunia berada pada era Pax Consortis G20 karena tidak mungkin lagi hanya satu kekuatan menjadi imperium global. Tidak Pax Sinica ataupun Pax Islamica.

Indonesia beruntung sudah masuk dalam jajaran imperium global multilateral G20. Presiden Indonesia tentu harus memahami posisinya sebagai anggota G20, sebagai jangkar ASEAN dan sebagai nation state terbesar ke-4 sedunia dalam kuantitas.

Belajar dari pengalaman presiden pertama hingga keenam dengan pelbagai jatuh bangun, kinerja dan blunder,  perlu diingatkan bahaya kultus individu dan ketertutupan dalam diplomasi internasional. Apalagi bila tersandera oleh kepentingan sektarial, partisan dan malah terbajak oleh preman, kriminal dan teroris anarkis atau kelompok ekstremis radikal sok populis, Xenophobia dan primordial primitif.



http://strategi-militer.blogspot.com/

Read more »

Indonesia Teken Kontrak Beli Rudal Cina




Jakarta | TNI Angkatan Laut akan menggunakan rudal C-705 asal Cina pada kapal cepat rudal (KCR) buatan dalam negeri. Rencananya, sebanyak 16 kapal perang KCR-40 buatan pabrik kapal di Batam, PT Palindo Marine, bakal dilengkapi dengan peluru kendali tersebut.
"Kontrak sudah diteken, rudal diperkirakan tiba pada tahun 2014," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama, Untung Suropati, kepada Tempo, Senin, 28 Januari 2013.

Sesuai UU Nomor 16 Tahun 2012, pemerintah akan melakukan kerja sama transfer teknologi dalam skema pembelian alat utama sistem persenjataan ini. Dengan skema transfer teknologi ini, diharapkan tiga pabrik dalam negeri: PT. Pindad, Lapan, dan PT. Dirgantara Indonesia, bakal mampu membuat rudal sendiri.

Sebelumnya, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Batubara, mengaku sedang menegosiasikan kontrak transfer teknologi dengan produsen Tiongkok itu. "Masih kami upayakan ke arah sana," kata Pos, ditemui usai peresmian KRI Beladau 643 di Batam, pekan lalu.

Dia memastikan produsen lokal akan terlibat dalam proses transfer teknologi antara Cina dan Indonesia. "Harapannya kita mampu produksi sendiri," ujar dia.

Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, mengatakan sejumlah produsen lokal mulai terlibat dalam persenjataan KCR 40. "PT. Pindad mulai terlibat, tapi persentasenya masih kecil," kata Ediwan.

Dia enggan menyebutkan nilai kontrak pengadaan rudal Cina tersebut. "Kontrak pengadaan senjata dipisah dengan pembuatan kapalnya," kata Ediwan. Nilai pembuatan kapal cepat rudal 40 mencapai Rp 75 miliar per unit. Seluruhnya menggunakan skema pinjaman dalam negeri.

Tempo.Co

Read more »

KRI Samadikun : Destroyer Escort AS Dengan Meriam Eks Uni Soviet

Cockerill 90mm adalah jenis meriam modern buatan Brazil yang menggantikan meriam lama yang berkaliber 76mm pada PT-76. Kawin silang dalam retrofit alutsista membuktikan bahwa tenaga Indonesia cukup kreatif dalam memperpanjang usia alat tempur yang ada. Selain tank PT-76, campur sari dalam alutsista eks Uni Soviet bisa juga dilihat pada retrofit panser amfibi BTR-50, dan meriam anti serangan udara S-60 kaliber 57mm. Seolah menjadi kebiasaan di alutsista TNI, yang di retrofit adalah platform senjata/ranpur buatan eks Uni Soviet, dengan upgrade sistem teknologi barat. Tapi ada yang berbeda di lingkungan armada kapal perang TNI AL.

Pada 16 Desember 1974, lewat program  FMS (foreign military sales), Amerika Serikat melimpahkan 4 unit kapal destroyer escort (perusak kawal) kelas Claud Jones kepada TNI AL. Empat kapal tersebut adalah USS Claud Jones (DE-1033), USS John R Perry (DE-1034), USS Charles Berry (DE-1035), dan USS McMorris (DE-1036). Dengan program FMS, Indonesia mendapat kemudahan dalam pengadaan dan proses kedatangan 4 perusak ini. Buat TNI AL, kedatangan perusak kawal ini menjadi sebuah anugrah, setelah sebagian besar armada kapal perang eks Uni Soviet yang dimilikinya lumpuh akibat embargo suku cadang pasca G-30S/PKI di tahun 1965.

Belum lama memperkuat TNI AL, armada perusak kawal ini sudah langsung dihadapkan pada operasi militer yang sesungguhnya di Tanah Air. Tepatnya di tahun 1975, terjadi pergolakan di Timor Timur, KRISamadikun – 341 (eks USS John R. Perry), KRI Martadinata – 342 (eks USS Charles Berry), KRI Monginsidi – 343 (eks USS Claud Jones), dan KRI Ngurah Rai – 344 (eks USS McMorris), dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi Seroja. Meski punya label yang cukup sangar, destroyer escort yang dirancang pada era perang dingin ini terbilang rentan pada unsur pertahanan udara. Dari sinilah kemudian muncul ‘kreatifitas’ untuk meningkatkan kemampuan daya gempur keluarga perusak kawal ini.

US Claud Jones 1033 – (KRI Monginsidi 343)
Setelah kapal-kapal ini menjadi milik TNI AL, dilakukan pemasangan meriam kaliber 37mm dan 25mm, masing-masing adalah meriam berlaras ganda. Kedua meriam ini mempunyai spesifikasi utama sebagai meriam anti serangan udara, dan memang elemen senjata anti serangan udara pada versi default Claud Jones terbilang minim, dan rentan pada aspek pertahananan udara. Pemasangan kedua meriam ini dilakukan pada KRI Samadikun (341) dan KRI Martadinata (342).

Yang unik adalah meriam-meriam ini sejatinya dicopot dari kapal-kapal perang eks Uni Soviet yang sudah di-scrap. Meriam-meriam besutan Uni Soviet ini dipasang pada sisi buritan, menggantikan posisi meriam kaliber 76mm yang berada di belakang. Sebagai informasi, perusak kawal ini memang mengandalkan  meriam kaliber 76mm laras tunggal, ada dua pucuk meriam 76mm, satu di haluan dan satu di buritan. Untuk sisi haluan (depan), meriam 76mm dilengkapi dengan turret (kubah), sedangkan meriam 76mm di buritan tidak dilengkapi dengan kubah.

USS John R. Perry 1034 – akhirnya menjadi KRI Samadikun 341
USS McMorris 1036 – akhirnya menjadi KRI Ngurah Rai 344

Elemen senjata anti serangan udara kurang begitu diperhatikan, hanya terdapat 2 pucuk SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7mm, justru kapal perang yang punya andil dalam blokade saat krisisi Kuba di tahun 1962 ini, lebih fokus pada unsur kekuatan anti kapal selam dan anti permukaan. Ini dibuktikan dengan hadirnya 2 peluncur torpedo MK.32 atau MK.46, dimana masing-masing peluncur dilengkapi 3 tabung torpedo. Lalu masih ada lagi 2 pucuk mortar anti kapal selam Hedgehog MK11. Tapi tetap saja, yang menarik adalah keberadaan 2 jenis meriam eks Uni Soviet yang di implant ke kapal perusak buatan AS.

Meriam 70K 37mm (1.45 inchi)

70K 37mm – versi naval laras ganda V-11
Meriam ini sudah tergolong sepuh jika saat ini masih digunakan, mulai dirancang pada akhir tahun 1930-an, dan digunakan secara aktif oleh Uni Soviet semasa Perang Dunia Kedua. Ada beberapa versi 70K 37mm yang dibuat, salah satunya adalah versi naval (angkatan laut). AL Uni Soviet mulai menggunakannya pada armada kapal penyapu ranjau kelas T301 sebelum invasi Jerman, dan terus memproduksinya hingga tahun 1955. Menurut informasi, 70K 37mm versi naval telah diproduksi sebanyak 3.113 pucuk, dan banyak dipakai oleh negara-negara sekutu Soviet.

Meriam 70K 37mm naval version dibuat dalam dua tipe laras, yakni laras tunggal dan laras ganda (twin barrel). Dan yang dipasang pada KRI Samadikun adalah jenis 70K 37mm laras kembar, atau disebut kode V-11-M. Mau tahu bagaimana kehandalan meriam ini? Untuk jarak tembak, bisa menjangkau 9.500 meter dengan jarak tembak efektif ke permukaan 4.000 meter. Sedangkan untuk melahap sasaran di udara, jarak tembak maksimumnya 6.700 meter dengan jarak tembak efektif ke udara sejauh 3.000 meter. Untuk kecepatan luncur proyektil, mencapai 880 meter/detik.

Meriam ini diawaki oleh 3 orang, secara teori dalam satu menit meriam ini dapat memuntahkan 160 sampai 170 peluru, walau dalam praktek rata-rata yang bisa dimuntahkan adalah 80 peluru per menit. Berat total meriam ini adalah 3.405Kg dengan panjang laras 2,3 meter. Sebagai meriam anti serangan udara V-11-M mempunyai sudut elevasi mulai dari -10 sampai 85 derajat. Ada beragam hulu ledak yang bisa dilepaskan, mulai dari FRAG-T, AP-T, HVAP, dan HE (high explosive). 50 negara tercatat menggunakan meriam ini, tak cuma sekutu Soviet, uniknya sekutu AS, seperti Israel dan Thailand pun ternyata ikut mengoperasikan jenis senjata ini. Saking larisnya, dikemudian hari Cina ikut memproduksi meriam ini berdasarkan lisensi, dan diberi kode type 65 (tanpa kubah), dan type 76 (dengan kubah) pada akhir tahun 1980-an.

Meriam 2M3 25mm Twin

2M3 twin 25mm – meriam ini masih dioperasikan manual
Meriam ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1953. Dioperasikan dengan sistem amunisi belt, meriam laras ganda ini terbilang banyak digunakan oleh negara-negara sekutu Soviet. Untuk membidik target, masih dilakukan secara manual dengan dukungan iron ring sight. Kehandalan meriam ini dapat dilihat dari jangkauan tembak permukaan yang bisa mencapai 3.250 meter, dan jarak tembak obyek udara mencapai 2.770 meter. Secara teori, jangkauan tembak maksimum bisa mencapai 3.400 meter. Secara teori, 2M2 25mm dapat memuntahkan 450 peluru per menit, meski dalam prakteknya hanya 270 peluru per menit.


Berat meriam ini mencapai 1.500Kg, mempunyai sudut elevasi mulai -10 sampai 85 derajat. Umntuk urusan amunisi, tersedia jenis AA, AA tracer, AP tracer. Untuk soal daya tahan, umur laras dapat digunakan hingga 12.000 tembakan, selanjutnya laras harus diganti. Agar tidak panas berlebih, laras mengusung pendingan udara. Lagi-lagi meriam ini diproduksi secara lisensi oleh Cina, dan diberi kode type 61.

Besar kemungkinan, 25mm twin gun yang dipasang untuk KRI Samadikun dan KRI Martadinata berasal dari meriam yang dulunya berada di armada kapal cepat kelas Komar. Kapal cepat dengan peluncur rudal anti kapal Styx ini dilengkapi 1 pucuk meriam 25mm untuk tiap kapalnya. Dan TNI AL memiliki 12 unit kapal cepat kelas Komar. Armada Komar menurut informasi resmi pensiun pada 1985. Bila suku cadang dinilai masih memadai, dan stock logistic amunisi lumayan banyak, maka wajar bila meriam ini kembali diberdayagunakan.

Kapal cepat kelas Komar, tampak pada sisi haluan ditempatkan meriam 25mm twin gun

Samadikun Class – Sejarah Panjang Penuh Kenangan

Setelah dioperasikan oleh TNI AL, maka destroyer escort kelas Claud Jones berubah identitas menjadi perusak kawal kelas Samadikun, karena KRI Samadikun (341) merupakan kapal pertama di armada perusak ini. Dirunut dari sejarahnya, KRI Samadikun mulai diterima TNI AL pada 20 Februari 1973 dan resmi dipensiunkan TNI AL pada 8 September 2005. KRI Martadinata diterima TNI AL pada 31 Januari 1974 dan resmi pensiun dari TNI AL pada 8 September 2005. KRI Monginsidi diterima TNI AL pada 16 Desember 1974 dan pensiun dari TNI AL pada 2 Januari 2003, dan KRI Ngurah Rai diterima TNIAL pada 16 Desember 1974 dan pensiun di tanggal yang sama dengan KRI Monginsidi.

Sepanjang digunakan oleh TNI AL, kapal perang ini punya sumbangsih yang tak kecil, semisal dalam operasi Seroja, tepatnya pada 25 November  1975, perusak kawal KRI Martadinata (342) melakukan pemboman dengngan kanon 76mm (3 inchi) ke Atabae, Tailaco, dan daerah Simpang Tiga. Dalam penembakkan itu, kolonel Laut (P). Rudolf Kasenda bertindak sebagai spotter untuk memandu tembakan dari helikopter NBO-105 yang diterbangkan oleh Kapten Laut (P). Tony, seorang penerbang TNI AL.

USS Charles Berry 1035 – kemudian menjadi KRI Martadinata 342

Sebelumnya Claud Jones dilengkapi dua rak bom laut (depth charges) yang biasa dilepas di buritan, total 18 bom laut bisa dibawa. Tapi seiring modernisasi, bom laut disingkirkan dan digantikan roket/mortir anti kapal selam Hedgehog MK11.

Dikutip dari buku Saksi Mata Perjuangan Integrasi  Timor Timur, karya Hendro Subroto, menurut R. Kasenda, dalam rapat gabungan di Kupang pada tanggal 4 Desember 1975, telah diputuskan bahwa kapal perang TNI AL tidak melakukan penembakan dari laut. Namun demikian, disebabkan faktor kerahasiaan dan pendadakan kedatangan Komando Tugas Amfibi diketahui lawan, akhirnya Birgjen Suweno selaku Pangkogasgab memerintahkan penembakan ke pantai. Pertimbangan penembakan ini dilakukan untuk menurunkan moril lawan dan mengangkat moril pasukan di bawah komandonya. Dalam misi pendaratan ini, KRI Martadinata menembakkan kanon 76mm.

Selain KRI Martadinata, dalam operasi Seroja, KRI Monginsidi juga banyak berperan, seperti dalam misi-misi awal kehadiran TNI diawal berkecamuknya konflik horizontal di Timor Timur, “Berangkat secepatnya ke Surabaya,  telah disediakan satu destroyer dengan satu kompi marinir untuk berangkat ke Dili. Selamatkan dan ungsikan konsul Indonesia beserta seluruh staf dan keluarganya. Keadaan sangat gawat, pertempuran telah mencapai ibu kota Timor Timur (Timtim). Tugas supaya dilaksanakan secara bijaksana dengan mempertimbangkan masalah-masalah diplomatik.

23 Agustus 1975 pukul 15:00 WIB ketua misi sampai di Surabaya, dijemput Assintel Armada Letkol (P) Moh. Arifin di Bandara Juanda. Ketua misi langsung menuju ke pangkalan AL. Di sana telah menunggu Panglima Armada Laksamana Rudi Purwana. Panglima menerangkan, kapal baru saja selesai mengisi bahan bakar dengan menggunakan mobil-mobil tangki sipil, karena Armada kekurangan mobil seperti itu. Pasukan marinir juga belum lengkap, karena para anggota yang bediam di luar kota sedang dijemput.

Pada pukul 17:00 WIB, kompi marinir telah siap dan berbaris dengan rapi di kade. Setelah laporan kepada Panglima Armada, dengan teratur mereka menaiki tangga KRI Monginsidi. Pada pukul 18:00 WIB kapal mulai bergerak berlayar perlahan menuju Laut Jawa. Malam pertama diisi taklimat mengenai tugas yang diemban kepada para perwira dan komandan kompi marinir.

26 Agustus 1975 pukul 20:00 WIB, KRI Monginsidi meninggalkan Atapupu dan berlayar perlahan menuju ke arah timur. Kira-kira pukul 23:30 WIB, kapal sudah mendekati kota Dili yang semua lampunya terlihat padam. Tembakan-tembakan mortir sudah mulai terdengar beserta kobaran-kobaran api di daerah pegunungan yang tadinya terlihat samar-samar sudah mulai tampak terang.

Pada saat gawat itulah misi Indonesia datang dengan kapal destroyer Monginsidi dan muncul di depan kota dengan lampu-lampu menyala.

Kapal perusak ini mulai dibangun pada tahun 1955, dan masuk dinas US Navy pada 1959. Meski tidak dilengkapi rudal, perusak kawal ini banyak dilengkapi sensor, terutama sensor bawah air untuk memburu kapal selam. Kapal ini diawaki 171 orang (dengan 12 perwira), punya kemampuan jelajah 7.000 mil laut dengan kecepatan maksimum 22 knot yang dihasilkan dari 4 mesin diesel (Fairbanks-Morse 38ND8 diesels). Saat digunakan oleh TNI AL, armada Claud Jones sudah pernah dilakukan re-engine untuk mengganti mesin yang sudah tua.

KRI Samadikun 341 dalam sebuah defile
KRI Monginsidi 343

Perusak kawal ini bukan senjata ‘kelas dua’ dimasanya, buktinya AS mempercayakan USS Claud Jones pada 1960 untuk menyisir pantai Timur Karibia lalu menyusur ke wilayah utara Eropa untuk bergabung dengan armada NATO. Saat krisis misil Kuba pada 1962, Claud Jones berperan sebagai kapal pemimpin operasi dalam kampanye blokade laut terhadap Kuba. Keluarga kapal Claud Jones juga aktif mendukung operasi militer di Vietnam, salah satunya dalam operasi ‘Sea Dragon’ dalam memberi bantuan tembakan kapal.

Penulis sendiri pernah melihat dari dekat KRI Ngurah Rai dalam defile Arung Samudra di tahun 1995, dan pernah melihat beberapa Samadikun class saat menjalani masa docking di dermaga Ujung – Surabaya pada tahun 1997.Saat ini semua perusak kawal ini sudah tak lagi digunakan, teknologinya pun sudah sangat ketinggalan untuk konteks masa kini, dan TNI AL memutuskan untuk men-scrap kapal-kapal ini. Besar harapan saya, agar paling tidak ada satu Claud Jones yang tetap dipertahankan oleh TNI AL, dan dibangun untuk menjadi museum apung. Mengingat sejarahnya yang panjang, semoga saja ide ini bisa direalisasi, sehingga generasi muda dapat mengetahui dan merasakan langsung kebesaran TNI AL di masa lalu, melengkapi keberadaan monumen kapal selam (monkasel).(Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi Claud Jones Class
Tipe : Destroyer escort
Produksi : Avondale shipyard, AS
Berat (kosong) : 1314 ton
Berat (penuh) : 1916 ton
Tinggi : 11,3 meter
Panjang : 95 meter
Lebar : 5,5 meter
Mesin : 4 Fairbanks-Morse 38ND8 diesels
Jarak jelajah  : 7.000 mil laut dengan kecepatan 12 knot
Kecepatan max    : 22 knot
Radar : SPS-6E-2D Air Search
Sonar : EDO 786, SQS-45(V), SQS-39(V), SQD-42(V)
Awak : 171 (12 perwira)

Read more »

Bangladesh akan Beli Kapal Selam Pertamanya




Kapal selam diesel listrik Tipe 039A kelas Yuan buatan China
Kapal selam diesel listrik Tipe 039A kelas Yuan buatan China (Foto:freewebs.com)
Bangladesh akan segera memperoleh kapal selam pertama untuk meningkatkan kekuatan angkatan lautnya di Teluk Benggala.

"Kami telah membuat keputusan untuk menambah Angkatan Laut Bangladesh dengan kapal selam dengan fasilitas dasar guna meningkatkan efek deterrent," kata Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed, saat pertama kalinya ia memberi perintah tugas untuk kapal perang pertama mereka yang diproduksi sendiri oleh Bangladesh di sebuah galangan kapal di selatan kota Khulna. "Di masa depan, kami akan membangun angkatan laut modern tiga-dimensi yang akan mampu menghadapi tantangan apapun selama perang di batas maritim kami."

Perintah tersebut mengindikasikan sebuah tanda tentang kesediaan Hasina untuk menghabiskan banyak anggaran di bidang pertahanan. Perintah pembelian kapal selam ini muncul hanya sembilan hari sejak ia menandatangani kesepakatan pertahanan di Rusia untuk pembelian jet tempur latih, helikopter dan rudal anti-tank dengan kontrak senilai $ 1 miliar. Analis pertahanan mengatakan kesepakatan dengan Moskow merupakan kontrak pembelian terbesar militer Bangladesh yang "miskin" sejak kemerdekaannya pada tahun 1971. Hasina tidak memberikan rincian mengenai jumlah kapal selam yang akan dibeli dan dari mana, namun seorang petinggi militer Bangladesh mengatakan bahwa saat ini negaranya dalam negoisasi kontrak dengan China untuk hal ini (pembelian kapal selam).

Bangladesh yang sepertiga dari penduduknya yang berjumlah 153 juta jiwa hidup di bawah garis kemisikinan, telah meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, antara lain membangun pangkalan udara dekat dengan negara tetangganya Myanmar dan menambah kapal frigat baru untuk angkatan lautnya.

Salah satu pengadilan PBB telah mengakhiri sengketa wilayah antara Bangladesh dan Myanmar pada Maret 2012 lalu. Pada tahun 2008, hampir saja terjadi konflik militer antara keduanya ketika Myanmar mengirim kapal-kapal Angkatan Lautnya untuk mendukung pengeboran gas di wilayah yang disengketakan.

BNS Padma kapal perang pertama buatan Bangladesh
BNS Padma, kapal perang buatan dalam negeri pertama Bangladesh (Foto:via defence.pk)
Bangladesh juga memiliki sengketa lama dengan tetangganya India mengenai batas maritim di Teluk Benggala yang kaya akan sumber daya alam.

Hasina mengatakan penyelesaian damai sengketa laut dengan Myanmar telah memperjelas kedaulatan negara di wilayah maritim lebih dari 43.100 mil persegi (111.631 kilometer persegi), hampir seukuran negara itu sendiri.

Dia (Hasina) mengatakan pembelian alutsista pertahanan sangat penting untuk mempertahankan kedaulatan negara, di mana bulan lalu Dhaka telah memberikan tawaran kepada investor dari perusahaan-perusahaan minyak dunia untuk mengebor cadangan minyak dan gas baru di wilayah Bangladesh.

Kapal perang baru buatan dalam negeri Bangladesh "BNS Padma" yang dibuat di galangan kapal di Khulna telah secara resmi ditugaskan oleh Hasina di bawah komando Angkatan Laut Bangladesh. BNS Padma dipersenjatai dengan empat meriam 37 dan 20 mm untuk mengatasi serangan udara dan permukaan sekaligus menyebarkan ranjau. (FS/ST)
artileri.org

Read more »

585 Anggota OPM Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi



PAPUA: Kepala Staf TPN/OPM, Daniel Kogoya, beserta 858 anggota TPN/OPM dan keluarganya, menyerahkan diri kepada Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua. Selain itu, tiga pucuk pistol dan senjata laras panjang juga mereka serahkan.

Penyerahan diri tersebut disaksikan oleh pejabat Provinsi Papua di Distrik Muara Tami, berdekatan dengan perbatasan Papua Nugini, pada Jumat, 25 Januari 2013 sore.

Mereka mengucapkan ikrar dan menandatangani perjanjian tidak akan melakukan teror bersenjata lagi kepada kemasyarakat dan aparat keamanan.

Daniel mengatakan, dia dan pengikutnya menyerahkan diri tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Selanjutnya, pihak Pemprov Papua akan menampung mereka di sebuah lokasi. Rencananya, pemprov akan membangunkan perumahan sehingga mereka bisa bermasyarakat lagi.

Daniel dan pasukannya juga akan berupaya mengajak anggota TPN/OPM yang masih tinggal di hutan untuk menyerahkan diri. Dia berharap kedamaian akan tercipta di Bumi Cendrawasih ehingga warga luar tidak takut masuk ke Papua.

Daniel juga meminta maaf atas serangkaian aksi teror selama ini.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Christian Zebua, mengatakan, para anggota TPN/OPM akan diterima dengan baik. TNI juga akan menjamin keamanan mereka.

Hal senada disampaikan Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw. Selain menjamin keamanan, polisi akan membantu anggota TPN/OPM lain yang akan bergabung kembali dengan NKRI.




Sumber : Okezone

Read more »

Sabtu, 26 Januari 2013

Tayangan Hiburan di Indonesia Yang Menampilkan Simbol Illuminati Group





Film-Film dan Acara TV di Indonesia Yang Menampilkan Simbol Illuminati Group

Dalam artikel ini tidaklah bermaksud menyerang atau membuat tuduhan-tuduhan kepada perorangan, perusahaan ataupun kelompok tertentu, tulisan kami ini berasal dari banyak sumber-sumber yang telah lebih dulu menuliskan dan mengangkatnya dibanyak forum, blog dan web.
Dan tulisan ini tak lain adalah untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada semua sahabat dan persaudaraan kita pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya.

Mereka tak terlihat karena mereka hanya menggunakan logo dan symbol untuk menyatakan keberadaan mereka diantara anggotanya!


WHAT’S GOING ON IN THE WORLD? AND IN YOUR MIND??
DID YOU REALIZE IT??? NO, I DON’T THINK SO!!!
when all Believers against Satanic, where are you standing for?!?
you don’t need to answer that, because we already know the answer, satanic.
*
Telah terbukti bahwa beberapa film-film dan acara-acara TV yang diproduksi dan telah beredar di Indonesia, menggunakan simbol-simbol “illuminati group” di beberapa tayangannya.
Illuminati adalah sebuah perkumpulan yg memiliki tujuan menjadikan dunia sebagai agama satu, illuminati dari kata illuminate dalam arti, tercerahkan.
Illuminati menganggap dewa mereka adalah pengetahuan atau disebut Sang Pencerah / Illuminatrix, yang digambarkan dengan ajaran setan Lucifer. Ada juga perkumpulan lain seperti Freemasonry, Skull and Bones dan Kabbalah.
Langsung saja, berikut beberapa tayangan simbol-simbol Illuminati Grup yang sempat terekam dilayar kaca dan dilayar lebar yang ada di Indonesia yang juga telah banyak tersebar informasinya di dunia internet:
1. Dead Time: Kala (19 April 2007)
Director: Joko Anwar
Writer: Joko Anwar
Stars: Fachry Albar, Ario Bayu, Shanty, Fahrani, dan Tipi Jabrik. (lihat trailer)

Film Kala, berkisah tentang Ratu Adil dari ramalan Jayabaya dan rahasia harta karun presiden.
Kala adalah sebuah film  yang disutradarai Joko Anwar dan dibintangi antara lain oleh Fachry Albar, Ario Bayu, Shanty, Fahrani, dan Tipi Jabrik.
Kala yang juga dikenal dengan judul lengkap: Dead Time: Kala adalah film Indonesia pertama yang bergaya film noir dan disebut-sebut para kritikus sebagai sebuah lompatan tinggi dalam sejarah perfilman Indonesia.
Inilah gambar yang menurut film tersebut sebagai makhluk yang melindungi harta karun presiden yang terpendam.
Tampak pada gambar dibawah ini yang berasal dari potongan film Kala, simbol Illuminati “all seeing eye” dengan kedua sayap di kanan-kiri bagian atas pada gambar.

Terlihat pada gambar diatas ini yang berasal dari potongan film Kala, simbol Illuminati “all seeing eye” dengan kedua sayap di kanan-kiri bagian atas pada gambar.
Lalu di bagian akhir film juga tampak simbol “all seeing eye” disebelah kiri pada salah satu halaman sebuah buku.

Lalu di bagian akhir film Kala juga tampak simbol “all seeing eye” disebelah kiri pada salah satu halaman sebuah buku.
Jadi sangat jelas sekali bahwa film itu mengandung unsur illuminati. Apalagi pada gambar segitiga terdapat mata “all seing eye” dan “sayap dewa” yang mana dalam ajaran mereka pasti selalu ada simbol-simbol seperti itu.
Ini benar-benar merupakan propaganda dari mereka. Bentuk garis-garis membentuk bintang, gambar dua tengkorak di kanan-kiri dan ditengahnya terdapat gambar manusia.
Gambar ini membentuk simbol untuk pemujaan “Baphomet”. Baphomet yaitu dewa setan berbentuk kambing bertanduk yang dikeramatkan, disembah dan dipuja oleh orang-orang golongan satanic ini.
Gambar manusia ditengah bisa dimaksudkan sebagai tumbal, atau persembahan bagi baphomet tersebut, tapi biasanya seorang perempuan telanjang.
2. Pintu Terlarang / The Forbidden Door (22 Januari 2009)
Director: Joko Anwar
Writers: Joko Anwar (screenplay), Sekar Ayu Asmara (novel)
Stars: Fachry Albar, Marsha Timothy and Ario Bayu (lihat trailer)

Diambil dari film Pintu Terlarang, saat seorang bintang dalam film tersebut Fahri Albar, sedang menonton TV perkumpulan rahasia herosase.
Pada pengambilan gambar itu terlihat di dalam televisi gambar simbol freemasonry lengkap dengan gambar jangka.
Tak lama kemudian terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu”.
Lalu terlihat lukisan yang menutupi pintu terlarangnya, simbol gambar Illuminati “mata satu” yang mana gambar tersebut memang memiliki tujuan Illuminati / Freemason.
Gambar di film ini juga merupakan simbol dari freemason, dan mata satu itu memang sudah diatur seperti itu.

Terlihat saat pengambilan gambar di dalam televisi, simbol freemasonry lengkap dengan gambar jangka.
Tak lama kemudian terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu”.
Add caption

Terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu” alias “All Seeing Eye”.
Bukan berarti jika mata tidak diapit oleh segitiga, maka bukan berarti merupakan propaganda. Namun kehadiran mata ini juga didukung oleh simbol-simbol lain.
Sudah sangat jelas bahwa “mata satu” merupakan salah satu simbol yang di propagandakan oleh mason dan illuminati.
3. Rumah Dara / Macabre-II (2009, rilis 22 Januari 2010)
Directors: Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Writers: Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Produksi: Media Corp Raintree Pictures
Stars: Ario Bayu, Shareefa Daanish, Joko Anwar and Julie Estelle. (lihat trailer / full movie)

Sebelum ditayangkan di Indonesia, karakter Dara telah lebih dahulu dipopulerkan lewat segmen film pendek “Dara” dalam film horor antologi “Takut: Faces of Fear” , yang juga disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di festival-festival film di seluruh dunia.
Segmen film pendek Dara mendapat begitu banyak tanggapan positif sehingga akhirnya Rumah Dara mendapat harapan besar dari para penggemar film Dara.
Pada tahun 2008-2009, Rumah Dara juga telah dilayarkan lebih dahulu di berbagai festival film internasional dan banyak meraih penghargaan.
Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di Singapura terlebih dahulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis dan kekerasan).
Rumah Dara lalu dirilis secara serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2010. Distribusi film ini ke Amerika Utara dan Eropa telah dibeli oleh Overlook Entertainment.
Dalam twitter resmi Rumah Dara pada saat itu, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film Malaysia. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia karena adegan sadis dan terdapat beberapa simbol ajaran sesat.
Simbol ini diambil dari salah satu adegan saat seorang polisi yang sedang menonton video proyektor. Pada akhir tayangan di video itu tampak simbol Freemasonry (Mason). Dibawah gambar tersebut bertuliskan:
projecteren onsterfelijk slang = proyek ular abadi.

Screen shot film Rumah Dara bergambar simbol dari Masonic Magician. Dibawah gambar tersebut bertuliskan: projecteren onsterfelijk slang = proyek ular abadi (bacaan tak terlihat keseluruhan).
Kita lihat dari segi gambar sudah menunjukkan garis-garis segitiga yang merupakan salah satu unsur lambang freemason. Tulisan dibawah itu adalah tulisan Belanda yang jika diartikan yaitu Proyek Ular Abadi.
Gambar yang persis diambil dari lambang Masonic Magician tersebut juga ada di cover sebuah buku dengan judul sama “the Masonic Magician” karangan Philippa Faulks dan Robert LD Cooper.

Buku The Masonic Magician, memiliki lambang yang sama seperti film Rumah Dara.
Buku The Masonic Magician menceritakan kisah Cagliostro yang luar biasa lengkap dengan terjemahan bahasa Inggris pertama dari Ritual Mesir yang pernah diterbitkan.
Para penulis memeriksa kasus yang dibuat terhadap diri Cagliostro, bahwa ia adalah seorang penipu serta sesat dan menemukan bahwa Gereja Roma dan sejarah itu sendiri dilakukan dengan ketidakadilan yang sangat mengerikan.
Jadi dalam ajaran mereka, ular merupakan simbol dari setan ataupun unsur jahat. Dan mereka memang sedang melakukan proyek menuju Tatanan Dunia Baru (new world order) agar setan tersebut dapat segera keluar ke muka bumi.
Lalu apakah nama simbol bermotif Pentagram di film Rumah Dara dan simbol pada buku Masonic Magician tersebut? Simbol itu dikenal dengan nama “Ouroboros”.
Jika kita perhatikan dengan seksama, di simbol ini terdapat gambar ular yang menelan ekor ular yang lain, begitupun ular yang ditelan ekornya menelan ekor ular yang pertama tadi. Cukup menarik, dan hal ini semakin membawa kita untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai arti simbol ini.

simbol Ouroboros
“Ouroboros” merupakan istilah Yunani yang sering dianggap sebagai lambang perputaran hidup setelah mati, takdir, atau penciptaan dan kehancuran.
Konsep ular / kadang- kadang naga, yang menelan ekor ini dikenal juga di kebudayaan Skandinavia, Cina, Astec, Inca dan Maya. Sering dihubungkan dengan ramal-meramal, dan juga sering dianggap sebagai simbol keabadian. Simbol Ouroboros digunakan sebagai simbol mitologi atau kepercayaan disana.
Adapun maksud simbol ular ini kurang lebih sebagai refleksi diri, atau sesuatu yang terus berputar, sesuatu yang terus membuat ulang dirinya sendiri (recreating itself), sesuatu yang akan selalu kembali, sesuatu yang akan langsung dimulai lagi ketika mencapai titik akhir, semacam itulah dan selain simbol setan, ular juga sering dihubungkan dengan keabadian.
4. Sang Pencerah (2010)
Director: Hanung Bramantyo
Writer: Hanung Bramantyo
Produksi: MVP Pictures/ Multivision Plus
Stars: Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca and Slamet Rahardjo. (lihat trailer / full movie)

Ini film yang sangat kontroversi, Illuminati sudah berusaha untuk memasuki wilayah agama di Indonesia dengan segala cara.
Di antara pekatnya malam, belasan laki-laki berbondong-bondong menuju Langgar Kidul Kauman.
Sambil memekikkan asma Allah, gerombolan itu mengangkat obor tinggi-tinggi, dan sesampainya di surau milik Ahmad Dahlan, mereka meringsekkan tempat ibadah itu hingga rata dengan tanah.
Mereka memang dibakar kebencian. Gagasan pembaruan Islam oleh Ahmad Dahlan telah membuat gusar para penghulu Masjid Gede Jogja.
Dan kegusaran itu kemudian berkembang menjadi benci yang ditularkan. Itulah sepenggal adegan di awal Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo.
Dari cover dan keseluruhan filmnya juga terdapat banyak simbol-simbol yang disamarkan seperti:
1. Covernya, ada penampakan simbol Illuminati piramida mata satu “all seeing eye” yang disamarkan.
2. Film rohani, yang seharusnya tidak menampakkan simbol-simbol paganisme.
3. Sutradara dari golongan yang berideologi dan pelopor aliran satanic modern bernama Aleister Crowley (bukti: bisa googling) Dia salah satu anggota Illuminati yang menduduki posisi suci dalam organisasi tersebut.
5. Opera Van Java (Trans-7) – tampak “All Seeing Eye”
Sebuah fakta bahwasannya Illuminati juga sudah mulai pula merasuki dunia pertelevisian di Indonesia. Kali ini Simbol Illuminati muncul dibeberapa program televisi swasta yg sangat terkenal.

Simbol Illuminati “All Seeing Eye” di Opera van Java (Trans TV)
Trans7 dengan acara komedi Opera van Java (OVJ) kini melambung tinggi yang semakin digemari oleh penikmat acara televisi di seluruh penjuru.
Apakah oleh karena OVJ menembus rating terbaik, lalu sebuah penampakan simbol Mata Satu alias simbol Illuminati pemuja Dajjal pada OVJ pun muncul, simbol titipan seseorang?
Sangat jelas terlihat. Entah ini kebetulan semata atau memang hal yang disengaja oleh tim OVJ.
Apakah Trans Corps memang dipimpin oleh kelompok illuminati, atau disusupi dan ditunggangi kelompok illuminati dengan ikut meng-kampanye-kan simbol-simbol nya?? Atau hanya kebetulan semata??
6. Mata Lelaki (Trans-7) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Mata Lelaki adalah sebuah program dewasa, yang tayang setiap hari Rabu jam 23.30 WIB di salah satu stasiun TV milik Trans Group, yaitu Trans-7. Ini adalah sebuah persepsi sebagian laki-laki, mengenai segala hal yang menjadi trend, segala hal yang ada disekitar laki-laki, dan segala hal tentang wanita.

Logo “All Seeing Eye” di acara Mata Lelaki yang ditayangkan oleh salah satu grup TV swasta Indonesia, Trans Group yaitu Trans-7
Sebuah persepsi tentang keseksian seorang wanita, dan segala hal yang mengelilinginya.
Persepsi ini akan diambil dari data riset, yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, dan mudah diakses oleh banyak orang.
Hasil akhir dari program ini adalah, bagaimana laki-laki menghargai sekitarnya, menghargai wanita, dan menghargai dirinya sendiri. Ini adalah bagaimana laki-laki memandang wanita.
Berangkat dari sebuah mitos, yang kemudian dicari data risetnya dan kemudian ditela’ah lalu diambillah kesimpulan akhirnya. Mata Lelaki akan selalu memberikan closing statement, sebagai kesimpulan pada akhir tema.
7. Indonesian Idol (RCTI) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Di program lain ada simbol lagi yang menampilkan bentuk mata satu dalam segitiga/piramid. Namun kali ini acara tv yang di-import dari negara paman Sam, Amerika.
Tampak bentuk dari lambang Indonesian Idol yang berada di bawah mejanya berlambang mata satu dari Horus, “all seeing eye”.
Apa hubungannya hingga memasang logo itu? Apa pula hubungan antara bakat menyanyi dengan simbol illuminati? Apakah tidak bisa membuat lambang lainnya? Salah satunya jawabannya, memang banyak penyanyi, sutradara, bintang film dan entertainer lainnya dari seluruh dunia telah disokong pendanaannya oleh kelompok Illuminati ini (bisa dilihat pada video dibawah artikel).
8. Big Brother (Trans TV) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Trans TV membeli acara Big Brother yang katanya merupakan acara yang sebenarnya dijiplak oleh Penghuni Terakhir. Sehingga tak salah jika dalam setiap episodenya host acara selalu menyebutkan bahwa acara ini tidak ada script atau rekayasa lainnya.
Dapat dilihat dari simbol Big Brother berupa “mata satu” simbol Illuminati. Memang dalam misi Illuminati dalam salah satu tujuannya adalah memantau orang seperti dalam acara ini.
Dalam acara Big Brother, terlihat banyak kamera-kamera pemantau di semua sudut ruangan. Ini persis keadaannya dengan istilah di dunia nyata yang sebenarnya dalam memantau kegiatan manusia (apalagi yang dicurigai) dalam kesehariannya yang dipakai juga oleh para elit Illuminati dengan istilah: Big Brother.
Jika dalam acara TV Big Brother dapat melihat semua gerak-gerik dan kegiatan peserta, maka Big Brother yang dijalankan oleh Illuminati dalam pemerintahan pun sama: untuk memantau manusia. (baca: [VIDEO] Awas “Big Brother” Israel Sadap Telepon Anda!)
Sebenarnya masih ada beberapa film dan acara televisi lainnya di Indonesia yang menampilkan secara terang-terangan hingga hanya sekelebat saja dari simbol-simbol penganut ideologi satanic ini.
Jadi, walaupun jalan cerita dari film, program dan acara bertema apapun itu tak masalah buat mereka, karena mereka para Illuminati akan tetap berusaha untuk masuk dengan cara “menitipkan” simbol-simbol alirannya agar masyarakat menjadi biasa dan familiar dengan simbol-simbol mereka.
Serangan Diam-Diam (Silent Attack)
Mereka para elit Illuminati memang telah menguasai dunia media elektronik, termasuk dunia hiburan dan film dunia, jadi akan jauh lebih mudah bagi mereka untuk ditayangkan.
Mereka akan selalu menyebarkan paham-paham sesat satanisme melalui “propaganda simbol”  pada nyaris semua media yang telah mereka kuasai diseluruh dunia.
Memang sangat sering pesan-pesan dan simbol-simbol illuminati sengaja disamarkan oleh golongannya, agar tak terdeteksi oleh orang awam.
Yang terpenting diawalinya simbol secara samar adalah, agar terlebih dahulu orang-orang awam tersebut menjadi “biasa dan familiar” dengan simbol-simbol mereka, yang kemudian menjadi biasa.
Malahan disaat orang-orang awam telah terbiasa dan familiar dengan simbol illuminati, kadang mereka malah membelanya dan menganggap simbol tersebut adalah biasa dan tak perlu dirisaukan.
Dan pada detik yang sama pula, mereka telah “menerima” simbol ajaran satanic tersebut tanpa sadar. Itulah salah satu cara mereka, perlahan tapi pasti.
Hal itu membuat rakyat dari berbagai negara menentang ajaran dan ideologi kaum satanic melalui media-media yang juga dikonsumsi oleh anak-anak mereka yang akan terbiasa oleh Illuminati Goup ini.
Para orang tua diseluruh dunia juga resah karena ajaran Illuminati dalam kancah dunia hiburan akan dapat mempengaruhi psikologi terhadap anak-anak dan generasi muda kedepannya.
Karena anak adalah peniru yang paling ulung, akibat umurnya masih muda, jadi apa yang mereka lihat dan dengar, secara alam bawah sadar akan mereka ikuti.
Semua simbol dan gambar diatas adalah berdasarkan fakta nyata yang terjadi di Indonesia. Dan simbol-simbol itu juga sama persis seperti di berbagai belahan negara lainnya di dunia.
Mungkin anda bingung dan bertanya, mengapa simbol-simbol begitu penting bagi kelompok mereka? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan di dalam diri anda tersebut, anda dapat membaca artikel selanjutnya yang sangat penting untuk diketahui dan terkait pula dengan masalah dan pertanyaan di dalam diri anda itu dari pandangan ilmu psikologi: Ilmu Psikologi: Bagi Zionist, Mengapa Simbologi Begitu Penting Bagi Kelompok Mereka?
Sebenarnya masih ada lagi beberapa tayangan yang menayangkan simbol-simbol aliran satanic lainnya di beberapa acara dan film di Indonesia. Sebagian besar sangat terselubung. Namun suatu saat akan kami sisipkan disini dikemudian hari.
Bagi sebagian orang, simbol-simbol tersebut tak usah dihiraukan, tapi justru disitulah titik lemah kita sebagai manusia awam untuk dapat menyadarinya.
Mereka menyerang suatu kultur dan budaya serta generasi muda memang dengan cara perlahan, namun pasti, hanya menunggu waktu. Ada pepatah kuno yang sangat terkenal bahwa anda tak dapat membuat lobang di sebuah batu dengan palu.
Namun ada cara jitu, yaitu hanya dengan tetesan air yang sangat lembut batu dapat berlubang, iya hanya tetesan air.
Artinya, batu sekeras apapun dapat berlubang dengan tetesan air yang berkali-kali. Itulah kira-kira cara mereka menyebarkan fahamnya.
Tak terasa, maka diabaikan, namun terus-menerus, hingga kita merasa ” ya, gak apa-apa koq, hanya simbol.” Dan suatu saat semua telah terlambat dan waktu tak akan bisa diulang lagi.
Bahkan kini bisa kita lihat terhadap perilaku manusia Indonesia sehari-hari, juga generasi mudanya yang semakin rendah kualitas iman dan perilakunya. Gereja dan mesjid semakin penuh sesak orang beribadah namun itu tak berpengaruh banyak, tetap saja kejahatan dan kekhufuran juga semakin meningkat drastis, dan ini adalah fakta.
Sejarah Adalah Fakta, Para Nabi Sudah Diperingatkan
Fakta bahwa cuci otak atau brainwashed dari media begitu gencarnya, orang tak lagi sadar siapa yang mengadu domba mereka para believers. Mereka telah lupa akan sejarah Nabi-Nabi yang selalu dikejar ingin dibunuh, siapakah yang ingin membunuh para Nabi tersebut?
Dulu, di saat Nabi Musa masih bayi, harus dilarung ke sungai agar tak dibunuh, bahkan saat menegur Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan, Nabi Musa harus kabur melalui Laut Merah dengan “membelahnya” agar terhindar dari kejaran Fir’aun yang bangga akan Piramid Illuminatinya.
Begitu pula dengan Nabi Ibrahim, beliua juga tak luput dari buruan dan kejaran kaum satanic ini, hingga beliau dibakar! Namun api pun dapat tunduk kepada beliau dan justru membuatnya merasa dingin.
Juga Nabi Isa selalu diburu, hingga akhirnya tertangkap dan disiksa lalu disalib. Walau ajaran Islam tidak mengakui bahwa Nabi Isa yang disalib, namun justru dari umat Kristiani yang percaya hal ini malah kadang membela kaum Zionist yang telah menyalib Tuhannya kaum Kristiani sendiri, ini adalah fakta dan ini bukti bahwa informasi dan media telah mencuci otak dan memutarbalikan sejarah, dan sedikit “korban” yang sadar.
Para Nabi Sudah Diperingatkan (teks Indonesia)
  Video diatas berjudul “PHASE-3” tersebut adalah part-2 dari beberapa bagian: • Part-1Part-2Part-3Part-4Part-5Part-6Part-7Part-8Part-9
Sejarah dari kitab-kitab adalah terbukti, hampir semua Nabi selalu ada yang ingin membunuhnya, tapi harus diingat bahwa setiap Nabi juga ada pengikut setianya, sangat setia, merekalah para believers, para kaum agamais, yang masih bertahan hingga kini walau masih terus digempur oleh faham satanic dan golongan kafir (golongan tak mengakui adanya Tuhan) yang juga masih eksis, dan tak akan musnah hingga akhir zaman nanti.
Sekali lagi perlu diingatkan, bahwa artikel ini bukan menjelaskan tentang film, tetapi hanya berusaha menjelaskan tentang gambar dari cuplikan film-film tersebut. Semoga bermanfaat… (sumber: berbagai sumber dan forum-forum di internet)



New World Order in Your Life Style
Satanisme Kebudayaan Modern
 


Illuminati dan entertainment Indonesia
 
Illuminati Symbolism In Movies



Read more »

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *