Jepang meluncurkan dua satelit mata-mata ke orbit pada hari Minggu, 27
Januari 2013 untuk memperkuat kemampuan pengawasannya, termasuk
mengawasi Korea Utara lebih dekat, yang berencana lebih banyak melakukan
percobaan roket jarak jauh dan nuklir. Kedua satelit pengumpul data
intelijen itu ditempatkan ke orbit dengan menggunakan roket H-2A buatan
dalam negeri Jepang, yang terdiri dari satelit radar operasional dan
satelit optikal percobaan.
Peluncuran dilakukan dari Tanegashima Space Center, Pulau Tanegashima,
selatan Jepang,
sekitar pukul 13.40 waktu setempat (11.40 WIB) oleh Japan Aerospace
Exploration Agency (JAXA) dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. "Roket
itu terbang sesuai rencana dan melepaskan kedua satelit itu," kata JAXA
dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.
Satelit radar operasional akan melengkapi sistem pengawasan, yang akan
memungkinkan Jepang memantau setiap tempat di dunia setidaknya dalam
satu kali sehari, sekalipun tertutup awan dan malam hari. Sedangkan
satelit optikal percobaan adalah satelit demonstrasi untuk mengumpulkan
data bagi riset dan percobaan teknologi masa depan dan berbagai
perbaikan yang memungkinkan Jepang meningktakan kemampuan
surveilans-nya..
Satelit radar, yang merupakan satelit pengumpulan intelijen,
dilaporkan akan segera beroperasi secara penuh pada bulan April nanti.
Satelit itu diletakan dengan jarak beberapa ratus kilometer di luar
angkasa, dikabarkan mampu mengambil foto obyek berukuran satu
meter di bumi.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang bersikap keras terhadap Korut
memuji keberhasilan peluncuran satelit itu. "Pemerintah akan menggunakan
sebanyak-banyaknya sistem itu untuk meningkatkan keamanan nasional dan
manajemen krisis kami," kata Shinzo Abe yang dikutip stasiun radio NHK.
Roket H-2A sesaat setelah meninggalkan situs peluncuran. (Foto:REUTERS/Kyodo/bb via MetroTVNews)
Sistem dalam satelit tersebut kabarnya telah
digunakan untuk melakukan survei tingkat kerusakan pasca tsunami 11
Maret, dua tahun lalu. Tapi, pemerintah Jepang tidak mempublikasikan
foto hasil bidikan satelit tersebut kepada masyarakat, karena khawatir
dapat mengungkap kemampuan sistem tersebut.
Peluncuran satelit yang dikabarkan menelan biaya USD 10 miliar (sekitar
Rp96,5 triliun) ini menambah panjang daftar kesuksesan roket H-2A,
yang sebelumnya telah berhasil mengantarkan 15 satelit Jepang ke luar
angkasa. Kini negara Sakura tersebut telah
mengoperasikan satu satelit radar dan tiga satelit optik.
Jepang mulai membuat rencana untuk menggunakan satelit guna mengumpulkan
data intelijen setelah Korut meluncurkan rudal jarak jauh pada tahun
1998. Satelit
intelijen Jepang diluncurkan pertama kalinya pada Maret 2003, sebagai
tanggapan atas uji rudal Korut pada 1998.
Tahun lalu, Korut meluncurkan dua roket jarak jauh. Roket pertama diluncurkan pada April, namun gagal, namun roket kedua Unha-3 yang diluncurkan pada Desember
untuk membawa satelit cuaca ke orbit, diklaim sukses oleh Korut. Roket
Korut ini terbang terbang melintasi
gugusan pulau Okinawa, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi
Jepang. Namun misi Korut ini dikecam Amerika Serikat dan negara lainnya
yang menuduh Korut menutupi program teknologi rudalnya dibalik alasan
meluncurkan roket untuk membawa satelit cuaca ke orbit.
Jepang kini menjadi tempat bagi 50.000 tentara AS terutama yang prihatin
dengan kondisi di Korea Utara. Jepang dalam jangkauan rudal Korea
Utara. Dengan mengembangkan satelit mata-mata, dengan bekerja sama
dengan AS, Jepang kini mengembangkan sistem pertahanan rudal sendiri.
(FS/Berbagai sumber)
Teknologi
Roket Indonesia yang mulai di kuatirkan oleh negara Tetangga. Momentum
ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia
ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para
ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri
sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….!
"Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia" Meski
sudah berlangsung, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi
buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang
cerita politik, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara
tetangga yang belakangan ini suka menganggap remeh Indonesia. Seperti
diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan
daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal
itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km
bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah
tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia.
Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali
dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen
subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan
untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang
dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda
Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar.
Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700
trilyun. Mengapa malah
menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena
keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti
akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila
ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan
satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian
akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara,
India dan Iran. roket-rx-2500Nah kekhawatiran Australia,
Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu
mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan
macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis
pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh
190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang
ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau
Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena
roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan
Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak
akan pernah berpikir ngerampok PULAU . Akan hal Australia, mereka ada
rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu
memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan
dekat. CN 235 Versi Militer Rupanya
Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama paham bahwa
insinyur-insinyur Indonesia tidak bisa diremehkan begitu saja. Buktinya?
Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang
sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer
buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan
mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana
dari pemerintah. Kalau para ekonom Indonesia yang Pro World Bank
dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT DI ini terlalu mahal dan
menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk
infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ
Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah
mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi
militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur
Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan
lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan
melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu
saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir
yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya. Nah,
jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya
insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika
Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa
karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan
bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia
hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal
terus menerus sampai kiamat tiba. Kalau ada kekurangan yang
terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair
dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau
sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga
insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi
setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan
menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit
Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan
didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal
karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.
Oleh Christianto Wibisono (Pendiri Institute Kepresidenan Indonesia)
Belajar
dari pengalaman kita memiliki 6 presiden dalam 69 tahun bernegara
modern Republik Indonesia, kita tentu tidak ingin mengulangi kesalahan
dan kekeliruan masa lalu. Marilah kita melakukan pilihan eklektik,
dengan sadar menilai baik-buruk, positif-negatif, kinerja maupun blunder
dari presiden pertama hingga keenam. Agar presiden ketujuh dapat
bercermin dan belajar arif, bijak dan cerdas untuk mengambil putusan
yang positif, proaktif dan kreatif serta bermanfaat bagi bangsa dan
Negara ini.
Target
utamanya tentu harus mengembalikan harkat dan martabat bangsa ini agar
berkualitas nomor 4 sedunia secara substansial. Bukan hanya sekedar
nomor 4 secara kuantitas numerik. Karena penyakit dan kekeliruan masa
lalu, barangkali target itu memerlukan satu generasi, tiga dasawarsa
atau tiga orang presiden yang berkualitas dan sanggup bertahan 2 termin
hingga 2044. Sehingga tepat usia seabad dibawah presiden ke-10,
Indonesia akan menjadi adidaya nomor 4 sesuai kuantitas penduduknya.
Tentu saja semua itu mengisyaratkan presiden ke-7, ke-8 dan ke-9 harus
berkualitas prima, berkelas negarawan global yang canggih, cermat dan
piawai menakhodai kapal induk RI, menjelajah transformasi geopolitik
abad 21 yang secara kualitatif berbeda dari abad 20. Tugas
utama Presiden ketujuh adalah berdamai dengan masa lalu, dengan diri
sendiri, dan dengan bangsa sendiri dalam semangat kemanusiaan dan
kenegarawanan langka gaya Nelson Mandela. Indonesia harus berdamai
dengan keturunan PKI, Masyumi, DI/TII dan segala elemen bangsa yang di
masa lampau terlibat kekerasan dan permusuhan politik secara brutal,
beringas dan nyaris tak beradab. Tentu saja pada dataran kontemporer
kita tetap harus menumpas anarki dan terorisme dengan dalih apapun yang
memperlakukan sesama manusia secara sadis, biadab terkadang dengan dalih
agama, SARA, pertentangan kelas atau sekedar kriminal kejam tanpa motif
politik, yang tetap harus memperoleh hukuman pidana yang setimpal. Dengan
rekonsiliasi nasional ini pemerintah harus berjiwa besar mengakui
kesalahan masa lalu , meminta maaf dan berusaha tidak mengulangi
democide terhadap rakyatnya sendiri. Maka seluruh potensi bangsa ini
dapat mulai membangun, bersatu padu dan percaya diri akan ketangguhan
bangsa ini yang sudah terbukti mampu membangun Borobudur di abad 9. Paralel
dengan rekonsiliasi maka prinsip meritokrasi harus memberikan pahala
kepada mereka yang berprestasi. Sehingga kinerja bangsa ini secara
kualitatif meningkat setara dengan kemajuan bangsa lain, tetangga kita
maupun bangsa lain di seluruh muka bumi ini. Mengingat manusia
bukan robot, maka dalam proses persaingan global itu dimana kekuatan
sumber daya manusia tercanggih di Indonesia harus mampu bersaing ketat
dengan bangsa lain, jelas masih akan ada kelompok manusia yang tercecer
dalam proses pembangunan multidimensi abad 2. Disinilah kepemimpinan
Indonesia harus mampu menyediakan sistem yang memelihara kebutuhan dasar
dan pemeliharaan kesejahteraan minimal bagi elemen yang tidak termasuk
kelompok produktif kreatif kelas unggulan. Inilah yang dimaksud
dengan negara menyantuni mereka yang memang tercecer karena pelbagai
faktor. Kelas menengah harus diperbanyak, sedang yang miskin ditekan
secara alamiah. Harus dijaga penyakit kemanjaan bila orang mengganggur
dibiayai negara. Alhasil banyak orang malas tidak mau bekerja, hanya
ingin memperoleh bantuan langsung tunai atau subsidi dari negara dan
pemerintah. Bangsa yang seperti itu tidak akan maju seperti yang dialami
Yunani sekarang ini. Manja, malas dan mengandalkan utang atau subsidi
dari Negara lain dan pemerintah yang meninabobokkan rakyat dengan dana
gampang hasil pinjaman yang tak terbayar. Itulah akar krisis
Yunani dan krisis derivative AS. Karena kemudahan memberikan kredit
dengan alasan semua orang berhak memperoleh kredit perumahan atau
mortgage. Maka muncullah kredit ninja, dimana orang dengan no income, no
job and no asset diberi kredit perumahan secara murah meriah. Semua
bangkrut tidak mampu membayar dan melelehlah raksasa seperti Lehman
Brothers. Karena terjebak derivative yang jadi fiktif dari kredit
perumahan yang bodong, assetnya tergadai utang lalu lenyap tak berbekas
dalam kehancuran bursa. Bangsa ini harus bersaing dengan bangsa
lain yang posisinya sudah jauh leibh maju dalam dunia yang semakin
multipolar dan merata sehingga tidak ada lagi hegemoni atau dominasi
satu negara adi daya. Dalam 4 abad terakhir sejak Eropa (Barat) meninggalkan Asia (Timur) maka dunia mengenal dominasi 4 imperium global. Pertama
Pax Hispanica, Spanyol menjadi kaya raya karena menguras harta karun
emas perak Amerika Latin yang mengakibatkan inflasi dan pelemahan diri
sendiri. Belanda memonopoli perdagangan rempah-rempah dan sumber
daya alam Indonesia sehingga menjadi yang terkaya diabad XVII sebagai
Pax Neerlandica. Inggris melampaui Belanda dengan revolusi
industro yang memberi loncatan nilai tambah ekonomi secara eksponensial
dan merajai dunia dengan Pax Britannica abad XVIII-XIX. Terakhir Pax
Americana menggantikan Pax Britannica setelah Perang Dunia I. Kini dunia
berada pada era Pax Consortis G20 karena tidak mungkin lagi hanya satu
kekuatan menjadi imperium global. Tidak Pax Sinica ataupun Pax Islamica. Indonesia
beruntung sudah masuk dalam jajaran imperium global multilateral G20.
Presiden Indonesia tentu harus memahami posisinya sebagai anggota G20,
sebagai jangkar ASEAN dan sebagai nation state terbesar ke-4 sedunia
dalam kuantitas. Belajar dari pengalaman presiden pertama hingga
keenam dengan pelbagai jatuh bangun, kinerja dan blunder, perlu
diingatkan bahaya kultus individu dan ketertutupan dalam diplomasi
internasional. Apalagi bila tersandera oleh kepentingan sektarial,
partisan dan malah terbajak oleh preman, kriminal dan teroris anarkis
atau kelompok ekstremis radikal sok populis, Xenophobia dan primordial
primitif.
Jakarta | TNI
Angkatan Laut akan menggunakan rudal C-705 asal Cina pada kapal cepat
rudal (KCR) buatan dalam negeri. Rencananya, sebanyak 16 kapal perang
KCR-40 buatan pabrik kapal di Batam, PT Palindo Marine, bakal dilengkapi
dengan peluru kendali tersebut.
"Kontrak sudah diteken, rudal diperkirakan tiba pada tahun 2014," kata
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama, Untung Suropati,
kepada Tempo, Senin, 28 Januari 2013.
Sesuai UU Nomor
16 Tahun 2012, pemerintah akan melakukan kerja sama transfer teknologi
dalam skema pembelian alat utama sistem persenjataan ini. Dengan skema
transfer teknologi ini, diharapkan tiga pabrik dalam negeri: PT. Pindad,
Lapan, dan PT. Dirgantara Indonesia, bakal mampu membuat rudal sendiri.
Sebelumnya, Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan,
Pos Batubara, mengaku sedang menegosiasikan kontrak transfer teknologi
dengan produsen Tiongkok itu. "Masih kami upayakan ke arah sana," kata
Pos, ditemui usai peresmian KRI Beladau 643 di Batam, pekan lalu.
Dia memastikan produsen lokal akan terlibat dalam proses transfer
teknologi antara Cina dan Indonesia. "Harapannya kita mampu produksi
sendiri," ujar dia. Kepala Badan Perencanaan Pertahanan
Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, mengatakan
sejumlah produsen lokal mulai terlibat dalam persenjataan KCR 40. "PT.
Pindad mulai terlibat, tapi persentasenya masih kecil," kata Ediwan.
Dia enggan menyebutkan nilai kontrak pengadaan rudal Cina tersebut.
"Kontrak pengadaan senjata dipisah dengan pembuatan kapalnya," kata
Ediwan. Nilai pembuatan kapal cepat rudal 40 mencapai Rp 75 miliar per
unit. Seluruhnya menggunakan skema pinjaman dalam negeri. ●Tempo.Co
Kawin silang di lini alutsista tentu bukan sesuatu yang tabu,
sepanjang menghasilkan kinerja yang maksimal, ditambah tidak menuai
komplein dari negara pembuatnya, hal itu bisa dilakukan secara efektif,
bahkan mampu menambah daya gempur ketimbang versi aslinya. Implementasi
kawin silang bisa dituangkan dalam banyak hal, semisal dalam program
retrofit, menggabungkan antara cita rasa teknologi barat dan timur.
Contoh yang paling mudah ‘dicerna’ yakni pemasangan meriam Cockerill 90mm pada tank Amfibi Korps Marinir TNI AL, PT-76.
Cockerill 90mm adalah jenis meriam modern buatan Brazil yang
menggantikan meriam lama yang berkaliber 76mm pada PT-76. Kawin silang
dalam retrofit alutsista membuktikan bahwa tenaga Indonesia cukup
kreatif dalam memperpanjang usia alat tempur yang ada. Selain tank
PT-76, campur sari dalam alutsista eks Uni Soviet bisa juga dilihat pada
retrofit panser amfibi BTR-50, dan meriam anti serangan udara S-60 kaliber 57mm.
Seolah menjadi kebiasaan di alutsista TNI, yang di retrofit adalah
platform senjata/ranpur buatan eks Uni Soviet, dengan upgrade sistem
teknologi barat. Tapi ada yang berbeda di lingkungan armada kapal perang
TNI AL.
Pada 16 Desember 1974, lewat program FMS (foreign military sales),
Amerika Serikat melimpahkan 4 unit kapal destroyer escort (perusak
kawal) kelas Claud Jones kepada TNI AL. Empat kapal tersebut adalah USS
Claud Jones (DE-1033), USS John R Perry (DE-1034), USS Charles Berry
(DE-1035), dan USS McMorris (DE-1036). Dengan program FMS, Indonesia
mendapat kemudahan dalam pengadaan dan proses kedatangan 4 perusak ini.
Buat TNI AL, kedatangan perusak kawal ini menjadi sebuah anugrah,
setelah sebagian besar armada kapal perang eks Uni Soviet yang
dimilikinya lumpuh akibat embargo suku cadang pasca G-30S/PKI di tahun
1965.
Belum lama memperkuat TNI AL, armada perusak kawal ini sudah langsung
dihadapkan pada operasi militer yang sesungguhnya di Tanah Air.
Tepatnya di tahun 1975, terjadi pergolakan di Timor Timur, KRISamadikun –
341 (eks USS John R. Perry), KRI Martadinata – 342 (eks USS Charles
Berry), KRI Monginsidi – 343 (eks USS Claud Jones), dan KRI Ngurah Rai –
344 (eks USS McMorris), dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan
operasi Seroja. Meski punya label yang cukup sangar, destroyer escort
yang dirancang pada era perang dingin ini terbilang rentan pada unsur
pertahanan udara. Dari sinilah kemudian muncul ‘kreatifitas’ untuk
meningkatkan kemampuan daya gempur keluarga perusak kawal ini.
US Claud Jones 1033 – (KRI Monginsidi 343)
Setelah kapal-kapal ini menjadi milik TNI AL, dilakukan pemasangan
meriam kaliber 37mm dan 25mm, masing-masing adalah meriam berlaras
ganda. Kedua meriam ini mempunyai spesifikasi utama sebagai meriam anti
serangan udara, dan memang elemen senjata anti serangan udara pada versi
default Claud Jones terbilang minim, dan rentan pada aspek pertahananan
udara. Pemasangan kedua meriam ini dilakukan pada KRI Samadikun (341)
dan KRI Martadinata (342).
Yang unik adalah meriam-meriam ini sejatinya dicopot dari kapal-kapal
perang eks Uni Soviet yang sudah di-scrap. Meriam-meriam besutan Uni
Soviet ini dipasang pada sisi buritan, menggantikan posisi meriam
kaliber 76mm yang berada di belakang. Sebagai informasi, perusak kawal
ini memang mengandalkan meriam kaliber 76mm laras tunggal, ada dua
pucuk meriam 76mm, satu di haluan dan satu di buritan. Untuk sisi haluan
(depan), meriam 76mm dilengkapi dengan turret (kubah), sedangkan meriam
76mm di buritan tidak dilengkapi dengan kubah.
USS John R. Perry 1034 – akhirnya menjadi KRI Samadikun 341
USS McMorris 1036 – akhirnya menjadi KRI Ngurah Rai 344
Elemen senjata anti serangan udara kurang begitu diperhatikan, hanya
terdapat 2 pucuk SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7mm, justru kapal
perang yang punya andil dalam blokade saat krisisi Kuba di tahun 1962
ini, lebih fokus pada unsur kekuatan anti kapal selam dan anti
permukaan. Ini dibuktikan dengan hadirnya 2 peluncur torpedo MK.32 atau
MK.46, dimana masing-masing peluncur dilengkapi 3 tabung torpedo. Lalu
masih ada lagi 2 pucuk mortar anti kapal selam Hedgehog MK11. Tapi tetap
saja, yang menarik adalah keberadaan 2 jenis meriam eks Uni Soviet yang
di implant ke kapal perusak buatan AS.
Meriam 70K 37mm (1.45 inchi)
70K 37mm – versi naval laras ganda V-11
Meriam ini sudah tergolong sepuh jika saat ini masih digunakan, mulai
dirancang pada akhir tahun 1930-an, dan digunakan secara aktif oleh Uni
Soviet semasa Perang Dunia Kedua. Ada beberapa versi 70K 37mm yang
dibuat, salah satunya adalah versi naval (angkatan laut). AL Uni Soviet
mulai menggunakannya pada armada kapal penyapu ranjau kelas T301 sebelum
invasi Jerman, dan terus memproduksinya hingga tahun 1955. Menurut
informasi, 70K 37mm versi naval telah diproduksi sebanyak 3.113 pucuk,
dan banyak dipakai oleh negara-negara sekutu Soviet.
Meriam 70K 37mm naval version dibuat dalam dua tipe laras, yakni
laras tunggal dan laras ganda (twin barrel). Dan yang dipasang pada KRI
Samadikun adalah jenis 70K 37mm laras kembar, atau disebut kode V-11-M.
Mau tahu bagaimana kehandalan meriam ini? Untuk jarak tembak, bisa
menjangkau 9.500 meter dengan jarak tembak efektif ke permukaan 4.000
meter. Sedangkan untuk melahap sasaran di udara, jarak tembak
maksimumnya 6.700 meter dengan jarak tembak efektif ke udara sejauh
3.000 meter. Untuk kecepatan luncur proyektil, mencapai 880 meter/detik.
Meriam ini diawaki oleh 3 orang, secara teori dalam satu menit meriam
ini dapat memuntahkan 160 sampai 170 peluru, walau dalam praktek
rata-rata yang bisa dimuntahkan adalah 80 peluru per menit. Berat total
meriam ini adalah 3.405Kg dengan panjang laras 2,3 meter. Sebagai meriam
anti serangan udara V-11-M mempunyai sudut elevasi mulai dari -10
sampai 85 derajat. Ada beragam hulu ledak yang bisa dilepaskan, mulai
dari FRAG-T, AP-T, HVAP, dan HE (high explosive). 50 negara tercatat
menggunakan meriam ini, tak cuma sekutu Soviet, uniknya sekutu AS,
seperti Israel dan Thailand pun ternyata ikut mengoperasikan jenis
senjata ini. Saking larisnya, dikemudian hari Cina ikut memproduksi
meriam ini berdasarkan lisensi, dan diberi kode type 65 (tanpa kubah),
dan type 76 (dengan kubah) pada akhir tahun 1980-an.
Meriam 2M3 25mm Twin
2M3 twin 25mm – meriam ini masih dioperasikan manual
Meriam ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1953. Dioperasikan
dengan sistem amunisi belt, meriam laras ganda ini terbilang banyak
digunakan oleh negara-negara sekutu Soviet. Untuk membidik target, masih
dilakukan secara manual dengan dukungan iron ring sight. Kehandalan
meriam ini dapat dilihat dari jangkauan tembak permukaan yang bisa
mencapai 3.250 meter, dan jarak tembak obyek udara mencapai 2.770 meter.
Secara teori, jangkauan tembak maksimum bisa mencapai 3.400 meter.
Secara teori, 2M2 25mm dapat memuntahkan 450 peluru per menit, meski
dalam prakteknya hanya 270 peluru per menit.
Berat meriam ini mencapai 1.500Kg, mempunyai sudut elevasi mulai -10
sampai 85 derajat. Umntuk urusan amunisi, tersedia jenis AA, AA tracer,
AP tracer. Untuk soal daya tahan, umur laras dapat digunakan hingga
12.000 tembakan, selanjutnya laras harus diganti. Agar tidak panas
berlebih, laras mengusung pendingan udara. Lagi-lagi meriam ini
diproduksi secara lisensi oleh Cina, dan diberi kode type 61.
Besar kemungkinan, 25mm twin gun yang dipasang untuk KRI Samadikun
dan KRI Martadinata berasal dari meriam yang dulunya berada di armada
kapal cepat kelas Komar. Kapal cepat dengan peluncur rudal anti kapal Styx ini
dilengkapi 1 pucuk meriam 25mm untuk tiap kapalnya. Dan TNI AL memiliki
12 unit kapal cepat kelas Komar. Armada Komar menurut informasi resmi
pensiun pada 1985. Bila suku cadang dinilai masih memadai, dan stock
logistic amunisi lumayan banyak, maka wajar bila meriam ini kembali
diberdayagunakan.
Kapal cepat kelas Komar, tampak pada sisi haluan ditempatkan meriam 25mm twin gun
Samadikun Class – Sejarah Panjang Penuh Kenangan
Setelah dioperasikan oleh TNI AL, maka destroyer escort kelas Claud
Jones berubah identitas menjadi perusak kawal kelas Samadikun, karena
KRI Samadikun (341) merupakan kapal pertama di armada perusak ini.
Dirunut dari sejarahnya, KRI Samadikun mulai diterima TNI AL pada 20
Februari 1973 dan resmi dipensiunkan TNI AL pada 8 September 2005. KRI
Martadinata diterima TNI AL pada 31 Januari 1974 dan resmi pensiun dari
TNI AL pada 8 September 2005. KRI Monginsidi diterima TNI AL pada 16
Desember 1974 dan pensiun dari TNI AL pada 2 Januari 2003, dan KRI
Ngurah Rai diterima TNIAL pada 16 Desember 1974 dan pensiun di tanggal
yang sama dengan KRI Monginsidi.
Sepanjang digunakan oleh TNI AL, kapal perang ini punya sumbangsih
yang tak kecil, semisal dalam operasi Seroja, tepatnya pada 25 November
1975, perusak kawal KRI Martadinata (342) melakukan pemboman dengngan
kanon 76mm (3 inchi) ke Atabae, Tailaco, dan daerah Simpang Tiga. Dalam
penembakkan itu, kolonel Laut (P). Rudolf Kasenda bertindak sebagai spotter untuk memandu tembakan dari helikopter NBO-105 yang diterbangkan oleh Kapten Laut (P). Tony, seorang penerbang TNI AL.
USS Charles Berry 1035 – kemudian menjadi KRI Martadinata 342
Sebelumnya
Claud Jones dilengkapi dua rak bom laut (depth charges) yang biasa
dilepas di buritan, total 18 bom laut bisa dibawa. Tapi seiring
modernisasi, bom laut disingkirkan dan digantikan roket/mortir anti
kapal selam Hedgehog MK11.
Dikutip dari buku Saksi Mata Perjuangan Integrasi Timor Timur, karya Hendro Subroto,
menurut R. Kasenda, dalam rapat gabungan di Kupang pada tanggal 4
Desember 1975, telah diputuskan bahwa kapal perang TNI AL tidak
melakukan penembakan dari laut. Namun demikian, disebabkan faktor
kerahasiaan dan pendadakan kedatangan Komando Tugas Amfibi diketahui
lawan, akhirnya Birgjen Suweno selaku Pangkogasgab memerintahkan
penembakan ke pantai. Pertimbangan penembakan ini dilakukan untuk
menurunkan moril lawan dan mengangkat moril pasukan di bawah komandonya.
Dalam misi pendaratan ini, KRI Martadinata menembakkan kanon 76mm.
Selain KRI Martadinata, dalam operasi Seroja, KRI Monginsidi juga
banyak berperan, seperti dalam misi-misi awal kehadiran TNI diawal
berkecamuknya konflik horizontal di Timor Timur, “Berangkat secepatnya
ke Surabaya, telah disediakan satu destroyer dengan satu kompi marinir
untuk berangkat ke Dili. Selamatkan dan ungsikan konsul Indonesia
beserta seluruh staf dan keluarganya. Keadaan sangat gawat, pertempuran
telah mencapai ibu kota Timor Timur (Timtim). Tugas supaya dilaksanakan
secara bijaksana dengan mempertimbangkan masalah-masalah diplomatik.
23 Agustus 1975 pukul 15:00 WIB ketua misi sampai di Surabaya,
dijemput Assintel Armada Letkol (P) Moh. Arifin di Bandara Juanda. Ketua
misi langsung menuju ke pangkalan AL. Di sana telah menunggu Panglima
Armada Laksamana Rudi Purwana. Panglima menerangkan, kapal baru saja
selesai mengisi bahan bakar dengan menggunakan mobil-mobil tangki sipil,
karena Armada kekurangan mobil seperti itu. Pasukan marinir juga belum
lengkap, karena para anggota yang bediam di luar kota sedang dijemput.
Pada pukul 17:00 WIB, kompi marinir telah siap dan berbaris dengan
rapi di kade. Setelah laporan kepada Panglima Armada, dengan teratur
mereka menaiki tangga KRI Monginsidi. Pada pukul 18:00 WIB kapal mulai
bergerak berlayar perlahan menuju Laut Jawa. Malam pertama diisi
taklimat mengenai tugas yang diemban kepada para perwira dan komandan
kompi marinir.
26 Agustus 1975 pukul 20:00 WIB, KRI Monginsidi meninggalkan Atapupu
dan berlayar perlahan menuju ke arah timur. Kira-kira pukul 23:30 WIB,
kapal sudah mendekati kota Dili yang semua lampunya terlihat padam.
Tembakan-tembakan mortir sudah mulai terdengar beserta kobaran-kobaran
api di daerah pegunungan yang tadinya terlihat samar-samar sudah mulai
tampak terang.
Pada saat gawat itulah misi Indonesia datang dengan kapal destroyer
Monginsidi dan muncul di depan kota dengan lampu-lampu menyala.
Kapal perusak ini mulai dibangun pada tahun 1955, dan masuk dinas US
Navy pada 1959. Meski tidak dilengkapi rudal, perusak kawal ini banyak
dilengkapi sensor, terutama sensor bawah air untuk memburu kapal selam.
Kapal ini diawaki 171 orang (dengan 12 perwira), punya kemampuan jelajah
7.000 mil laut dengan kecepatan maksimum 22 knot yang dihasilkan dari 4
mesin diesel (Fairbanks-Morse 38ND8 diesels). Saat digunakan oleh TNI
AL, armada Claud Jones sudah pernah dilakukan re-engine untuk mengganti
mesin yang sudah tua.
KRI Samadikun 341 dalam sebuah defile
KRI Monginsidi 343
Perusak kawal ini bukan senjata ‘kelas dua’ dimasanya, buktinya AS
mempercayakan USS Claud Jones pada 1960 untuk menyisir pantai Timur
Karibia lalu menyusur ke wilayah utara Eropa untuk bergabung dengan
armada NATO. Saat krisis misil Kuba pada 1962, Claud Jones berperan
sebagai kapal pemimpin operasi dalam kampanye blokade laut terhadap
Kuba. Keluarga kapal Claud Jones juga aktif mendukung operasi militer di
Vietnam, salah satunya dalam operasi ‘Sea Dragon’ dalam memberi bantuan
tembakan kapal.
Penulis sendiri pernah melihat dari dekat KRI Ngurah Rai dalam defile
Arung Samudra di tahun 1995, dan pernah melihat beberapa Samadikun
class saat menjalani masa docking di dermaga Ujung – Surabaya pada tahun
1997.Saat ini semua perusak kawal ini sudah tak lagi digunakan,
teknologinya pun sudah sangat ketinggalan untuk konteks masa kini, dan
TNI AL memutuskan untuk men-scrap kapal-kapal ini. Besar harapan saya,
agar paling tidak ada satu Claud Jones yang tetap dipertahankan oleh TNI
AL, dan dibangun untuk menjadi museum apung. Mengingat sejarahnya yang
panjang, semoga saja ide ini bisa direalisasi, sehingga generasi muda
dapat mengetahui dan merasakan langsung kebesaran TNI AL di masa lalu,
melengkapi keberadaan monumen kapal selam (monkasel).(Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi Claud Jones Class
Tipe : Destroyer escort
Produksi : Avondale shipyard, AS
Berat (kosong) : 1314 ton
Berat (penuh) : 1916 ton
Tinggi : 11,3 meter
Panjang : 95 meter
Lebar : 5,5 meter
Mesin : 4 Fairbanks-Morse 38ND8 diesels
Jarak jelajah : 7.000 mil laut dengan kecepatan 12 knot
Kecepatan max : 22 knot
Radar : SPS-6E-2D Air Search
Sonar : EDO 786, SQS-45(V), SQS-39(V), SQD-42(V)
Awak : 171 (12 perwira)
Bangladesh akan segera memperoleh kapal selam pertama untuk meningkatkan kekuatan angkatan lautnya di Teluk Benggala.
"Kami
telah membuat keputusan untuk menambah Angkatan Laut Bangladesh dengan
kapal selam dengan fasilitas dasar guna meningkatkan efek deterrent,"
kata Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed, saat pertama
kalinya ia memberi perintah tugas untuk kapal perang pertama mereka yang
diproduksi sendiri oleh Bangladesh di sebuah galangan kapal di selatan
kota Khulna. "Di masa depan, kami akan membangun angkatan laut modern
tiga-dimensi yang akan mampu menghadapi tantangan apapun selama perang
di batas maritim kami."
Perintah tersebut mengindikasikan sebuah
tanda tentang kesediaan Hasina untuk menghabiskan banyak anggaran di
bidang pertahanan. Perintah pembelian kapal selam ini muncul hanya
sembilan hari sejak ia menandatangani kesepakatan pertahanan di Rusia
untuk pembelian jet tempur latih, helikopter dan rudal anti-tank dengan
kontrak senilai $ 1 miliar. Analis pertahanan mengatakan kesepakatan
dengan Moskow merupakan kontrak pembelian terbesar militer Bangladesh
yang "miskin" sejak kemerdekaannya pada tahun 1971. Hasina tidak
memberikan rincian mengenai jumlah kapal selam yang akan dibeli dan dari
mana, namun seorang petinggi militer Bangladesh mengatakan bahwa saat
ini negaranya dalam negoisasi kontrak dengan China untuk hal ini
(pembelian kapal selam).
Bangladesh yang sepertiga dari penduduknya yang berjumlah 153 juta jiwa
hidup di bawah garis kemisikinan, telah meningkatkan kemampuan
pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, antara lain membangun
pangkalan udara dekat dengan negara tetangganya Myanmar dan menambah
kapal frigat baru untuk angkatan lautnya.
Salah satu pengadilan
PBB telah mengakhiri sengketa wilayah antara Bangladesh dan Myanmar pada
Maret 2012 lalu. Pada tahun 2008, hampir saja terjadi konflik militer
antara keduanya ketika Myanmar mengirim kapal-kapal Angkatan Lautnya
untuk mendukung pengeboran gas di wilayah yang disengketakan.
BNS Padma, kapal perang buatan dalam negeri pertama Bangladesh (Foto:via defence.pk)
Bangladesh juga memiliki sengketa lama dengan tetangganya India mengenai
batas maritim di Teluk Benggala yang kaya akan sumber daya alam.
Hasina
mengatakan penyelesaian damai sengketa laut dengan Myanmar telah
memperjelas kedaulatan negara di wilayah maritim lebih dari 43.100 mil
persegi (111.631 kilometer persegi), hampir seukuran negara itu sendiri.
Dia
(Hasina) mengatakan pembelian alutsista pertahanan sangat penting untuk
mempertahankan kedaulatan negara, di mana bulan lalu Dhaka telah
memberikan tawaran kepada investor dari perusahaan-perusahaan minyak
dunia untuk mengebor cadangan minyak dan gas baru di wilayah Bangladesh.
Kapal perang baru buatan dalam negeri Bangladesh "BNS Padma" yang
dibuat di galangan kapal di Khulna telah secara resmi ditugaskan oleh
Hasina di bawah komando Angkatan Laut Bangladesh. BNS Padma
dipersenjatai dengan empat meriam 37 dan 20 mm untuk mengatasi serangan
udara dan permukaan sekaligus menyebarkan ranjau. (FS/ST)
PAPUA: Kepala Staf TPN/OPM, Daniel Kogoya, beserta 858 anggota TPN/OPM dan
keluarganya, menyerahkan diri kepada Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda
Papua. Selain itu, tiga pucuk pistol dan senjata laras panjang juga
mereka serahkan.
Penyerahan diri tersebut disaksikan oleh
pejabat Provinsi Papua di Distrik Muara Tami, berdekatan dengan
perbatasan Papua Nugini, pada Jumat, 25 Januari 2013 sore.
Mereka
mengucapkan ikrar dan menandatangani perjanjian tidak akan melakukan
teror bersenjata lagi kepada kemasyarakat dan aparat keamanan.
Daniel mengatakan, dia dan pengikutnya menyerahkan diri tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Selanjutnya,
pihak Pemprov Papua akan menampung mereka di sebuah lokasi. Rencananya,
pemprov akan membangunkan perumahan sehingga mereka bisa bermasyarakat
lagi.
Daniel dan pasukannya juga akan berupaya mengajak anggota
TPN/OPM yang masih tinggal di hutan untuk menyerahkan diri. Dia berharap
kedamaian akan tercipta di Bumi Cendrawasih ehingga warga luar tidak
takut masuk ke Papua.
Daniel juga meminta maaf atas serangkaian aksi teror selama ini.
Sementara
itu, Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Christian Zebua, mengatakan,
para anggota TPN/OPM akan diterima dengan baik. TNI juga akan menjamin
keamanan mereka.
Hal senada disampaikan Wakapolda Papua Brigjen
Pol Paulus Waterpauw. Selain menjamin keamanan, polisi akan membantu
anggota TPN/OPM lain yang akan bergabung kembali dengan NKRI.
Film-Film dan Acara TV di Indonesia Yang Menampilkan Simbol Illuminati Group
Dalam artikel ini tidaklah bermaksud
menyerang atau membuat tuduhan-tuduhan kepada perorangan, perusahaan
ataupun kelompok tertentu, tulisan kami ini berasal dari banyak
sumber-sumber yang telah lebih dulu menuliskan dan mengangkatnya
dibanyak forum, blog dan web.
Dan tulisan ini tak lain adalah untuk
memberikan informasi seluas-luasnya kepada semua sahabat dan
persaudaraan kita pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya.
Mereka tak terlihat karena mereka hanya menggunakan logo dan symbol untuk menyatakan keberadaan mereka diantara anggotanya!
WHAT’S GOING ON IN THE WORLD? AND IN YOUR MIND??
DID YOU REALIZE IT??? NO, I DON’T THINK SO!!!
when all Believers against Satanic, where are you standing for?!?
you don’t need to answer that, because we already know the answer, satanic.
*
Telah terbukti bahwa beberapa film-film
dan acara-acara TV yang diproduksi dan telah beredar di Indonesia,
menggunakan simbol-simbol “illuminati group” di beberapa tayangannya.
Illuminati adalah sebuah perkumpulan yg memiliki tujuan menjadikan dunia sebagai agama satu, illuminati dari kata illuminate dalam arti, tercerahkan.
Illuminati menganggap dewa mereka adalah
pengetahuan atau disebut Sang Pencerah / Illuminatrix, yang digambarkan
dengan ajaran setan Lucifer. Ada juga perkumpulan lain seperti
Freemasonry, Skull and Bones dan Kabbalah.
Langsung saja, berikut beberapa tayangan
simbol-simbol Illuminati Grup yang sempat terekam dilayar kaca dan
dilayar lebar yang ada di Indonesia yang juga telah banyak tersebar
informasinya di dunia internet:
Film Kala, berkisah tentang Ratu Adil dari ramalan Jayabaya dan rahasia harta karun presiden.
Kala adalah sebuah film yang
disutradarai Joko Anwar dan dibintangi antara lain oleh Fachry Albar,
Ario Bayu, Shanty, Fahrani, dan Tipi Jabrik.
Kala yang juga dikenal dengan judul lengkap: Dead Time: Kala
adalah film Indonesia pertama yang bergaya film noir dan disebut-sebut
para kritikus sebagai sebuah lompatan tinggi dalam sejarah perfilman
Indonesia.
Inilah gambar yang menurut film tersebut sebagai makhluk yang melindungi harta karun presiden yang terpendam.
Tampak pada gambar dibawah ini yang
berasal dari potongan film Kala, simbol Illuminati “all seeing eye”
dengan kedua sayap di kanan-kiri bagian atas pada gambar.
Terlihat
pada gambar diatas ini yang berasal dari potongan film Kala, simbol
Illuminati “all seeing eye” dengan kedua sayap di kanan-kiri bagian atas
pada gambar.
Lalu di bagian akhir film juga tampak simbol “all seeing eye” disebelah kiri pada salah satu halaman sebuah buku.
Lalu di bagian akhir film Kala juga tampak simbol “all seeing eye” disebelah kiri pada salah satu halaman sebuah buku.
Jadi sangat jelas sekali bahwa film itu mengandung unsur illuminati. Apalagi pada gambar segitiga terdapat mata “all seing eye” dan “sayap dewa” yang mana dalam ajaran mereka pasti selalu ada simbol-simbol seperti itu.
Ini benar-benar merupakan propaganda dari
mereka. Bentuk garis-garis membentuk bintang, gambar dua tengkorak di
kanan-kiri dan ditengahnya terdapat gambar manusia.
Gambar ini membentuk simbol untuk
pemujaan “Baphomet”. Baphomet yaitu dewa setan berbentuk kambing
bertanduk yang dikeramatkan, disembah dan dipuja oleh orang-orang
golongan satanic ini.
Gambar manusia ditengah bisa dimaksudkan
sebagai tumbal, atau persembahan bagi baphomet tersebut, tapi biasanya
seorang perempuan telanjang.
Diambil
dari film Pintu Terlarang, saat seorang bintang dalam film tersebut
Fahri Albar, sedang menonton TV perkumpulan rahasia herosase.
Pada pengambilan gambar itu terlihat di dalam televisi gambar simbol freemasonry lengkap dengan gambar jangka.
Tak lama kemudian terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu”.
Lalu terlihat lukisan yang menutupi pintu
terlarangnya, simbol gambar Illuminati “mata satu” yang mana gambar
tersebut memang memiliki tujuan Illuminati / Freemason.
Gambar di film ini juga merupakan simbol dari freemason, dan mata satu itu memang sudah diatur seperti itu.
Terlihat saat pengambilan gambar di dalam televisi, simbol freemasonry lengkap dengan gambar jangka.
Tak lama kemudian terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu”.
Add caption
Terlihat pula sebuah pintu yang disebut “pintu terlarang” dengan sebuah lukisan bersimbol “Mata Satu” alias “All Seeing Eye”.
Bukan berarti jika mata tidak diapit oleh
segitiga, maka bukan berarti merupakan propaganda. Namun kehadiran mata
ini juga didukung oleh simbol-simbol lain.
Sudah sangat jelas bahwa “mata satu” merupakan salah satu simbol yang di propagandakan oleh mason dan illuminati.
Sebelum ditayangkan di Indonesia,
karakter Dara telah lebih dahulu dipopulerkan lewat segmen film pendek
“Dara” dalam film horor antologi “Takut: Faces of Fear” , yang juga
disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di
festival-festival film di seluruh dunia.
Segmen
film pendek Dara mendapat begitu banyak tanggapan positif sehingga
akhirnya Rumah Dara mendapat harapan besar dari para penggemar film
Dara.
Pada tahun 2008-2009, Rumah Dara juga
telah dilayarkan lebih dahulu di berbagai festival film internasional
dan banyak meraih penghargaan.
Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di
Singapura terlebih dahulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis
dan kekerasan).
Rumah Dara lalu dirilis secara serempak
di seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2010. Distribusi film ini
ke Amerika Utara dan Eropa telah dibeli oleh Overlook Entertainment.
Dalam twitter resmi Rumah Dara pada saat
itu, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang untuk tayang di
Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film
Malaysia. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan
dilarang untuk tayang di Malaysia karena adegan sadis dan terdapat
beberapa simbol ajaran sesat.
Simbol ini diambil dari salah satu adegan
saat seorang polisi yang sedang menonton video proyektor. Pada akhir
tayangan di video itu tampak simbol Freemasonry (Mason). Dibawah gambar
tersebut bertuliskan:
projecteren onsterfelijk slang = proyek ular abadi.
Screen
shot film Rumah Dara bergambar simbol dari Masonic Magician. Dibawah
gambar tersebut bertuliskan: projecteren onsterfelijk slang = proyek
ular abadi (bacaan tak terlihat keseluruhan).
Kita lihat dari segi gambar sudah
menunjukkan garis-garis segitiga yang merupakan salah satu unsur lambang
freemason. Tulisan dibawah itu adalah tulisan Belanda yang jika
diartikan yaitu Proyek Ular Abadi.
Gambar yang persis diambil dari lambang Masonic Magician tersebut juga ada di cover sebuah buku dengan judul sama “the Masonic Magician” karangan Philippa Faulks dan Robert LD Cooper.
Buku The Masonic Magician, memiliki lambang yang sama seperti film Rumah Dara.
Buku The Masonic Magician
menceritakan kisah Cagliostro yang luar biasa lengkap dengan terjemahan
bahasa Inggris pertama dari Ritual Mesir yang pernah diterbitkan.
Para penulis memeriksa kasus yang dibuat
terhadap diri Cagliostro, bahwa ia adalah seorang penipu serta sesat dan
menemukan bahwa Gereja Roma dan sejarah itu sendiri dilakukan dengan
ketidakadilan yang sangat mengerikan.
Jadi dalam ajaran mereka, ular merupakan
simbol dari setan ataupun unsur jahat. Dan mereka memang sedang
melakukan proyek menuju Tatanan Dunia Baru (new world order) agar setan
tersebut dapat segera keluar ke muka bumi.
Lalu apakah nama simbol bermotif
Pentagram di film Rumah Dara dan simbol pada buku Masonic Magician
tersebut? Simbol itu dikenal dengan nama “Ouroboros”.
Jika kita perhatikan dengan seksama, di
simbol ini terdapat gambar ular yang menelan ekor ular yang lain,
begitupun ular yang ditelan ekornya menelan ekor ular yang pertama tadi.
Cukup menarik, dan hal ini semakin membawa kita untuk mengetahui lebih
dalam lagi mengenai arti simbol ini.
simbol Ouroboros
“Ouroboros” merupakan istilah Yunani yang
sering dianggap sebagai lambang perputaran hidup setelah mati, takdir,
atau penciptaan dan kehancuran.
Konsep ular / kadang- kadang naga, yang
menelan ekor ini dikenal juga di kebudayaan Skandinavia, Cina, Astec,
Inca dan Maya. Sering dihubungkan dengan ramal-meramal, dan juga sering
dianggap sebagai simbol keabadian. Simbol Ouroboros digunakan sebagai
simbol mitologi atau kepercayaan disana.
Adapun maksud simbol ular ini kurang
lebih sebagai refleksi diri, atau sesuatu yang terus berputar, sesuatu
yang terus membuat ulang dirinya sendiri (recreating itself), sesuatu
yang akan selalu kembali, sesuatu yang akan langsung dimulai lagi ketika
mencapai titik akhir, semacam itulah dan selain simbol setan, ular juga
sering dihubungkan dengan keabadian.
Ini film yang sangat kontroversi, Illuminati sudah berusaha untuk memasuki wilayah agama di Indonesia dengan segala cara.
Di antara pekatnya malam, belasan laki-laki berbondong-bondong menuju Langgar Kidul Kauman.
Sambil memekikkan asma Allah, gerombolan
itu mengangkat obor tinggi-tinggi, dan sesampainya di surau milik Ahmad
Dahlan, mereka meringsekkan tempat ibadah itu hingga rata dengan tanah.
Mereka memang dibakar kebencian. Gagasan pembaruan Islam oleh Ahmad Dahlan telah membuat gusar para penghulu Masjid Gede Jogja.
Dan kegusaran itu kemudian berkembang menjadi benci yang ditularkan. Itulah sepenggal adegan di awal Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo.
Dari cover dan keseluruhan filmnya juga terdapat banyak simbol-simbol yang disamarkan seperti:
1. Covernya, ada penampakan simbol Illuminati piramida mata satu “all seeing eye” yang disamarkan.
2. Film rohani, yang seharusnya tidak menampakkan simbol-simbol paganisme.
3. Sutradara dari golongan yang berideologi dan pelopor aliran satanic modern bernama Aleister Crowley (bukti: bisa googling) Dia salah satu anggota Illuminati yang menduduki posisi suci dalam organisasi tersebut.
5. Opera Van Java (Trans-7) – tampak “All Seeing Eye”
Sebuah fakta bahwasannya Illuminati juga sudah mulai pula merasuki dunia
pertelevisian di Indonesia. Kali ini Simbol Illuminati muncul
dibeberapa program televisi swasta yg sangat terkenal.
Simbol Illuminati “All Seeing Eye” di Opera van Java (Trans TV)
Trans7 dengan acara komedi Opera van Java
(OVJ) kini melambung tinggi yang semakin digemari oleh penikmat acara
televisi di seluruh penjuru.
Apakah oleh karena OVJ menembus rating
terbaik, lalu sebuah penampakan simbol Mata Satu alias simbol Illuminati
pemuja Dajjal pada OVJ pun muncul, simbol titipan seseorang?
Sangat jelas terlihat. Entah ini kebetulan semata atau memang hal yang disengaja oleh tim OVJ.
Apakah Trans Corps memang dipimpin oleh
kelompok illuminati, atau disusupi dan ditunggangi kelompok illuminati
dengan ikut meng-kampanye-kan simbol-simbol nya?? Atau hanya kebetulan
semata??
6. Mata Lelaki (Trans-7) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Mata Lelaki adalah sebuah program dewasa, yang tayang setiap hari Rabu
jam 23.30 WIB di salah satu stasiun TV milik Trans Group, yaitu Trans-7.
Ini adalah sebuah persepsi sebagian laki-laki, mengenai segala hal yang
menjadi trend, segala hal yang ada disekitar laki-laki, dan segala hal
tentang wanita.
Logo “All Seeing Eye” di acara Mata Lelaki yang ditayangkan oleh salah satu grup TV swasta Indonesia, Trans Group yaitu Trans-7
Sebuah persepsi tentang keseksian seorang wanita, dan segala hal yang mengelilinginya.
Persepsi ini akan diambil dari data riset, yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga, dan mudah diakses oleh banyak orang.
Hasil akhir dari program ini adalah,
bagaimana laki-laki menghargai sekitarnya, menghargai wanita, dan
menghargai dirinya sendiri. Ini adalah bagaimana laki-laki memandang
wanita.
Berangkat dari sebuah mitos, yang
kemudian dicari data risetnya dan kemudian ditela’ah lalu diambillah
kesimpulan akhirnya. Mata Lelaki akan selalu memberikan closing statement, sebagai kesimpulan pada akhir tema.
7. Indonesian Idol (RCTI) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Di program lain ada simbol lagi yang menampilkan bentuk mata satu dalam
segitiga/piramid. Namun kali ini acara tv yang di-import dari negara
paman Sam, Amerika.
Tampak bentuk dari lambang Indonesian Idol yang berada di bawah mejanya berlambang mata satu dari Horus, “all seeing eye”.
Apa
hubungannya hingga memasang logo itu? Apa pula hubungan antara bakat
menyanyi dengan simbol illuminati? Apakah tidak bisa membuat lambang
lainnya? Salah satunya jawabannya, memang banyak penyanyi, sutradara,
bintang film dan entertainer lainnya dari seluruh dunia telah disokong pendanaannya oleh kelompok Illuminati ini (bisa dilihat pada video dibawah artikel).
8. Big Brother (Trans TV) – dengan lambang “All Seeing Eye”
Trans TV membeli acara Big Brother yang katanya merupakan acara yang
sebenarnya dijiplak oleh Penghuni Terakhir. Sehingga tak salah jika
dalam setiap episodenya host acara selalu menyebutkan bahwa acara ini
tidak ada script atau rekayasa lainnya.
Dapat dilihat dari simbol Big Brother
berupa “mata satu” simbol Illuminati. Memang dalam misi Illuminati dalam
salah satu tujuannya adalah memantau orang seperti dalam acara ini.
Dalam
acara Big Brother, terlihat banyak kamera-kamera pemantau di semua
sudut ruangan. Ini persis keadaannya dengan istilah di dunia nyata yang
sebenarnya dalam memantau kegiatan manusia (apalagi yang dicurigai)
dalam kesehariannya yang dipakai juga oleh para elit Illuminati dengan
istilah: Big Brother.
Jika dalam acara TV Big Brother dapat
melihat semua gerak-gerik dan kegiatan peserta, maka Big Brother yang
dijalankan oleh Illuminati dalam pemerintahan pun sama: untuk memantau
manusia. (baca: [VIDEO] Awas “Big Brother” Israel Sadap Telepon Anda!)
Sebenarnya masih ada beberapa film dan
acara televisi lainnya di Indonesia yang menampilkan secara
terang-terangan hingga hanya sekelebat saja dari simbol-simbol penganut
ideologi satanic ini.
Jadi, walaupun jalan cerita dari film,
program dan acara bertema apapun itu tak masalah buat mereka, karena
mereka para Illuminati akan tetap berusaha untuk masuk dengan cara
“menitipkan” simbol-simbol alirannya agar masyarakat menjadi biasa dan
familiar dengan simbol-simbol mereka.
Serangan Diam-Diam (Silent Attack)
Mereka para elit Illuminati memang telah
menguasai dunia media elektronik, termasuk dunia hiburan dan film dunia,
jadi akan jauh lebih mudah bagi mereka untuk ditayangkan.
Mereka akan selalu menyebarkan
paham-paham sesat satanisme melalui “propaganda simbol” pada nyaris
semua media yang telah mereka kuasai diseluruh dunia.
Memang sangat sering pesan-pesan dan
simbol-simbol illuminati sengaja disamarkan oleh golongannya, agar tak
terdeteksi oleh orang awam.
Yang
terpenting diawalinya simbol secara samar adalah, agar terlebih dahulu
orang-orang awam tersebut menjadi “biasa dan familiar” dengan
simbol-simbol mereka, yang kemudian menjadi biasa.
Malahan disaat orang-orang awam telah
terbiasa dan familiar dengan simbol illuminati, kadang mereka malah
membelanya dan menganggap simbol tersebut adalah biasa dan tak perlu
dirisaukan.
Dan pada detik yang sama pula, mereka
telah “menerima” simbol ajaran satanic tersebut tanpa sadar. Itulah
salah satu cara mereka, perlahan tapi pasti.
Hal itu membuat rakyat dari berbagai
negara menentang ajaran dan ideologi kaum satanic melalui media-media
yang juga dikonsumsi oleh anak-anak mereka yang akan terbiasa oleh
Illuminati Goup ini.
Para orang tua diseluruh dunia juga resah
karena ajaran Illuminati dalam kancah dunia hiburan akan dapat
mempengaruhi psikologi terhadap anak-anak dan generasi muda kedepannya.
Karena
anak adalah peniru yang paling ulung, akibat umurnya masih muda, jadi
apa yang mereka lihat dan dengar, secara alam bawah sadar akan mereka
ikuti.
Semua simbol dan gambar diatas adalah berdasarkan fakta nyata yang terjadi di Indonesia. Dan simbol-simbol itu juga sama persis seperti di berbagai belahan negara lainnya di dunia.
Mungkin anda bingung dan bertanya,
mengapa simbol-simbol begitu penting bagi kelompok mereka? Untuk
mengetahui jawaban dari pertanyaan di dalam diri anda tersebut, anda
dapat membaca artikel selanjutnya yang sangat penting untuk diketahui
dan terkait pula dengan masalah dan pertanyaan di dalam diri anda itu
dari pandangan ilmu psikologi: Ilmu Psikologi: Bagi Zionist, Mengapa Simbologi Begitu Penting Bagi Kelompok Mereka?
Sebenarnya masih ada lagi beberapa
tayangan yang menayangkan simbol-simbol aliran satanic lainnya di
beberapa acara dan film di Indonesia. Sebagian besar sangat terselubung.
Namun suatu saat akan kami sisipkan disini dikemudian hari.
Bagi sebagian orang, simbol-simbol tersebut tak usah dihiraukan, tapi justru disitulah titik lemah kita sebagai manusia awam untuk dapat menyadarinya.
Mereka menyerang suatu kultur dan budaya
serta generasi muda memang dengan cara perlahan, namun pasti, hanya
menunggu waktu. Ada pepatah kuno yang sangat terkenal bahwa anda tak
dapat membuat lobang di sebuah batu dengan palu.
Namun ada cara jitu, yaitu hanya dengan tetesan air yang sangat lembut batu dapat berlubang, iya hanya tetesan air.
Artinya, batu sekeras apapun dapat
berlubang dengan tetesan air yang berkali-kali. Itulah kira-kira cara
mereka menyebarkan fahamnya.
Tak terasa, maka diabaikan, namun
terus-menerus, hingga kita merasa ” ya, gak apa-apa koq, hanya simbol.”
Dan suatu saat semua telah terlambat dan waktu tak akan bisa diulang
lagi.
Bahkan kini bisa kita lihat terhadap
perilaku manusia Indonesia sehari-hari, juga generasi mudanya yang
semakin rendah kualitas iman dan perilakunya. Gereja dan mesjid semakin
penuh sesak orang beribadah namun itu tak berpengaruh banyak, tetap saja
kejahatan dan kekhufuran juga semakin meningkat drastis, dan ini adalah
fakta.
Sejarah Adalah Fakta, Para Nabi Sudah Diperingatkan
Fakta bahwa cuci otak atau brainwashed
dari media begitu gencarnya, orang tak lagi sadar siapa yang mengadu
domba mereka para believers. Mereka telah lupa akan sejarah Nabi-Nabi
yang selalu dikejar ingin dibunuh, siapakah yang ingin membunuh para
Nabi tersebut?
Dulu, di saat Nabi Musa masih bayi, harus
dilarung ke sungai agar tak dibunuh, bahkan saat menegur Fir’aun yang
mengaku sebagai Tuhan, Nabi Musa harus kabur melalui Laut Merah dengan
“membelahnya” agar terhindar dari kejaran Fir’aun yang bangga akan
Piramid Illuminatinya.
Begitu pula dengan Nabi Ibrahim, beliua
juga tak luput dari buruan dan kejaran kaum satanic ini, hingga beliau
dibakar! Namun api pun dapat tunduk kepada beliau dan justru membuatnya
merasa dingin.
Juga Nabi Isa selalu diburu, hingga
akhirnya tertangkap dan disiksa lalu disalib. Walau ajaran Islam tidak
mengakui bahwa Nabi Isa yang disalib, namun justru dari umat Kristiani
yang percaya hal ini malah kadang membela kaum Zionist yang telah
menyalib Tuhannya kaum Kristiani sendiri, ini adalah fakta dan ini bukti
bahwa informasi dan media telah mencuci otak dan memutarbalikan
sejarah, dan sedikit “korban” yang sadar.
Sejarah dari kitab-kitab adalah terbukti,
hampir semua Nabi selalu ada yang ingin membunuhnya, tapi harus diingat
bahwa setiap Nabi juga ada pengikut setianya, sangat setia, merekalah
para believers, para kaum agamais, yang masih bertahan hingga kini walau
masih terus digempur oleh faham satanic dan golongan kafir (golongan
tak mengakui adanya Tuhan) yang juga masih eksis, dan tak akan musnah
hingga akhir zaman nanti.
Sekali lagi perlu diingatkan, bahwa
artikel ini bukan menjelaskan tentang film, tetapi hanya berusaha
menjelaskan tentang gambar dari cuplikan film-film tersebut. Semoga
bermanfaat… (sumber: berbagai sumber dan forum-forum di internet)