Senin, 21 April 2014

Kiev frustasi, Barat tak bernyali

Kiev frustasi, Barat tak bernyali


KIEV  - Warga Ukraina di Kota Donetsk menyatakan ingin bergabung dengan Rusia nampaknya sudah bulat tekad. Meski pemerintah Ibu Kota Kiev mengirim pasukan ke wilayah Slavyansk, basis pertahanan militer mereka, bahkan memberi cap teroris pada pendukung Istana Kremlin, namun keinginan masyarakat tak goyah. mereka malah melawan.

Program operasi anti teroris di Slavyansk ini ternyata tidak main-main bahkan menimbulkan baku tembak antara pro-Rusia dan tentara Kiev. Pendukung Kremlin menyerbu dan menguasai markas polisi serta gedung-gedung pemerintah.

Barat, terutama Amerika Serikat menuding Rusia dalang di balik pemberontakan warga Donetsk, namun Ibu Kota Moskow membantah. Melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mereka secara tegas mengatakan tak tertarik mengacaukan situasi politik di Ukraina. "Semua warga Ukraina punya hak dan derajat sama. Mereka berhak menentukan nasibnya," Lavrov menjelaskan seperti dilansir surat kabar Russia Today (14/4).

Lavrov menambahkan Rusia hanya tertarik jika situasi Ukraina stabil dan damai. Untuk mencapai itu harus ada perubahan konstitusional. Moskow malah balik menuding barat menetapkan standar ganda dalam mengatur hak asasi pers. Pemicunya jurnalis Rusia dilarang masuk ke Ukraina oleh pemerintah sementara dengan alasan tak masuk akal. Tidak ada uang cukup.


Lavrov menyindir barat yang tidak bereaksi atas larangan ini. Bila ini terjadi pada jurnalis mana pun pasti kelompok hak asasi pers langsung bersuara namun tidak untuk wartawan Rusia.

Amerika juga sempat terganggu dengan tindakan provokatif Rusia yang menerbangkan jet tempur melintasi dekat kapal perang mereka, USS Donald Cook. Tak tanggung-tanggung, pesawat itu melintas selusin dan lebih dari 90 menit di ketinggian 900 meter. Angka rendah untuk jarak aman sebuah pesawat tempur. "Tindakan provokasi dan tidak profesional dari Rusia ini melanggar aturan internasional," kata juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren.

Amerika boleh saja sensitif namun mereka tidak menghadapi negara sembarangan. Rusia mempunyai persenjataan canggih dan alutsista lengkap yang tak kalah dari Negara Adidaya itu.

Kegagalan Kiev nampaknya semakin parah. Kemarin (16/4) terlihat iring-iringan enam kendaraan lapis baja tentara Ukraina mengibarkan bendera Rusia. Ini jelas membuat frustasi presiden sementara Alexander Turchynov. Dia langsung meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan pasukan perdamaian terutama berkonsentrasi di timur yakni Donetsk dan Slavyansk.

Bila sudah begini, perang saudara tinggal menunggu setelah senja.

Merdeka

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *