Minggu, 12 Oktober 2014

Proyek KFX / IFX Semakin Jelas

 
Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.
Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.

Surabaya - Indonesia dan Korea Selatan segera memulai produksi jet tempur generasi 4,5 KF-X / IF-X, yang diperkirakan akan memiliki kemampuan manuver yang lebih baik daripada F-16 Eagle dan Sukhoi Su-27, ujar Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.
“Kami telah melakukan Tahap Pengembangan Teknologi (TDP) yang terdiri dari transfer teknologi dan proses merancang prototipe. Saat ini, kami memasuki fase rekayasa dan pengembangan manufaktur (EMD),” ujar Menteri Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, 6/10/2014.
Saat upacara penandatanganan Tahap EMD, menteri mencatat bahwa enam prototipe pesawat akan dihasilkan selama proses TDP, dan salah satunya akan diserahkan ke Indonesia, untuk diproduksi di dalam negeri.

Acara penandatanganan disaksikan oleh Duta Besar Korea untuk Indonesia Cho Tae-young. “Kami ingin bekerja sama dengan Korea Selatan karena mereka bersedia untuk melakukan transfer teknologi kepada Indonesia untuk KF-X / IF-X proyek yang diyakini setara dengan F-22 Raptor,” ujar Menteri Pertahanan menekankan.
Dia mengatakan meskipun ada negara maju yang telah mengembangkan jet tempur F-35 Lightning, namun negara itu tidak siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia. Purnomo menekankan bahwa KF-X / IF-X memiliki kemampuan untuk menjaga wilayah udara Indonesia.
“Jet tempur KF-X / IF-X cukup untuk menjaga kedaulatan dan wilayah Indonesia. Yang paling penting adalah bahwa kita secara independen dapat menghasilkan peralatan sistem pertahanan utama,”.
Menteri Purnomo Yusgiantoro memuji kerjasama dengan Korea Selatan yang memfasilitasi transfer teknologi untuk mengembangkan dua kapal selam di Korea Selatan dan dua lainnya di Indonesia.
Selain itu, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenham Timbul Siahaan dan Direktur Jenderal Lembaga Program Akusisi Pesawat Pertahanan (DAPA) Brigadir Jenderal Jung Kwan Sun telah menandatangani perjanjian proyek untuk Tahap EMD.

“Perjanjian tersebut meliputi penunjukan industri di Korea sebagai kontraktor utama yang akan bekerja sama dengan Dirgantara Indonesia Corporation Limited. Ini juga mencakup pembentukan Kantor Joint Program Manajemen antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan, yang akan membahas pendanaan, monitoring, dan pemisahan setiap deskripsi pekerjaan, “jelas Purnomo.
Dia menjelaskan perjanjian proyek yang memproduksi 50 jet tempur KF-X / IF-X akan diselesaikan pada bulan November 2015. Menurut Purnomo Yusgiantoro bahwa fase EMD akan memasuki tahap pengembangan produksi di tahun 2023.

“Mungkin, pertamanya, kami akan merancang 20 jet tempur KF-X / IF-X, karena anggaran untuk tahap pengembangan produksi adalah yang terbesar. Total anggaran tahap pengembangan produksi sebesar Rp 85 triliun di mana Indonesia akan memberikan kontribusi 20 persen dan Korea 80 persen,” ujar Menteri.
Kerjasama pendanaan akan dibentuk antara pemerintah kedua negara. Menteri Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa pemilihan umum di Indonesia,tidak akan mempengaruhi perjanjian jangka panjang yang mana DPR dan pemerintah telah menyepakati proyek ini.
“Saya berharap kerja sama ini akan terus berlanjut. Saya tidak sabar untuk jet tempur Indonesia / Korea untuk terbang di langit. Selamat ulang tahun Tentara Nasional Indonesia,” tambah Menteri Pertahanan. 




(ANTARA News).

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *