Kamis, 17 Oktober 2013

2014: Anggaran Kemenhan Rp 83 Triliun


Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hampir merampungkan pembahasan anggaran belanja Kementerian Pertahanan untuk tahun anggaran 2014. Diperkirakan anggaran belanja TNI di tahun depan akan mencapai Rp 83 triliun, naik sedikit dari pagu indikatif Kemenhan TA 2014 sebelumnya yang sebesar Rp 80,5 triliun

Fayakhun Andriadi, anggota Banggar dari Komisi I DPR RI menjelaskan, setelah Komisi I menyelesaikan pembahasan anggaran indikatif Kemenhan TA 2014, anggaran belanja dilanjutkan pembahasannya di Banggar. Saat ini masih ada beberapa poin saja yang belum diselesaikan, namun secara umum Fayakhun menjelaskan bahwa Banggar telah memberikan lampu hijau untuk anggaran Kemenhan TA 2014 sekitar Rp 83 trilliun.

Banggar juga telah mendukung ajuan penggunaan dana sekitar Rp 6 triliun untuk pembelian helikopter serang Apache dari AS beserta paket pelatihan dan persenjataannya dan pesawat angkut Hercules C-130 bekas pakai Angkatan Udara Australia (RAAF).



Sedangkan untuk usulan tambahan inisiatif baru sebesar Rp 8,7 triliun dari Kemenhan pada TA 2014, kata Fayakhun, masih akan didalami karena Banggar masih butuh penjelasan akurat tentang penggunaannya oleh Kemenhan.




Anggaran Kemenhan terbesar

Dalam RAPBN Tahun 2014 terdapat tujuh Kementerian Negara dan Lembaga yang akan mendapat alokasi anggaran di atas Rp 30 triliun. Dari tujuh kementerian dan lembaga itu adalah Kemenhan menempati posisi tertinggi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agustus lalu menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista dan sistem persenjataan TNI sebagai percepatan pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (MEF) dan untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

"Dengan modernisasi dan pembangunan kekuatan pertahanan ini, TNI akan makin berkemampuan untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari ancaman manapun," ujar SBY Agustus lalu di gedung MPR.


20% untuk pengadaan alutsista
Kemenhan berencana mengalokasikan 20% dari pagu anggaran 2014 atau sekitar Rp16,7 triliun untuk keperluan pengadaan alutsista, terutama untuk membayar kontrak-kontrak yang sudah berjalan.

Kepala Pusat Komunikasi Kemhan Sisriadi beberapa waktu lalu mengatakan dari total anggaran yang akan diperoleh Kemenhan pada 2014, sebanyak 48% di antaranya akan digunakan untuk belanja pegawai sementara 52% lainnya akan digunakan untuk belanja barang-barang keperluan pendukung pekerjaan, serta untuk belanja modal. Belanja modal adalah untuk pengadaan alutsista, sebagian dana untuk pembayaran kontrak yang sedang berjalan dan sebagian lain untuk alutsista baru.

Pengadaan alutsista sendiri dilakukan melalui sejumlah tahapan. Antara lain pra persiapan, persiapan, pemilihan penyedia, penyusunan dan aktivasi kontrak, serta tahapan pelaksanaan dan penyerahan. Dari keseluruhan proses tersebut umumnya bersifat jangka menengah hingga jangka panjang. Ada yang bisa diselesaikan dalam waktu 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, bahkan bisa diatas 5 tahun.

Tidak hanya menggunakan dana anggaran yang diterima, pengadaan alutsista TNI juga bisa menggunakan dua dana lain yaitu pinjaman luar negeri yang umumnya bersumber dari kredit ekspor serta pinjaman dalam negeri yang umumnya berasal dari sindikasi bank-bank "pelat merah."

Sumber: Jurnal parlemen/Sindo/Bisnis 
Foto: Freepik




artileri.org

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *