Jumat, 18 Juli 2014

Black Box MH17 Diduga Dikuasai Rusia, Dunia Tegang

Black Box MH17 Diduga Dikuasai Rusia, Dunia Tegang
Ilustrasi pesawat Malaysia Airlines. | (Wikipedia)
DONETSK - Separatis pro-Rusia di Ukraina timur yang leluasa mengakses black box (kotak hitam) pesawat Malaysia Airlines MH17 hendak membawanya ke Rusia. Tindakan itu memicu ketegangan internasional karena muncul dugaan Rusia ingin menguasai data kotak hitam MH17.

Separatis pro-Rusia diduga kuat sebagai pelaku penembakan pesawat MH17 yang menewaskan 298 orang termasuk 12 warga Indonesia. Ketegangan internasional mulai terasa, karena ada kecurigaan data black box yang jadi bukti penyebab tragedi MH17 akan dimanipulasi separatis dan pihak Rusia.

Sebelumnya, separatis pro-Rusia memberikan jaminan kepada penyelidik internasional untuk mengakses lokasi jatuhnya pesawat MH17. Namun, separatis pro-Rusia yang tersudut karena dicurigai sebagai pelaku penembak pesawat MH17 berniat membawa black box MH17 ke Rusia.

Para pemberontak atau separatis Ukraina mengatakan mereka telah menyerahkan satu perekam kotak hitam ke Rusia. ”Kantor berita Interfax-Ukraina sebelumnya melaporkan bahwa kotak hitam ditemukan oleh kelompok separatis dan diserahkan ke Moskow. Pengamat mengatakan, jika dikonfirmasi, kemungkinan itu akan menimbulkan kontroversi internasional,” tulis kantor berita BBC, Jumat (18/7/2014).

”Para separatis telah menemukan kotak hitam pesawat di antara puing-puing (pesawat) dekat kota Torez, 24 km dari perbatasan Rusia. Para separatis telah mengatakan mereka akan menyerahkannya ke Moskow,” demikian laporan Telgraph.

Para tokoh dunia mulai kesal dengan gelagat separatis dan pihak Rusia yang ingin menguasai data penting soal misteri tragedi pesawat MH17 itu.”Dunia akan menempatkan Presiden (Vladimir) Putin dan memberi tahu dia bahwa dia telah melangkah terlalu jauh, dan kami tidak akan berpangku tangan,” kata mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, juga marah dengan hal itu. Terlebih ada sejumlah warganya yang jadi korban. Senator Amerika Serikat, John McCain, bahkan mengancam Rusia. ”Saya pikir akan ada neraka sebagai ganjarannya,” ujar McCain.

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *