Senin, 16 Desember 2013

Kapal Perang AS-China Hampir Bertabrakan di Laut

Saat itu, kapal AS tengan membuntuti kapal induk China.
Liaoning, Kapal Induk Pertama China
Liaoning, Kapal Induk Pertama China


Kapal perang Amerika Serikat dan China hampir saja bertabrakan di perairan sengketa. Peristiwa ini terjadi di tengah tegangnya situasi kawasan menyusul klaim sepihak China pada kepulauan sengketa.

Diberitakan News.com.au, Senin 16 Desember 2013, insiden ini terjadi sepekan yang lalu di Laut China Selatan. Saat itu, kapten kapal pembawa rudal jelajah AS USS Cowpens terpaksa memerintahkan dihentikannya mesin kapal demi mencegah tabrakan dengan Kapal Induk China Liaoning.

Menurut awak USS Cowpen, hal yang sama dilakukan oleh kapal induk Liaoning. "Sangat tidak biasa melakukan manuver di laut untuk mencegah tabrakan," tulis laman ersebut.

Kedua kapal berhasil berhenti di rentang jarak kurang dari 500 meter. Jarak ini terhitung sangat dekat, mengingat sebelumnya kedua kapal susah payah berusaha untuk berhenti.

"China tahu apa yang mereka lakukan. Pada akhirnya, komunikasi yang efektif antara ruang kendali AS dan China serta manuver kedua kapal telah memastikan keselamatan kami," kata awak AS.

Saat itu USS Cowpens tengah membuntuti kapal induk Liaoning yang meninggalkan pelabuhan Qingdao seminggu lalu. Liaoning dikawal oleh dua kapal rudal jelajah, Shenyang dan Shijiazhuan, dan dua kapal fregat Yantai dan Weifang. 

Kapal-kapal ini bergabung dengan empat kapal lainnya di laut, termasuk sebuah kapal selam. Kapal-kapal China ini tengah melakukan latihan uji coba senjata dan sistem radar. Dalam latihan juga diperkenalkan pesawat tempur China J-15 "Hiu Terbang" model baru. 

Diduga kapal-kapal ini tengah menuju terumbu karang sengketa, Meiji, sekitar 1.000 kilometer dari China daratan. Insiden kapal AS dan China berakhir damai tanpa ketegangan.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi antara China dan para sekutu Amerika, yaitu Jepang dan Korea Selatan, menyusul klaim sepihak Beijing di zona udara pulau sengketa.







VIVAnews .com

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *