Senin, 15 Juli 2013

Berbahagialah Dengan Kondisi Palestina, Afghanistan, Mesir dan Suriah


Jakarta- Mengapa bersedih melihat kondisi Mukmin dan Muslim di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Mesir, Somalia, Libya, Chechnya, dan bahkan Myanmar? Tak perlu bersedih. Justeru setiap cucuran darah dan tetesan air mata Mukmin dan Muslim hanya akan semakin menguatkan iman mereka. Kita melihat mereka harus dengan hati yang sangat bahagia.
Kondisi yang terjadi di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Mesir, Somalia, Libya, Chechnya, dan Myanmar, selanjutnya akan melahirkan generasi baru. Generasi baru yang lebih mencintai kematian, lebih mencintai Allah Rabbul Alamin, lebih mencintai Rasul-Nya, Kitab-Nya, dan lebih mencintai kehidupan akhirat. Generasi yang lebih kuat imannya. Generasi baru yang lebih membenci dan memusuhi orang-orang kafir musyrik (yahudi dan nasrani).
Generasi baru yang akan terus memerangi orang-orang kafir musyrik yang menjadi sumber kekacauan kehidupan umat manusia. Kafir musyrik yang selalu menolak mengesakan Allah Azza Wa Jalla. Kafir musyrik yang selalu menciptakan fitnah bagi kehidupan  umat manusia. Dengan menciptakan bentuk-bentuk ilah (tuhan) yang menjadi sandingan Allah Azza Wa Jalla.
Kekacauan dan perang di Palestina, Afghansitan, Irak, Suriah, Mesir, Somalia, Libya, Chechnya, Myanmar, dan tempat lainnya di dunia Islam, tak lain  semua itu bagian dari perang yang dilancarkan kafir musyrik. Dalam wujudnya kafir musyrik yang sekarang mengacaukan kehidupan Mukmin dan Muslim, diwakili Barat (Amerika Serikat, Eropa, Rusia), yang menjadi tangan "proxy" yahudi dan nasrani.
Tetapi, mereka kafir musyrik sudah mendekati ajal mereka, dan kehilangan peluang bagi hari depan mereka. Karena mereka sudah menjadi sistem yang bangkrut,  dan ketika lahir sistem yang akan menggantikan sistem bangkrut yang merupakan warisan sistem kafir musyrik itu, mereka dengan segala kekuatan yang mereka miliki ingin menghentikan, dan bahkan ingin menghancurkannya. Seperti yang terjadi di Mesir sekarang ini.
Betapa di dunia  Islam sekarang ini telah lahir generasi baru yang  lebih mencintai kematian. Generasi baru yang memilih jalan syahid untuk mendapatkan kematian mereka. Itulah jalan yang akan mengantarkan kepada kemuliaan di dunia dan akhirat.
Mereka berbondong-bondong dari berbagai penjuru dunia, bergegas ingin mencapai jalan syahid. Seperti yang terjadi di Afghan, Suriah, Chechnya, dan Palestina. Generasi baru yang akan mengakhiri fitnah yang selalu dilakukan oleh kafir musyrik.
Jangan sedih melihat kondisi yang  terjadi di Afghansitan, Palestina, Mesir, dan Suriah dan tempat-tempat lainnya. Berbahagialah dengan segala kondisi yang ada. Karena pasti Allah Azza Wa Jalla akan memenuhi janjinya. Tak ada janji yang akan diselisihi oleh Allah Azza Wa Jalla. Allah Azza Wa Jalla akan menolong siapapun yang menegakkan dan membela agama-Nya.
Amerika Serikat yang berperang bertahun-tahun di Afghanistan, mengerahkan ratusan ribu pasukannya, dan dibekali dengan peralatan militer yang canggih, tak mendapatkan apapun. Sekarang Amerika Serikat mengemis kepada Taliban dan mengajak  berunding, dan meninggalkan bonekanya Ahmad Karzai.
Amerika Serikat pergi dari Irak dengan malu. Amerika Serikat dan Zionis-Israel tak mampu menaklukan Mukmin dan Muslim Palestina, sekalipun telah menggunakan segala kemampuannya untuk melanggengkan penjajahan mereka terhadap Mukmin dan Muslim Palestina, tetapi gagal.
Sekarang lahir generasi shahabat Honzalah yang telah meninggalkan kenikmatan yang paling membahagiakan, yaitu saat menjalani malam pertamanya bersama dengan isterinya yang dicintai dan dikasihinya. Tetapi, Honzalah lebih memilih seruan Nabi Shallahu Alaihi Wassalam, seruan jihad. Kemudian, Honzalah mendapatkan syahid, dan mendapatkan janji Allah Azza Wa Jalla surga-Nya.
Tidak ada yang sia-sia darah dan tetesan air mata yang tertumpah dari Mukmin dan Muslim, seperti yang  saat ini  terjadi di Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Mesir, Somalia, Libya dan Myanmar, dan mereka pasti akan mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Azza Wa Jalla.
Lilhatlah Mukmin dan Muslim Afghanistan (Taliban) belum usai perang dengan Amerika Serikat dan sekutunya, sekarang mereka sudah berbondong-bondong menuju Suriah, mencari kematian, mencari syahid, mencari Ridho-Nya, menghapus cucu kafir musyrik, yaitu Syiah Alawiyyin, yang dipimpin Bashar al-Assad. Wallahu'alam


  (voa-islam.com)

1 komentar:

  • Arwan says:
    16 Juli 2013 pukul 07.23

    Sahid di Suriah, mengapa tak sahid, ke Saudi saja. membebaskan tanah jazirah arab, dr pasukan Amerika, dan Zionis.

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *