Minggu, 28 Juli 2013

Detik-detik Tegaknya Kembali Khilafah

basmalah


Khilafah 'Alaa Minhajin Nubuwwah Insya-Allah Kembali Setelah Hancurnya 'Mulkan Jabariyah'
http://ibnufathi1924.files.wordpress.com/2011/07/lailahailallah.jpg
Mulkan Jabariyyah masih ada sekarang. Salah satunya adalah Saudi Arabia. Begitu jelas rezim ini berwala kepada Amrikiyyah dengan kontrak senjata yg ia miliki bernilai jutaan dollar dan membiarkan pasukan salibis zionis untuk memiliki basis di Dahran [Saudi akan hancur bila tidak kuffar itu melindungi rezim ini].  Janji dari  rezim Saudi di satu pertemuan Rabithah al-Alamiyah bahwa  militer  Amerika akan hengkang nyatanya sampai sekarang mereka masih bercokol di Haramain! Yang ini memudahkan dan memfasilitasi penyerangan atas negeri muslim lainnya di Jazirah Arab. Padahal dengan jelas bahwa kuffar harb dilarang untuk menguasai Haramain, dilarang untuk mengusai wikayah Islam secara umum apalagi Haramain.
Raja-Abdul-Aziz-al-Saud
Raja Abdul Aziz sudah hampir buta dan menggunakan tongkat selama beberapa tahun terakhir hidupnya sebelum mati di Taif, Arab Saudi pada tanggal 9 November 1953.
Thn 1930-an Abdul Aziz berhasil menipu para mujahidin dengan merayu agar mereka mundur dari al-Aqsa yg kala itu hampir dikuasai para mujahidin dan Inggris sudah kewalahan membendung para mujahidin. Abdul Aziz memberi jaminan Inggris akan keluar. Namun hanyalah tipudaya yang menyesatkan dengan akhirnya Israel berdiri tahun 1948.
Begitu juga Saudi menangkapi Ulama yg benar-benar pewaris nabi.  Tercatat thn 2000-an Syaikh Muhamad al Mohaysany ditangkap setelah berdoa untuk kemenagam Ummat atas penjajahan dan agresi Zionis Salibis dan berdoa utk keruntuhan kerajaan-kerajaan Thagut yang bersekongkol dengan Amerika. Begitu juga Ulama seperti Salman al-Audah dll. Ulama ini tak gentar untuk berkata benar walau harus dipenjara seperti halnya Salafus Shalih, Ibnu Taymiyyah ysng pernah dipenjara.
Saudi selalu bersembunyi dengan 'Kederwanannya' dalam mengurusi Masjidil Haram. Seperti halnya Quraish dahulu yg menguasai Masjidil Haram pada masa Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam namun memusuhi Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sahabat. Pesan untuk Saudi adalah Qur'an surat At-Taubah 9:19.
أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَوُونَ عِندَ اللّهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."
Apakah sama rezim yg berwala kepada Amerika sang penjagal Ummat yang paling sengit pemusuhannya kepada Ummat dengan mereka yang berjihad melawan Amerika?
Demikianlah.., setelah mulkan jabariyyah seperti Saudi ini runtuh maka Khilafah Ala minhajin nubuwwah inyaAllah akan didirikan kembali oleh Ummat seluruh dunia.
southernwatchF16
Akhir perang Irak dan pemerintah Saddam Hussein berarti misi militer Amerika di sini sudah berakhir.
Air Force Maj. Gen. Robert J. Elder Jr. at the deactivation ceremony for the 363rd Air Expeditionary Wing, Prince Sultan Air Base, August 26, 2003
dhahran-map
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
"MASA KENABIAN itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendakinya untuk mengangkatnya. Kemudian masa KHILAFAH ALAA MINAJIN NUBUWWAH, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADHON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH, kemudian beliau diam." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)



akhirzaman.info

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *