Senin, 22 Juli 2013

Rusia Tegaskan Tetap Kirim Rudal S-300 ke Suriah


Sebuah kendaraan militer pengangkut sistem rudal S-300 dalam sebuah parade di Moskwa, Rusia. | www.kremlin.ru
 
MOSKWA — Pemerintah Rusia sedang berdiskusi untuk memberikan pinjaman dana tambahan bagi Damaskus dan tetap berkomitmen untuk mengirim rudal-rudal S-300 meski ditentang negara-negara Barat. Demikian pernyataan Deputi PM Suriah Qadri Jamil, Senin (22/7/2013).

Qadri Jamil yang tengah berkunjung ke Rusia mengatakan, pembicaraan soal pinjaman itu disampaikannya saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Jamil menambahkan, Pemerintah Damaskus berharap kesepakatan tentang rencana pinjaman itu bisa diperoleh paling lambat akhir tahun ini.

"Kami membicarakan itu (pinjaman), meski masih terlalu dini untuk membicarakan angka pastinya," ujar Jamil.

"Saya harap semua pertanyaan akan terjawab akhir tahun ini. Para ahli kini tengah membahasnya," ujar Jamil.

Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memang sangat membutuhkan dana segar untuk memutar roda pemerintahan sementara pasukannya tengah memerangi pemberontakan yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Selain membahas soal pinjaman dana, kunjungan para pejabat Suriah ke Moskwa itu untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan dalam kesepakatan pengiriman persenjataan, khususnya roket S-300, ke Suriah.

"Semua perjanjian antara Rusia dan Suriah terkait pengiriman persenjataan tidak ada perubahan," tambah Jamil.

"Hubungan antara Suriah dan Rusia semakin kuat untuk menciptakan perdamaian di kawasan," Jamil menegaskan.

Pemerintah Rusia membuat negara-negara Barat dan negara-negara Arab anti-Assad geram setelah menolak untuk menunda pengiriman senjata dan membatalkan kerja sama dengan Damaskus di masa krisis politik ini.

Moskwa jutru balik mengecam Barat yang terang-terangan memihak pemberontak dan menolak ide bahwa Assad harus meninggalkan jabatannya sebagai syarat digelarnya perundingan damai. 

 
 

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *