Senin, 13 Januari 2014

Daftar Dosa Ariel Sharon terhadap Rakyat Palestina



Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri (PM) Israel meregang nyawa pada usia 85 tahun, Sabtu 11 Januari 2014 siang waktu setempat. Sharon meregang nyawa di Rumah Sakit Pusat Chaim Sheba, dekat Tel Aviv setelah koma selama 8 tahun.

Perdana Menteri ke-11 memerintah Israel mulai 7 Maret 2001 hingga 14 April 2006. Ia akan dikuburkan pada Senin 12 Januari petang.

Ia dikenal sebagai tokoh militer Israel yang kerap melancarkan aksi kontroversial. Termasuk invansi dan pembantaian terhadap warga Yordania, Lebanon, dan Palestina. Atas tindak tanduknya tersebut, Sharon dijuluki dunia sebagai 'si Penjagal'.

Di mata Israel, Sharon, dipuja sebagai sosok pahlawan. Dia dijuluki 'Singa Tuhan'.

Sejak menjadi Komandan Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Sharon menunjukkan taringnya dalam perang 6 hari melawan Mesir, Jordania, dan Suriah, pada 1967.

Di bawah kendali Sharon, pasukan Israel habis-habisan berperang untuk menguasai wilayah Um Cataf yang menjadi persimpangan penting di Sinai.

Pada Perang Yom Kippur War 1973 melawan koalisi negara-negara arab yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah, Sharon juga tak segan untuk mengerahkan segenap pasukan militer IDF.

Ia memimpin pergerakan 200 tank dan 5.000 tentara melintasi Terusan Suez.

1. Pembantaian Rakyat Palestina




Di mata negara tetangga di Timur Tengah, Sharon dikenal sebagai penjahat perang. Ada beberapa langkah kontroversial yang dilakukannya hingga membuat korban jiwa, termasuk warga Palestina, berjatuhan.

Pada masa Perang Lebanon 1982, Sharon yang menjabat Menteri Pertahanan Israel disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembantaian warga Palestina yang dilakukan kelompok militer Kristen Lebanon di kamp pengungsi Sabra dan Shatila, Beirut Lebanon.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Sharon dinyatakan tidak menghentikan aksi pembantaian oleh kelompok yang menjadi sekutu Israel tersebut. Atas pembantaian itu, Sharon dijuluki 'Penjaga Beirut'.

Sharon juga pernah membentuk unit khusus 101 IDF untuk membalas dendam serangan sebuah kelompok teroris asal Yordania di Desa Qibya. Sharon menginstruksikan IDF menghancurkan 10 rumah. 

Tapi faktanya, IDF menembaki 45 rumah warga, sekolah dan masjid hingga menyebabkan 69 orang tewas.

2. 'Mengotori' Masjid Al-Aqsa


Semasa hidupnya, Sharon juga pernah melakukan aksi yang dinilai provokatif, yakni dengan mengunjungi Masjid Al-Aqsa di Jerusalem, pada tahun 2000. 

Meski ia menegaskan kunjungannya tak bermaksud memprovokasi, tapi sejumlah kalangan menilai kedatangannya menjadi preseden buruk bagi perdamaian dengan Palestina.

Saat kunjungan, ratusan massa memadati sekitar masjid untuk memprotes kedatangan Sharon.

3. Pembantaian 9.000 warga Palestina di Intifada



Tak berhenti sampai disitu, pada tahun 1990-2002, Sharon juga telah membunuh lebih dari 9.000 warga Palestina saat perlawanan Intifada Pertama dan Kedua.

Intifada (perlawanan) pertama meletus sebagai aksi protes rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel di Palestina pada tanggal 9 Desember 1987.

Pemberontakan dimulai di kemah pengungsi Jabalia dan dengan cepat menyebar ke seluruh Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina dibunuh tentara IDF Israel selama perlawanan berlangsung.

4. Perluasan Pemukiman Yahudi



Pada 2002, Sharon juga melakukan hal yang disebut-sebut merampas hak-hak warga Palestina dengan menyetujui tindakan sepihak atas pembangunan pembatas di lahan Palestina, Tepi Barat, setelah serangan mematikan yang dilakukan oleh militan Palestina.

Meski demikian, Sharon berdalih, pembangunan pembatas itu bertujuan untuk mencegah aksi para teroris memasuki kota-kota di Israel. Pembatas dibangun juga untuk melindungi mobil dan warga Israel dari serangan senjata api.

5. 'Membunuh' Yaser Arafat



Sharon yang lahir pada 26 Februari 1928 itu juga disebut-sebut bertanggung jawab terhadap pembunuhan mantan Presiden Palestina, Yasser Arafat pada 2004 yang meninggal akibat diracun.

Sebab Sharon pernah mengungkapkan, pada 2004, bahwa Presiden rakyat Palestina, Yasser Arafat bisa menjadi target pembunuhan Israel pada masa mendatang.

Ucapannya itu merupakan ancaman paling eksplisit yang dilontarkan Sharon terhadap musuh lamanya itu.


0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *