Jumat, 31 Januari 2014

Stephen Hawking Akui Teori ‘Black Hole’ Kesalahan Fatal Terbesar dalam Hidupnya



FISIKAWAN kondang penganut 'Atheis' University of Cambridge, Stephen Hawking mengklarifikasi teorinya terkait peran yang dimainkan lubang hitam (black hole) di alam semesta. 

Melalui pernyataan dalam websitenya, Hawking tiba-tiba mengaku pernyataan lubang hitam yang pernah ia lontarkan sebelumnya merupakan blunder alias kesalahan fatal terbesar yang pernah dilakukan. 

Hawking menyoroti soal cakrawala peristiwa (event horizon) lubang hitam. Tentang batas yang menjadi unsur utama sebuah lubang hitam. 

"Tidak adanya cakrawala peristiwa berarti bahwa tidak ada lubang hitam," tulis Hawking dalam makalah terbarunya, "Information Preservation and Weather Forecasting for Black Holes".

Diketahui, lubang hitam memiliki batas yang disebut cakrawala peristiwa (event horizon). Dengan begitu, apapun yang jatuh dan berada pada daerah cakrawala peristiwa baik itu bintang, gas, bahkan cahaya maka tidak akan mampu lepas atau melarikan diri darinya.

Tapi Hawking akhirnya mengakui, ada sejumlah hal mungkin dapat lolos dari lubang hitam.

Fisikawan ini mengajukan usulan mendasar soal cakrawala peristiwa (event horizon) yang lebih jelas, yakni cakrawala yang sementara menahan materi dan energi sebelum akhirnya melepaskan keduanya. 

Ia menjelaskan dalam teori barunya, peristiwa cakrawala bahkan tak memerlukan sebuah zona yang didefinisikan. 

Hawking mencatat dengan temuan itu berarti memungkinkan astronom suatu hari dapat menjelajah dekat dengan lubang hitam dan mengukur kekuatannya secara langsung. Secara sederhana ia mengatakan, cakrawala jelas (apparent horizon) hanya akan memegang cahaya dan informasi sementara saja, kemudian melepaskan mereka ke antariksa. 

Namun, kata dia energi yang dilepaskan lubang hitam akan membuat perbedaan dalam definisi peristiwa cakrawala yang diperdebatkan. Meski mengakui temuannya itu cukup kecil, Hawking menyesali gagasan awalnya tentang peristiwa cakrawala. 

Pada ulang tahunnya ke 70 pada bulan ini, dalam situsnya Hawking mengakui idenya telah dirusak oleh lubang hitam yang merupakan kesalahan terbesarnya.



0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *