Sabtu, 23 Maret 2013

Korea Utara Kecam Penerbangan Pembom B-52 AS


Pesawat pembom B-52
Sebuah pesawat pembom B-52 terbang di atas Osan pada tanggal 19 Maret 2013, merupakan bagian dari kegiatan latihan militer bersama AS - Korea Selatan
Korea Utara pada hari Rabu lalu mengecam latihan penerbangan pesawat pembom B-52 yang berkemampuan nuklir milik Amerika Serikat di Semenanjung Korea sebagai tindakan provokasi yang tidak dapat dimaafkan. Selain itu, Korea Utara juga mengancam akan melaksanakan aksi militer jika latihan tersebut tetap dilanjutkan.

Pentagon mengatakan setidaknya sebuah pesawat pembom B-52 memang telah terbang di atas langit Korea dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang Pyongyang mengecam latihan tersebut ditujukan untuk menginvasi Korea Utara.

"Ini merupakan provokasi yang tidak bisa dimaafkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA.

"AS menghadirkan pembom strategis berkemampuan nuklir, yang berarti situasi di Semenanjung Korea sedang beringsut mendekati perang," kata juru bicara Korea Utara itu.

Ketegangan militer di Semenanjung Korea saat ini berada pada level tertinggi, dengan Korea Utara -bereaksi keras karena sanksi PBB yang diberlakukan setelah uji coba nuklir underground bulan lalu- mengancam akan menggelar Perang Korea kedua yang akan didukung dengan senjata nuklir. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan Pyongyang sedang mengamati latihan bersama itu dengan seksama.

Juru bicara Pentagon George Little mengatakan pada Senin bahwa pembom B-52 dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam terbang di langit Korea pada tanggal 8 Maret. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa sebuah B-52 juga terbang Selasa lalu.

B-52 telah ambil bagian dalam latihan tahunan di Semenanjung Korea sebelumnya, namun Little mengatakan Pentagon ingin menggarisbawahi bahwa penggunaan mereka kali ini akan meningkatkan ketegangan. Penerbangan-penerbangan B-52 tersebut harus dilihat sebagai komitmen dan kapasitas AS untuk membela Seoul dari serangan Korea Utara, Little mengatakan.

Pesan itu bergema di Seoul pada hari Senin dengan kunjungan Wakil Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, yang berjanji akan memberikan bantuan semua sumber daya yang dimiliki militer AS kepada Korea Selatan, termasuk penggunaan nuklir.
 
 
 
artileri.org

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *