Sabtu, 02 Maret 2013

Indonesia Jajaki Kerjasama Alutsista dengan Jerman dan Hungaria

Indonesia akan menjajaki kerja sama alutsista dengan dua negara Eropa Timur yaitu Jerman dan Hungaria. Hal ini akan dibicarakan saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono ke Berlin, Jerman dan Budapest, Hungaria pada 3-8 Maret 2013 mendatang. 

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa Indonesia sudah banyak keterkaitan dalam hal alutsista dengan Jerman antara lain pesawat latih untuk TNI AU, Tank Leopard dan Tank Marder (segera tiba) dan beberapa alutsista lainnya. Hal inilah yang menjadi masukan Kemenhan kepada Presiden untuk memperkuat kerjasama alutsista dengan Jerman.

Eurocopter Tiger, heli serang hasil kerjasama Jerman dan Perancis
Berbicara mengenai Hungaria, mengapa negara ini dipilih, Menhan mengatakan bahwa TNI sejak dulu sudah terbiasa dengan alat-alat dari Blok Timur (Uni Soviet dan sekutu). Perwira-perwira TNI sudah kenal betul dengan alutsista dari Blok Timur. Dari harganya pun alutsista dari Blok Timur lebih murah dan teknologinya sebanding dengan alutsista Blok Barat (AS dan sekutu).

"Kayak Sukhoi. Itu sebetulnya Sukhoi yang kita punya compareable untuk F-15 di mana negara tetangga kita kan juga punya F-15. Bahkan kemarin waktu latihan bersama di Australia dengan Super Hornet, kita bisa mengimbangi mereka, cukup baik. Ya kita memberikan perkembangan modernisasi TNI, sekarang ini kan cukup besar," paparnya usai bertemu dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2013.

Meskipun Menhan mengatakan ia tidak ikut dalam rombongan kunjungan kerja Presiden itu, namun ia berharap hal itu dapat menjadi masukan saat lawatan ke Jerman dan Hungaria.

Kemenhan sendiri sejauh ini belum akan menambah alutsista dari Jerman. Sebab, sebelumnya sudah ada kerja sama pengadaan tank Leopard dan tank Marder yang kini dimiliki TNI Angkatan Darat.

"(Kerja sama lagi) Belum. Ini just in case saja. Kan presiden akan bertemu pimpinan negara di sana, bicara berbagai sektor kan harus siap. Tidak ada kan lagi proses akhir, dalam arti kata sekarang kita kan akan dapat cukup banyak dari sana," imbuhnya.

Akan ada penambahan ke depannya?
"Nggak sudah cukup itu. Waduh, itu saja sudah efek penggentarnya sudah cukup baik bagi kita," jawabnya.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengatakan selama kunjungan ke Jerman, Presiden RI akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Federal Jerman dan Kanselir Republik Federal Jerman, Angela Merkel. Kedua pertemuan bilateral tersebut akan membahas tindak lanjut Kemitraan Komprehensif yang diluncurkan oleh Presiden RI dan Kanselir Jerman di Jakarta, pada 10 Juli 2012.

"Selain itu juga akan dibahas secara mendalam prioritas kerja sama di bidang ekonomi (perdagangan, investasi dan pembangunan), kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, serta industri pertahanan. Juga akan dibahas kerja sama terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan transportasi," kata Faizasyah.

Sementara itu, Menhan menambahkan, dalam waktu dekat ini, tambahan alutsista berupa Tank Marder dari Jerman akan segera tiba, untuk melengkapi 103 Leopard dari Jerman. Tank medium untuk pengangkut pasukan tersebut akan melengkapi alat-alat tempur pasukan Indonesia.
"Jadi dengan ini kita memiliki satuan yang lengkap, ada tank yang light (ringan), medium (sedang), dan main atau heavy (utama atau berat)," katanya.
Menhan berharap, ke depan, Indonesia dapat terus meningkatkan dan mencukupi alutsista yang dimiliki oleh TNI, baik Angkatan Darat, Udara maupun Laut. 


 
 
Sumber : Detik/Antara  Kredit foto : Stahlkocher/Wiki

0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *