Kamis, 19 September 2013

Hypnotisme, Haq dan Batil di Balik Miss World

miss world mahkota 420x317 Hypnotisme, Haq dan Batil di Balik Miss World
SEJATINYA, di balik acara Miss World dan semua ajang sejenisnya ada agenda asing yaitu brainwashing (cuci otak) yang ditanamkan ke warga-warga di seluruh dunia. Pemahaman sekuler-liberal, feminisme, dan materialisme adalah paham-paham yang mereka pasarkan ke belahan dunia terutama negeri-negeri muslim.
Untuk mendukung agenda cuci otak besar-besaran tersebut, asing selalu menggunakan “robot-robot” yang berasal dari warga pribumi termasuk dari kalangan muslimin. Barat telah berhasil menciptakan para pemikir muslim agar sesuai dengan tujuan mereka. Maka tak heran kita kenal para kaum Islam liberal.
Acara Miss World pun tak luput jadi sasaran dan tujuan mereka untuk menanamkan paham-paham barat tersebut. Acara Miss World yang digembor-gemborkan barat dengan 3B (brainwashing, beauty and behaviour) sesungguhnya hanya polesan belaka. Sosok Miss World yang selalu tak lepas dari pribadi yang cerdas, peduli pada pendidikan, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan sebagainya ternyata tidak nyata-nyata terbukti.
Ada baiknya kita coba lihat beberapa peserta Miss World yang mereka sebutkan dengan slogan 3B tersebut.
1. Marjorie Wallace : warga Amerika Serikat yang menang di ajang Miss World 1973. Tapi 3 bulan setelah dinobatkan jadi ratu dunia, gelarnya dicabut lantaran berkencan dengan terlalu banyak pria, termasuk diantaranya selebritis Tom Jones.
2. Gabriela Bring : Miss Jerman ini menyandang gelar terpendek dalam sejarah Miss World. Dia mengundurkan diri hanya dalam waktu 18 jam setelah dinobatkan menjadi Miss World 1980. Dia terjegal skandal kasus foto telanjang.
3. Lili Chen : penyanyi dan aktris dari propinsi Sichuan ini berharap menjadi orang pertama Cina yang memenangi kontes Miss World tahun 2004. Tetapi permohonannya ditolak oleh pejabat kompetisi Cina karena dia seorang transeksual.
4. Lesley Langley : Miss Inggris ini memenangkan gelar Miss World 1965 tapi kemudian publik di Inggris tersinggung setelah foto bugil Lesley tersebar di media.(topbagus.com)
Jadi kita sendiri harus berpikir cerdas dengan ide-ide asing yang justru akan menjerumuskan kita sebagai umat muslim. Bahkan sungguh aneh, di negara yang berketuhanan yang Maha Esa dan menjunjung adat ketimuran masih ada warga-warga yang bisa menjadi korban cuci otak. Bahkan lebih aneh lagi ada pihak-pihak tertentu yang justru mensukseskan acara Miss World ini yang sudah jelas-jelas itu adalah agenda barat untuk semakin meliberalkan umat Islam. Padahal Allah sudah jelas-jelas berfirman dalam QS Ali Imran:110 ( Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Mereka beriman kepada Allah).
Bukan penganut teori “Konspirasi ”
“F1= Film, Fun & Mass Media” yang merupakan bagian dari “9F tantangan ummat Islam dalam menghadapi gerakan Kafirisasi Global”, maka kajian kali ini adalah bertemakan “Yahudi Berkonspirasi dalam Media Film & Hiburan”. Hal ini sangat penting, mengingat bahwa upaya pembentukan “mind-set” (pola pikir), paradigma, keyakinan, bahkan sampai dengan sikap hidup kaum Muslimin adalah terancam untuk dibentuk mengikuti pola pikir, keyakinan dan sikap hidup kaum Freemasonry Yahudi dan Zionisme-nya.
Manusia itu memiliki penglihatan dan pendengaran, keduanya adalah media yang sangat sensitif dalam menyerap berbagai informasi. Oleh karena itu, jika tidak sedini mungkin di-imunisasi dengan ‘aqiidah yang benar, maka bisa jadi kaum Muslimin akan hanyut dalam berbagai konspirasi Yahudi agar kaum Muslimin tidak lagi istiqomah berpegang-teguh diatas ajaran Nabi Muhammad SAW.
Bukan berarti bahwa kita ini menganut “Teori Konspirasi”, karena tanpa adanya Teori itu pun bagi kita (kaum Muslimin) adalah sudah cukup dengan adanya peringatan dari Rosuulullooh SAW sejak 1434 tahun yang lalu sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 6952, dari Shohabat Abu Saa’id Al Khudry r.a sebagai berikut:
“Kalian akan mengikuti adat tradisi ummat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Hingga sekiranya mereka masuk dalam lubang dobb (sejenis biawak) sekalipun, niscaya kalian akan mengikutinya juga.”
Para Shohabat bertanya, “Wahai Rosuulullooh, apakah yang dimaksud itu orang-orang Yahudi dan Nashroni?”
Rosuulullooh SAW menjawab, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?”
Meskipun demikian, kajian kali ini adalah untuk menyampaikan berbagai data dan fakta bahwa sebenarnya setiap hari konspirasi Yahudi itu lewat di rumah-rumah kaum Muslimin, baik melalui acara-acara di TV-TV-nya ataupun di koran / surat-surat kabarnya / internet atau berbagai acara film dan hiburan yang bisa jadi memori kita, para istri dan anak-anak kita (sadar ataukah tidak sadar) telah disusupi “racun-racun” yang berbahaya pada ‘aqiidah, gaya dan pola hidup kaum Muslimin itu sendiri. Sengaja dalam kajian ini akan disampaikan berbagai data dan fakta yang diperoleh dari berbagai sumber, agar semakin membuka kesadaran kaum Muslimin betapa besarnya ancaman konspirasi Yahudi tersebut.
Sebagaimana dikatakan oleh Samuel Zweimer, seorang tokoh Yahudi (Ketua Umum Asosiasi Agen Yahudi) dalam Konferensi Missionaris di Yerusalem pada tahun 1935 M, yang dihadiri oleh utusan agen Yahudi dari seluruh dunia (dimana terjemahan pidato Zweimer ini dikutip dari buku Dr. Darauzah Muhammad ‘Izzah berjudul “Al Judzuurul Qodimah li Ahdaasi Banii Isro’iil wal Yahuud wa Suluukihim wa Akhlaaqihim”, Maktabah Darul Atlas, Damaskus – Syria, 1970):
“… Yang perlu saudara-saudara perhatikan adalah bahwa tujuan misi yang telah diperjuangkan bangsa Yahudi dengan mengirim saudara-saudara ke negeri-negeri Islam, bukanlah untuk mengharapkan kaum Muslimin beralih ke agama Yahudi atau Kristen. Bukan itu. Tetapi tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam, dan tidak berpikir (untuk) mempertahankan agamanya. Disamping itu saudara-saudara harus menjadikan mereka jauh dari keluhuran budi, jauh dari watak yang baik….
Saudara-saudara telah mengeluarkan kaum Muslimin dari agama mereka, sekalipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau baju Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran perjuangan kita, yakni para pemuda Islam yang malas, enggan bekerja keras, cenderung berfoya-foya, hanya gemar mempelajari segala hal yang berkaitan dengan sensualitas dan nafsu syahwat, bekerja semata-mata demi mengejar kekayaan material dunia, memburu jabatan, memuaskan nafsunya….bicara agama udah EGP aja dah.
Kesimpulan
Coba kita amati, bukankah perkataan tokoh Yahudi, Samuel Zweimer tersebut, benar-benar dijalankan secara nyata oleh mereka? Tidak sedikit diantara generasi muda kaum Muslimin di zaman sekarang ini telah dibuat senang untuk berfoya-foya, tenggelam dalam ma’shiyat dan kegemaran mendatangi dunia gemerlap (dugem), narkoba dan miras (minuman keras); sehingga generasi muda kaum Muslimin itu tidak menyadari tentang pentingnya membela Al Islaam dan mendekatkan diri kepada Alloh SWT Yang penting bagi mereka hanyalah uang, uang dan uang (fulus – fulus dan fulus) serta dunia dan dunia. 24 jam waktu dalam sehari itu bisa jadi diisi oleh mereka dengan 8 jam untuk tidur; selanjutnya dari sisa waktu 16 jam perhari-nya itu, berapakah yang dipergunakan mereka untuk membaca Al Qur’an dan Kitab-Kitab Hadiits yang shohiih? Berapa menit waktu untuk sholat? Berapa waktu yang digunakan untuk ibadah-ibadah yang sesungguhnya akan dibutuhkannya kelak setelah ia “ditimbun oleh tanah” (mati)?
Memang sudah merupakan suatu program Yahudi Internasional bahwa kaum Muslimin itu dibuat agar keluar dari Al Islaam secara tidak disadarinya. Kaum Muslimin dibuat jauh dari akhlaaqul kariimah dan jauh dari mempertahankan dien-nya; apalagi untuk berpikir tentang jihad fii sabiilillah demi menegakkan kalimat “Laa Ilaaha Illallooh Muhammadur Rosuulullooh” dan membela syari’at Alloh SWT.
Freemasonry Yahudi dan Zionis dengan sengaja menciptakan dan menyebarkan berbagai acara hiburan dan acara-acara yang melalaikan melalui media-media massa yang 96 %-nya di dunia ini mereka kuasai itu, dengan tujuan agar kaum Muslimin terpuruk dalam perkara keduniawian.
Oleh karena itu, jauh-jauh hari Rosuulullooh SAW telah bersabda dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 6425 dan Al Imaam Muslim no: 2961, dari Shohabat Abu ‘Ubaidah bin al Jarrooh r.a sebagai berikut:
“Demi Alloh, bukan kemiskinan yang aku takutkan terhadap kalian, tetapi aku justru takut jika dunia dihamparkan kepada kalian, sebagaimana yang pernah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu mereka saling berlomba untuk mendapatkannya, sehingga kalian menjadi binasa seperti yang mereka alami.” [yusuf mansyur network]





0 komentar:

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *