Selasa, 24 September 2013

Lambang Komunis "PKI" Mulai Bertebaran Di Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara


http://www.posmetro-medan.com/wp-content/uploads/2013/09/12-9-Asnawi-Tulisan-kecaman-inilah-yang-bikin-heboh-tertulis-di-tembok-SMP-Negeri-Satu-dan-di-tembok-eks-kantor-BDN-Kota-Tebingtinggi-6-300x225.jpg
http://medanbagus.com/images/berita/normal/1379085253.jpg

Sejumlah graffiti yang menggambarkan lambang palu dan arit berikut kata-kata komunis, muncul di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut). Polisi pun melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pembuatnya. Graffiti yang menggunakan cat semprot pilox warna hitam itu terlihat di sejumlah dinding-dinding gedung. Antara lain berada di Jalan Sutomo, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan DI Panjaitan.

Graffiti itu bertuliskan “Kita sudah ditindas! Kita harus melawan, Komunis harga mati’. Di awal dan di akhir kalimat itu terlihat gambar yang dimaksudkan sebagai lambang komunis, yakni palu dan arit. Kemudian ada juga tulisan, “Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup Rakyat”.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Tebing Tinggi AKP Ngemat Surbakti menyatakan, Jumat (13/9/2013), kasus ini tengah dalam penyelidikan polisi. Keterangan beberapa warga sudah diminta, tetapi tidak ada yang melapor secara khusus.

"Belum ada warga yang menyatakan melihat siapa yang membuat,” kata Ngemat Surbakti kepada wartawan. Dugaan sementara graffiti ini dibuat oleh orang-orang yang iseng. Bukan kelompok khusus. Kendati begitu polisi menyatakan serius menyelidiki hal ini.

2 komentar:

  • pokertogelmania.com says:
    16 Maret 2014 pukul 23.14

    Tan Malaka sang penggagas Republik Indonesia, pendiri PKI, Murba, TKR (TNI-Polri), PARI sudah bilang: "“Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi”. http://manifestosenja.com/2013/02/membangun-di-bawah-marxisme-tan-malaka-bapak-marxisme-indonesia/

  • Unknown says:
    15 Oktober 2015 pukul 09.22

    tuan rumah tidak kan berunding dengan maling yang menjarah rumahnnya, usir kapitalisme. NKRI harga mati

Posting Komentar

Form Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *