AS berencana untuk mengakhiri embargo politik dan ekonomi atas Kuba
yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Sbuah terobosan dalam hubungan
Amerika dengan negara kepulauan tersebut.
Pada puncak Perang Dingin Amerika benar-benar dibuat panik dengan
perkembangan politk Kuba yang terletak kurang dari 100 dari Amerika
tersebut. Dan pada tahun 1962, tiga tahun setelah Fidel Castro dan
sekutu-sekutunya telah berhasil melakukan revolusi Komunis mereka di
Kuba, Amerika pun menyusun rencana licik agar memilik alasan melakukan
invasi ke Kuba dan menghancurkan negara tersebut.
Kepala staf gabungan atau Joint Chiefs of Staff (JCS) pun mengusulkan
sejumlah langkah yang bertujuan melegitimasi invasi. Mayoritas dari
yang diusulkan adalah strategi palsu dan rekayasa dengan tujuan akhir
Kuba bisa dituding sebagai biang kesalahan dan akhirnya Amerika bisa
mengerahkanpasukan untuk menggempur rezim di Havana.
Dalam sebuah memo unclassified berjudul Justification for US Military Intervention in Cuba, atau Pembenaran untuk Intervensi Militer AS di Kuba JCS memunculkan sejumlah rencana yang dikembangkan dengan nama “Operation Mongoose,” Rencana yang dirilis dan dilaporkan pada bulan Maret, tujuh bulan sebelum dimulainya Krisis rudal Kuba. Apa saja ide konyol dan licik itu? Ini tujuh di antaranya:
Dalam sebuah memo unclassified berjudul Justification for US Military Intervention in Cuba, atau Pembenaran untuk Intervensi Militer AS di Kuba JCS memunculkan sejumlah rencana yang dikembangkan dengan nama “Operation Mongoose,” Rencana yang dirilis dan dilaporkan pada bulan Maret, tujuh bulan sebelum dimulainya Krisis rudal Kuba. Apa saja ide konyol dan licik itu? Ini tujuh di antaranya:
1. Serangan Palsu di Teluk Guantanamo
Dalam rangka untuk membenarkan invasi ke Kuba, JCS mengusulkan
simulasi serangkaian insiden di dalam dan sekitar Guantanamo yang
seolah-olah hal itu dilakukan oleh Pasukan Kuba. Insiden ini akan
mencakup membakar pesawat di pangkalan, meledakkan amunisi dan
pembakaran, pementasan kerusuhan di dekat gerbang utama pangkalan,
sabotase kapal di pelabuhan.
Selain sabotase simulasi di Teluk Guantanamo, JCS juga menawarkan ide menghancurkan kapal AS dan menyalahkan Kuba sebagai penyerang. Cara ini meniru pada kehancuran USS Maine pada tahun 1898, yang digunakan sebagai pembenaran untuk Perang Spanyol-Amerika. (Dalam kasus ini akhirnya orang percaya bahwa ledakan kapal tersebut tidak disengaja)
Salah satu ide adalah meledakkan sebuah kapal AS di Teluk Guantanamo. Ide kedua adalah untuk menghancurkan kapal tak berawak AS di suatu tempat di perairan Kuba dekat Havana atau Santiago. “Kehadiran pesawat atau kapal Kuba meski hanya bermaksud menyelidiki kejadian itu bisa menjadi bukti yang cukup kuat bahwa kapal itu diserang. Setelah ledakan, AS kemudian bisa menggelar upaya penyelamatan. Setelah itu merilis daftar korban palsu di surat kabar Amerika yang bisa memunculkan emosi warga.
3. Kampanye Teror
Dalam laporan itu disebutkan “Kita bisa mengembangkan kampanye teror
Komunis Kuba di wilayah Miami, di kota-kota lainnya Florida dan bahkan
di Washington. Kampanye teror bisa menunjuk pengungsi Kuba yang mencari
suaka di Amerika Serikat dijadikan tertuduh.” Teror akan dilakukan
dengan ledakan bom plastik di tempat yang dipilih dengan cermat yang
akan membantu dalam memproyeksikan gagasan pemerintah yang tidak
bertanggung jawab. ”
4. Serangan Palsu Kuba ke Tetangga
JCS mengusulkan melakukan serangan terhadap sebuah negara Karibia
yang dilakukan dengan cara menyamar sebagai pasukan Kuba. Serangan ini
akan menunjukkan bahwa Kuba akan melakukan ekspansi komunis dan harus
dilawan.
Pilot AS bisa dilatih untuk terbang dengan pesawat MiG Kuba. Pilot kemudian akan melakukan simulasi yang mengancam pesawat sipil. “Sebuah F-86 akan dicat untuk meyakinkan penumpang sipil bahwa yang mereka kira sebagai MiG Kuba,” usul JCS. Tentu hal ini akan menjadi heboh ketika pilot sipil kemudian mengumumkan ke public bahwa pesawat Kuba mengancam penerbangan sipil.
Ide licik lain yang dimunculkan adalah meledakkan pesawat sipil di wilayah Kuba. Tetapi pesawat yang diledakkan adalah pesawat tanpa awak. Intinya rencana itu untuk membuat seolah-olah Kuba menembak jatuh pesawat sipil tersebut.
Skenarionya pesawat sipil carteran akan terbang dari wilayah Miami menuju salah satu daerah entah Jamaica, Guatemala, Panama or Venezuela. Pesawat itu asli dan memang berisi penumpang yang tentu saja palsu. Setelah lepas landas pesawat, pesawat yang sebenarnya mirip CIA itu justru mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Eglin dan akan digantikan dengan pesawat tak berawak yang identik. Drone tersebut, kemudian terbang dan ketika di atas Kuba akan merilis sinyal sinyal May Day sebelum diledakkan melalui sinyal radio.
Rencana yang lain adalah membuat insiden seolah-olah MiG Kuba menembak jatuh pesawat USAF di atas perairan internasional tanpa alasan yang jelas. Menurut rencana ini, empat atau lima F-101 akan terbang dari Florida ke sekitar Kuba, sebelum mengubah arah kembali ke Amerika Serikat. Dari lima pilot, salah satu akan diberi pengarahan untuk terbang di ujung ekor formasi jauh dari pesawat lain.
Pilot ini kemudian akan menandakan bahwa ia telah diserang oleh MiG Kuba dan turun, setelah itu ia tidak akan membuat panggilan lain. Pilot kemudian akan terbang di ketinggian rendah langsung ke Eglin Air Force Base. Kemudian akan dikirim kapal selam untuk membuang bagian-bagian F-101 sekitar 15 sampai 20 mil di lepas pantai Kuba. Pilot lain yang tadi terbang bersama akan kembali ke Homestead dengan kisah yang sebatas mereka tahu. (REY)
Sumber: Business Insider : Jejaktapak
0 komentar:
Posting Komentar